Vol.02 - Ch.10 ~ Memulai kembali dan Reuni

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 10 di Kurozuku.

27 Jan 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

Karena waktunya masih belum tengah hari, jadi tidak banyak petualang, bahkan resepsionis pun terlihat lengang. Karena aku melihat ada Letia-san di meja resepsionis, akupun menyapanya.

“Lama tidak bertemu, Letia-san. Apakah ada Quest yang bagus?? …”

Karena aku tiba-tiba menjadi rank A, dan tidak pernah melakukan Quest selain pembasmian, akupun meminta saran Letia-san.

“Oh, Cain-sama sudah lama ya… Quest ya… sebelum itu, Guld master bilang padaku untuk melapor padanya jika aku melihat anda, dan mengatakan pada anda bahwa beliau ingin bertemu anda. Mari saya antar”

Letia menyerahkan posisinya pada petugas lain dan iapun keluar dari meja resepsionis.

“Guildmaster ada di atas, mari saya antar”

Akupun mengikuti Letia-san menaiki tangga. Ruangan guildmaster ada di lantai tiga paling ujung, dengan pintu yang sanga megah.

Lalu Letiamengetuk pintunya.

“Guild master, Cain-sama telah datang”

“Masuklah!”

Mendengar suara dari balik pintu itu, Letia membuka pintu dan mereka pun masuk. Cain dipandu memasuki ruangan dan duduk di sofa.

“Aku akan membuatkan teh ya…”

Letia pun keluar dari ruangan.

“Cain-kun, sudah lama tidak berjumpa. Duduklah… Aku sedikit  khawatir karena kau lama tidak mengambil Quest… “

Cain menyapa sambil tetap duduk di sofa.

“Edin-san, sudah lama ya. Karena aku sudah masuk sekolah jadi agak sulit untuk mencari waktu luang …”

“Yah, pa boleh buat… Sebenarnya, sepertiyang pernah kita bicarakan sebelumnya, aku ingin kamu menyingkirkan para bandit, Karena kamu sudah rank A, jadi setidaknya ini akan jadi pengalaman untukmu..”

“Begitu ya.. Jadi kemana aku harus pergi?”

Tak lama kemudian, terfengar pintu di ketuk dan Letia masuk membawakan teh.

“Maaf membuat anda menunggu..”

Lalu  ia meletakan teh di hadapan mereka berdua.

“Letia, bisakah kamu ambilkan berkas tentang bandit kemarin? “

“Baik”

Letia pun meninggalkan ruangan itu lagi.

“Sementara berkas nya sedang diambilkan, aku akan menjelaskannya terrlebih dahulu. “

Beberapa menit kemudian, Letia memasuki ruangan dengan membawa dokumen quest.

“Ini dokumennya.. kupikir ini ada kaitannya dengan mu Cain-kun. Para bandit ini terlihat di muncul di jalur antara wilayah Gracia menuju ke ibukota..”

Sambil menjelaskannya, ia membuka peta kerajaan Esfort dengan wilayah-wilayah yang ditandai sebagai letak kemunulan serangan bandit.

“Ada sekitar 3norang bandit, apa tidak apa-apa? Aah tidak usah ditanyakan lagi ya… tapi aku benar-benar penasaran apa kamu bisa membunuh orang?”

 Edin masih tampak khawatir.

“Aku tidak yakin apakah aku akan membunuhnya, tapi aku pikir aku akan menangkapnya jadi kupikir ini akanbaik-baik saja. “

“Karena lokasinya berjarak 1 hari perjalanan dair ibukota, aku akan memberimu deadline 3 minggu. Imbalannya adalah dua keping emas. Tolong ya…”

“Baiklah, kalau begitu aku langsung berangkat..”

Cain menerima dokumen itu dan bergegas meninggalkan guild.

Hadiahnya dua koin emas, jika dikonversikan ke yen adalah sekitar 2 juta yen. Cain tidak terlalu memikirkan berapa jumlah uang yang ia terima karena ia sudah mendapatkan banyak keuntungan dari bisnisnya.

Ketika memasuki gang sepi, Cain lagsung menggunakan [Long Warp] untuk berpindah ke luar ibukota. Iapun langsung terbang dengan [Fly] dan menyusuru jalan dari ketinggian 100 meter. Ketika ia sedang menikmati pemandangan lalu-lalang orang dan kereta kuda dibawahnya, ia melihat sebuah kereta kuda sedang di serang beberapa kilometer di depan.

“Disana ya… Semoga masih sempat…”

Cain pun mempercepat gerakannya di udara.

Ada satu kereta dengan dua pengawalnya yang diserang. Sesuai info, ada 10 orang bandit. Ketika sampai diatas kereta itu, iapun turun ke permukaan.

“Aku akan membantumu!”

Cain menghunus pedangnya dan bersiap.

Semua orang terpana kemunculan seorang anak yang tiba-tiba itu.

“Eh…”

“Oh, Cain-kun?”

“Cain-sama?”

Sepertinya pemilik kereta itu dan pengawalnya adalah orang yang familiar.

“Sabinos-san? Nina-sensei?”

Dan ada satu orang lagi. Orang itu berambut merah yang diikat kebelakang, ia menggenggam sebuah pedang. Banyak bekas luka sayatan ditubuhnya.

“Milly-sensei!!”

Menyadari Milly yang sedang terluka, Cain dengan cepat bergerak dan berdiri di depannya.

“Oioi, Nambah satu bocah nih… Dua cewek ni mantep juga, nih bocah kalo dijual bakal jadi duit juga…”

Salah seorang bandit mengatakan hal itu sambil menjilat bibirnya dan tertawa jahat seakan menikmati situasi ini.

“Cain ya? Aku cukup kesulitan melawan sebanyak ini, bisa bantu aku menerobos mereka?”

“Milly-san, biar aku saja, Milly-san mundur dulu… “

Diapun merapalkan [High Heal] kearah Milly. Luka-luka yang sebelumnya sudah di [Heal], dengan ditambah [High heal] itu menjadi cepat menghilang.

“Cain, walaupun itu kamu, melawan 10 orang itu sulit, lagipula aku sudah sembuh, biarkan aku membantu…”

“Milly-san, lukanya memang sudah tertutup tapi darah yang hilang tidak dapat digantkan. Tolong jaga Sabinos-san, biar aku yang mengurus sisanya…”

Para bandit itu menertawakan Cain yang maju sendirian.

“Ni bocah mau ngapain sendirian?? Bocah mah nyusu aja sono!!”

“” Gyuhahahaha “”

“Apa itu saja? Kalian harus dihukum karena sudah melukai Milly-sensei…”

Cain mengayunkan pedangnya di tempat tanpa bergerak.

Salah satu bandit yang sedang tertawa itu bagian atas tubuhnya terpisah dengan bagian bawahnya.

“EEEhh??…”

Baik para bandit maupun Milly dan Nina semuanya terdiam. Dengan sau tebasan pedang dari Cain, salah satu bandit itu terbelah. Tentu saja mereka kaget.

“Bocah ini berbahaya. Hadapi dengan serius.”

Cain terlanjur membunuh orang yang pertama, namun ia bermaksud untuk menangkap bandit yang lainnya. Ia sadar bahwa ingin menjual seorang anak berarti mempunyai hubungan dengan penjual budak ilegal di suatu tempat.

Cain menyarungkan pedangnya, dan melesat ke tengah para bandit itu. Dengan menggunakan sarung pedang nya, ia menghantam perut atau rahang mereka, para bandit yang tersisa pun jatuh terbaring.

“Fuuhh, Masih sulit untuk mengendalikan kekuatan ini…”

Katanya sambil mengeluarkan tali dari [Item Box].

“Milly-sensei, sudah selesai, bantu aku mengikat mereka…”

Milly yang tadinya membeku akibat terpana dengan gerakan Cain, akhirnya tersadar.

“Gerakan mu tadi… Aku tidak bisa melihatnya..”

Milly berkomentar sambil menerima tali dari Cain lalu mengikat bandit itu satu demi satu.

Penangkapan para bandit sudah berakhir, mereka pun menghela napas lega.

“Aku senang aku bisa tepat waktu. Tapi, itu sungguh sebuah kebetulan untuk bisa bertemu di tempat seperti ini..”

“Cain-sama, Terima kasih…”

“Terima kasih Cain, kau telah menyelamatkan ku…”

“Kain-kun keren…”

Mereka bertiga mengucapkan rasa terimakasihnya.

“Tapi kenapa Cain ada disini??”

Milly pun bertanya.

“Aku menerima quest dari guildmaster untuk mengalahkan bandit. Ketika aku sedang mencarinya, aku melihat bahwa kalian sedang diserang…”

“Tidak mungkin… Cain masih 10 tahun akn?? Peangkapan bandit itu misi untuk rank C keatas, dan itu salah satu syarat naik ke rank B loh…”

Cain dengan polosnya menunjukan kartu guildnya.

Kartu itu memancarkan cahaya keemasan.

“” Rank A?!? “”

“Seperti yang diharapkan, Cain-kun …”

Hanya Milly-sensei dan Sabinos-san yang terkejut. Nina-sensei seperti biasanya tanpa ekspresi.

“Ada banyak hal terjadi, dan aku terpaksa menjadi rank A… “

“Yah.. aku akan dengar ceritanya di perjalanan menuu ibukota. Apa yang kita lakukan dengan para bandit ini?”

“Kalau soal itu tenang saja…”

Cain mengeluarkan benda seperti kereta dari [Item box]. Tampak seperti sebuah truk namun tanpa atap di bagian pengemudi.

“Eh”

Sabinos-san terkejut. Baik Milly dan Nina sudah mengetahui bahwa Cain memiliki [Item box].

“[Creative Make]”

Cain merapalkan sihirnya, dan seketika bagian belakang berubah menjadi mirip sebuah kandang.

“Masukan kedalam sini tidak apa-apa. Kereta ini bergerak menggunakan magic stone, jadi tidak butuh kuda. “

“Cain benar-benar berlebihan seperti biasanya…”

Mendengrar penjelasan Cain Milly tertawa. Sedangkan Sabinos matanya terbelalak. Kettika mereka sudah tenang, mereka memasukan para bandit itu kedalam kurungan. Dan jasad bandit yang sudah mati tadi dimasukan kedalam [item box] milik Cain.

“Kalau begitu, mari kita ke ibukota. Aku akan menemani mu sampai ke ibukota.. “

Cain menaiki Kereta yang memuat para bandit itu, menuju ke ibukota kerajaan.

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

3 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 10”

  1. rachman says:

    lanjutkan min

  2. Yuu says:

    Wow Komentar dari 3 bulan lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *