Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 17
~~

Volume 2 – Chapter 17 – Penyelesaian

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-16-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-18-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

“Yo! Sudah lama ya! Aku datang untuk membantu!”

Mereka adalah para petualang yang sering melakukan Quest bersama dengan mereka bertiga.

“Aku meminta pertolongan kepada para petualang, mungkin ini bisa sedikit membantu…”

Marinne yng berada di paling depan mengajak bicara seraya memberikan sihir pemulihan. Mereka bertiga saling memandang dan mengangguk.

“Kalau begini kita jadi tidak boleh kalah ya…”

Yuuya mengarahkan pedangnya kepada Aaron.

“Berapapu jumlahnya bertambah tetap tidak akan berubah…”

Aaron menunjukkan ekspresi santainya. Wajar saja, ia masih belum mampu dikalahkan oleh mereka bertiga yang telah memperoleh pelatihan dari dewa. Tidak mungkin petualang biasa akan mampu melakukan apapun terhadapnya.

Akibat serangan yang dilancarkan oleh Aaron, satu persatu petualang terbang terhempas.

“Aku tidak bisa membiarkan mereka seperti ini… [OverLoad]! “

Seiya maju menuju Aaron dengan melepaskan batas kemampuannya. Dan pedangnya berhasil melukai Aaron.

“Sepertinya berefek… Yuya, tolong!”

Yuuya juga menyerang Aaron menggunakan [Overload]. Mereka secara bertahap mulai mendorong Aaron mundur.

“Dasar manusia sampah! Jangan terlalu Pede!! “

Aaron melepaskan Aura membunuh ke segala penjuru. Para petualang lain selain mereka bertiga seketika tak mampu bergerak.

“Megumi! Tolong pulihkan mereka! “

Megumi menyerahkan posisi menyerang pada Yuuya dan Seiya, lalu bersama dengan Marinne memulihkan para petualang satu demi satu dengan sihir pemulihan.

Serangan combo antara Yuuya dan Seiya terus berlanjut, dan secara bertahap Aaron menjadi berlumuran darah.

“Ti, tidak mungkin cuma manusia …”

Aaron tersungkur ke depan.

“Apakah berhasil?? “

Yuuya bergumam sambil menggunakan pedangnya sebagai umpuan berdiri.

Namun tiba-tiba. Tangan Aaron terangkat, dan sebuah pedang cahaya melesat menuju Marinne yang sedang melakukan pemulihan.

“Awass!”

Megumi yang berada didekatnya mendorong Marinne. Dan seketika pedang cahaya itu menembus dadanya.

“Guhaaa”

Mulutnya memuntahkan darah, dan seketika Megumi jatuh tersungkur.

Marinne yang sempat terddorong tadi langsug menghampiri Megumi.

“Megumi-sama! Sihir pemulihan…. Ahh Mana u tidak cukup… [Heal]… Kenapa tidak membaik…”

Megumi menggenggam tangan Mrinne.

“Kamu sudah kehabisan mana kan… Aku juga loh…”

Yuuya dan Seiya bergegas ke menghampiri Megumi.

“Megumi !!!!! bertahanlah !!!”

Seiya memeluk Megumi.

“Seiya … Maafkan aku … Sepertinya sudah tidak mungkin… tolong sampaikan maafku jika kamu bertemu Kazuya… “

Megumi pun seketika itu meregang nyawa.

“Guaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!”

Seiya berteriak sambil menatap langit.

“Megumi-sama … hanya untuk melindungiku …”

Marinne menutupi bibitnya dengan tangan dan menangisi kepergian Megumi.

“fuffufu.. apakah kalian bisa sesantai itu…?”

Tiba tiba, Aaron yang tadinya sedang tersungkur telah berdiri.

“Yuya, aku serahkan sisanya padamu…”

Menurunkan megumi yang ada dipelukannya, Seiya berbalik kearah Aaron dan menghunuskan pedangnya.

“Aaron! Aku tak akan pernah memaafkan mu!! [Overload] !!”

Tubuh Seiya terbalut cahaya. Dan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan.

“Ini… perwujudan dewa…”

Aaron menjadi agak panik.

Seiya melesat dan mengarahkan pedangnya langsung ke arah Aaron, dan seketika menusuk perutnya dengan pedang tersebut.

“Sekarang Yuya!!! Segel!!”

Namun seketika sebuah tangan menembus keluar dari punggung Seiya. Tangan pedang Aaron sudah menusuk Seiya.

“Ghuhu, Aku tidk akan melepaskan mu..”

Meskipun tubuhnya juga telah tertusuk, ia tetap menusukkan pedangnya yang berada di perut Aaron lebih dalam.

“Seiya-san!! “

Seiya mengambil permata segel yang diterimanya dari pada dewa dari [Item Box] dan menempelkannya di dada Aaron.

“Yuya! Aku serahkan sisanya padamu…”

“Apa ini? Apa kalian ini utusan kakek itu?? “

“Ya! Aku memohon. Wahai jiwa jahat yang telah ditutunkan dari surga. Tinggalah dalam permata ini!! [Fuin]!!!

Seketika permata itu menyinari sekitarnya dan membuat wilyah sekitar dipenuhi cahaya putih. Semua orang di sana kehilangan pandangan mereka.

Perlahan penglihatan mereka pun kembali. Hanya ada Seiya yang tergeletak dan Yuuya yang sedang berlutut disampingnya. Permata yang tadinya putih bersih telah berubah menjadi hitam pekat, dan Aaron sudah tidak ada lagi.

“berhasil?? Ah Seiya-san!”

Yuuya berusaha membangunkan Seiya.

“Ya.. Kita berhasil… Yuuya, tolong makamkan aku disamping Megumi…”

Seiya pun menghembuskan nafas terakhirnya.

“Seiya-saan!!!”

Dan seketika seluruh pengaruh pencucian otak yang menyelubungi seluruh dunia menghilang.

Namun para petinggi negara yang terpengaruh itu masih memiliki ingatan tentang apa yang mereka lakukan. Karea itu, banyak konflik terjadi di perbatasan negara meski tidak sampai terjadi perang.

Yuuya mendirikan sebuah desa di pertengahan antara perbatasan untuk mengawasi tindakan negara negara itu. Itu awalmula terbentuknya Desa Esfort.

Yang pertama mengikuti adalah Marinne dan para petualang yang ada di sana. Yuya menikahi Marinne dan desa itu tumbuh menjadi kota dan kemudian berkembang menjadi negara. Namun, seiring pertumbuhannya, ada banyak invasi dari negara lain. Namun semua itu dihadang oleh para petualang yang dipimpin oleh Yuuya. Tapi ada satu hal yang tidak bisa di ungkapkan Yuuya pada siapapun. Pada saat ini, Yuuya bukan manusia.

Ia menyadari hal ini ketika melihat [status] nya, dan ia sudah menjadi salah satu dewa. Yuuya yang sama sekali belum bertambah tua, menyerahkan tahtanya kepada anak buah cintanya dengan Marinne yang telah mencapai usia 20 tahun. Dan mengumumkan dirinya sudah meninggal. 

Dan diapun menghabiskan sisa hidupnya dengan Meline jauh di dalam hutan monster ini.

“dan kemudian aku menjadi dewa pencipta di dunia lain”

Yuuya menutup kisahnya dengan menyerupu kopinya. Mereka menghabiskan beberapa menit tanpa suara.

“Ayah dan ibu telah melakukan yang terbaik… Ketika nanti Aaron bangkit, aku yang akan menjadi lawannya… “

“Um. Jika saatnya tiba, tolong ya… Ngomong-ngomong, Cain, kamu sudah di sini selama beberapa tahun, tapi seharusnya hanya beberapa hari di dunia sana… Apa tidak apa-apa? “

“Ah !!!!!!!!!!!!”

“Gawat!! Sylvia di rumah bisa marah, karena aku juga bolos sekolah apa yang akan dikatakan Teres dan Silk padaku nanti? Maaf! Aku harus segera kembali!”

“Tunggu sebentar!”

Yuuya menghentikan Cain yang terburu-buru untuk pulang.

“Kenapa menahanku? Aku harus segera pulang… “

Cain yang terburu-buru langsung berhenti.

“Kamu sudah disini lima tahun kan? Apa kamu mau pulang dengan penampilan mu yang berumur 15 tahun begitu?? “

“Aah !!!!!! Ini buruk !!!! Aku tidak bisa pergi ke sekolah.”

“Tunggu sebentar aku akan mengembalikannya… Statusnya tidak berubah, tetapi penampilannya bisa dirubah… Aku ini kan dewa pencipta… “

“Tolong ya..”

Cain membungkuk ke Yuuya.

Saat Yuyya menyentuh Cain, Cain di selimuti oleh cahaya. Seketika cahaya itu menghilang, penampilan Cain kembali ke wujud usia saat ia masih 10 tahun.

“Oh, sekarang aku bisa pulang! Terima kasih, Master!”

“Main lah kapan-kapan! Aku akan melatihmu lagi.. Oh, ambil pedang dan surat ini… Kamu akan mengerti saat menyerahkannya ke raja saat ini… “

Cain menerima pedang dan surat itu. Begitu pedang dicabut dari sarungnya, pedang itu sedikit melengkung dengan satu bidang tajam seperti pedang Jepang. Setelah memperhatikan, bilah itu bersinar dalam tujuh warna, lalu kembali menyarungkan pedang itu dan meletakkannya di [Item Box].

“Itu pedang yang aku unakan dulu. Itu dibuat dengan meniru pedang jepang. Mulai sekarang sebaiknya kamu gunakan senjata itu. “

“Terima kasih. Aku akan berkunjung lagi nanti…[Trasnfer]”

Cain menghilang dalam sekejap.

“Benar benar anak yang riang… tapi ya dia tumbuh terlalu cepat… sepertinya Dollin terlalu berlebihan melatihnya…” Yuuya menuangkan kembali kopi ke cangkirnya.

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-16-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-18-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 17 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 17”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *