Vol.02 - Ch.12 ~ Cain Depresi

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 12 di Kurozuku.

3 Feb 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

“Itu.. harta kelas nasional …”

Rina menggumamkan itu. Lalu menatap ke arah Cain.

“Cain-kun, bagaimana caramu bisa membuat hal seperti itu …”

Rina bertanya kepada Cain yang sedang menahan kedua bahunya. Karena sedang mabuk, matanya memerah.

“…yahh kebetulan saja…”

“Kita lagi kesulitan dengan kapasitas tas yang kecil ini ya kan…..”

Rina menatap wajah Cain yang ada di depannya.

Cain pun luluh di depan mata Rina yang dipenuhi rasa berharap.

“Ya … aku akan senang hati membuatkan nya …”

Rina, tersenyum, ekspresinya berubah 180 derajat.  Lalu terjatuh di atas meja. Tampaknya Rina tidak terlalu kuat minum banyak, dan selalu tertidur setelahnya.

“Cain … aku minta maaf. Rina-ku ini… mungkin tidak akan ingat apa yang terjadi hari ini.”

Claude meminta maaf.

“Tidak apa-apa.. daipada itu aku ingin minta saran…”

Wajah Cain yang tampak serius membuat semua orang ikut memasang wajah serius.

“Sewaktu kami diserang bandit, aku mendengar merka ingin menjual kami ke pedagang budak. Memanfaatkan orang yang diculik untuk menjadi budak adalah ilegal kan?  Ketika kami menginterogasi mereka dari sana aku mendengar bahwa Kadin Narnis yang akan menerima ini”

TL Note: Kadin = Kamar dagang, sebuah perusahaan dagang, seperti yang dimiliki sabinos.

“Kadin Narnis… itu adalah perusahaan cukup besar. Kurasa ada bangsawan kelas atas bermain di belakangnya.”

Di ingatan Cain, terlints sosok manager cabang yang bau keringat, yang datang ke acara pengumuman lima tahun Cain.

“Begitu ya… seingatku ada juga cabang di Gracia, sewaktu ulang tahun ku yang ke lima, dia bilang akan menyediakan apapun jika aku memintanya.. “

“Kata-kata bandit itu tidak bisa kita jadikan bukti… tapi yah kita bisa agak tenang karena mereka telah tertangkap…”

Claude berpikir sambil minum.

“Ngomong-ngomong, bukankah sudah waktunya untuk segera pulang Cain?”

Milly lah yang mengungkapkan itu.

“Bukannya itu terlalu cepat??”

Meskipun Claude mengatakan itu, besok adalah hari sekolah. Aku sudah membolos tiga hari minggu lalu. Jadi ak harus masuk minggu ini.

“Omong-omong, Cain itu masih sekolah ya… ya apa boleh buat..”

“Anak sepuluh tahun cepet pulang terus tidur…”

Setelah di jahili oleh Claude, Cain yang kesepian pergi meninggalkan mereka yang asik minum. Sepulang nya Cain, Letia muncul di tempat minum itu.

“Loh? Claude-san, Apa Cain-sama masih disini?”

“Kalau Cain, ia baru saja pulang. Karena besok harus sekolah.”

“Sebenarnya… Ada quest dari divisi petualang di sekolah…  untuk mencari pengganti petualang yang harus mengajar disana karena yang sebelumnya cedera”

Mereka semuanya menyeringai.

“Letia-san, Coba bicarakan detailnya…”

Tak diragukan lagi mereka tersenyum mencurigakan.

◇◇◇

Keesokan harinya, ia datang ke sekolah dan mengikuti dua jam matapelajaran dasar. Berikutnya adalah jam matapelajaran pilihan, yaitu Kelas Sihir. Cain sangat menantikannya karena ia berpikir akan dapat belajar sihir baru.

“Baiklah, aku Melissa yang akan mengajarkan sihir kepada kalian. Keahlianku adalah sihir tipe api dan tipe angin. Kita mulai dengan menembakan sihir yang kau anggap ahli ke arah target disana. Setelah itu aku akan mengevaluasi kekurangan kalian. Dan juga, apa ada Cain Von Silford?? “

“Hadirr.. “

Cain mengangkat tangannya penuh dengan harapan.

“Kamu dilarang menembakan sihir di dalam area sekolah. Sepertinya penghalang yang ada disini tidak dapat menahan siihirmu bahkan level dasar sekalipun. Di pelajaran kali ini kamu hanya boleh memperhatikan saja. Aku mengatakan apa yang diperintahkan oleh kepala sekolah. Kau boleh mengikuti pelajaran selain sihir serangan, jadi hari ini tidak bisa.”

“…”

Cain merasa kecewa padahal sudah memilih kelas sihir, anmun ia tidak boleh melakukan apapun.

“Melissa-sensei, bisakah saya belajar sendiri di perpustakaan …?”

“Boleh, lagipula kau akan bosan jika hanya melihat saja…”

“…Baiklah, saya pergi.. “

Kelas sihir pun berakhir dengan Cain yang tidak bisa melakukan apapun.

◇◇◇

Setelah istirahat makan siang, selanjutnya adalah matapelajaran pilihan petualang.

“Aku adalah penanggung jawab kelas petualang, keahlianku adalah pedang. Hari ini kami mengundang petualang khusus untuk mengajar kalian”

Pintu terbuka, dan sosok yang masuk itu adalah Rina. Tidak, sepertinya dia tidak sendirian. Dibelakangnya ada Claude mengikuti, setelahnya ada Milly dan Nina. Keempat petualang itu berbaris di depan podium.

“Sebenarnya kamu berencana mengundang petualang rank C, namun ternyata Petualang Rank A Claude-san dan Rina-san setra petualang Rank B, Milly-san dan Nina-san bersedia hadir untuk menjadi pengajar kalian hari ini. Semuanya beri tepuk tamgam kalian”

Para suswa yang memilih kelas petulang menjadi gempar karena kedatangan petualang kelas atas. Siswa laki-laki kebanyakan berfokus pada tiga orang pengajar perempuan.

Tanpa bisa mengatakan apa-apa, Cain menunduk.

“Kemarin mereka tidak bilang apapun tentang ini…”

Gumam Cain.

Claude berdiri dipodium sebagai perwakilan.

“Aku adalah Claude, Petualang rank A dari Guild, Kurasa diantara kalian sudah ada yang mengenalku karena aku pernah menjadi pennguji sewaktu ujian masuk.. “

Ia mengatakan itu sambil tersenyum kearah Cain.

“Ketika kamu mendaftar sebagai siswa sekolah ini dan memilih kelas petualang ini, dapat di asumsikan kalian akan menjadi petualang di masa depan. Akan ada kasus dimana kalian menerima quest secara solo, atau ada juga yang membentuk party seperti kami. Dan ini akan menjadi poin penting disini. Aku ingin kalian jangan terlalu percaya diri. Terlalu percaya diri membuatmu cepat mati”

Para siswa tersentak mendengar kata “mati”.

“Berapa banyak diantara kalian yang sudah mendaftar petualang?”

Menanggapi pertanyaan Calaude, semua orang mengangkat tangannya. Seperti yang diharapkan dari kelas petualang, semuanya antusias menjadi petualang.

“Sepertinya semua orang sudah mendaftar ya… kalau begitu bagi yang membawa kartu guild coba perlihatkan”

Claude mengatakan itu sambil melihat kearah ku. Katu milik seluruh siswa itu adalah Iron Card, karena mereka baru mendaftar. Mereka semua saling memperlihakan kartu mereka. Tentu saja Cain tidak bisa mengeluarkan kartunya. Tidak mungkin baginya untuk menunjukan satu-satunya Gold Card diantara mereka.

“Hm? Apa Cain-kun tidak punya kartu?? “

Claude bertanya pada Cain sembari menyeringai.

“Maaf, aku lupa membawanya hari ini.”

Karena Cain tidak bisa mengeluarkan kartu guildnya, ia beralasan kalau dia lupa.

“Semuanya, pastikan untuk selalu membawa kartu guild kalian kecuali saat sedang di rumah! Ini akan menjadi kartu identitas kalian jika terjadi sesuatu. Cain-kun, jangan lupakan ini yaa….”

Claude menepuk bahu Cain dua kali dan kembali berkeliling.

“Padahal kau tahu itu bukan Iron Card…”

Ketika ia melihat kearah Milly dan Nina, ketika pandangan mereka bertemu mereka berdua langsung memalingkan pandangan mereka. Dan mereka menahan tertawa mereka.

Setelah itu satu jam berlalu dengan penjelasan mengenai periapan berkemah, dan hal-hal yang perlu diperhatikan terkain quest. Dan sekarang waktunya praktik. Cain bersemangat karena ia berpikir akan membalas Claude kali ini.

“Aku pasti akan membalasmu…”

“Sekarang kita akan latihan tanding sambil menggunakan [Body Strengthen]. Sebagai petualang adakalanya kalian kehilangan senjata kalian. Kita akan mulai dari orang yang sudah bisa  [Body Strengthen]. Mulai.. “

Siswa dikelompokan bedasarkan teknik keahliannya. Kelompok yang menggunakan pedang ikut bersama Claude dan Milly, sedangkan yang ahli menggunakan sihir mengikuti Rina dan Nina.

Tentu saja Cain tanpa ragu memilih kelompok dengan pedang.

“Aku akan melawan kalian satu-persatu. Silahkan maju bergiliran”

Setelah mengatakan itu, Claude menghadapi para siswa dimulai dari yang sudah menguasai [Body Strengthen]. Cain menunggu sampai terakhir. Untuk balas dendam.

Dan akhirnya giliran Cain tiba.

“Mohon bimbingannya, Claud–“

“––kringg––”

「――――」

“Cukup itu saja untuk hari ini..”

Itu adalah bel tanda berakhirnya kelas. Claude memberikan penutup kelas.

“…”

Cain bergetar. Claude meepuk bahu Cain.

“Kita kehabisan waktu kali ini, mungkin lain kali ya… Ah aku menerima quest menjadi pengajar Cuma untuk hari ini ya…”

Claude pergi sambil tertawa.

Cain tidak mengatakan sepatah kata pun di sekolah hari itu.

Aura negatif tersebar disekitarnya, bahkan Teres dan Silk tidak mampu menahannya.

Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Kain meninggalkan Ibukotadengan teetap menggunakan seragam, menuju ke hutan monster di Gracia. Ia berjalan jauh kedalam hutan. Mengalah-kan semua monster yang datang di hadapannya. Dan sampailah di tempat sarang Red-Dragon.

“Claude bodoh !!!!!!!!!”

“[Meteor]!!”

Cain melepaskan sihirnya kearah gunung. Itu merupakan gabungan sihir tipe api dan tipe tanah. Beberapa batu besar yang terbakar melesat seperti hujan meteor. Terbentuk lah sejumlah kawah yanfg mengeluarkan asap yang membumbung tinggi. Tempat yang tadinya berupa pegunungan berbatu telah menjadi seperti tanah kosong seolah tidak pernah ada apapun disana.

“Fyuuh… aku lega..”

Cain merasa lega setelah melepaskan kekesalannya.

Pada hari itu, dari wilayah Gracia, terlihat sekelompok batu yang terbakar turun dari langit di hutan monster. Dan diraasakan gempa yang begitu besar setelahnya asap membumbung tinggi kelangit dan akibatnya warga menjadi gempar. Segera mereka memberitahu istana, kemudian beberapa pasukan di kerahkan untuk melakukan investigasi.

Kelompok kesatria itu melihat bahwa sebagian dari hutan monster sudah terbuka seperti garis lurus selebar 5 meter. Dan di ujungnya terlihat pemandangan kawah yang terlihat mengerikan. Beberapa dari mereka bahkan berkata…

“Mungkin Raja Iblis sudah keluar …”

Tanpa menyadari akan hal itu, Cain kembali ke kehidupannya yang normal, setelah melepaskan sihirnya yang luar biasa.

Beberapa hari kemudian, Cain dipanggil oleh Istana Kerajaan.

Yang Mulia dan Perdana Menteri duduk di hadapannya.

“Sebenarnya, beberapa hari yang lalu, aku mendapat pemberitahuan darurat dari ayahmu Garm. Katanya kemungkinan ada kemunculan raja iblis di sekitar Hutan monster.”

“Raja Iblis?”

Cain terkejut mendengar itu.

“Ya. Yah. Hutan itu ditebang selebar beberapa meter, dan batu-batu yang terbakar berjatuhan dari langit, menciptakan sejumlah kawah besar. Aku khawatir jika bencana ini mencapai ke Gracia.. karena itu aku memanggil mu. Sebagai utusan para dewa, apa tidak ada pemberitahuan padamu?? “

Yang Mulia dan Perdana Menteri terlihat sangat khawatir.

Dan Cainpun bermandikan keringat dingin…

“yaah… aku rasa… itu agak.. beda.. kurasa itu hanya bencana alam…?”

Yang Mulia memperhatikan Cain yang terlihat gugup.

“Cain … Kamu punya sesuatu untuk dikatakan, kan?”

Pandangan dingin dari kedua orang itu menusuk kearahnya.

“…”

Cain dan Yang Mulia saling menatap dalam diam.

Beberapa menit kesunyian tetap berlanjut.

Dan Cain mengaku.

“Maafkan aku … karena aku sedang kesal.. aku tidak sengaja melepaskan sihirku …”

Cain pun harus bolos sekolah lagi karena di ceramahi selama tiga hari berturut-turut.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

4 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 12”

  1. rachman says:

    Lanjutkan min

  2. Yuu says:

    Cain : “Meteor”

    [ Tanah Bergetar dengan dahsyat]
    Cain : Ehhh….(sambil melihat keatas), apa itu gk kebesaran…
    [ Lalu meteor yg sebesar Negara pun jatuh ]
    Cain : Ahhh… Lega
    AOWKOWKWOK
    (Bercanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *