Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 34
~~

Selamat Membaca….

“Aku akan melihatnya sebentar… Kalian jangan kemana-mana…”

Cain mengatakannya dengan dingin, dan kemudian menghilang.

Setelah perginya Cain mereka bertiga yang telah kehilangan kakinya tak mampu untuk kabur.

“Stag!! Sihir pemulihan!! “

Elive berteriak pada Stag sambil merangkak karena dia sudah kehilangan kedua kakinya. Stag pun seolah baru teringat akan hal itu, ia segera melapalkan sihir pemulihan.

“He, he-heal!!”

Stag pertamakali mengarahkan sihir itu pada kakinya sendiri. Namun, dengan [Heal] yang mampu dia lakukan hanyalah sebatas menghentikan pendarahannya. Untuk bisa mengembalikan bagian tubuh yang hillang dibutuhkan [Extra Heal], namun karena Stag hanya menghabiskan hari-harinya dengan sake tanpa berdoa kepada dewa, dia telah kehilangan divine Protection dari dewa Lime, sehingga saat ini dia hanya bisa menggunakan [Heal].

Elive dan Betty merangkak mendekati Stag dengan jejak darah yang bercucuran ditanah. Dan bergantian, Stag melapalkan [Heal] pada mereka berdua.

Pendarahan mereka berdua telah berhenti namun, mereka sudah tidak memiliki kedua kaki mereka. Terlebih Elive juga kehilangan tangan kanan nya.

Selain itu, di pusat pandangan mereka ada serigala putih dan naga perak berdiri sambil melindungi Enark.

“Monster-monster itu…”

“Aku tidak menyangka akan sampai seperti ini…”

Gumam Elive dan Betty. Stag pun hanya bisa setuju dengan itu.

Ketiganya merasa menyesal, namun itu sudah terlambat.

◇◇◇

Terimakasih atas kesetiaan kalian UwU

Cain menghampiri Dashu dan Himika, terkapar bersimbah darah.

“Aku tidak menyangka mereka akan sampai berbuat seperti ini…”

Cain membaringkan tubuh kedua orang itu. Meskipun terkapar dengan wajah pucat  akibat kehilangan banyak darah, namun ternyata keduanya masih bernafas lemah.

Namun sepertinya mereka sudah diujung tanduk. Cain segera melapalkan sihir pemulihan.

“ [Extra heal] [Extra heal] ”

Tubuh kedua orang itu seketika diselimuti oleh cahaya, dan ketika cahaya itu menghilang, luka-luka mereka pun menghilang.menyisakan dua tubuh terbaring. Setelah luka-luka itu menghilang, nafas merekapun tenang dan stabil. Cainpun juga menghela nafas lega bahwa mereka berdua masih sempat terselamatkan.

“Syukurlah…”

Ia duduk di sebelah kedua orang yang terbaring itu sambil memeriksa kondisi mereka. Mereka berdua telah berada dalam kondisi yang amat parah, dan hampir tak terselamatkan. Iapun menyentuh tubuh mereka dan menggunakan sihir [Transfer].

Tujuannya adalah kamar tamu yang ada di dalam balaikota. Membaringkan mereka yang masih tidak sadar ke tempat tidur, setelah itu ia pun segera menggunakan [Transferl] lagi.

Kini dia sampai di lokasi dimana ketiga orang penyerang itu ada, mereka dalam keadaan tidak dapat melarikan diri karena telah kehilangan kaki mereka, namun kelihatannya luka-luka mereka telah tertutup dengan sihir pemulihan, dan tubuhnya gemetaran dalam diam.

Tentu saja hal ini terjadi karena mereka selalu ditatap oleh seekor serigala dan naga.

Terkejut akan kedatangan Cain yang tiba-tiba, mereka bertiga semakin pucat.

“Kalian… Kalian tahu apa yang telah kalian perbuat kan… Melibatkan Enark dan keluarganya yang tidak ada kaitannya…”

Cain mendekati Enark sambil tetap mengarahkan pandangan dinginnya yang tidak selayaknya ditunjukkan anak usia 10 tahun pada mereka bertiga.

Tensei Kizoku chapter 34 yang sempat tertunda oohh…

Enark masih belum tersadar namun nafasnya sudah lebih baik. Iapun membelai Haku dan Gin, yang sedang melindungi Enark.

“Haku, Gin. Terima kasih telah mengawasi mereka dan melindungi anak ini.. “

Ketika Cain mengatakan itu, keduanya tersenyum dengan senyuman yang hanya dimengerti oleh Cain.

Setelah mengembalikan Haku dan Gin, dia duduk di sebelah Enark yang sedang tertidur untuk menunggu prajurit penjaga datang.

Dan darikejauhan, terdengar deru langkah pasukan yang mendekat. Perlahan lahan suara itu makin keras, dan tibalah lima puluh orang prajurit. Di belakang mereka, mereka membawa sebuah kereta untuk mengangkut para peyerang ini.

“Mereka adalah orang-orang yang menyerang rumah walikota!! Kerahkan seluruh semangat kalian dan maju!! “

Sang kapten prajurit yang maju dengan semangat, menyadari keberadaan Cain yang sedang duduk. Dia adalah kapten yang sama dengan yang pernah ditemui di depan toko [Cat Calmness]. Sang kapten yang menyadari hadirnya Cain segera menghampirinya.

Cain pun berdiri, dan menyambut para parjurit itu.

“Tuan walikota, Maaf membuat anda menunggu… Lima puluh prajurit siap menerima perintah anda…”

Cain berterimakasih, karena mereka berkenan hadir dari kantor penahanan kemari dengan nafas yang terengah-engah.

“Terima kasih, Kapten…Ada sekitar lima puluh orang penyerang yang terkapar di aula, dan orang-orang disana lah dalang utamanya…”

Sang kapten terkejut melihat arah yang ditunjukan oleh Cain.

“T-ti-tidak mungkin… Elive-sama dan Stag-sama… Bahkan wakil ketua guild Betty juga…”

Para prajurit itu menelan ludahnya melihat mereka bertiga yang telah kehilangan tangan dan kaki serta gemetaran melihat Cain.

Setelah menunduk hormat pada Cain, sang kapten mulai memberikan komando pada prajuritnya.

“Tim 2 sampai tim 5, masuk ke mansion dan ikat semua penyerang di Aula! Tim 1 ikat orang-orang disana! “

Empat puluh orang menuju ke dalam mansion untuk meringkus para penyerang yang ada disana. Sedangkan sisanya mulai mengikat Elive beserta para petualang rank A yang menyertainya.

“Tuan walikota yang melakukan ini…”

Sang kapten terpana melihat satu mayat yang kehilangan kepalanya.

Kejam??? Sepertinya tidak ya???

“Orang-orang ini telah menculik seorang anak dari penginapan bernama [Cat Calmness] tempat aku pernah menginap, dan menjadikannya sebagai sandera, serta melukai orangtua nya. Saat ini anak itu  sudah aku pulihkan dan sedang tertidur. Tapi saat aku sampai dii penginapannya, orang tua anak ini dalam kondisi sekarat dan berlumuran darah. Namun aku juga sudah menggunakan sihir pemulihan pada mereka, namun jika aku terlambat sedikit saja, mungkin mereka tak akan selamat… Mungkin saja ada korban lain di sana, tolong segera ke sana dan pastikan keadaannya…”

Mendengar perkataan Cain, sang kapten mengarahkan pandangan dinginnya pada Elive dan komplotannya.

“Kalian sampai melibatkan anak kecil seperti ini…Yosh, lima diantara kalian cepat periksa kondisi di penginapan [Cat Calmness]! Jika ada yang terluka rawat mereka, dan evakuasi para tamu yang menginap disana! “

Sambil mengeluarkan perintahnya, tangan sang kapten yang memegang pedang itu bergetar. Nampknya ia sangat marah melihat mereka tega melibatkan warga sipil yang tak ada hubungannya.

Para prajurit yang masuk ke dalam mansion, keluar satu persatu membawa penyerang yang sudah terikat keluar.

Cain menunjuk salah seorang diantara penyerang yang diikat itu.

“Dia yang bertudung hitam itu adalah salah satu pelaku utama penyerangan ini…”

Cain menunjuk ke arah Rick.

Penjaga melepaskan tudung pada Rick yang sedang pingsan. Dan sang kapten yang melihat wajahnya terkejut.

“Di-dia ini adalah Rick, ketua Dark Guild yang ada di permukiman kumuh…Padahal sampai saat ini kami belum bisa menangkapnya…. Aku tidak menyangka ternyata mereka ini berkomplot…”

Lagi-lagi, sang kapten memelototi Elive.

Setelah mengkonfirmasi bahwa semua penyerang telah diikat dan dikumpulkan di satu tempat, sang kapten datang kepada Cain untuk melapor.

“Kami sudah mengikat mereka semua… Satu orang tewas, sedangkan yang lainnya masih sadar meskipun cedera mereka tidak sederhana…. Kami akan membawa mereka ke penjara…”

Cain mengangguk mendengar laporan sang kapten.

Chapter selanjutnya besok yaahhh

“Para prajurit sekalian, terimakasih sudah mau berkumpul di sini meskipun sudah semalam ini, tinggal sedikit lagi, semangat lah! Dan ini ada sedikit oleh-oleh, dan aku titipkan pada kapten kalian… Selanjutnya kalian bebas menggunakannya untuk apapun sambil minum-minum… ini adalah tanda terimakasihku untuk kalian….”

Cain menyerahkan sebuah kantong kecil berisi beberapa koin emas kepada sang kapten.

Sang kapten terkejut setelah memeriksa isinya, lalu berbalik ke arah para prajuritnya.

“Oy kalian semua, denger!! Aku dapat koin emas dari walikota!!! Setelah semua ini selesai aku akan membagikannya kepada kalian yang sudah selesai bekerja dan kita akan minum-minum! Maka dari itu, jangan sampai kendor sampe kelar!!!! “

“Uwooo!!!”

Mendengar kata koin emas disebutkan, para prajurit itu berteriak dengan penuh semangat. Dan gerakan mereka menjadi lebih sigap dari pada yang sebelumnya, mereka mengangkut para penyerang itu ke dalam kereta kuda.

“Semuanya sudah selesai… Kamipun sudah mengkonfirmasi ke penginpan, para tamu sedang tertidur dan tidak sadar kondisi di penginapan menjadi seperti itu… kemungkinan mereka dibawah pengaruh obat atau sesuatu yang membuat mereka tidak sadar…”

Sang komandan melaporkannya sebagai penanggung jawab prajuritnya.

“Aku akan mampir ke tahanan besok…. Biarkan mereka mendekam di penjara selama beberapa hari… dan untuk mereka berempat, kurasa mereka harus dibawa ke ibukota nanti… jadi aku akan butuh bantuanmu…”

“Baik… aku akan menunggu mu besok…”

Beberapa orang tinggal di kediaman walikota untuk berjaga-jaga, sedangkan sisanya mengangkut para pelaku penyerangan menuju tahanan.

Tolong koreksi ya kalo-kalo ada yang salah…

Dan akhirnya, hanya tersisa Enark dan Cain.

Cain menggendong Enark dengan lembut layaknya seorang puteri, menuju kembali ke dalam mansion. Di dalam Mansion, terlihat para Maid yang ketakutan karena adanya keributan ini. Tak aneh jika mereka kaget, ada puluhan orang penyerang yang bergelimpangan di Aula, dan para prajurit yang lalu lalang mengangkut mereka.

“Sekarang semuanya sudah aman… Aku akan membicarakan detailnya besok, jadi sekarang silahkan kalian beristirahat”

Cain menenangkan para maid, lalu berjalan menuju ke kamar tamu. Ketika ia membuka pintu, Dashu dan Himika yang tadinya tertidur ternyata sudah bangun. Mereka berdua menangis merintih karena Enark dibawa pergi.

Ketika pintu tiba-tiba terbuka, mereka terkejut akan kedatangan Cain, dan melihat bahwa ia menggendong anak mereka.

“Ca, Cain-sama … Enark-…”

Benak Dashu dan Himika penuh membayangkan hal buruk melihat Enark yang ada di pelukan Cain dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Semua sudah selesai…. Aku minta maaf karena sudah melibatkan kalian… Mohon maafkan aku… Enark baik-baik saja… Meskipun sekarang dia tidak sadarkan diri, namun kurasa nanti dia akan segera bangun… Untuk sekarang, silahkan kalian beristirahat saja dikamar ini…”

Mereka berdua merasa ketakutan ketika Cain menundukan kepalanya kepada mereka, namun karena mereka mendengar bahwa Enark baik-baik saja, mereka merasa lega.

Cain dengan lembut menyerahkan Enark kepada Dashu. Mereka berdua memeluk Enark sambil berlinangan air mata melihat wajah Enark yang tertidur dengan nyaman dan tanpa bekas luka sedikitpun.

“Terima kasih banyak, Cain-sama.”

Cain mengangguk kepada mereka berdua, dan meninggalkan kamar setelah menundukan kepalanya sekali lagi.

Iapun kembali ke kamarnya lalu mengganti pakaiannya. Iapun langsung terlelap karena malam ini dia memang kurang tidur.

Dan malam yang panjang ini pun berakhir.

Terimakasih telah mampir… tinggalkan jejak di kolom komentar ya biar rame….
Tolong bantu Share juga yaa…

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 34 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

28 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 34”

  1. Manchaa says:

    Uwu.. Gk sabar kelanjutannya lagi..

  2. Salo says:

    Lanjut gass pol

  3. Zirco says:

    Anjayyy seru sekalii, semangat minnn, ditunggu lohh besok wkwk

  4. nathural says:

    terrbaikkk… makasih min… smangatt kami tunggu…

  5. psp06 says:

    Ini translitenya agak aneh min, ketika cain menghampiri dashu dan himika, tewas bersimpah darah. Kok tewas? Padahal tu keduanya kan msh hidup walau sekarat. BTW, thanks kerja kerasnya min, ditunggu lanjutannya

  6. Dg_Sean says:

    Update lagi ya, semangat min

  7. Haikal says:

    Trimakasih banyak min telah me translate ln nya min
    Semangat terus min ?

  8. Kurogane says:

    lanjutkan min mantap semoga lancar terus kedepannya

  9. Vyver says:

    Semangat terus min

  10. JokyValky says:

    Ganbatte minn, semangat nge translate nya, cuman disini bisa baca novel online tensei kizoku Indo yang bagus, jadi semoga gk d gantung dan stop Q_Q

  11. Yuzuriha says:

    Semangat Min, I Always waiting u

  12. Azra says:

    Nekt min,,semangant

  13. Himeko says:

    Akhirnya yang ditunggu pun tiba? mantap min,terima kasih???

  14. Dane says:

    Nexttt min (≧∇≦)b

  15. Fernando says:

    Next min
    Thanks

  16. Shirota says:

    Mantap min translator sebelah kagak jelas ngetranslate nya

  17. UwU says:

    lanjut min

  18. Hideri says:

    Uwahh mantapp sekalii, walau dibeberapa tempat masih ada yg aneh tp tidak separah disebelahh.
    Lanjut terus minnn

  19. Arif P says:

    Ditunggu min

  20. Wima says:

    Lanjut terus min

  21. Seyek says:

    Woow … Keren min .
    . Terimakasih atas terjemahnya .
    Semanga terus min!!

  22. thander says:

    semangat min tlnya

  23. Oke says:

    Meski cukan baca tapi tetep seru moga dijadiin anime dan moga manganya cepet update

  24. nyao says:

    Lanjutt min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *