Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 26
~~

 

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

Ketika Cain sedang tidur di dalam sebuah kamar yang mewah, terdengar suara pintu diketuk. Matahari sudah terbit, dan orang orang dikota sudah beraktivitas.

“Selamat pagi!”

Setelah mengetuk, Enark bergegas masuk ke dalam kamar. Cain yang masih mengntuk berusaha bangkit dari tempat tidur.

“Selamat pagi Enark …”

Cain merangkak keluar dari tempat tidur, mengusap matanya yang mengantuk.

“Sarapan sudah siap, turun ya!”

Enark pun langsung meninggalkan kamar setelah mengatakan itu.

“Enark semangat sekali pagi pagi begini ya… “

Gumam Cain sambil mengganti pakaiannya. Karena hari ini ia harus pergi ke balaikota, sementar ia menggunakan baju biasa.

Ketika ia turun ke tempat makan, Himika-san sepertinya sudah sehat dan sudah mulai bekerja normal.

“Selamat pagi. Apakah kedaaan mu sudah baik?”

Ketika Cain berbicara, ia menghentikan pekerjaannya dan berbalik dengan penuh senyum.

“Aku sudah benar benar sehat sekaran, Terima kasih banyak.”

“Syukurlah kalau begitu… Jika terjadi sesuatu lagi nanti aku akan menggunakan sihir penyembuhan lagi…”

“Aku tidak bisa jadi semanja itu… Aku sudah menyiapkan sarapanmu silahkan kesebelah sini…”

Sesuai dengan arahan Himika-san aku duduk di Counter tempat aku kemarin makan malam. Taklama kemudian makanan pun dikeluarkan.

Menu hari ini adalah beacon dan telur orak-arik, juga sup dan roti. Akupun langsung menyantapnya karena lapar.

“Terimakasih makanannya. Hari ini setelah menyelesaikan beberapa hal aku akan langsung kembali ke ibukota, aku akan kesini lagi dalam waktu dekat…”

Cain mengabari Himika setelah selesai makan.

“Begitu ya… Enark sepertinya sangat menempel padamu ya… kurasa dia akan kesepian.”

Dashu keluar dari dapur.

“Cain-sama maf telah banyak merepotkan mu, jika nanti datang lagi ke kota Drintle mampirlah walau hanya untuk makan…”

“Tentu saja… Makanannya sangat lezat… izinkan aku mampir lagi lain kali… “

Dan Enark mengintip dari sudut dapur. Dengan wajah yang hampir menangis.

“Enark-chan, kemarilah…”

Cain memanggil Enark dengan suara lembut.

“Oni-chan, datang lagi ya! Nanti kalau kamu ke kota ini lagi… janji ya…”

Enark memeluk Cain. Cain pun membelai kepala Enak.

“Pasti… Setiap aku datang ke kota ini aku pasti akan mampir kesini untuk makan…Kamu harus rajin membantu ibu ya.. “

“Ya! Aku akan membantunya!”

Cain meninggalkan penginapan sambil diantar oleh mereka bertiga. Lalu menuju ke balaikota untuk menghadapi pertemuan yang akan diadakan. Karena penjaga yang ada di gerbng adalah orang yang sama dengan kemarin, ia langsung diperboleh kan masuk ke ruang kerja.

“Selamat pagi, Cain-sama.”

Sang wakil walikota Elive yang menyapa.

“Karena masih ada waktu, apakah anda ingin berganti pakaian dengan pakaian bangsawan? “

“Benar juga… karena ini adalah kesan pertama. Aku harus menggunakan pakaian formal. “

Support kami dengan membuka popads atau Kunjungi link ini dan lewati iklannya sehari sekali saja…

Cain memasuki rung kerja dan mengeluarkan pakaian bangsawannya dari [Item box] dan mulai mengganti pakaiannya.

Memastikn penampilannya di depan cermin, lalu duduk di kursi.

確認 Periksa diri Anda dengan cermin. Sambil menyakinkn dirinya yang terlihat berusia 10 tahun, iapun duduk di kursi ruang kerja.

“Bagaimana sebaiknya kita mengubh kota ini… Guild juga tidak berguna, Gereja juga memungut biaya yang keterlaluan, ditambah masalah pemukiman kumuh… terlalu banyak masalah disini…. Lagipula dinding luar yang hany terbuat dri tumpukan batu itu benar-benar mengganggu pengembangan kota kedepaannya… Dan aku hari inni harus kembali ke ibukota, kurasa memang harus mulai minggu depan saja….”

Cain memperhtikan dokumen pendapatan dan pengeluaran kot yang diserahkan Elive. Sangat terlihat jelas bahwa kota ini mengalami defisit hingga harus di subsidi oleh kerajaan.

Cain adalah seorang siswa SMA di dunia sebelumnya. Pemahamannya tentang hitungan dan angka melebihi orang orang yang ada di dunia ini.

Ketika ia memfokuskan pandangannya pada dokumenitu, ia menemukan beberapa poin yang sedikit aneh dan menandainya. Tentu saja, ia menulisnya dalam bahasa Jepang sehingga orang lain tidak akan mengerti.

Ditengah kesibukan, Elive telah menyiapkan makan siang dan mereka berdua mengobrol tentang pekerjaan mereka.

“Kota ini memiliki banyak petualang, agak sulit mengumpulkan pajak. Kita dapat menjalnkan pemerintahan menggunakan pajak yang kita dpat dari penginapan dan penjualan di toko-toko. Namun karena kita harus mengeluarkan dana subsidi untuk Gereja dan juga dana untuk mengkontrak guild petualang, kita menjadi krisis. “

Cain menanggapi penjelasan Elive dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan poin-poin yang telah ia tandai.

“Pertama-tama soal gereja, ketika aku bertanya kepada orang-orang, tampaknya mereka harus membayar terlalu mahal daripada gerej diibukota, itu terlalu tinggi untuk sebuah uang amal…. Hampir sepuluh kali lipat dari yang ada di ibukota kerajaan, ada apa ini? Kurasa ini sudah terlalu parah dan mungkin kita perlu memanggil pendeta baru dari ibukota… “

“Tentang itu … itu jadi mahal karena tidak banyak orang yang menerima sihir penyembuhan di gereja…”

Elive menjelaskan dengan nada terburu-buru dan berkeringat di dahinya.

“Kurasa bukan itu sebabny… Mereka tidak mau datng karena mahal, bukan begitu? Jika mereka menurunkan harganya mungkin akan banyak orang yang datang dan uang sumbangan amal pun juga bertambah. Lagipula bukan kah kita mengeluarkan subsidi kan? Jika kita mengeluarkan Subsidi maka kita harusnya sudah mengecek pengeluaran dan pemasukan mereka kan? Bagaimana dengan itu? Tentu saja kau akan menunjukannya pada walikota ini kan?”

Cain terus bertanya sambil memikirkan aspek masyarakat umum yang ada di kehidupan masa lalunya.

“Tidak, tidak, tidak … aku belum pernah meminta mereka menunjukan catatan pemasukan dan pengeluaran gereja …”

Elive menjawab pertanyaan dengan wajah memucat.

“Kalau begitu ketika aku datang lagi minggu depan, minta mereka menunjukannya. Jika mereka tidak bisa maka kita akan menghentikan subsidiya…”

Cain melanjutkan.

“…Baik … aku akan memberi tahu gereja tentang itu …”

“Terkait masalah pemukiman kumuh, jika kita memberikan pekerjaan pada mereka kurasa jumlahnya akan berkurang. Karena selama ini kita terlalu bergantung pada petualang… Karena kita tiidak punya cukup ruang di dalam dinding kota saat ini, aku berencana akan meperluas dinding kota. Terkait itu aku yang akan memikirkan detailnya. Setelah diperluas nanti kita akan membangun beberapa perusahaan untuk mempekerjakan mereka, terkait itu akan kita bahas detailnya di kemudian hari. “

“…Cain-sama sangat berwawasan luas ya… sangat tidak terlihat seperti usia sepuluh tahun …”

Menanggapi pertanyaan Cain, Elive menjawab dengan tingkah mencurigakan sambil menyeka dahinya.

“Yah, pertama-tama kita hadapi guild dulu, kurasa mereka akan segera sammpai kan??”

Kunjungi link ini dan lewati iklannya untuk mensuport kami

“Ya, ketua Guild Rixets-dono dan wakilnya Betty-dono akan segera datang.”

Cainuntuk pertama kalinya mengetahui bahwa Betty adalah seorang wakil ketua Guild. Ketua guildnya mungkin orang yang sedikit mempunyai otak, namun wakil ketua guildnya sedikit bermasalah seperti apa yang dikatakan oleh pedagang sate di kota.

Setelah makan, Elive meninggalkan posisinya, setelah memberitahunya untuk memanggilku jika ketua dan wakil ketua Guild petualang datang, akupun masuk ke ruang kerja sendirian.

Cain membuat catatan hal-hal yang ingin ia selidiki sendiri, lalu memasukannya kedalam [Item Box].

Sedeikit melewati tengah hari, satu petugas datang memanggilku.

“Cain-sama, guildmaster Rixets dan subguildmaster Betty sudah datang, Saat ini Elive-sama sedang menyambut mereka”

“Baik, aku akan segera kesana… di ruang tamu kan??”

“Benar, mereka sedang menunggu di ruang tamu”

Cain mengingat apa yang terjadi kemarin, dan ia meninggalkan ruang kerjanya sambil penasaran ekspresi apa yang akan mereka buat nantinya.

Elive sudah lebih dulu berada diruang tamu bersama mereka berdua. Suara Rixets sangat kencang sampai terdengar di balik pintu.

“Aku kan sudah bilang, kemarin tetmpat  latihan guild dihancurkan termasuk area penonton, aku ini sedang sibuk, dan kau menyuruh ku datang hanya karena walikota yang baru telah datang?? Aku tidak punya waktu untuk itu!!!”

Cain menyadari apa yang telah dia lakukan kemarin.

Seorang petugas memasuki ruangan setelah mengetuk pintu.

“Viscount Cain sudah tiba… “

Mereka berdua yang merupakan perwakilan dari Guild petualang, tanpa memperdulikan sopan santun langsung duduk di sofa.

Lalu Cain pun memasuki ruangan itu.

Saat mereka melihat wajah Cain, mereka ekspresi wajah mereka membeku. Lawan yang kemarin sempat menghancurkan tempat latihan dan membuat para petualang dan wakil ketua guild sampai mengompol ada di hadapan mereka.

Cain pun duduk di sofa di hadapan mereka.

“Yah… aku baru saja diangkat sebagai walikota yang baru, namaku Cain von Silford Drintle, Salam kenal ya”

Cain menyapa dengan dengan normal.

Rixets dan Betty terdiam dengan mulut terbuka.

Chapter 27 besok pagi, Semoga bisa selesaikan volume 2 secepatnya.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-25-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]
[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]
[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-27-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]
Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 26 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

9 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 26”

  1. Zirco says:

    Mantullll lanjut gannn, selalu update ya, semangattt adminn

  2. Manchaa says:

    Selalu update.. Semangat..
    Web ini ane pantau tiap hari loh.. Karna fav bangett

  3. Cordlius says:

    Thanks min…semangat trus

  4. Hideri says:

    Dari kemaren kemaren belum mantau ini web karna banyak tugas. Ternyata udah update aja. Makasih buat updatenya min

  5. Yuu says:

    Ekspresi Rixets dan Betty = ???
    Dalam hati mereka = ?????????

    Readers : AOKWOKWOWKWOK

  6. Yusuf says:

    Bawa ulang biar gak lupa keganasan bocah yg katanya msih 10tahun :v

  7. Albedohime says:

    Thanks min sepp..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *