Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 2
~~

Volume 2 – Chapter 2 – Quest Pertama

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-1-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-3-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

Karena sibuk menemani Claude, ia lupa untuk mengambil Quest.

Cain pun segera pergi untuk melihat papan Quest. Quest yang dapat diambil hanya rank G dan satu rank diatasnya yaitu rank F. Kebanyakan Quest untuk rank ini hanyalah Quest yang dilakukan di dalam kota.

Tentu saja dia tidak berharap untuk mengambil misi seperti bersih-bersih atau pengangkut barang. Jika ingin membawa barang ia dapat dengan mudah membawanya dengan [item box] miliknya.

Ketika mencari quest penaklukan, ia menemukan ordinary quest untuk membasmi goblin dan wolf.

Untuk goblin dan wolf akan dihargai satu keping koin tembaga besar untuk setiap ekor, dan tanpa batasan.

Aku tidak tahu jika mengalahkan seekor dihargai seharga seribu yen itu murah atau tidak, namun aku memutuskan untuk mencoba mengambil misi ini.

Karena di lembar Quest menyatakan bahwa lokasinya terletak di hutan di sebelah timur, aku pun memutuskan untuk langsung menuju kesana.

Akupun keluar dari gerbang kota kerajaan dan berjalan menuju hutan timur. Selayaknya sebuah ibukota, ramai  orang berlalu-lalang. Sebenarnya aku ingin menggunakan sihir [Transfer] agar sampai lebih cepat, namun karena banyak orang akupun memutuskan untuk berjalan cepat saja.

Ketika Cain sampai pada tempat yang agak sepi, ia pun memasuki rerumputan. Kemudian dia menggunakan [Transfer] dan dengan cepat sampai dipintu masuk hutan.

“Jadi ini Hutan Timur, kira-kira seberapa banyak monster disini ya?”

Akupun menggunakan [Search] untuk menyebarkan mana tipis ke sekitar.

Karena level Cain yang sudah meningkat, ia dapat menyelidiki  hingga radius sekitar 5 km didepannya.

ada sekumpulan respon di beberapa kilo di depan.

“Aku menemukannya. Pertama, mari kunjungi kumpulan ini..”

Cain menggunakan [Body Strengthen] untuk berlari menembus hutan, melalui celah celah pepohonan.

Saat hampir mendekati tujuan, ia bersembunyi di bawah pohon dan memeriksa kumpulan tersebut, terlihat puluhan goblin berkumpul. Beberapa diantaranya ada spesies tingkat atas seperti Goblin Soldier.

“Coba kita kurangi sedikit dengan Sihir?”

Cain melepaskan [Air Cutter] dari bawah pohon.

Beberapa goblin yang berada dalam lintasan angin itu jatuh terbelah antara tubuh bagian bawah dan atas nya.

Memegang pedang di tangan kanannya sambil melepaskan sihir dari tangan kirinya ia pun menembus kelompuk itu.

“Gugyagugyagya”

Goblin terdekat berteriak.

Tampaknya spesies kelas tinggi yang ada di belakang telah menyadari nya, lalu maju sambil memegang pedangnya yang berkarat.

Iapun meluncurkan [Air bullet] kearah Goblin Soldier itu dan tepat mendarat di wajahnya.

Saat Goblin itu sedang memegangi kepalanya karena kesakitan, lehernya pun terpenggal.

Setelah itu, goblin yang berkerumun pun di bantai dengan pedang dan sihir.

“Ini yang terakhir”

Sambil berkata begitu ia menghabisi goblin yang terakhir.

“Goblin itu telinga kanannya kan? Sekalian sama Batu sihirnya ya?”

Ia pun memotong telinga kanan goblin-goblin itu, dan membelah dada mereka untuk mengambil batu sihirnya.

“Aku paling tidak suka cara mengeluarkan batu ajaib ini..”

Sambil berkata begitu, ia tetap memotong telinga kanan goblin yang lain.

Ia pun mengumpulkan semuanya kedalam satu bungkusan dan memasukkannya ke dalam [Item box]. Ia lalu mengumpulkan mayat goblin yang tersisa, kemudian menggali lubang dengan sihir tanah, lalu mengumbur mereka.

“Kalau kita kembali sekarang masih terlalu cepat kan? Kita cari lagi sebentar deh”

Aku pun menggunakan [Search] lagi dan mencari kumpulan berikutnya. Iapun mengarah ke ttempat selanjutnya sambil terus memeriksa lokasi monster.

Ditempat tujuan berikutnya terlihat beberapa Lizardman, meskipun jumlahnya sedikit. Cain tidak mengetahuinya, tapi monster-monster itu terdiri dari peringkat D, dan ada beberapa peringkat C. Seluruh tubuh mereka ditutupi dengan sisik dan dikatakan lebih keras daripada iblis normal.

“Kishaa~”

Dia berteriak, sambil mengayunkan pedang yang telah ditambahkan sihir menebas leher mereka.

Lalu Cain mengumpulkan sekitar 10 mayat, lalu menampakkan ekspresi bingungnya.

“Ngomong-omong, Lizardman itu bagian mana yang harus diambil ya? Karena tidak ada di tabel permintaan, nanti tanya aja deh”

Gumam Cain, Iapun memasukan mayat lizardman itu kedalam [Item box].

“Aku rasa monster di hutan Gracia lebih kuat. Aku harus minta guild memberitahu tempat monster yang lebih kuat nih… aku rasa aku akan pulang sekarang”

Iapun menggunakan sihir [Transfer] nya. Dalam sekejap di pandangan menjadi rerumputan dekat gerbang kota kerajaan. Cain memasang wajah polosnya  menunjukan kartu guildnya, dan berjalan melewati gerbang Kota kerajaan.

Di dalam guild, karena msaih banyak waktu sebelum senja, jadi masih terlihat agak lengang. Karena ada Letia-san di meja resepsionis, akupun berbaris disana.

Saat giliran Cain tiba, Letia menyadari hal itu dan tersenyum kepadanya.

“Salamat datang kembali Cain-kun, Apa sudah menemukan quest yang cocok?”

Letia tampaknya mengira apakah ia sudah mendapatkan Quest pertamanya di sekitar kota.

“Letia-san, aku baru saja mengalahkan goblin untuk Ordinary quest, tetapi untuk monster lain, bagian mana yang harus aku serahkan??”

“Jika itu Goblin maka bagian telinga kanan nya. Jika itu adalah serigala, maka bagian ekornya”

“Bukan bukan, bukan itu. Sebenarnya aku tadi bertemu Lizardman, tapi aku tidak tahu bagian mana yang harus aku bawa.”

Letia terkejut mendengar kata-kataku.

“Cain-kun! Kamu itu masih rank G yang baru mendaftar, jadi jangan berlebihan. Lizardman itu sendirian saja harus setidaknya rank D, dan jika itu berkelompok maka harus dihadapi oleh party rank C! Kamu harus lari agar tidak bertemu dengannya dan pulang dengan selamat! “

Letia menghela nafas dan merasa senang bahwa Cain telah kembali dengan selamat.

“… Letia-san, Tentang lizardman, aku sudah mengalahkannya .. jadi aku ingin bertanya bagian mana yang harus kuserahkan… dan juga aku membawa telinga goblin. “

Cain menjelaskan, lalu ia mengeluarkan bungkusan dengan lima puluh telinga goblin dari tas yang mirip dengan [Magic Bag] dan meletakkannya di atas meja.

“!!!”

Letia terkejut dengan jumlah yang dibawanya itu.

“Cain-kun, harap tunggu sebentar.”

Letia tiba-tiba meninggalkan tempat duduknya dari meja resepsionis dan pergi ke belakang.

Cain berdiri didepan resepsionis, tidak tahu harus berbuat apa.

Letia pun segera kembali dengan seseorang.

“Moho maaf menunggu Cain-kun. Karena ada soal Lizardman, bisakah kita bicarakan diruangan lain? Ini bos saya.”

“Aku Cedric, sub guildmaster di sini. Guildmaster saat ini sedang keluar, jadi aku akan mengurusnya. Aku akan menyiapkan ruangan khusus, jadi aku ingin kamu datang.”

Cain dibawa mereka menuju ke sebuah ruangan khusus.

“Disini orang lain tidak akan ada yang mendengar, Katakan sejujurnya apa yang terjadi pada goblin-goblin itu.. “

Submaster Cedric mengajukan pertanyaan.

“Cuma melakukan pembasmian biasa karena aku menemukan kumpulan goblin, jadi aku mengalahkan semuanya. “

Cain menjawab dengan jujur.

“Ah gak mungkin, mana bisa anak kecil bisa ngelahin mereka semua, apalagi kamu bilang ada lizardman juga. Kamu ini kan masih rank G yang baru daftar, jadi mana mungkin!”

“Kenapa anda berfikir itu tidak mungkin? Aku sudah bilang aku mengalahkannya secara normal.”

“Kalau kamu bilang sampai begitunya, aku tidak ada pilihan lain selain menyita kartu mu karena telah berkata curang”

Mendengar hal itu, Letia pun terkejut.

“Aku pikir itu terlalu buruk, bisa saja Cain-kun memang mengatakan yang sejujurnya”

Letia mengatakan bantuannya.

“Bukankah ini terlalu berlebihan bagi posisi submaster menyatakan aku curang tanpa bukti apapun? “

Cain juga berpendapat.

“Ini keputusan bulat ku sebagai submaster! Itu karena bocah jelata yang baru jadi petualang aja udah berani bohong!! Kalau saja kamu berkata jujur mungkin aku akan pertimbangkan”

“Itu terlalu semena-mena!”

Jawab Cain.

Pada saat itu, suara ketukan tiba-tiba terdengar dan pintu ruang khusus terbuka.

“Ada ribut-ribut apa ini?”

Yang datang itu adalah seorang pria elf berpakaian rapi.

“Waduh Guildmaster Mohon maaf.. aku hanya menginterogasi anak ini karena bertingkah curang”

Cedric menjelaskan kepada Guildmaster.

Guildmaster duduk di sofa di depan Cain dan menatap nya.

“Halo, nama saya Edin. Saya guildmaster di sini.”

“Halo, saya Cain seorang petualang  rank G yang baru saja mendaftar di guild hari ini.”

Cain menyapa dengan sopan. Edin tersenyum ketika dia melihat Cain.

“Jadi Cedirk, kenapa ia dikatakan curang? “

Edin berkata sambil menatap Cedric.

“Pada hari pertama pendaftaran, ia membawa tas penuh telinga goblin dan mengatakan telah mengalahkan Lizardman. Itu sudah pasti sebuah kebohongan.”

Cedric menjawab dengan cepat. Edin menghela nafas.

“Cedric, sepertinya, kamu lah yang tidak mengerti. Di sini pihak kitalah yang tidak punya bukti. Jika hal itu benar, bagaimana kamu akan bertanggung jawab?”

Edin mengajukan pertanyaan dingin.

“Selain itu, dia bilang aku bocah jelata yang sok baru menjadi petualang. “

Cain bagaikan menuangkan minyak ke dalam api. Tentu saja itu dilakukan dengan wajah penuh senyum. Menjadi api yang hitam.

“!!!!!!”

Cedric terlihat merah dan melotot.

“Apakah itu benar? Letia, kamu pasti mendengarnya kan?. Katakan sejujurnya..”

Pandangan dingin Edin menembus Letia.

“… ah… Cedric-sama tadi benar berkata begitu.”

Letia menjawab dengan jujur ​​sambil mengalihkan pandangannya, Cedric melotot kearahnya.

Mendengar kata-kata itu, Edin memelototi Cedric.

“Cedric, kamu telah melanggar aturan guild, apa maksudmu?”

Edin memelototi Cedric.

“Kenapa anda lebih meilih anak kampret ini daripada saya? Seorang pendatang baru yang baru saja mendaftar hari ini!?”

Cedric berteriak dengan penuh semangat.

“Kamu yang tidak mengerti, tunggu sebentar, Hei silakan masuk.”

Mendengar panggilan itu, pintu terbuka. Masuk adalah seorang wanita elf mengenakan armor Imperial Guard knight. Ya! Seorang gadis Elf dan seorang Imperial Guard Knight hanya ada satu orang di kerajaan ini.

Pada saat gadis itu masuk, mata Cedric terbuka lebar langsung berlutut.

“Wah.. wah.. Kapten Tifana-sama selamat datang. Anda tampak menawan seperti biasanya”

Cedric memberi sapaan tertinggi nya.

“Wah ada apa kak tiba-tiba manggil? Loh kok ada suamiku! Lagi ada urusan apa disini??”

Seketika itu ia langsung memeluk Cain.

“Suami!??”

Mata Cedric dan Letia terbelalak karena terkejut.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-1-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-3-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 2 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *