Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 25
~~

 

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

Seketika setelah Cain merapalkan sihirnya, sang ibu itu di selimuti oleh cahaya putih. Ketika cahaya itu mereda, sosok ibu itu sudah membaik tidak seperti sebelumnya. Dan perlahan mata sang ibu terbuka.

“Hm loh? Kok sepertinya aku seger sekali ya… Ara.. Dashu, Enark selamat pagi?”

Sang ibu itu mulai bangkit dari kasur. Namun sang ayah menahannya.

“Tuan petualang ini yang melakukan sihir pemulihan pada mu… kamu ii baru pulih, jangan terlalu memaksakan  diri dan tetaplah berbaring…”

“Ah aku belum memperkenalkan namaku ya… Aku Cain, seorang petualang yang baru saja datang ke kota ini…”

“Cain-sama ya… Aku adalah pemilik penginapan [Cat Calmness], namaku Dashu, ini istriku Himika dan putriku Enark. Terima kasih banyak, Cain-sama.”

“Terima kasih, oni-chan!”

Wajah Enark penuh dihiasi dengan senyum sepenuh hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tanganku dan membelai kepalanya. Enark merasa nyaman dengan itu tanpa menolaknya sama sekali.

Perasaan Cain pun melambung tinggi karena ia untuk pertama kalinya dapat membelai telinga kucing ini.

“Cuma segini saja bukan masalah… Tapi gereja disini sangat mahal ya…”

“Iya… Aku sudah mencobanya dua kali agar mereka memberikan [Heal] namun belum semuh juga… kami tidak akan sanggup untuk membayar satu kkeping emas untuk [high heal]… Ah berapa yang harus aku bayar untuk [High heal] tadi?? Aku mungkin tidak bisa membayar kepingan emas, tapi aku akan berjuang yang terbaik…”

“Ah tidak ush khawatirkan itu… lagipula aku sudah menerima makanan yang enak… dan aku bisa melihat senyum Enark seperti ini…”

Sambil berkata begitu, aku terus membelai kepala Enark.

“gorogorogoro…”

Enark menyusutkan leherya dan langsung naik di pangkuan Cain.

“Hei.. hei..Enark jangan merepotkan Cain-sama…”

Dashu berusaha menghentikan Enark namun Cain menahannya.

“Tidak apa-apa… di keluarga ku cuma aku yang paling muda, jadi diperlakukan seperti ini membuatku merasa menjadi seorang kakak…”

Cain mengarahkan senyumnya pada Enark.

“Ah, iya, apakah anda sudah menemukan tempat menginap? Jika belum anda bisa menginap disini… Setidaknya biarkan aku memberikan itu karena anda sudah menyembuhkan istri ku…”

Dashu memohon pada Cain sambil membungkuk.

“Aku beum menentukannya, jadi aku akan merepotkanmu hari ini…”

“Yeey! Cain onichan hari ini menginap disini?!”

Enark yang sedang ada dipangkuan Cain melihat wajah Cain dari bawah.

“Kalau begitu ku akan berusaha sebaik munkin membuat makan malam hari ini!!”

Dashu tampaknya juga senang dengan sembuhnya Himika.

“Karena masih ada waktu, jadi kupikir aku akan berkeliling kota lagi… aku akan kembali saat makan malam…”

Cain pun meninggalkan toko.

“Sepertinya ada banyak masalah di kota ini …”

Cain bergumam sambil menatap langit.

Cin pun berjalan jalan di kota sepanjang tengah hari. Dan setibanya di sebuah lorong sepi, ia terbang menggunakan sihir [Fly]. Dan terus memperhatikan keadaan kota dari ketinggian tertentu. Didunia ini sangat jarang orang yang menatap langit, jadi sangat kecil kemungkinan orang akan menyadari dirinya. Ia terus memperhatikan keadaan di bawahnya sambil mengitari dinding. Lagipula karena adanya dinding ini, sangat tidak mungkin untuk menambah jumlah populasi di kota ini.

“Sepertinya mustahil menambah populasi penduduk dengan ukuran kota seperti ini… Apa sebaiknya kita buat ulang tembok luarnya….”

Sambil memikirkan penciptaan kota seperti apa yang ingin dia buat, ia punn mendarat disebuah lorong sepi dan berjalan kembali ke penginapan.

“Selamat datang! Ah selamat datang, Cain oni-chan! Ayah, Oni-chan kembali!”

Ketika aku membuka pintu, Enark menyambutku dengan wajah penuh senyumnya.

“Sepertinya aku pulang terlalu cepat… aku akan mengganti pakaianku di kamar dulu…”

“Hari ini, kita menyiapkan kamar khusus! kamar 301. Aku akan memanggil jika makanannya sudah siap ya….!”

Enark pun memberikan kunci kepadaku. Dipenginapan ini dilantai satu digunakan untuk resepsionis dan tempat makan, seangkan lantai dua dan tiga merupakan kamar untuk menginap. Akupun naik ke lantai tiga, dan menuju kamar pertama di paling ujung. Ketika akuu membuka kunci dan masuk kedalamnya, ternyata lebih luas dari apa yang kubayangkan. Ada dua buah tempat tidur ukuran double, dan ada juga sofa serta peralatan lainnnya. Kupikir ini bukanlah kamar yang biasa dipesan orang pada umumnya.

Aku melepaskan leather armor ku dan menggunakan sihir [Clean] lalu menyimpannya di dalam [Item box], lalu mengganti dengan baju biasa.

Ketika aku sedang terduduk bersantai disofa sambil memikirkan langkah apa yang sebaiknya akulakukab, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.

“Cain Onii-chan! Makanan sudah siap!!”

Enark datang untuk memberitahuku bahwa makanannya sudah siap.

“Ya, aku segera kesana…”

Cain bangun dari sofa lalu membuka pintu.

“…”

Enark menatap Cain. Dan pipinya agak memerah.

“Ada apa Enark-chan?”

Cain mendekatkan wajahnya dan memperhatikn Enark, namun wajah Enark malah semakin memerah.

“Onichan, kelihatan seperti bangsawan… kereen!! “

Setelah mengucapkan itu Enark langsung pergi meninggalkan Cain.

“Ah karena ini ya…. Aku tidak terlalu peduli karena ini adalah pakaian biasa bangsawan….”

Pakaian yang digunakan Cain adalah pakaian biasa milik Bangsawan. Tentu saja itu berbeda dari pakaian yang dipakai masyarakat biasa, serta terbuat dari bahan berkualitas tinggi.

Karena pakaian lain yang ia miliki juga sama seperti ini, jadi dia memutuskan untuk langsung turun menuju ke ruang makan. Sesampainya di tempat makan, Dashu pun terkeut melihat penampilan Cain. Serta disana juga ada Himika. Menyadari keberadaan Cain, himika berdiri dan membungkukan badan.

“Cain-sama, terima kasih telah memberikan sihir pemulihan pada saya…. Sekarang aku sudah sembuh total. Selama saya tertidur saya sudah merepotkan Dashu dan Enark, jadi saya akan berjuang… Makanan mam ini dibuat dengan penuh semangat oleh Dashu, jadi silahkan nikmati…”

Setelah mengucapkan rasa terimakasihnya, Himika kembali mmenuju dapur.

Seperti  biasanya, dari dapur tersebar aroma yang sedap.

Support kami dengan membuka popads atau Kunjungi link ini dan lewati iklannya sehari sekali saja…

“Hmm. Wanginya enak…”

Ketika aku melihat sekeliling, terlihat parti peualang yang terdiri dari empat orang, serta pengrajin yang baru uang bekerja. Mungkin mereka tepancing oleh aroma seap ini juga, dan menunggu sambil menikmati minuman mereka.

“Tapi hari ini benar-benar luar biasa ya… Waktu aku ke guild, tempat latihannya jadi seperti itu….”

“Parah banget itu… katanya itu akibat penyambutan anak baru…”

“Wakil ketua guild juga dibawa pake tandu…. Sebenarnya apa yang erjadi disana ya…”

“Petualang yang melakukannya juga rank C kan? Kuarasa guild akan menjadi lebih liar…”

Sambil mendengar obrolan yang tak terlalu ingin fi dengar, cain meminum jus buah miliknya.

“Cain-onichan maaf menunggu!”

Enark membawakanku sepiring makanan.

“Hari ini adalah Stew Orc loh!! Kita apakai banyak daging, pasti enak!”

“Terima kasih, Enark”

Aku menerima nampan dari Enark dan melihat apa yang masakannya. Terlihat rebusan yang masih panas yang merupakan White stew yang berisi danging Orc. Serta ada juga dua potong roti dan salada.

“Kelihatannya enak, Itadakimasu!!!.”

Cain menyatukan telapa tangannya, lalu setelah itu menyedok stew itu dan memasukannya kedalam mulutnya. Rasa daging yang lembut itu menyebar didalam mulutnya.

“Hmm! Ini sangat lezat”

Cain tersenyum pada Enark, yang sedang menunggu di sebelahnya.

“Ayah juga pasti senang! Makan yang banyak ya…”

Enarkpun pergi menuju pelanggan lain untuk mencatat pesanan mereka.

Setelah selesai makan. Akupun kembali ke kamar dan besantai.

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

◇◇◇

Disuatu tempat di kota Dintle

Di ruangan itu terapat sebuah meja dan epat kursi di setiap sisinya. Hanya cahaya lampu yang terdapat ditengah meja yang menyinari ruangan itu.

Di ruangan redup itu, saat ini duduk Empt orang pria dan wanita duduk.

“Aku tidak menyangka akan dikirim seorang walikota lagi….”

“Pasti dia akan lari seperti yang sudah-sudah… lagipula katanya masih anak-anak kan…”

“Bagiku bukan saatnya untuk membahas itu… Hari ini sungguh merepotkan tau! “

Mendengar ketiga orang itu saling berbicara, seorang yang seari tadi diam, menghentikan mereka.

“Semuanya tenang…Walikota kali ini adalah juga seorang petualang… jika ada masalh kita tinggal buat dia menjadi umpan monster saat dia melakukan Quest…”

Pria itu mulai berbicara, dan ketiganya mengangguk.

“Tapi… Rick bersiaplah agar daerah kumuh ini bisa bergerak akapan pun… Betty juga bersiap lah…”

“Baik… serahkan padaku… Aku akan mempersapkan Dark guild agar bisa bergerak kapanpun. “

Rick yang mengenakan tudung hitam mengangguk pada pertanyaan pria yang duduk tengah itu.

“Sekarang mungkin agak ribet, tapi nanti mungkin akan tenang lagi…”

Betty mengangguk, ia teringat apa yang terjadi hari ini.

“Yang terbaik bagi kota ini adalah kita berempat yang mengelolanya bersama seperti biasanya…”

Diakhir kata-kata itu yang keluar dari pria yang tampak seperti pemimpin itu.

Semoga bisa selesaikan volume 2 secepatnya.

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 25 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

16 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 25”

  1. rachman says:

    meski udah baca raw ny tpi tetap ane pantau buat koreksi bagian yang gx ane pahami.
    sehat selalu biar bisa terlanjutin min

  2. Hideri says:

    Mantap yang ditunggu update jg, thanks min
    Sehat selalu yo

  3. Mancha says:

    Mantapsss.. Di tunggu² akhirnya update jugaa.. Lanjutkann

  4. Adi says:

    Mantap dah update.
    Semoga kedepan ny lebih cepet update, n semangat min ngerjain ny.

  5. Himeko says:

    Lanju min semangat uploadnya,dan jangan lupa jaga kesehatan 😀

  6. Ritsu says:

    lanjut dong minn, btw semangat yaa

  7. Maple says:

    Kapan lanjutt lagi minn…?

  8. Yuriko Zaky says:

    Min ch vol.2 ch.26 nya kok gak bisa di buka?

  9. Yuu says:

    Siiipppp Dark Guild cari masalah ke orang yg salah wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *