Vol.02 - Ch.19 ~ Ternyata....

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 19 di Kurozuku.

2 Mar 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

 

Disebuah ruang makan, Cain sedang menyantap makan siangnya.

“Cain! Cahaya yang barusan itu luar biasa ya…”

Itu adalah Colyt yang juga merupakan siswa kelas S, ia memulai pembicaraan sambil memegangi nampan dengan kedua tangannya.

Colyt adalah rakyat biasa, namun karena keluarganya mengelola sebuah toko peralatan sihir, ia juga mengambil kelas sihir dan kelas peralatan sihir sama seperti ku dan kami menjadi cukup akrab.

“Kira-kira itu apa ya… aku juga tidak terlalu menggerti… “

Meskipun itu adalah perbuatanku, aku membuat alasan untuk menututpinya.

“Tapi kamu berhasil mengeluarkan yang seperti tiu… yah meskipun langsung menghilang…”

“Iya ya… Tapi aku lebih berharp jika yang muncul adalah tipe hewan yang imut…”

Meskipun Haku dan Gin yang telah melakukan kontrak denganku itu telah tumbuh besar, mereka masih tetap imut. Tapi aku tidak menduga yang keluar ternyata adalah raja Iblis.

“Omong-omong, kelas sore Cain itu kelas bangsawan ya?”

“… Ya… meskipun aku tidak terlalu menyukainya…”

“Yah, kamu kan bangsawan, apa boleh buat… semangat!!”

“Terima kasih, Colyt”

Mereka pun menyantap makan siang dengan posisi saling berhadapan.

Colyt adalah salah satu dari sedikit teman yang tidak memperdulikan statusku.

“Kalau begitu, sampai jumpa nanti pulang sekolah…”

Setelah selesai makan, Colyt membawa nampan kosongnya meninggalkan meja.

Dan kemudian tibalah saat kelas bangsawan di sore hari.

Kelas bangsawan meliputi berbagai urusan dalam negeri, diplomasi, dan etiket untuk para bangsawan.

Dan ada satu alasan kenapa aku tidak ingin mengikuti kelas ini.

“Cain-sama, apakah kamu mendengarkannya?”

“Cain-kun, kamu tidak boleh tidur loh…”

Adalah Teles dan Silk yang duduk di kedua sisi ku. Dan ada satu orang lagi.

“Baron Cain! Kenapa kamu ini selalu di runungi tuan putri dan putri Duke!! “

Itu adalah Habbit anak Marquis Cordino. Meskipun Habbit adalah kelas B, namun kami bersama di kelas pilihan ini.  Ketika aku menjadi bangsawan dia menjadi lebih hormat, namun ini sungguh merepotkan.

“Hmm.. Habbit-kun, karena ini di sekolah panggil saja Cain… Kalau kamu anya kenapa, aku juga tidak tahu…”

“Baik, cukupkan obrolan kalian…”

Dan guru pun memarahi kami.

“Baik”

Karena metode utamanya adalah guru yang menjelaskan, kami harus mencatat apa yang telah dijelaskan  dibuku catatan masing-masing.

Dan kelaspun berakhir dan kini saatnya untuk pulang.

Ketika aku berjalan menuju gerbang utara,  disana sudah ada kereta kuda yang datang untuk menjemput Teres. Biasanya hanya ada beberapa orang pengawal, namun sekarang ada sekitar 20 ksatria yang berjaga di sekitar kereta itu.

Ketika aku mencoba melewati mereka karena kupikir ada sesuatu terjadi, mereka langsung berbicara pada ku.

“Baron Cain, Saya sudah menunggu anda. Yang Mulia memanggil anda…”

Ketika aku berbalik, ternyata itu adalah Wakil ketua Ksatria Dime.

“Lagi? Apa aku melakukan sesuatu ya…”

Cain tidak terpikirkan apa alasan ia dipanggil. Atau lebih tepatnya, dia sudah melupakan apa yang dia panggil hari ini.

“Tolong tanyakan itu pada Yang Mulia, sayapun tidak diberitahu detailnya…”

Dengan datangnya Teles, kamipun masuk ke kereta bersama.

“Aku senang bisa pulang bersama dengan Cain-sama.”

“Hm… iya ya…”

Cain terus berpikir tentang apa yang telah ia lakukan, dan menuju ke Royal Castle dan langsung memasuki ruang tamu seperti biasa.

Diruang itu sudah ada Yang Mulia, Perdana Menteri, Duke Eric, dan Glatt-sensei.

“Eh? Gratt-sensei? Kenapa anda ada di tempat ini?”

Yang Mulia tiba-tiba mulai bertanya untuk memastikan.

“Cain, apa yang kamu panggil di kelas hari ini …”

“Eee …”

Aku tanpa sengaja memperhatikan  wajah Gratt-sensei. Dan ketika pandangan kami bertemu, iapun memalingkan wajahnya.

“…”

Setelah keheningan yang tidak terlalu lama, Cain pun menyerah.

“Maafkan aku … itu adalah ras iblis…”

“… Ras iblis? Bukan itu kan? Cain… Katakan sejujurnya… “

Tatapan Yang Mulia sangat serius. Dan Cain pun menyerah.

“…Ra-raja Iblis yang keluar…”

“… Terbyata begitu ya… lalu apa yang terjadi? Gak mungkin dia langsung pulang kan?”

“Aku melakukan kontrak pemanggilan dengan nya…”

“Ternyata begitu ya…”

Yang Mulia melemaskan bahunya.

“Cain…. apa kamu tidak tahu apa itu menahan diri? Apa yang terjadi dengan ibukota kerajaan ini jika Raja Iblis mengamuk …”

“Ya… tentu saja aku tahu… itu tidak sengaja, ketika aku mengalirkan energi sihirku, itu terus-terusan menghisapnya… Akupun tidak menyangka kalau akan keluar yang seperti itu…”

“Kamu sudah melakukan pelatihan dengan raja pertama kan? Status mu yang aneh itu pasti sudah meningkat lagi kan… Coba perlihatkan jadi seperti apa itu…”

Pada saat pelatihan, Yuuya mengatakan kepadaku untuk tidak melihat status, jadi ini sudah menjadi kebisasaan bagiku untuk tidak melihatnya. Aku benar-benar lupa untuk memeriksa status ku.

“Glatt, Apa yang akan kamu lihat ini adalah rahasia besar. Anggaplah ini sebagai rahasia negara. Jika kau membicarakannya pada orang lain kau akan mendapatkan hukuman mati. “

“Eeh … Baik, Yang Mulia”

Glatt menjawab dengan hati-hati ketika ia mendengar kata hukuman mati.

“Cain”

“…Baik”

Cain yang telah pasrah mulai merapalkan sihir [Status].

“[Status Open]”

[Name] Cain von Silford
[Race] Human? [Gender] Male [Age] 10
[Title] 3rd Son of Margrave, Summoned, God Apostle, Natural Enemy of Demon Forest, Nature Destroyer, Dragon slayer, God Blessed, God of Sword, Half-God, Diciple of Other world God of Creation, Diciple of God of Dragon, Master of Divine beast, Master of Divine dragon, Master of Demon king
[Level] unknown
[Physical Strenght] unknown
[Magical Power] unknown

TL Note: Sumpah ini title nya banyak banget

[Ability] unknown
-STR unknown
-STA unknown
-INT unknown
-AGI unknown
-M.Speed unknown

 [Magic]
Creation Magiv Lv.10
Fire Magic Lv.10
Wind Magic Lv.10
Water Magic Lv.10
Earth Magic Lv.10
Light Magic Lv.10
Dark Magic Lv.10
Time-Space Magic Lv.10
Daily magic
Composite Magic
Summon Magic

[Skill]
Appraisal Lv.10
Item Box Lv.10
War Arts Lv.10
Martial Art Lv.10
Physical Resistance Lv.10
Magic Resistance Lv.10
All things in Nature

[Protection]
God of Creation Protection Lv.10
God of Life Protection Lv.10
God of Magic Protection Lv.10
God of Earth Protection Lv.10
God of War Protection Lv.10
God of Skill Protction Lv.10
God of Trade Protection Lv.10
Fafnir’s God of Creation Protection Lv.10

“… “

Tidak ada yang bisa berbicara.

Cain pun juga terdiam.

Kenapa ada tanda tanya di ras nya? Dan entah sejak kapan Titlenya juga bertambah. Apa-apan setengah dewa ini? Dan sejak kapan aku jadi dewa? Other world God itu Yuuya-san kan? Tapi siapa itu God of dragon? Bahkan ada title yang sama sekali aku tidak mengerti.

Gratt tiba-tiba berlutut dan mulai berpose layaknya berdoa.

“Wahai Dewa…”

“Cain … Title ini…”

Tentu saja ketika Rex melihat status yang jauh diluar bayangannya ini tak mampu berkata banyak.

“Cain-kun! Kamu jadi dewa loh!!”

Duke Eric tertawa sambil memegangi perutnya.

“Cain, tidak, haruskah aku memanggilmu Cain-sama?”

Perdana menteri Magna pun kebingugan dengan isi status yang diluar dugaan ini.

“Semuanya, tolong perlakukan aku sama seperti sebelumnya …”

Cain menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja.

“Cain… Kamu benar-benar tidak akan menghancurkan kerajaan ini kan…Jangan kan kerajaan, kurasa kamu bahkan bisa menghancurkan dunia ini …”

Yang Mulia memohon dengan wajah serius.

“Aku tidak akan melakukan itu! Lagipula aku sangat senang di sekolah.”

Tentusaja Cain membantah hal itu.

“Bahkan jika kamu meminta kerajaan ini, aku pasti akan menyerahkannya…”

“Aku tidak membutuhkan itu !!”

Yang Mulia merasa lelah setelah melihat status ini.

“Begitu ya… Baiklah. Glatt … kamu sudah paham kan apa yang aku maksud dengan rahasia??”

“Tentu saja… Yang Mulia, apapun yang terjadi aku tidak akan menyebarkan hal ini..”

Glatt mengatakan itu dengan yakin kepada Yang Mulia.

“Tapi Cain, Di title mu itu muncul Tuan dari raja iblis berkat pemanggilaan hari ini kan? Bagaimana dengan Tuan Divine beast dan divine dragon?? “

Yang Mulia penasaran dengan title itu.

“Ah kalau itu aku membuat beberapa teman selama pelatihan…[Summon: ‘Haku’ ‘Gin’] “

Muncul Haku yang seekor Divine Wolf dan Gin yang merupakan Silver Dragon di dekat kaki nya.

Karena ukurannya menyesuaikan ruangan ini, Haku hanya sebesar anjing besar, dan ukuran Gin pun kurang lebih sama.

“Ah, Gin itu Divine Dragon?”

Cain bertanya pada Gin, dan ia menanggapinya dengan menganggukan kepalanya sambil berteriak, “Kyuui.”

“Ini adalah Divine wolf bernama Haku, dan Silver dragon atau Divine Dragon bernama Gin yang telah melakukan kontrak dengan ku… Imut kan…”

“… “

“Kamu ini… Aku tidak akan terkejut lagi!!”

Rex menepuk-nepuk dahinya. Diapun menghela nafas besar dan mulai berbicara.

“Untuk saat ini, minggu depan aku akan menggelar Audiensi. Cain, kamu akan jadi Viscount dan akan memberikan mu sebuah kota. Lakukan apapun yang kamu suka dengan itu. Jika kamu bisa sukses dengan itu, aku akan mengumumkan pertunangan. “

“Ehh…”

“Aku tidak terima keberatan tentang ini. Kurasa itu akan baik baik saja dengan kota yang ada di kdekat ibukota. Gunakan saja asisten yang sudah ada disana… “

Dan dengan terbongkarnya [Status] milik Cain, iapun diangkat menjadi Viscount.

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

4 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 19”

  1. Yuu says:

    Jadi Dewa… Hmmm mungkin belumlah, karena di Titlenya masih ad Title “Half-God” mungkin karena itu Cain masih belum sepenuhnya Dewa

  2. Mizusii says:

    AOKAOKAOKAOKAOKAOK … Sumpahh ngakak banget anjimmmm, apalagi ada tanda “?” di Ras nya ? Itu pun banyak yg “Unknown” di Status nya
    Parah lahhhhhh ????

  3. Yusuf says:

    Komen yg dlu pada ilang yaa??

  4. Luthfi says:

    Kyknya subtle stay nya pas bagian str sta dll, mening pake kata immesurable kyk punya yuuya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *