Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 13
~~

Volume 2 – Chapter 13 – Catatan Pelatihan Dunia Fafnir 1

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-12-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-14-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

Kita mundurkan waktunya sedikit.

“Mohon bimbingannya, Master”

“Ah baiklah”

Cain membungkuk kepada Yuuya. Dan Cainpun menjadi murid Yuuya.

“Cain, untuk

[status]

mu saat ini, didunia ini kamu masuk golongan menengah kebawah, mungkin? Kalau tetap begini kamu tidak akan bisa bertahan lama di dunia ini. Kamu harus menaikan level mu. Dan selama pelatihan ini kamu dilarang untuk melihat [status] mu sendiri. Dan juga aku sudah mengatur dunia ini agar kamu tidak bisa menggunakan transfer…”

Di dataran ini, banyak monster tingkat tinggi yang berbeda dari dunia tempat tinggal Cain. Yuuya mengayunkan sebuah pedang, lalu menyerahkannya pada Cain. Ketika pedang itu dikeluarkan dari sarugnya terlihat kilauan puih perak.

“Dengan pedang besimu itu, walaupun ditambahkan sihir sekalipun akan banyak sekali monster yang tidak dapat kau gores. Bawalah pedang Mitthril ini…”

Cain mengembalikan pedang itu ke sarungnya dan segera mengganti pedang yang menggantung di pinggangnya.

“Terima kasih, Master. ngomong-ngomong, berapa levelmu ketika Master menyegel Aaron?”

Menanggapi pertanyaan Cain, Yuya meletakan tangan di dagunya sambil mengingat.

“Kalau tidak salah mungkin sekitar 600”

Cain terkejut mendengar bahwa itu bahkan berkali kali dari dirinya yang sudah dianggap diluar batas nalar.

“Sepertinya masih butuh lebih dari dua kali lipat ya… aku akan berusaha melakukan yang terbaik.”

“Untuk saat ini, kamu belum sanggup melawan moster di sekitar rumah ini. Banyak monster diatas rank SSS disini. Di dunia ini mosnter terlemah pun bisa jadi rank S di dunia mu. Aku akan mengantar mu ke pantai tempat pertama kali kita sampai tadi. Jadi berjuanglah untuk bisa sampai ke rumah ini… ah iya kau tidak boleh terbang ya…”

Cain dibawa oleh Yuuya dan berpindah ke pantai berpasir. Dan Yuuya melemparkan sebuah kompas ke arah Cain. Ketika ia memperhatikan kompas yang diterimanya, itu hanya menunjukan satu arah.

“Arah yang ditunjukan benda itu adalah rumah tadi. Termasuk makanan dan lain-lain kamu bisa mencarinya sendiri. Aku akan menunggu mu di rumah itu…”

Setelah itu Yuya pun menghilang.

Cain berdiri di atas pasir pantai dan menatap hutan yang terbentang dihadapannya. Setiap pohon di hutan itu setinggi puluhan meter, dan di dalam hutan itu memancarkan aura suram dan mengerikan karena sedikitnya cahaya yang masuk.

“Aku tidak tahu akan sejauh apa, tapi semangat!!! “

Cain mulai melangkahkan kaki ke hutan. Terus berjalam kedepan sambil tetap mengaktifkan [Search]. Muncul tanda-tanda keberadaan monster bahkan banyak monser yang saling bertarung. Bahkan belum sampai lima menit ia memasuki hutan itu, ia sudah di serang oleh monster.

“Baru lima menit udah kelas S ya… Bakal agak ribet nih…”

Cain memasukan mayat Orc King yang telah terbelah dua ke dalam [Item Box], dan melanjutkan perjalanan. Belum ada puluhan meter berjalan ia sudah menemukan monster lain. Dan terus begitu berulang-ulang. Bahkan ada kalanya ketika ia sedang bertarung, monster lain ikut masuk dalam pertarungan itu.

Kain menempatkan raja kayu ek sekitar empat meter yang dipotong menjadi dua di kotak item dan melanjutkan lagi. Juga bertemu monster lainnya dalam waktu kurang dari beberapa puluh meter. Itu adalah pengulangan. Terkadang, saat bertarung dengan monster, monster lain menyerang. Terkadang saat ia sedang lelah, ia menggunakan sihir untuk menggali lubang ditanah dan beristirahat didalam lubang itu. Untuk makanan ia memakan daging monster yang ia tebas dan dipanggaang bersama tanaman liar yang ia temukan. Terkadang ia juga menambahkan bumbu dari set perkemahan yang selalu ia bawa. Sungguh kehidupan yang sangat primitif.

Cain berjalan selangkah demi selangkah menuju ke arah yang ditunjukan kompas. Satu tahun pun berlalu. Namun bagi Cain itu hanya lah pengulagan pertarungan dengan monster monster sambil tetap berjalan menuju arah kompas itu, ia tidak lagi peduli berapa hari yang telah berlalu. Setelah pertarungan yang selalu berlangsung selama setahun, perasaan Cain pun mulai menghilang. Siapapun akan mengalami hal yang sama saat menghabiskan waktu setahun di tempat yang mengerikan ini sendirian tanpa bicara dengan siapapun. Ia masih berusia puluhan tahun, bahkan jika ditambahkan dengan kehidupan sebelumnya ia baru hidup sekitar dapuluh tahunan.

Dengan tanpa ekspresi Cain melaju bagaikan sebuah mesin yang akan selalu mengalahkan monster yang muncul. Begitulah keadaannya.

Ketika ia sedang memasukan mayat monster yang ia kalahkan kedalam [Item box] seperti biasanya, terdengar suara tangisan yang cukup dekat. Entah kenapa Cain merasa penasaran dengan suara itu, seperti merasakan sebuah panggilan ia tanpa asadar berbaalik arah.

Saat ia terus berjalan, terlihat seekor serigala putih yang masih sebesar anak anjing dilumuri darah yang masih segar. Kakinya patah, sepertinya serigala itu berlari dari sesuatu dan kini hampir kehabisan tenaganya. Pandangan Cain dan serigala putih itu saling bertemu.

“Kuun~”

Serigala itu menundukan kepalanya setelah berhenti menangis.

Bagi Cain yang hidup setahun tanpa berbicara pada siapapun itu bagaikan sebuah cahaya penyembuh. Wajahnya yang yang tampak kelelahan itu berubah menjadi senyuman. Ekspersi Cain kembali lagi untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan.

Selangkah demi selangkah ia mendekati serigala itu dengan perlahan sambil tetap tersenyum.

“Apa kau baik-baik saja? Aku akan merawatmu sebentar..”

Sambil tersenyum Cain mengatakan itu dan langsung merapalkan mantra ke arah serigala putih itu.

“[Extra heal]”

Ketika sihir pemulihan tingkat lanjut di aktifkan, serigala putih itu dibalut cahaya dan seketika luka-luka nya yang disembuhkan. “[Clean]”

Serigala putih yang berlumuran darah itu berubah menjadi serigala dengan bulu yang putih bersih serta indah.

“Kuunn~”

Serigala itu bangkit dan menghampiri Cain. Ia lalu melompat kearah Cain dan menjilati wajahnya.

“Hei hei, Geli… Kurasa sudah waktunya makan, mau ikut makan bersama ku??”

“Wau”

Serigala putih mengibaskan ekornya dan berputar mengelilingi Cain.

Cain mendengar suara serigala itu, pertama tama ia membuat dinding di sekitarnya menggunakan sihir dan kemudian mulai memasak makanan.

“Untuk mu lebih baik mentah kan? Nih daging Orc King.. “

Sambil berkata begitu ia melemparkan daging Orc King yang telah ia potong dengan asal-asalan ke arah serigala itu. Serigala putih itu menangkap daging dengan mulutnya dan langsung memakannya. Daging itu langsung lenyap dalam sekejap, serigala itu langsung menatap Cain memelas.

“Mau tambah ya? Dasarr…”

Ia pun mengeluarkan daging lagi dan melemparkannya ke arah serigala itu. Serigla itu menangkapnya dan mulai memakannya lagi. Cain memperhatikan serigala itu sambil menyantap daging yang telah ia panggang.

“Kamu mau ikut denganku?”

Tanpa sengaja Cain menanyakannya pada serigala putih itu. Sepertinya memang dia kesepian mengarungi hutan itu sendirian. Ketika Cain mengajak bicara, serigala putih itu berhenti makan dan menatap wajah Cain.

“Wauu~”

Denngan saru jawaban itu, serigala itu melanjutkan makannya.

“Karena kamu ikut degan ku, sepertinya aku harus memberimu nama ya… karena kamu putih sekali bagaimana jika aku memanggilmu Haku??”

Serigala putih mengangkat wajahnya lagi dan menjawab “Wauu”.

“Yossh Haku! Mari berjuang bersama!!! “

Lalu merekapun selesai makan, merekapun mulai lanjut berjalan menuju arah yang ditunjukan kompas.

Ternyata Haku lebh kuat daripada yang diperkirakan. Meskipun ukurannya hanya sebesar anak anjing namun ia mampu melawan monster rank SS tanpa rasa takut dengan kelincahannya. Dengan kecepatan yang melebihi Cain, ia mengitari musuh dan seketika menggigit leher musuhnya.

Cain pun merasa tenang dengan merasa ia kini tak sendirian lagi. Dan ia tak akan pernah kehilangan perasaannya lagi.

Dua tahun berlalu penuh dengan pertarungan di hutan. Itu hanyalah sebuah perjalanan untuk terus menuju ke arah kompas itu sambil mengalahkan monster monster yang menghalangi, dengan label ‘Pelatihan’.

Haku pun sudah tumbuh menjadi sekitar tiga meter. Namun tetap saja manja dihadapan Cain.

“Hakuu. Hentikan… Kamu itu besar… beraat.. “

Cain sudah berusia 13 tahun, dan tingginya sudah lebih dari 160cm. Karena pakaiannya sudah tidak pas lagi, iapun membuat yang baru dengan sihirnya.

“Sebenarnya harus sampai kapan aku menjalani ini… “

Meskipun ia berkata begitu, ia sangat menikmati hidup bersama dengan Haku. Saat ini mereka telah memasuki wilayah yang dianggap banyak monster rank SSS berkeliaran. Dan mereka menaklukan mereka atas nama pelatihan.

Ketika satu tahun lagi berlalu, di ujung hutan itu terlintas seberkas cahaya. Cain pun berlari menghampiri cahaya tersebut. Diujung tujannya terlihat pemandangan yang tampak familiar. Dan disanalah rumah Masternya berdiri.

Butuh waktu empat tahun baginya untuk melewati hutan ini.

“Akhirnya!”

Ia bergegas berlari menuju pintu. Haku juga berlari disampingnya. Ia langsung membuka pintu tanpa mengetuk.

“Master!!! Aku sampai!!! “

Ketika pintu terbuka, terlihat Yuuya sedang diruang tamu bersama dengan seorang yang tak dikenal.

“Cain, akhirnya kamu sampai ya… Aku sudah lelah menunggu mu… wuooh kau sudah terlihat lebih baik kan… hmm? Yang kamu bawa itu fenrir kan??”

Yuuya mengatakan itu saat memperhatikan Haku yang setggi tiga meter lebih.

“Fenrir?”

Cain memiringkan kepalanya penasaran.

“Ya, ini merupakan ras Divine beast… ini mungkin masih anak-anak, saat dia dewasa tingginya bisa melebihi lima meter….”

“Eh? Haku itu Divine beast dan seekor fenrir? “

“Wau~”

Haku seakan menganggukan kepalanya.

“Sepertinya dia sangan menempel dengan mu… kalau begitu tidak masalah untuk melakukan kontek kan? “

“Kontrak?”

Lagi lagi Cain memiringkan kepalanya.

“Itu disebut [Summon Contract], dengan itu kamu bisa memanggilnya kapanpun kau mau. Dengan ukuran seperti itu pasti ada kalanya itu merepotkan bukan? “

“Haku, maukah kamu melakukan kontrak dengan ku??”

“Wau~”

“Sepertinya baik-baik saja, sebelum melatih mu aku akan mengajari mu sihir kontrak”

“Ucapkan lah, [ Aku membuat perjanjian. Ikatlah rasa saling percaya kami! [Contract Summon] ] , Jika ia menjawabnya kamu akan tahu…”

“Aku akan mencobanya.”

Cain menghadap ke arah Haku.

” Aku membuat perjanjian. Ikatlah rasa saling percaya kami! [Contract Summon] “

Seketika terlihat aliran sihir mengalit dari Cain menuju Haku. Kemudian muncul lah lingkaran sihir di bawah Haku. Lalu haku pun terbungkus cahaya dan seketika menghilang.

“Haku menghilang !!”

“Jangan panik.. Jika kau memanggilnya dengan [Summon : Haku], maka ia akan muncul”

“[Summon : Haku]”

Seketika lantai bersinar, dan Haku pun muncul dari lingkaran sihir.
“Wauu~”

“Oh! Hebaat!! Dengan ini kita selalu bisa bersama-sama….”

Cain memeluk Haku dan merasa senang.

“Sepertinya saatnya sudah tiba…”

Itu adalah pria yang tidak dikenal yang barusan bersama Yuuya.

“Oh, maaf. Aku Cain von Silford.”

“Aku Dollin. Aku teman lama Yuuya. Aku dipanggil untuk melatihmu.”

Pelatihan ini belum berakhir …

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-12-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-14-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 13 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

2 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 13”

  1. Yuu says:

    Dollin : Nah Cain apa kau sudah siap dengan latihanmu sekarang?

    Cain : Siap…

    .
    .
    .
    .
    .

    Readers : Min apa kamu bisa tetap up terus Novel ini?

    Admin Kurozuku : BISA!! Tinggal kalian para Readers sekalin yg setiap hari buka Web ini lalu berikan komen kalian masing masing dah mensupport web ini

    Readers : Siap, yang semangat ya Min buat TL novel ini

    Admin Kurozuku : Oke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *