Vol.02 - Ch.27 ~ Penyambutan Kota Drintle Bagian 6

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 27 di Kurozuku.

3 Apr 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

 

Rixets dan Betty terdiam dengan mulut terbuka.

Menyaksikan hal ini, Elive merasa keheranan, ia membandingkan ekspresi Cain dengan kedua perwakilan guild itu.

Kemudian sang ketua guild Rixets memulai langkah pertama.

“Tuu-tu-tunggu sebentar… bukan kah kamu ini petualang kelas iron?? “

Rixets terkejut, dan tingkahnya sedikit terbata-bata. Karena kemarin ia telah menghadapi aura membunuh yang cukup hebat, kini suaranya agak bergemuruh. Sedangkan Betty, merasa Cain adalah petulang pemula kemarin, memalingkan wajahnya yang pucat.

“Hm, aku memang petualang kok… nih aku bawa kartu guild…”

Cain menunjukan mengeluarkan Goldcard nya yang mengkilap keemasan dari kantongnya dan meletakkannya di atas meja.

“Eh? Eee? Rank A??? Tidak mungkin….”

Melihat katu emas yang mengkilap itu Betty terkejut.

Tentu saja Elive juga terkejut karena selalu beranggapan bahwa Cain hanyalah seorang anak-anak.

“Aku mendapakannya dari Edin-san yang ada di ibukota, IronCard-ku langsung di tukar dengan GoldCard… “

“Tidak mungkin …”

Rixets juga terkejut.

“Oh iya, aku juga membawa titipan surat dari Edin-san, ketua guild di ibukota. “

Cain mengeluarkan surat yang telah ia siapkan di kantungnya dan meletakannya di atas meja.

“Izinkan aku membacanya…”

Rixets mengkonfirmasi segel surat itu yang memamng dari guild pusat, lalu membukanya. Dan mulai membaca surat yang ada di dalamnya.

“Ketua guild Cabang Drintle, Rixets-dono. Sudah lama kita tidak bertemu, Apakah kabarmu baik-baik saja? Kali ini, tentang Viscount Cain von Silford yang akan menjadi walikota di sana, singkatnya, ia adalah monster. Kau mengenl adik ku Tiffana kan? Adiku yang menjadi komandan Royal Knight. Viscount Cain ini jauh lebih kuat dari adikku itu. Mungkin saja di dia yang terkuat di kerajaan ini, jadi hai-hati dalam ucapanmu ya… Kurasa akan baik-baik saja jika kau menghadapinya dengan normal, tapi jika kau membuat marah dia, jangankan guild, dia mungkin bisa menghancurkan seluruh kota loh… Sepertinya Yang mulia juga telah menekankan padanya setidaknya janngan sampai menghancurkan seluruh kerajaan. Tolong benar-benar hati-hati ya… Btw, dirumah Viscount Cain saat ini, diruang tamunya ada patung monster rank SS Red Dragon dipajang, katanya ia mengalahkannya sewaktu berusia  tahun. Aku harap saat kita bertemu lagi, lima bagian tubuh mu masih lengkap ya… Beneran bahaya loh… bukan bercanda ya!? Ketua guild ibukota, Edin.”

Rixets yang telah selesai membaca surat itu gemetar. Betty yang mengintip dari samping wajahnya tambah pucat.

“Aku hanya menerima surat itu untuk disampaikan, jadi aku tidak tahu apa isi—Loh kalian kenapa pucat begitu? Apa kalian baik-baik saja?? “

Cain yang tidak mengetahui isi surat itu, mengajak bicara sambil tersenyum.

“Bolehkah saya membaca isi surat itu? “

Elive merasa penasaran karena keduanya menunjukan ekspresi mereka yang mengerikan.

Rixets menyerahkan surat kepada Elive itu tanpa sepatah katapun. Elive menerimanya, dan mulai membaca. Ketika selesai membaca, wajah Elive pun ikut memucat, dan gemetaran. Karena Elive juga menunjukan perubahan ekspresi di wajahnya, Cain pun merasa penasaran. Iapun menerima surat dari Elive dan mulai membaca apa isinya. Cain pun mulai gemetaran dan ketika selesai membacanya langsung meletakan surat itu diatas meja.

“….”

Semua orang terdiam. Keheningan terus berlangsung selama beberapa menit.

Tiba-tiba, Rixets memulai pergerakannya.

Lalu dia bersujud dihadapan Cain. Baik Cain maupun Elive terkejut atas peristiwa ini, tentu saja Betty yang duduk di sebelahnya juga terkejut.

“Aku mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di guild waku itu. Maasalah ini bukanlah tanggung jawab para petualang dan Betty yang ada di sini. Akulah yang bertanggung jawab atas semua kejadian. Anda boleh menghukumku dengan cara apapun, jadi tolong ampuni para petualang di guild…”

Rixets meletakan wajahnya dilantai dengan penuh penyesalan. Cain merasakan ketulusan Rixets dan tersenyum.

“Rixets-dono, angkat kepalamu. Aku mengerti perasaanmu. Aku tidak berniat melakukan apapun padamu. Lagipula kemarin aku sudah menghancurkan tempat latihanmu… Pertama-tama duduklah dulu… kita tidak akan bisa bicara jika tetap begini…”

Rixets mengangguk pada kata-kata Cain dan duduk di sofa.

“Namun, kondisi ini terlalu buruk… jadi aku berpikir akan melakukan perbaikan pada poin-poin tertentu. Terkait pajak juga, sampai sekarang kalian belum pernah membayarnya. Mulai saat ini aku minta kalian membayar pajak yang sesuai dengan biaya kontrak yang kami bayarkan. Terkait tempat pelatihan, aku akan memberikan sedikit bantuan dari dana pribadiku. Meskipun tidak keseluruhan, tolong anggap karena masalah ini disebabkan oleh pihak mu… “

Cain menjelaskan satu persatu rencananya dimasa depan.

“Baik… aku mengerti. Dengan ini aku mengerti kenapa anda bisa menjadi walikota di usia 10 tahun…”

Rixets mengangguk tanpa rasa enggan.

“Aku hari ini akan kembali ke ibukota, dan akan kembali lagi minggu depan, mari kita bicarakan lagi jika saaatnya tiba..”

Rixets merasa penasaran dengan penjelasan Cain.

“E..etto, Kenapa anda kembali ke ibukota? Jarak dari sini adalah 2 hari perjalanan, dan akan memakan waktu  4 hari pulang-pergi kan? Bukankah lebih baik jika anda tetap di Drintle? “

 “Ah… biar begini aku masih merupakan seorang murid di Akademi kerajaan. Kalau aku tidak masuk nanti akan ada yang mengeluh, dan orang yang mengeluh ini agak merepotkan.. “

“Oh iya anda masih berusia 10 tahun ya.. Aku sampai lupa tentang ini jika berbicara dengan anda… Saat anda tiba di Dintle nanti silahkan hubungi aku, aku akan segera datang ke balaikota”

“Baiklah… aku mengharapkan kerja samamu di masa depan…”

Cain banggkit dan menyodorkan tangan kanannya. Rixets menyambut tangan itu dan membalut tangan mungil Cain dengan tangannya.

“Ya, tentu saja. Silakan datang dan kunjungi guild jika ada waktu…”

Di akhirnya menundukan kepalanya, dan meninggalkan ruangan bersama dengan wakilnya Betty. Betty terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu, namun Cain tidak merasa terganggu sama sekali.

Diruangan itu hanya tersisa Cain dan Elive.

“Aku akan datang lagi minggu depan, jadi aku akan mengandalkan mu sampai saatnya tiba. Kalau begitu, aku akan segera berangkat ke ibukota ya….”

“Baik, Cain-sama. Bagaimana dengan persiapan kereta kudanya?”

“Ah tidak apa-apa, aku datang kesini sendiri, jadi jangan khawatirkan soal itu…”

Setelah selesai berbicra, Cain kembali ke ruang kerjanya, dan mengenakan pakaian petualangnya. Lalu menyapa para petugas dan meninggalkan balaikota.

“Untuk berajga-jaga, lebih baik aku tetap begini sampai di luar kota ya…”

Mesikupun ia bisa langsung menggunakan [Transfer] dan langsng berpindah ke ibukota, namun karena di gerbang akan ada prajrit yang mengecek orang yang keluar masuk, maka Cain pikir ini akan jadi masalah, jadi ia memutuskan untuk tetap  berjalan sampai keluar kota.

Cain mampir ke tempat paman penjual sate dan membeli beberapa tusuk sate lalu menuju ke arah gerbang timur kerajaan. Seteh keluar dari kota dan memasuki sudut yang sepi, ia pun menggunakan sihir [transfer].

Dan pemandangan sekitar pun dalam sekejap mata berubah. Yang tadinya berada di jalan pedesaan diluar Drintle, kini berubah menjadi tembok megah sebuah ibukota.

Cain bejalan dengan santai menuju ke gebang kota dan berbaris untuk masuk.

Ibukota kerajaan memiliki gerbang untuk umum dan gerbang untuk para bangsawan. Hal ini memungkinkan agar kereta kuda milik bangsawan dapat lewat dengan lancar.

Kereta milik bbangsawan banyak yang keluar masuk gerbang, bahkan saat sedang mengantri begini masih banyak kereta yang keluar masuk.

Dan salah satu kereta itu berhenti menghampiri Cain.

Kereta itu memiliki simbol yang sangat di kenalnya. Itu adalah Lambang keluarga Silford.Dua kesatria pengawal datang menghampiri.

Meskipun ia sedang menyamar sebagai petualang, sepertinya itu tidak berarti.

“Viscount Cain-sa,a kenapa anda berbaris di gerbang umum? Tuan Margrave meminta anda untuk naik kealam kereta ini… “

Orang-orang yang berpikir bahwa ia hanyalah seorang bocah petualang yang ikut mengantri, setelah mengetahui dirinya adalah seorang bangsawan mereka pun berusaha menjaga jarak.

Menyadari hal itu, Cain hanya mampu menghela nafas adan menjawab.

“Ternyata keretanya ayah ya… aku akan naik kesana…”

Iapun meninggalkan barisan umum dan menuju ke kereta milik Garm itu. Sebas turun dan menyambutnya.

“Lama tidak jumpa Viscount Cain-sama, rumor tentang anda sudah sampai ke wilayah Gracia. Didalam, tuan Garm sedang menunggu anda, jadi silahkan naik.”

“Sudah lama ya, Sebas. Ijinkan aku naik ya…”

Setelah ia menyapa Sebas, iapun langsung naik ke kereta milik Garm.

“Ayah… Lama tidak jumpa…”

Cain membungkuk ke Garm lalu duduk dihadapan Garm.

“Cain, sudah lama ya… Aku benar-benar terkejut kamu menjadi seorang Viscount. Dan aku tidak menyangka kamu akan menjadi walikota Drintle… Sepertinya yang mulia berlebihan… tapi, mau kemana kamu dengan kostum petualang ini…”

Karena Garm sudah mengetahui tentang Cain yang dapat menggunakan sihir [Transfer], ia menjelaskan kepada Garm tentang perjalanan ke kota Drintle dengan sejujurnya. Diapun ingat ketika pertama kali memperlihtkan sihir ini kepada Garm, diapun terkejut lemas.

“Guild petualang disana itu kuat soalnya ya… yah kurasa iu bukan tandingan Cain kan…”

Garm menjawab sambill menyeringai.

“Daripada itu, ayah, bisakah ayah mmengenalkan ku pada seseorang yang bisa mengurus urusan pemerintahan dalam kota? Di sana itu sangat defisit, jadi kupikir aku akan mengubah banyak hal kedepannya…”

Dengan menggunakan [World Diictionary] dia mungkin saja bisa menyelidiki dan mempelajari tentang urusan dalam kota, namun ia terlalu sibuk dengan tugsnya sebagai pelajar dan walikota.

Cain mengatakan hal yang sejujurnya terkai masalah keuangan di kota Drintle. Ada sejumlah kota di daerah perbatasan, dan setiap kota tampak makmur, berkat pemerintahan Garm yang baik. Ini akan sangat bagus bagi Cain untuk bisa merekrut orang dari sana. Garm terllihat agak bingung, namun khawatir, sesaat kemudian ia seakan teringat sesuatu dan kemudian menjawab.

“Ada… satu orang yang tepat… “

“Benar kah??? Tolong kenalkan aku dengannya!”

“Sekarang dia ada di Gracia, nanti aku akan memberitahunya. Dan akan membuat dia tiba di ibukota dalam sebulan…”

“Terima kasih, Ayah.”

Setelah mendapat keputusan bahwa akan kedatangan orang yang memahami urusan dalam kota, Cain memikirkan rencana pembangunan kota di sepanjang perjlannannya menuju ke rumah.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

16 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 27”

  1. Zirco says:

    Mantulll, lanjut min, jangan gentar, kalo bisa link donasinya tambahin pake ovo atau lewat shopee, nanti dibantu biar makin semangat wkwk, semangattttt minn

  2. Mancha says:

    “Semoga bisa selesaikan volume 2 secepatnya ”
    Dalam hati w : aminnnn..

  3. Hideri says:

    Oke mantap sekali buat chapter ini, tetap semangat min wkwk

  4. Himeko says:

    Mantap kali min,semangat updatenya dan jangan lupa jaga kesehatan?

  5. rachman says:

    mantap sehat selalu min supaya bsa terus lanjut.

  6. Kurogane says:

    hahaha lanjutkan min gw suka baca disini karna subnya bener the bestlah min
    semoga makin lancar min hehe….

  7. Dean1101 says:

    Semoga sehat selalu ya min, dan semangat updatenya

  8. Envy says:

    Lanjut kannn

  9. Envy says:

    Lanjut kannn gas terosss

  10. Aryo says:

    Lanjutkan min
    Jangan kendor

  11. Yuu says:

    Garm : Orang itu adalah ka-
    Cain : Jangan Bilang…..

    Jadi ingat pas waktu Cain bertemu ama Yuuya lalu Yuuya pun bilang hal yg sama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *