Vol.02 - Ch.01 ~ Mendaftar Petualang

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 1 di Kurozuku.

1 Jan 2020

Penerjemah : KuroMage

Cain kini berusia sepuluh tahun. Tingginya bertambah hingga menjadi sekitar 150 cm, memiliki rambut perak yang indah dan menjadi anak laki-laki yang tampan rupawan, mirip dengan ibunya, Sarah.

“Akhirnya, kamu bisa mendaftar sebagai petualang.”

Gumam Cain dengan senyum terbaiknya.

“Anda ingin langusng mendaftar jadi petualang ya??”

Adalah Sylvia yang baru saja berbicara dengan Cain. Sylvia elah tumbuh menjadi cukup dewasa.

Dia telah tinggal bersama sejak lahir, dan ia telah bekerja sebagai pelayan sejak berusia 12 tahun dan kini sudah sepuluh tahun berlalu.

“Ya, itu benar! Aku sudah menantikannya.”

Aku mengenakan armor kulit dan dan pedang di pinggangku.

“Toling berhati-hati ya, tapi saya rasa tak ada yang akan meengalahkan anda”

Sylvia tahu betul tentang kekuatan Cain, Karena ia selalu memperhatikan ketika aku berlatih di tempat latihan dikebun belakang. Walaupun ia pada awalnya ia sempat lemas terkejut.

“Aku berusaha yang terbaik!”

Cain melambaikan tangannya ke Sylvia dan melewati gerbang dan menuju kota.

Guild petualang ada di dekat dinding luar. Karena akan sulit untuk mengangkut bahan monster yang telah dikalahkan ke pusat ibukota kerajaan, jadi di kota manapun, itu di atur agar posisinya dekat dengan dinding luar.

Saat aku berjalan-jalan di sekitar kota, aku melalui banyak toko-toko dan kedai makanan yang berjajar di jalanan yang ramai.

Di perjalanan, saya membeli setusuk sate dan kemudian berjalan sambil memakannya.

TL Note : Makanan yang ditusuk-tusuk pokoknya, mungkin cilok.

Guild petualang ditandai dengan lambang perisai dengan dua pedang yang menyilang, dan sudah menjadi hal umum di setiap kota.

Karena posisi guild ada di jalan utama jadi akan mudah menemukan nya, aku pun membuka pintu dan masuk ke dalam. Memang layak sebagai guild ibukota kerajaan, bangunannya saja sudah lebih besar dari dari Gracia.

Resepsionis yang berbaris di depan ada sekitar sepuluh orang, lebih banyak dari di Gracia, bahkan tempat minuman yang ada di sebelah kiri tampak ramai..

Akupun berdiri di depan resepsionis yang agak kosong dan menunggu giliran. Sesuai dugaan, ada banyak orang dewasa yang berbaris dan tubuh mereka pun cukup bagus dan kokoh.

“Oh, nak mau mendaftar jadi petualang?

Seorang yang ada di depanku, yang tampaknya seorang pendekar pedang berambut merah mengajak berbicara.

“Ya! Aku akhirnya berusia 10 tahun, jadi aku akhirnya bisa mendaftar sebagai seorang petualang.”

Saya menjawab dengan jujur ​​karena tampaknya dia orang yang baik.

“Begitu ya, tapi jangan terlalu berlebihan ya, hidup cuma sekali loh..”

Ia tersenyum sambil membelai kepala Cain, diapun segera pergi ke meja resepsionis karena telah dipanggil.

“Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat?”

Aku merasa seingatku aku seperti pernah melihat orang yang sama di suatu tempat, tetapi karena giliran ku sudah tiba, akupun melupakannya.

Ketika aku maju ke depan meja resepsionis, terlihat seorang wanita cantik duduk tampaknya berusia sekitar 20 tahunan. Resepsionis guild petualang terkenal karena gadis resepsionisnya yang cantik. Namun, Aku dengar mereka tak pernah mau jika di ajak beerkencan.

“Senang bertemu denganmu, dengan markas utama Guild petualang. Apa yang bisa saya bantu?”

Resepsionis akan menyapa dengan sopan.

“Ya! Karena umurku sudah sepuluh tahun, jadi aku datang untuk mendaftar sebagai seorang petualang.”

“Kalau begitu silahkan isi formulir ini. Apakah mau dibantu mengisi nya?”

“Tidak apa-apa, aku bisa menulis kok. Terima kasih.”

Akupun mengambil formulir tersebut. Meskipun aku  anak-anak ia tetap melayani dengan baik.

Di kolom nama, tentu saja aku tidak bisa menuliskan nama bangsawan sebagai seorang petualang.

Aku menulis “Cain” sebagai nama dan “pedang dan sihir” sebagai keterampilan. Usia? tentu saja sepuluh tahun. Sepertinya kita hanya perlu mengisi hal yang diperlukan saja.

“Selesai, tolong ya”

“Baiklah. Selanjutnya bisakah anda memberi setetes darah pada kristal ini, dengan begitu kekuatan sihir anda akan terekam pada kartu?”

Cain menusuk ujung jarinya dengan jarum yang diberikan, dan sesuai dengan panduan dan meneteskan darah pada kristal. Kristal itu pun bersinar untuk sejenak, dan kemudian muncul selembar satu kartu dari perangkat di bawahnya. Kartu yang berwana seperti besi.

“Ini adalah kartu guild anda. Jika anda memasukkan sihir, nama dan rank akan muncul. Ketika rank anda naik, bahan pembuatnya juga akan berubah, jadi silakan lakukan yang terbaik. Pertama-tama anda akan dimulai dari peringkat G. Kalau begitu apakah anda ingin dijelaskan tentang petualang secara detail? “

“Ya! Tolong..”

Ketika di Gracia, aku pernag mendengar sedikit dari Milly dan Nina, tetapi aku belum pernah menanyakan detainya. Ngomong-ngomong, apa mereka baik-baik saja? Nanti akan coba mengunjungi mereka dengan “Transfer”.

“Petualang memiliki peringkat dimulai dari peringkat G. Dan berakhir dengan peringkat SSS. Hanya ada satu SSS sejauh ini. Hanya raja pertama kerajaan ini 300 tahun yang lalu, Raja Yuuya-lah orangnya. Pada kartu petualang, dari peringkat G ke F adalah kartu besi, dari peringkat E ke D kartu tembaga, dari peringkat C ke B adalah kartu perak, peringkat A adalah kartu emas, sedangkan peringkat S keatas akan diberika kartu platinum. Kartu peringkat SSS milik Raja pertama dikatakan berwarna hitam. Promosi ini ditentukan oleh guild jadi tidak ada pengumuman resmi”

Cain yakin bahwa orang itu pasti cukup kuat sampai bisa di sebut pahlawan.

“Ada tiga jenis quest : Quest normal, Quest pilihan, dan Quest darurat. Secara umum, akan menjadi Quest normal. Namun, jika ada permintaan klien, itu dapat diajukan sebagai Quest pilihan, setelah diperiksa oleh guild. Terkait Quest darurat, dimasa lalu ada amukan monster, dll. Untuk perang dengan negara lain, guild akan bersikap netral, jadi silakan ttentukan sebijaknya”

Resepsionis itu menjelaskan dengan cermat.

” Quest normal, akan pajang di papan buletin yang ada disisi kanan pintu masuk, silahkan lepaskan dan bawa ke meja resepsionis. Namun, jika itu tertulis Ordinary Quest, maka anda dapat menyerahkan saja barang nya dan akan dianggap sukses. Seperti pembasmian goblin misalnya. Dan juga Quest dapat diambil secara solo atau dengan party. Ketika membentuk sebuah party, silakan mendaftar di guild. Dengan melakukan itu, poin guild akan ditambahkan ke kedua belah pihak. Selain itu, guild pada dasarnya tidak akan terlibat pada konflik diantara petualang. Namun jika itu melibatkan kejahatan serius maka guild akan ikut campur sebisanya. Itu saja untuk penjelasannya. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan tanyakan saya kapan saja”

“Terima kasih banyak atas penjelasnnya, kakak”

Cain dengan sopan membungkuk dan berterima kasih.

Kerena ia belum tahu nama resepsionisnya, jadi ia memanggilnya kakak.

“Oh, maafkan aku. Aku Letia, resepsionis di Kantor Pusat di Kerajaan. Terima kasih, Cain-sama.”

“tidak perlu tambahan -sama, Kerena saya masih 10 tahun,  tolong gunakan saja -kun”

“Baik, kalau begitu, tolong lakukan yang terbaik, Cain-kun. Jaga dirimu.”

Resepsionis, Letia, tersenyum.

“Ya! Aku akan melakukan yang terbaik”

Cain menjawab dengan senyum polos.

Ketika mereka tersenyum, tiba-tiba mereka terdengar suara dari belakang.

“Hei, hei, sejak kapan kamu punya selera sama yang  lebih muda, Letia? Jangan ladenin bocah seperti ini, ayo temenin kita aja, kita maen sampe. Tapi ya beneran bocah ya nih anak, oy bocil  gak boleh maen disini.. “

Tiba-tiba raut wajah Letia berubah muram.

Ketika aku menoleh ke belakang, ada tiga petualang yang tampak sifatnya sangat buruk. Salah satu dari mereka tiba-tiba melakukan tendangan kearah Cain. Ia pun mengambil setengah langkah kebelakang dan menghinari tendangan itu.

Aku benar benar tidak menyangka akan menemukan event yang mainstream seperti ini. Lagipula Petualang berambut merah yang tadi adalah orang baik sepertinya.

“Hei, bocah ni menghindar sebelum kena loh… kurang ajar nih, harus dikasih pelajaran kayaknya..”

Tiba-tiba yang lain mengarahkan pukulannya kearahku. Karena sudah sejauh ini, aku pun bersiap melawan dan mulai menggenggam pedangku.

“Woy! Lu pada !! Lu ngapain lawan bocah begini… Kalo lu butuh lawan sini lawan ane aja!”

Saat menoleh  ke belakang, sosok itu adalah pria berambut merah tadi yang berbicara.

“Geh… Itu Claude si Flame Ice.”

Terdengar salah seorang bergumam begitu.

“Cih, udah gak minat, dah lah, woy yuk cabut.. awas lu ya bocah kempret”

Dengan begitu, ketiganya meninggalkan guild.

Cain pun melepas genggaman dari pedangnya.

“Terima kasih, Claude-sama”

Resepsionis, Letia, berterima kasih kepada pria berambut merah itu.

“Claude-san? Terima kasih.”

Cain pun ikut berterima kasih.

“Aku menghentikannya untuk kebaikan mereka. Melihat gerakan tadi aku tau, Kamu cukup kuat kan? Siapa namamu?”

Dia sepertinya melihat aku menghindar tadi.

“Aku Cain. Apa maksud “Flame Ice” yang mereka sebutkan tadi?”

“Oh, ya, aku Claude, [Flame Ice] itu adalah nama Party ku. Aku membentuk party petualang dengan istriku. Sebentar lagi istriku datang aku teraktir minum ya, ah karena kamu masih kecil jadi jus aja ya..”

Claude merangkul bahu Cain dan mengajaknya minum. Setelah memesan minuman, Claude pun berbicara.

“Cain, seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu pasti sangat terlatih kan? Gerakan mu tidak ada celah. Itu adalah teknik yang hanya bisa dilakukan oleh pro”

Claude memulai percakapan.

“Aku sudah berlatih sejak kecil, dan aku punya seorang petualang yang menjadi guruku di rumah. “

Cain menjawab dengan jujur.

“Gitu ya, Aku rasa saat dewasa nanti Cain bisa naik ke peringkat yang cukup tinggi, berusahalah…”

Sambil berkata begitu, ia mengangkat gelas yang baru saja datang.

“Bersulang untuk pertemuan kita!”

Dengan mengatakan itu, dia mengajak bersulang. Tentu saja, apa yang ada pada gelas Cain adalah jus buah.

Akupun menanyakan berbagai hal dari Claude tentang para petualang dan itu sangat membantu sebagai referensi. Party mereka terdiri dari dua orang, Claude adalah seorang pendekar pedang yang menggunakan api, dan istrinya tampaknya seorang penyihir es. Itulah sebabnya mereka disebut Ice Flame, dan akhirnya menggunakan nama itu sebagai nama party. Terlebih lagi mereka adalah rank emas. Saat kami sedang asik mengobrol, tiba tiba seseorang dibelakang ku mengajak bicara.

“Aku pikir kamu kemana, ngapain aja sih!! Apalagi malah nangkep anak kecil begini!”

Berdiri di belakang Claude adalah seorang wanita berjubah putih diikat kebelakang, dengan rambut biru muda terurai ke dadanya.

“Oh, Rina, udah dateng ya.. Cain, kenalkan ini istriku, Rina!”

Claude agak mabuk karena minumannya mengandung alkohol.

“’Udah dateng ya’ apaan! Bukannya liat Quest malah minum disini… “

Rina membalas dengan nada marah.

Cain berdiri dan membungkuk.

“Aku Cain. Tadi ketika aku pertama kali datang ke pendaftaran petualang, saya tolong oleh Claude sewaktu diganggu. Kemudian aku diceritakan banyak kisah petualangan dari Claude-san. Maaf.”

Cain menunduk lagi.

“Hmm. Jadi begitu yang terjadi. Cain-kun ya? Seperttinya aku pernah dengar nama itu? “

Rina miringkan kepala sambil memikirkannya.

“Yah sudahlah, Oy Claude! Ayo kita segera berangkat..”

Dia mengatakan itu, sambil memukul kepala Claude dengan tongkatnya.

“Aduududuh.. Sakitt… Rina ampun… Kalo bgitu, sepertinya sudah waktunya aku pergi, Cain-kun Sampai jumpa lagi ya..!”

Iapun menghabiskan minuman di gelasnya dan kemudian berdiri.

“Terima kasih!”

Cain pun berbicara kepada Claude dengan semangat.

Claude berjalan menuju papan Quest ssambil mengangkat tangannya.

“Oh, akukan juga mau liat Quest” Cain pun menghabiskan jus nya dan menuju papan Quest.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-2-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

2 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 1”

  1. Luzrov Rulay says:

    Min Volume 1 Chapter 9-30 nya kemana min? Kok kelewat?!

  2. Onigiri says:

    Min lanjutan vol 1 nya koq ilang. Kyknya dulu sempet baca. Mau baca lg koq loncat ke vol 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *