Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 28
~~

Tolong klik salah satu iklan ya….

Karena Cain diantar sampai kerumah dengan kereta Garm, prajurit penjaga rumah Cain terkejut.

“Selamat datang, Viscount Cain.”

“Aku pulang…”

Iapun masuk kedalam rumah setelah melambaikan tangan kepada penjaga gerbang. Ketika membuka pintu dan masuk kedalam, Sylvia sedang menunggu di dalam.

“Selamat datang Cain-sama, aku khawatir apakah anda akan kembali hari ini atau tidak…”

“Karena kalau aku tidak pergi ke sekolah, nanti akan ada keluhan dari Teles dan Silk soalnya…”

“Benar juga, mereka khawatir sampai-sampai mereka datang setiap hari…”

Cain mengangguk dalam diam menanggapi jawaban Sylvia.

Iapun masuk ke kamarnya, melepaskan armor kulitnya dan berganti dengan pakaian biasa. Hari itu setelah ia menyantap makanan lalu ia beristirahat.

Cahaya matahari yang terang menyinari kamarnya, dan iapun terbangun.

“Hari ini kita sekola lagi ya… Semangat!! “

Iapun sarapan sepertu biasa, dan iapun pergi kesekolah. Hari-hari berlalu dengan rutinitas biasa, menerima pelajaran, berbincang-bincang dengan Teles dan Silk.

Dan besok hari libur tiba. Segera setelah ia pulang sekolah, ia berganti dengan pakaian petualangnya.

“Collin, Sylvia, aku akan ke Drintle lagi, tolong jaga rumah ya…”

Collin dan Sylvia mengangguk merespon perkataan Cain.

“Selamat jalan, kapan-kapan tolong ajak kami juga ya!”

“Percayakan urusan rumah ini pada kami, jangan khaatir!! “

Setelah berpamitan pada mereka berdua, Cain langsung menggunakan Sihir [Transfer]. Minggu lalu, Cain telah memberitahu kepada mereka berdua, bahwa dirinya dapat menggunakan sihir [Transfer]. Hal ini dikarenakan ia akan merasa repot jika harus selalu pergi ke luar gerbang kota dulu sebelum menggunakan sihir [Transfer] saat setiap kali akan pergi, dan mereka terkejut saat mengetahui dapat tiba dari mansion ke Drintle dalam sekejap.

Untuk mengetes nya, ia pernah meletakan tangan di pundak mereka dan menggunakan sihir [Transfer] lalu membawa mereka langsung ke Drintle. Mereka cukup terkejut dengaan pandangan mereka yang langsung berbeda, apalagi ketika mereka menyadari jarak yang harusnya ditempuh dengan dua hari perjalanan dapat ditempuh dalam sekejap mata. Adapun Sylvia,  dia malah meminta di bawa ke berbagai tempat dengan kilauan dimatanya. Tentu saja Cain menolaknya.

Terkait sihir [Transfer], dikatakan bahwa ini merupakan sihir manipulasi ruang legendaris yang membutuhkan pelatihan dan pengalaman yang cukup untuk dapat menggunakannya. Bahkan sampai saat ini belum pernah ada yang terkonfirmasi dapat menggunakan sihir ini.

Cain menggunakan sihir [Transfer] nya dan dlam sekejap tiba di gerbang masuk kota Drintle.

“Sudah seminggu ya… Minggu ini aku harus melakukan berbagai investigasi… tapi karena sekarang sudah sore besok saja lah…. Makan malam… Sekali-sekali sebaiknya aku berkunjung ke tempat Enark deh.. “

Settelah menunjukan kartu guildnya kepada petugs penjaga gerbang, iapun langsung masuk melewati gerbang dan menuju ke penginapan [Cat Calmness].

Ketika ia memasuki pintu, terlihat Enark yang sedang mondar-mandir mengurus pesanan seperti biasanya.

“Selamat dat-! Ah! Oniichan..! Selamat datang!”

Mnyadari akan kehdiran Cain, Enark langsung menghampirinya setelah memberikan pesanan kepada pelanggan.

“Cain-oniichan, lama tidak ketemu!! Hari ini mau makan? Atau menginap?? “

Terlihat ekor Enark yang melmbai lmbai dengan halus.

“Hari ini aku mau menginp… tolong siapkan makan malam juga ya…”

“Baik!! Karena kamar yang waktu itu sedang kosong, kakak bisa menginap disitu… Sejak saat itu ibuku selalu sehat… ini kunci kamar 301… Karena kamar itu spesil, harusnya biayanya 2 keping perak, karena sedang sepi, jadi 6 keping tembaga besar saja tidak apa-apa…”

Cain membayar langsung membayar dan menerim kunci kamar itu.

“Makan malam nya akan segera siap, cepat turun ya setelah ganti pakaian!! “

Enark meletakan uang yang dia terima di meja resepsionis dan kemudian kembali membantu mengurus pesanan. Karena sudah mulai senja, ini adalah jam sibuk bagi mereka.

Cain pun  menaiki tangga dan memasuki kamarnya. Karena semua barang bawaan nya ada di [Item Box],  jadi dia hanya berganti pakaian saja. Setelah meengenakan pakaian biasanya, dia pun keluar dari kamar dan menuju ke tempat makan.

“Ah, Cain-Oniichan, Sudah siap nih!! Ayah, ibu, Cain-oniichan datang loh…!”

Mendengar panggilan Enark, mereka berduapun keluar dari dapur.

“Yah… Cain-sama terima kasih banyak sudah mau datang lagi… Berkat Cain-sama, Himika sudah sehat sekali seperti kelihatannya…”

“Terima kasih, Cain-sama. Karena saya sudah sehat jadi saya akan berjuang untuk membantu toko ini!!”

Dashu dan Himika keluar dari dapur untuk mengucapkan terima kasih.

“Aku senang Himika-san sudah membaik… Tapi kuharap gereja itu kedepannya bisa lebih baik lagi… “

Jawab Cain, sambil memikirkan gereja yang belum pernah ia kunjungi.

“Ngomong-ngomong, aku mendengar bahwa minggu lalu seorang walikota baru telah ditunjuk… Meskipun sampai sekarang adanya walikota tidak terlalu berpengaruh, tapi kuharap kali ini akan lebih baik…”

Cain tersenyum pahit mendengar cerita Dashu. Tentu saja dia tidak akan bisa mengatakan padanya bahwa “aku loh walikotanya” pada mereka.

“Iya ya… Kuharap juga akan segera berubah…”

Cain hanya bisa menjawab beigtu.

“Hari ini kita dapat daging minotaur yang bagus loh… daging rank B itu langka sekali soalnya, jadi aku membuatnya menjadi steak… ini adalah produk kebanggaan ku loh yang rasanya bisa lumer di mulut…”

Gembira dengan kedatangan Cain, Dashu pun kembali ke dapur.

“Arara sayang… Cain-sama, kita sudah hampir selesai, jadi tolong tunggu sebentar.”

Himika pun kembali ke dapur.

Cain pun duduk di depan Caunter dan meminum jus buah yang telah dikeluarkan lebih dulu. Enark beruang sekuat tenaganya mondar-mandir menyajikan minuman yang dipesan oleh beberapa petualang. Cain pun mengabiskan waktu sambil menyaksikan itu dari kejauhan.

“Cain-sama maaf membuamu menunggu, ini steak minotaur nya….”

Dashu langsung membawakannya kepada Cain. Daging steak yang ada di hadapannya masih memiliki uap dengan campuran saus dan menggugah selera, aroma ini menggelitik hidung Cain.

“Terima kasih… Langsung aku santap ya….”

Cain memotong daging itu seukuran gigitan lalu dengan garpunya memasukan potongan itu kedalam mulutnya. Semakin lama ia mengunyahnya, daging iitu semakin meleleh dalam mulutnya dan kelezatanya rasanya pun menyebar.

“Ini lezat sekali!!!”

Menambahkan roti dengan daging yang dipenuhi saus pun rasanya juga cukup luar biasa.

Ketika dia sedang fokus untuk makan, masuk kedalam toko sekelompok petualang yang terdiri dari empat orang yang perangai nya agak buruk.

“Oi… Misi ye…”

Mereka langsung masuk ke toko dan mengelilingi meja yang sudah mereka anggap seperti milik mereka sendiri.

“Untuk sementara, bawakan empat bir! “

Sepertinya Para petualang itu tampak agak mabuk.

Enark pun langsung kedapur setelah menjawab “Baik!!”.

Dan dia membawa satu gelas bir di masing-masing tangannya menuju ke meja itu.

Dengan dua kali bolak-balik ia pun bisa menempatkan jumlah sesuai pesanan, namun para petualang mabuk itu tampaknya menganggapnya masih terlalu lambat.

“La-ma lu!!”

Salah seorang petulang mengungkapkan itu sambil menendang Enark dari belakang.

TL Note : Gak ada adab emang…

“Adu…”

Enark yang masih kecil itu terjatuh dengan kuat.

“Gyahaha, ni bocah malah jatoh….”

“Kakinya keserimpet kali… “

“Gyahahahaha”

Mengbaikan petualang yang sedang tertawa terbahak-bahak itu, Cainpun berdiri. Enark pun murung karena para petualang itu yang berwatak buruk, Cain segera menghampirinya.

“Kamu gak apa-apa Enark? [Heal] “

Cain menopang Enark yang sedang jatuh untuk berdiri dan melapalkan sihir pemulihan. Seketika Enark di selimuti cahaya putih. Ketika cahaya itu menghilang, rasa Enarkpun ikut menghilang.

“Loh? Oniichan, kok udah gak sakit lagi ya? “

“Hm, itu bagus. Kalau begitu aku ada urusan sebentar ya..”

Cain membiarkan Enark berdiri, dan menatap petualang yang telah menendangnya.

“Ooh, bocil-bocil ini cucok banget dah… dah sono jangan liat-liat.. maen rumah-rumahan aje lu….”

「「 「Gyuhahahahaha」 」」

Petualang mabuk yang sadar akan tatapan Cain, langsung terus-terusan meledek Cain dan Enark.

“Ente… yang nendang Enark kan….”

Cain mengatakan itu sambil mengarahkan tatapan dingin pada mereka.

“Oy bocil… Kite ni rank B loh, ati-ati kalo ngomong….Mau gua ajarin?”

「「 「Gyuhahahahaha」 」」

Petualang yang menendang Enark itu menjawabnya sedangkan yang lain tertawa.

Cain berjalan menuju mereka berempat. Enark yang menyadari itu mencoba menghentikan Cain.

“Cain-Oniichan, jangan… Mereka itu petualang rank B…”

“Gak apa-apa kok… Aku ini lebih kuat loh dibanding petualang sampah yang mabuk ini… Jadi tenang saja”

Cain berbalik kearah Enark dan membelai kepalanya.

Namun, seketika, para petualang yang mabuk itu mengeluarkan aura membunuhnya. Dan mereka membantig gelas di atas meja lalu berdiri.

“Bocah-bocah ini kayaknye harus diajarin ya….”

Ekspresi keempat petualang itu benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Kain perlahan mulai berjalan menuju mereka berempat.

Para pengunjung lain yang menyaksikan ini pun meneggak minumannya.

Dan seketika Cain menghilang.

“Eh….”

Para pengunjung terkejut dengan hilangnya Cain secara tiba-tiba ini.

Seketika keempat petualang itu ditendang keluar.

「「 「「 「Ehh !!!!!!!!!」 」」 」」 」

Cain dalam waktu yang sekejap mata ini menggunakan sihir angin untuk membuka pintu ganda di pintu masuk. Lalu ia memegang pergelangan tangan mereka dan melemparkan mereka keluar secara satu persatu.

Saking cepatnya, tak ada satupun penglihatan mereka yang mampu memperhatikan kejadian ini, sehingga orang lain hanya melihat bahwa tiba-tiba petualang itu terlempar keluar.

Dan mereka yang terlempar itu lah yang merasa paling terkejut.

“Akan merepotkan kalau kita ribut di dalam, jadi ayo kitabicarakan diluar…”

Dan Cain muncul dihadapan para peualang itu dengan senyuman jahatnya.

Chapter 29 di update jam 14.00 WIB

Semoga bisa selesaikan volume 2 secepatnya…

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 28 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

12 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 28”

  1. Dane says:

    lanjoot teross

  2. Himeko says:

    Akhirnya yang ditunggu tunggu pun tiba >///<,mantap min

  3. Fernando says:

    Thanks min

  4. Zirco says:

    I love youuu minn huahuahuaa akhir ya up

  5. rio says:

    semngaaat miminn

  6. Yuu says:

    Haha seperti biasa Karakter buruk yg muncul pas si MC lagi Nyantai, itupun mau di Guild di Restoran dan ditempat yg kadang damai kadang enggak

  7. Cah asw says:

    Keren mkin XD

  8. Albedohime says:

    Thanks minn siipp..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *