Vol.02 - Ch.16 ~ Tiga Petualang

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 16 di Kurozuku.

22 Feb 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

Mereka bertiga menaiki kereta kuda, dan menuju ke Federasi Ilstein.

“Tapi yah… kenapa mereka harus berperang hanya karena beda negara… “

Gumam Megumi.

“Sepertinya pikiran mereka dipengaruhi oleh sesuatu.”

Yuuya menanggapinya.

“Sebentar lagi kita sampai di salah satu kota federasi Ilstein “

Seiya mengingatkan mereka.

“Sesampainya di kota, mari kita mampir ke gereja, dan berdoa agar perjalanan kita aman. “

Mereka mengangguk pada ajakan Megumi.

Di gerbang masuk mereka menunjukan kartu petualang, lalu kemudian masuk kedalam kota. Setelah mereka mencari penginapan dan memarkirkan kereta kuda, merekapun bergegas menuju gereja.

Mereka memberikan beberapa sedekah pada sister yang ada di pintu masuk, dan langsung menuju ke altar. Mereka bertiga berbaris dan berlutut berpose layaknya orang berdoa.

“Wahai para dewa, lindungi kami”

Mereka pun berdoa.

Seketika seluruh bidang pandangan pun dipenuhi cahaya putih dan terang. Mereka bertiga melihat sekeliling tanpa mengerti apa yang terjadi. Hanya dunia yang putih tanpa apaun.

“Maaf ya tiba-tiba memanggil kalian”

Ketika mereka memalingkan wajah kearah datangnya suara itu, terdapat sebuah meja besar dengan tujuh orang yang duduk.

“Jangan gugup, silahkan duduk disana…”

Seorang pria tua yang duduk di tengah mereka yang mengajak berbicara. Mereka bertiga pun duduk di kursi yang disediakan.

“Pertama-tama kita mulai dengan perkenalan, aku Zenom, atau kau lebih mengenaliku dengan God of Creature Zenom? Dan enam orang disini juga dewa, namun kita kehilangan seorang lagi…”

Zenom mulai menjelaskan dengan wajah yang sangat menyesal.

Mereka bertiga terkejut mendengar sosok di hadapan mereka ini adalah para dewa.

“Aku tidak menyangka… aku bisa seara nyata bertemu dengan para dewa…. Aku Yuuya Hirasawa”

“Aku Shiina Seiya. Dan disebelahku ini  adalah istriku, Shiina Megumi.”

“Aku Shiina Megumi..”

“Umu. Aku telah memperhatikan kalian… Para pahlawan yang telah dipanggil. Aku memanggil kalian kesini karena aku punya sedikit permintaan…”

Zenom mulai berbicara.

“Sebenarnya… Semua kekacauan yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh salah satu dewa. Namanya adalah Aaron, dewa permainan. Didunia ini… tidak terlalu banyak permainan, Karena itu dia memberikan orang-orang berkah dewa, dan membimbing mereka untuk saling berperang. Ketika kami menyadari ini, kamipun mengambil haknya sebagai dewa, dan membuangnya ke dunia. Namun keadaanya malah semakin buruk. Karena dia sudah berada di bumi, kami tak dapat berbuat apapun. Karena itu kami ingin meminta tolong pada kalian… “

Sang Dewa pencipta meletakan kedua tangannya dimeja seraya membungkuk. Seakan mengikutinya, para dewa yang lain juga ikut menundukan kepala mereka.

“Apakah kami… da..dapat mengalahkan Aaron itu? “

Yuuya bertanya dengan nada gugup.

“Apakah itu adalah hal yang harus kami lakukan? Kalau bisa aku ingin menghabiskan waktu dengan istriku dan menyelidiki sesuatu…”

Seiya mengikuti pembicaraan.

“Orang-orang yang ada didunia ini tidak akan mampu menghadapi pencucian otak milik Aaron. Hanya kalian yang mampu…, tetapi untuk saat ini, level kalian belum cukup untuk melakukannya…Kalian harus mulai meningkatkanya terlebih dahulu… Karena itu aku mengajukan kerjasama…”

“Kami akan meningkatkan protection dewa yang kami berikan ke tingkat maksimal, sehingga kalian bisa tumbuh lebih cepat. Selain itu juga kami akan menyiapkan senjata dan armor untuk kalian, jadi tolong, hentikan Aaron…”

Salah satu dewa bernama Bella yang mengatakan itu dengan nada yang sedih.

“Dan lagi, jika kalian mungkin masih belum bisa mengalahkan Aaron, aku telah mempersiapkan sebuah batu segel untuk berjaga-jaga. Ketika Aaron melemah, tekan batu ini dan ucapkan manteranya lalu ini akan mampu menyegel Aaron…”

Grim sang dewa skill yang menjelaskan itu seraya menyerahkan sebuah batu yang ada di tangannya.

“Dariku akan memberi kalian senjata dan armor…”

Dewa perang Sanos mengeluarkan berbagai perlengkapan seperti pedang, katana, dan armor dari ruang kosong.

“Karena Megumi adalah seorang Sage, maka aku yang akan memberikan perlengkapan padamu”

Dewa sihir Reno mengeluarkan tongkat dan jubah.

“Senjata-senjata ini, beserta armornya adalah benda suci. Tolong berhati-hati saat menggunakannya karena ini terlalu kuat.”

“Aku juga telah menyiapkan tempat berlatih kalian… Karena dimensi waktunya berbeda, bahkan jika kalian berlatih setahun disana, didunia ini tidak lebih dari satu menit. Jadi berlatihlah disana..”

Saat zenom mengayunkan tangannya, muncul sebuah pintu dari ruang yang tadinya kosong.

“Kalian bertiga, aku sungguh minta maaf, tapi tolong ya.. “

Dengan demikian, mereka bertiga pergi melalui pintu itu menuju ke tempat pelatihan.

Entah berapa lama aktu yang mereka habiskan didunia itu. Zenom mengatakan bahwa pwrtumbuhan mereka akan terhenti jadi tidak akan memunculkan perubahan signifikan pada fisik mereka. Mereka hanya menghabiskan hari demi hari untuk mengalahkan monster.

Mereka telah terus bertarung melawan moster sampai sampai tidak ingat lagi berapa lama mereka disana. Meskipun begitu mereka masih ragu apakah mereka mampu mengalahkan Aaron yang setara dengan dewa, dan mereka terus meningkatkan level mereka.

Dan mereka bertiga pun keluar dari dunia itu. Seketika mereka ada disebuah gereja. Mereka masih berada dalam pose berdoa yang mereka pun lupa kapan itu terjadi.

“Ini…”

Ketiganya saling menatap dan mengangguk satu sama lain.

Waktu yang mereka habiskan untuk brlatih tidak lebih dari waktu yang biasa dihabiskan orang untuk berdoa. Mereka bertiga pun meninggalkan gereja tanpa mengatakan apapun dan berkumpul di sebuah kamar yang telah mereka pesan.

“Itu bukan mimpi kan …”

“Kurasa itu bukan mimpi. Lihat…”

Yuuya menanggapi pertanyaan Megumi. Dan mengeluarkan sebuah katana yang dia terima dari para dewa dari [item box].

“Ternyata memang benar ya… [item box] milikku juga berisi satu set armor dan pedang.”

“Sepertinya kita harus melakukannya ya…”

Mereka bertiga pun memulai perjalanan untuk mengalahkan Aaron.

◇◇◇

Setahun perjalanan berlangsung, sambil mengumpulkan informasi mengenai lokasi Aaron.

Saat ini, dihadapan mereka berdiri seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Disekelilingnya, banyak jasad orang-otang yang mendukung Aaron telah berjatuhan.

“Sekarang tinggal kau sendirian.. Apakah kau siap? “

Seiya dan Yuuya mengarahkan pedang mereka pada Aaron, sedangkan Megumi memegang tongkat di belakang mereka.

“Hmph… Jangan terlalu percaya diri karena kalian bertiga telah mengalahkan sampah seperti mereka… biar begini aku masih dewa, Cuma kalian saja belum cukup untuk menjadi lawan ku!! “Ketika jarak diantara mereka mencapai sepuluh meter, Seiya dan Yuuya melesat maju bersamaan. Berkat sihir penguat yang diberikan Megumi, mereka bergerak dengan kecepatan yang tak mampu dilihat mata.  

Aaron memegang dua bilah pedang di tangannya. Ia menangkis teknik pedang dari mereka berdua dua pedang itu.

“Cuma segini…”

Hanya kata itu yang terucap di bibir Aaron, ia pun mengayunkan pedangnya, seketika saja menyebabkan Seiya dan Yuuya terhempas.

“Serius nih…”

Yuuya mengeluh seketika ia mendarat setelah terhempas.

“Padahal kita sudah sesusah ini menaikan level, namun masih ada perbedaan selebar ini…”

“Meskipun kamu mengeluh begitu tak akan mengubah apapun…!”

Sebuah serangan melesa dari Megumi.

“[Hell Inferno] “

Megumi menembakkan sihir ke arah Aaron. Dan pusaran api menelan Aaron. Setelah api itu padam, Aaron masih berdiri seolah tah ada apapun.

“bahkan inipun tidak berpengaruh padanya…”

Ketiganya merasakan depresi. Tiba tiba terdengar suara sepatu kuda dari belakang.

“Semuanya! Aku datang untuk membantu!”

Ketika mereka berbalik melihat ke belakang, itu adalah Gadis suci Marinne yang menaiki kuda yang sedang berlari. Dan di belakangnya, para petualang mengikuti.

Mereka merasa mengenal para petualang itu. Mereka adalah petualang yang pernah melakukan misi bersama mereka selama mereka masih menjalani kegiatan petualang.

“Yo! Sudah lama ya! Aku datang untuk membantu!”

Melihat orang-orang yang datang membantu, perasaan depresi hilang seketika dari wajah mereka dan berubah menjadi senyuman.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

4 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 16”

  1. Grey says:

    Semangat min ngeTL nya

  2. Yusuf says:

    Baca ulang :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *