~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 11 di Kurozuku.

3 Feb 2020

Penerjemah : KuroMage

Volume 2 – Chapter 11 – Saudara Kandung

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-10-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-12-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

Setelah menyelamatkan ketiga orang itu, Cain melaju ke Ibukota kerajaan dengan kecepatan yang sama dengan mereka. Karena mereka baru saja diserang oleh bandit, mereka sempat berkemah di tengah perjalanan, dan sampai di ibukota di hari berikutnya sebelum siang hari.

Sesampainya mereka di gerbang masuk kota, para penjaga dikejutkan dengan penampakan sebuah kereta yang bergerak tanpa kuda, dan bahkan mereka lebih terkejut ketika melihat sekelompok bandit yang telah ditangkap ada di kereta itu.

“Seorang anak kecil sepertimu bisa menangkap bandit sebanyak ini…”

Cain menunjukan kartu guildnya. Meletakannya ditelapak tangan dan mengalirkan energi sihir kedalamnya, dan namanya pun muncul di kartu itu. Penjaga itu lebih terkejut dengan munculnya kartu yang bersinar keemasan itu.

“Aku tidak menyangka… kau adalah petualang rank A… Maaf atas ketidak sopanan ku..”

Penjaga gerbang itu memperbaiki sikapnya, bagaimanapun penampilannya, lawan bicaranya tetaplah seorang petualang rank A yang bisa dibilang kelas atas.

“Aku juga membawa jasad salah satu bandit, dimana aku harus menyerahkannya? “

“Ah kalau begitu kami akan memastikannya, silahkan keluarkan di belakang sana”

Dia pun mengeluarkan jasad itu di lokasi yang dipandu oleh salah seorang penjaga, lalu menerima bukti penyerahan. Sabinos pun sudah menyelesaikan registrasi untuk masuk ke ibukota, mereka pun langsung masuk.

“Cain-sama maaf membuatmu menunggu”

“Ah aku juga baru saja selesai menyerahkannya…”

Karna kereta yang membawa bandit itu masih ditahan sementara, keempat orang itu memasuki ibukota dengan menaiki kereta perusahaan pedagang.

Ketika sampai, terlihat Palma yang sedang membantu tugas di toko. Karena kebetulan ia baru saja selesai, menyadari kedatangan mereka, iapun menghampiri.

“Ah ayah apa kabar… Cain-sama bersama ayah, ada perlu apa?”

Ia terkejut karena tidak menduga dapat bertemu dengan Cain dihari liburnya.

“Sebenarnya, tadi Cain-sama menyelamatkan ku ketika kau diserang bandit. Berkatnya, kami semua bisa selamat, dan barang-barang dagangan pun selamat”

Palma terkejut mendengar cerita serangan bandit.

“Cain-sama, terimakasih telah menyelamatkan ayahku…”

Palma dengan penuh hormat membungkukkan badannya mengucapkan terimakasih.

“Sukurlah mereka baik-baik saja… Aku juga dalam misi membasmi bandit..”

Sahutnya sambil menggaruk-garuk rambutnya tersipu malu akibat ucapan Palma.

Setelah sabinos memarkirkan kereta kudanya di halaman belakang toko, iapun keluar.

“Dengan ini tugas kalian selesai seengahnya, kalian bebas melakukan apapun selama dua hari kemudian. Tolong datang lagi kemari dua hari kemudian di pagi hari. “

“Baiklah…”

Sabinos menjelaskan kepada Milly sensei dan Nina-sensei.

“Kalo gitu, aku harus lapor ke guild, jdi aku pergi duluan ya….”

“Kita juga mau kesana… “

Meninggalkan toko, mereka berigpun menuju ke guild.

“Aku dengar kamu jadi baron?? Apa aku harus manggil kamu baron Cain? “

“Telur emas …”

TL note : Disini Nina Mengatakan (Tama no Koshi) yang artinya kotak penuh mutiara, untuk menggambarkan Cain yang penuh dengan keistimewaan

Karena yang satunya mengatakan hal yang tidak jelas, jadi aku mengabaikannya.

“Jangan begitu, Milly-sensei dan Nina-sensei itu adalah guruku, jadi jangan ragu panggil saja aku Cain”

“Setelah lima tahu banyak yang berubah ya… Cain juga kelihatan lebih dewasa..”

Milly mendekap kepala Cain dengan lengan nya. Wajahnya pun memerah karena merasakan sensasi lembut dada milik Milly.

Setelah berjalan-jalan sebentar mereka pun sampai di guild petualang.

“Letia-san, aku sudah mengalahkan banditnya… ini bukti konfirmasinya… Aku sudah menyerahkan mereka n kepada para penjaga.”

Akupun menyerahkan bukti penyerahan yang kuterima dari penjaga kepada Letia-san.

“Aku tidak menyangka kamu menyelesaikannya sehari setelah menerima questnya… Aku akan melaporkannya kepada ketua guild. Tolong tunggu sebentar.”

Letia-san pun membawa bukti itu dan masuk kedalam. Ketika aku menoleh kearah Milly-sensei dan Nina-sensei, mereka sedang  melihat quest. Dalam perjalanan menuju ibukota, aku mengetahui bahwa rank mereka sudah naik ke rank B.

Ketika mereka sedang melihat quest, aku melihat tiga orang yang tampak familiar mendekati mereka.

“Mbak-mbak cantik, jalan jalan di ibukota ya? Mau kita temenin macem-macem? “

Mereka adalah preman yang membuat keributan sewaktu pertama kali aku mendaftar sebagai petualang.

“Hah? Apaan lu? Sono jauh-jauh…”

“Gak minat …”

Mereka sepertinya tidak tertarik pada mereka, dan terus melihat papan quest.

“Ayolaah… temenin kita sebentar…”

Cain menghentikan tangan mereka yang terrjulur ke arah keduanya.

“Mereka kenalan ku, bisakah kalian menjauh? “

Cain mengatakan itu pada mereka bertiga dengan nada yang dingin.

“Elu kan pemula yang waktu itu baru daftar! Ada perlu apa sama kita yang rank C??”

“Tolon pergi …”

Ketika mereka mencoba mengerubungi Cain, ia melepaskan aura membunuhnya. Seketika seluruh guild diterrpa keheningan.

Para petualang disekitar secara refleks memegang pedang mereka, sedangkan petualang tingkat rendah mulai gemetaran.

Mereka bertiga yang diterpa aura membunuh dihadapannya langsung gemetar lemas. Setelah pelatihan oleh Yuuya, levelnya telah naik karenanya aura membunuhnya bisa melingkupi seluruh guild.

“Apa kalian mengerti…?”

“Baik … aku mengerti …. Maafkan aku …”

Mereka bertiga melarikan diri sambil merangkak ketakutan.

Setelah mereka keluar, seseorang masuk.

“Apa-apaan mereka ini… ooowh Aura membunuh yang kuat…”

Duo yang masuk itu menoleh kearah Cain yang mengeluarkan aura itu.

“Ohh Cain ya? Auranya kuat banget… ada apa? “

Yang masuk itu adalah Claude dan Rina dari Flame Ice. Akupun menghentikan aura membunuhku dan menoleh kearah mereka.

” Ah Claude-san Rina-san, lama tidak berjumpa… mereka mengerumuni kenalan ku…”

“Uaah kalo kena begituan pasti sulit bagi orang biasa kan? Tapi ya Cain, kenalan mu itu…”

“Itu kita… … Aniki”

Milly menjawab dari belakang.

“Eh??”

Cain terkejut dan menoleh kebelakang.

“Oh, Milly dan Nina. Sudah lama ya…”

“Milly, Nina, lama tidak jumpa”

Rina yang ada di sebelah Claude, ikut dalam pembicaraan.

“Apakah kalian saling kenal?”

“Milly adalah adikku”

Claude menjawab sambil tertawa. Aku pernah berpikir bahwa ia memiliki rambut merah yang familiar. Aku tidak menyangka bahwa ternyata saudaranya Milly-sensei.

“Malah aku kaget Cain bisa kenal sama Milly”

“Kami kenal karena kami pernah jadi guru pribadinya waktu dia umur lima tahun… Kan aku penah tulis di surat…”

“Kurasa seingatku kamu pernah menuliskan bahwa kamu mengjar anak bangsawan di Gracia…”

“Pantas saja aku tidak asing dengan nama Cain..”

Claude, Rina, dan Mily saling mengkonfirmasi ingatan mereka. Tampaknya mereka selalu saling bertukar surat.

“Cain itu kuat bukan? Sewaktu ujian kamu bisa mengikuti gerakan serius ku… Tapi, Cain kamu ternyata bangsawan  ya? “

Mendengar itu, Milly terkejut.

“Aniki itu pendekar pedanrank A kan?? Kok bisa setara…”

“Cain-kun, anak seorang Margrave…. Sekarang sudah menjadi seorang Baron..Aku sudah mengambil alih sebagai kepala baron …. Telur emas …”

Nina-lah yang menginjak ranjau itu. Ditambah dengan kalimat berlebihan di akhirnya. Dengan kata-kata itu, Claude dan Rina pun membeku.

“… Apa aku harus memanggilmu Cain-sama…?”

Claude menatap Cain dengan wajah yang agak khawatir.

“Tidak, tidak, tolong panggil aku seperti biasanya… Aku sangat bersyukur jika kau mau melakukan itu…”

Mereka menghembuskan nafas lega.

“Soalnya aku takut kena hukuman. Aku tidak peduli jika itu anak bangsawan, tapi itu baik bagiku jika itu bangswan sesungguhnya..”

“Aku tidak akan memberi hukuman untuk hal seperti itu…”

Ketika mereka sedang tertawa, terdengar suara dari belakang menghampiri.

“Cain-sama, Guildmaster memanggil anda… dan juga Milly-sama dan Nina-sama selaku pihak terlibat..”

“Claude-san, karena aku sudah dipanggil, aku pergi dulu ya… “

“Aniki, nanti kita ngobrol lagi ya.. “

“Aku pergi …”

“Aku akan minum-minum di belakang, datang saja nanti…”

Dengan dipandu oleh Letia-san, kami menuju ke ruang penerima tamu. Diruangan itu, Guild Master Edin sudah menunggu.

“Uwaah Cain-kun… Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan menangkap para bandit itu sehari setelah menerima questny…”

Lalu Milly pun menjelaskan kronologisnya, Nina tetap terdiam.

“Jadi saat itulah Cain-kun muncul dan dalam sekejap menaklukan para bandit itu…”

“Begitu ya, terimakasih.. dengan ini Cain-kun bisa melakukan kegiatan rank A tanpa masalah apapun. “

Edin pun menyeruput teh nya.

“Terima kasih”

“Cukup itu saja, Ini adalah hadiahnya.”

Setelah memastikan dua keping emas di dalam kantung kecil yang diterimanya dari Edin, ia pun memasukannya ke [Item box].

“Aku akan meminta bantuan mu lagi lain kali, terimahasih ya adik iparku Cain”

Bagian akhir kalimatnya agak terdengar aneh, namun memereka langsung meninggal ruangan dan menuju tempat minum. Claude dan Rina sudah ada disana.

“Omatase ~”

Ketiganya bergabung bersama Claude.

“Ngomong-ngomong, mengapa kalian dipanggil oleh Guilmaster?”

Claude yang bertanya.

“Ketika kita lagi dalam misi pengawalan pedagang, kita diserang oleh 10 orang bandit, saat itulah datang Cain yang sedang dalam misi pembasmian bandit, kami diminta untuk menjelaskan kejadian itu. “

Milly mulai berbicara setelah menengguk minuman digelasnya. Rina terkejut mendengar perkataan itu.

“Cain-kun, terakhir kali kita bertemu kamu datang ke guild untuk mendatar kan? Kenapa kamu mengambil misi penaklukan bandit …”

Rina menyebutkan poin pentingnya.

“Cain-kun … Sudah rank A…”

Dan seperti biasanya, Nina lah yang meledakkan bom itu.

” Hah …?? “

Claude dan Rina terkejut dengan kata-kata itu.

“Kenapa dia baru saja mendaftar sekarang bisa jadri rank A?”

Claude penasaran.

Karena tak ada pilihan lain, akupun menjelaskannya. Segalahal tentang ketika di Gracia aku memasuki hutan monster sendirian, tentang aku yang mengalahkan Earth Dragon dan menyerahkannya mayatnya ke para Knight, dan tentang Patung Red Dragon kelas SS yang ku pajang di rumah.

“Kelas SS … Aku bisa mengerti kenapa bisa dia langsung rank A…”

Bahkan bagi pasangan Rina dan Claude pun monster selevel itu akan suli dihadapi.

“Aku tidak menyangka kamu memburu nya sendirian… pantas saja kamu bisa membuat [Magic Pouch] ini ya… Ini sangat berguna loh…”

Milly dan Nina mengelus sebuah kantong yang dibuat oleh Cain.  Cain merasa senang karena mereka berdua merawat pemberiannya.

“Tunggu sebentar … tadi kamu bilang [Magic Pouch] ? dan kamu dapat dari Cain-kun? Berapa kapasitasnya?”

Rina pun menggigit umpannya.

“Cain-kun yan membuatnya, Kapasitasnya aku tidak tahu karena sampai sekarang itu belum pernah penuh…”

Mendengar kata-kata Nina, Rina menatap kearah Cain.

“Cain-kun … Katakan sejujurnya ada apa dengan ini…”

Rinya yang sedikit terpengaruhi alkohol menatap dengan tatapan menakukan.

“Aku yang membuatnya…”

Cain menurunkan bahunya dan mengaku.

“Berapa Kapasitasnya? [Magic Bag] ini yang kita miliki dengan kapasitas 3m persegi, kita dapatkan dengan harga 2 koin platinum”

“Kalau tidak salah —-“

“Waktu itu dia bilang 50 meter persegi …”

“Oh …”

Ia berniat menutupnya, namun Nina sudah mengatakan yang sejujurnya.

” … “

Claude dan Rina pun membatu. [Magic Pouch] ini ternyata aalah harta kelas nasional.

“Ini adalah kelas harta nasional …”

Hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulutnya.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-10-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-12-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Comments

One response to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 11”

  1. Yuu says:

    Maybe Klo sekarang udah bisa buat sampai 1 Km persegi wkwk

Leave a Reply to Yuu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *