Vol.02 - Ch.36 ~ Pasca Penyerangan bagian 2

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 36 di Kurozuku.

19 Apr 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

Cain menembus keramaian kota dan berjalan menuju ke guild petualang. Karena ini masih siang hari, di guild masih lah cukup sepi. Kebanyakan petualang sedang melakukan quest di siang hari, jadi biasanya jam sibuk disini adalah pagi hari atau menjelang malam.

Cain melihat Letia, dan langsung menuju ke counter tempat ia berada.

“Letia-san selamat siang… Apakah aku bisa bertemu dengan Edin-san hari ini? “

Letia menyadari akan kehadiran Cain, dan tersenyum ke arahnya.

“Cain-sama, selamat siang… Hari ini ketua guild sedang ada di kantornya, jadi aku akan segera meminta persetujuannya…”

Letia pun menyerahkan tugasnya pada resepsionis disebelahnya dan menuju ke dalam.

Sambil menunggum Cain melihat lihat papan quest. Layak sebagai guild ibukota, lebih banyak quest pengawalan dibandingkan quest penaklukan monster.

Selagi sedang asik melihat quest penaklukan, Letia pun datang.

“Cain-sama, ketua guild bersedia menemui mu… mari aku antar… “

Letia pun memandu Cain menuju ke ruangan Edin. Setelah mengetuk pintu dan memastikan jawaban dari dalam, Letia baru membuka pintu dan masuk ke dalam.

“Cain-kun, hari ini ada perlu apa?? “

Cain pun duduk di sofa, lalu menjelaskan apa yang terjadi kemarin. Semakin pembicaraan ini berlanjut, wajah Edin semakin serius. Tangannya menggenggam menahan amarahnya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Aku minta maaf, Cain-kun. Aku tidak menyangka akan separah itu kondisinya… Meskipun aku tahu Rixets adalah otak otot, namun aku mengerti dia adalah orang yang baik, karena itu kupikir jika dia di dampingi oleh wakil ketua yang handal maka dia akan baik-baik saja… aku tidk menyangka ternyata malah wakil ketua guild nya yang menyimpang…”

“Untuk itu aku datang ke sini untuk meminta apakah bisa guild pusat mengirimkan wakil ketua baru untuk membangun kembali guild disana? “

Cain tidak membenci Rixets. Karena dia adalah orang yang lurus dan baik, Cain juga beranggapan jika dia diberikan pendamping yang tepat maka dia akan baik-baik saja.

“Baiklah… Guild pusat akan segera mengaturnya… aku juga akan ikut bersama mu… Aku sebagai ketua guild pusat di ibukota tidak bisa membiarkan masalah ini…. Tergantung persiapannya, aku akan berangkat secepatnya bahkan jika itu hari ini sekalipun…”

Edin-san memasang wajah serius, Mungkin dia benar-benar memerah.

“Apakah baik-baik saja bagi Edin-san untuk meninggalkan ibukota? ” Sebagai ketua guild dari markas pusat guild petualang, bisa dikatakan ia juga merupakan general manager yang dibutuhkan di kerajaan ini. Orang seperti itu akan pergi meninggalkan ibukota untuk beberapa hari, untuk menuju ke kota Drintle, tentu akan ada masalah yang datang.

Cain memutuskan untuk membicarakan rahasianya. Karena dia merupakan sosok calon kakak iparnya, selain itu memang dia dapat dipercaya.

“Sebenarnya Edin-san, aku ada usulan, tapi tolong jadikan ini rahasia…”

“Soalnya ini tentang Adik ipar ku Cain-kun ya… aku akan janji untuk merahasiakannya…”

Karena Edin menyetujuinya, Cain pun hanya mengangguk menanggapi.

“Sebenarnya—-“

Cain menceritakan tentang kemampuannya untuk berpindah ke kota Drintle dalam sekejap dengan menggunakan sihir [Transfer].

“Wah itu benar-benar membantu…. Tapi yah, aku tidak menyangka kamu bisa menggunakan sihir legendaris… Kalau begitu kita bisa pergi ke Drintle hari ini juga? Kalau bisa aku ingin membawa wakil ketua guild yang baru juga… aku akan menekankan kalau ini adalah sebuah rahasia… “

“Baiklah… Kalau begitu kita berangkat setelah Edin-san selesai memilihnya.. “

“Bisakah kamu menjemput kami dua jam lagi? Aku akan segera bersiap-siap…”

Cain pun bersalaman dengan Edin, lalu meninggalkan ruangan. Karena ia tidak ada keperluan lain lagi, jadi ia memutuskan untuk pulang ke mansion nya.

Ketika ia membuka pintu, terlihat Collin dan Sylvia dengan wajah yang agak khawatir.

“Cain-sama, Maafkan atas kejadian hari ini… saya tidak menyangka anda mendengarnya…”

“Cain-sama, aku minta maaf…”

Kedua orang itu menundukan kepala mereka dan meminta maaf sedalam-dalamnya.

“Hm? Tidak apa-apa kok… Lagipula kalian kan memang sudah masanya, dan aku tidak masalah jika itu kalian… tapi saat ini adalah masa yang penting sebagai walikota, jadi tolong tunggu sebentar lagi ya…” Mengetahui bahwa Cain tidak marah, mereka pun mengelus dada merasa lega.

Bagi Cain, Sylvia adalah sosok pelayan yang istimewa karena dia sudah merawat Cain sejak ia masih kecil. Karena itu Collin merasa lega karena ia berpikiri dirinya akan dibenci ketika ia menyatakan perasaannya pada Sylvia.

“Jika tiba saat yang tepat untuk kalian menikah, aku akan memberi tahu kalian… dan aku juga akan merayakannya…”

Ketika Cain mengatakan itu wajah keduanya memerah.

Cain duduk didepan meja di ruang kerjanya dan memperhatikan dokumen yang perlu diselesaikan. Seperti yang diharapkan dari Collin yang handal, dokumen-dokumen ini sudah tersusun rapi dan Cain dapat dengan mudah memberikan stempel padan dokumen itu.

Setelah selesai memeriksa dokumen, iapun bersandar pada kursinya dan merentangkan tangan keatas.

“Akhirnya selesai juga… Kurasa ini waktunya aku pergi ke Guild lagi ya…”

Iapun mengumpulkan dokumen yang sudah distempel dan menaruhnya di kotak dokumen yang telah selesai. Cain pun berdiri dan meregangkan tubuhnya lagi, lalu meninggalkan ruangan.

Kepada Collin dan Sylvia ia mengatakan bahwa dia akan menginap di Drintle setelah mampir ke guild.

Iapun meninggalkan mansionnya dan menembus kerumunan distrik bangsawan Ketika dia sampai di Guild, waktu sudah senja.

Ketika dia masuk ke dalam guild, ia melhat Letia yang entah kenapa dalam suasana hati yang buruk.

“Cain-sama, aku menunggu anda. Ketua guild sedang menunggu kedatangan anda.”

Letia memandu Cain menuju ke kantor Edin. Tak seperti biasanya, Letia hari ini tak berkata apaapun. Iapun mengetuk pintu, setelah mendapat jawaban dari dalam ia baru membuka pintu dan masuk.

Cain duduk di sofa menghadap ke Edin. Dan entah kenapa Letia duduk disamping Edin. Di samping sofa itu, sudah tergeletak barang bawaan yang besar.

“Aku beripikir untuk membawa Letia pergi ke Drintle… Untuk menjadi seorang wakil ketua guild dibutuhkan pengalaman yang baik… Karna Letia merupakan salah satu Chief disini, kurasa tidak akan masalah…”

“Perkenal kan lagi, Namaku Letia, aku merupakan utusan markas pusat guild petualang untuk menjadi wakil ketua guild di kota Drintle… Karena aku masih single dan tinggal di asrama, dan aku bisa pergi kapanpun…”

Setelah memperkenalkan dirinya dengan seadanya, Letia kembali menatap dengan tajam kearah Edin.

Sepertinya Edin hanya memilih orang yang bisa segera dipindahkan tanpa masalah. Namun Cain terkejut dengan kenyataan bahwa Letia adalaha salah satu chief.

“Aku juga merasa senang jika Letia-san yang menjadi wakil ketua guild di Drintle. Karena aku sudah kenal, jadi lebih mudah untuk membicarakannya… Letia-san, mohon kerjasamanya ya…”

“Terima kasih, Cain-sama, aku akan berjuang melakukan yang terbaik… “

Akhirnya, ekspresinya melunak.

“Cain-kun, kami sudah siap… kalau bisa aku ingin segera berangkat…”

“Kalau begitu ayo kita berangkat… Letia san, biar aku yang membawakan barang-barangmu…”

Cain memasukkan barang bawaan Letia ke dalam [Item Box].

“Cain-sama memiliki [Item Box] ya…”

Cainpun meminta mereka berdua untuk mendekat padanya. Mereka memegang pundak Cain dan Cain segera melapalkan sihirnya.

“Kalau begitu, kita berangkat, [Transffer] “

Seketika pandangan mereka berubah menjadi berada di dekat gerbang masuk Drintle. Mereka berdua tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka karena ini pertama kalinya mereka merasakan sihir [Transfer].

“Jadi ini sihir [Transfer] Yang legendaris…”

“Ini benar-benar sekejap… Kalau begitu kenapa kita harus susah-susah berjalan selama dua hari??”

“Ayo semuanya, kita pergi…”

Dengan dipimpin oleh Cain, mereka pun beranjak menuju gerbang. Cain memanggil petugas yang sedang berjaga.

“Terima kasih atas kerja kerasmu.. Apa aku boleh lewat? “

Sang prajurit yang sudah mengenal Cain menanggapi dengan gugup.

“Oh tuan walikota… Beliau berdua yang di belakang anda… “

“Beliau ini adalah ketua guild ibukota Edin-san dan salah satu pegawainya Letia-san”

Mereka berdua menunjukan kartu identitas mereka. Tentu saja itu adalah kartu guild. Bagi pegawai guild, ketika kita mengalirkan sihir ke kartu, itu akan memunculkan jabatan pegawai guild selain dari namanya.

“Aku sudah mengkonfirmasinya… Selamat datang di kota Drintle.”

Setelah mengkonfirmasi identitas pengunjung, sang prajurit itu memperbaiki posisi tegapnya dan membungkuk hormat.

Mereka bertiga pun melewati gerbang dan masuk ke dalam kota. Mereka berdua melihat pemandangan kota yang lebih ramai dari pada yang mereka bayangkan.

“Pantas sebagai kotanya petualang ya… cukup ramai disini…”

“Aku pikir ini akan lebih buruk dari ini…”

Sambil memandu mereka berdua mengelilingi kota, mereka pun sampai di Guild petualang.

“Penampakan luar guild petualang di sini bagus ya.. Layak sebagai kota dengan pendaftar yang banyak…”

Edin bergumam sambil melihat penampakan luar gedung.

Ketika mereka masuk, karena ini sudah malam, guild dipenuhi dengan para petualang. Bahkan di bar pun penuh sesak. Ketika pintu dibuka, semua pandangan terpusat pada Cain.

Di antara mereka, ada banyak petualang yang menyaksikan kejadian di arena pelatihan. Mereka yang tidak tahu hanya tertawa sambil menunjuk kearah Cain.

Bahkan diantara mereka ada yang memandang rendah ketiga orang yang masuk ini. Dari sudut pandang mereka, yang baru saja masuk ini hanyalah party yang berisikan anak-anak, elf, dan seorang wanita cantik. Mereka bertiga termasuk Cain langsung masuk ke dalam dan menuju resepsionis.

Yang ada di meja resepsionis adalah Aura yang pernah bertemu dengannya.

“Permisi… Aku ingin bertemu dengan ketua guild…”

“Baik, Cain-sama ya… aku akan segera bertanya kepada guild master… “

Cain terkejut karena resepsionis sudah tahu namanya sebelum disebutkan. Aura pun menghilang ke bagian dalam sambil tersenyum pada Cain. Melihat itu, gadis resepsionis lainnya merasa iri dan kesal.

Tak lama menunggu, sang ketua guild Rixets pun datang.

“Waduh Cain-sama, maaf membuat anda me—–“

Edin berdiri disamping Cain. Mengetahui hal ini Rixets langsung diam membeku.

“Manager….!?”

“Yaah… Rixets, sudah lama ya…. Aku datang untuk mebicarakan berbagai hal…”

Dengan kedatangan Edin, Rixets berdiri tegap dan tak bergerak sedikitpun. Bahkan mantan petualang rank S seperti Rixets tidak sebanding dengan Edin.

Baik petualang maupun resepsionis kaget melihat tingkah gugup Rixets ini dan memusatkan perhatian mereka ke satu arah.

“Apa yang membuat ketua guild kerajaan datang ke Drintle?? “

“Tentu saja karena aku mendengar semuanya dari adik ipar ku Cain-kun…”

“Aku akan mengantar kalian ke ruang tamu, silahkan ke sebelah sini…”

Menanggapi senyum Edin, Rixets bercucuran keringat dingin., ini melebihi sikapnya terhadap Cain.

Keempat orang itu termasuk Rixets masuk ke dalam. Dan orang – orang di sekitar mulai membuat keributan.

“Apa-apaan mereka itu!? Si iblis Rixets itu bisa langsung ciut dihadapannya….”

“Siapa bocah itu sebenarnya?? “

“Dia itu iblis kau tau… Dialah yang menghancurkan arena pelatihan sampai seperti itu…. Dialah sang [Silver Devil]! “

“Benerraan???”

Resepsionis saling mebicarakan tentang Edin dan Cain. Bukannya Rixets.

“I—itu adalah ketua guild ibukota ya… aku pernah melihatnya sekali… dan sosok di belakangnya barusan itu adalah Chief Letia kan?? Kenapa mereka bisa bersama-sama….”

“Siapa sebenarnya Cain-sama itu….?!”

Saat Cain dan kelompoknya tidak ada, mereka telah menjadi topik pembicaraan hangat.

Dan saat itu, Cain tidak mengetahui sebutan nama julukan untuk dirinya.

 

Cain menembus keramaian kota dan berjalan menuju ke guild petualang. Karena ini masih siang hari, di guild masih lah cukup sepi. Kebanyakan petualang sedang melakukan quest di siang hari, jadi biasanya jam sibuk disini adalah pagi hari atau menjelang malam.

Cain melihat Letia, dan langsung menuju ke counter tempat ia berada.

“Letia-san selamat siang… Apakah aku bisa bertemu dengan Edin-san hari ini? “

Letia menyadari akan kehadiran Cain, dan tersenyum ke arahnya.

“Cain-sama, selamat siang… Hari ini ketua guild sedang ada di kantornya, jadi aku akan segera meminta persetujuannya…”

Letia pun menyerahkan tugasnya pada resepsionis disebelahnya dan menuju ke dalam.

Sambil menunggum Cain melihat lihat papan quest. Layak sebagai guild ibukota, lebih banyak quest pengawalan dibandingkan quest penaklukan monster.

Selagi sedang asik melihat quest penaklukan, Letia pun datang.

“Cain-sama, ketua guild bersedia menemui mu… mari aku antar… “

Letia pun memandu Cain menuju ke ruangan Edin. Setelah mengetuk pintu dan memastikan jawaban dari dalam, Letia baru membuka pintu dan masuk ke dalam.

“Cain-kun, hari ini ada perlu apa?? “

Cain pun duduk di sofa, lalu menjelaskan apa yang terjadi kemarin. Semakin pembicaraan ini berlanjut, wajah Edin semakin serius. Tangannya menggenggam menahan amarahnya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Aku minta maaf, Cain-kun. Aku tidak menyangka akan separah itu kondisinya… Meskipun aku tahu Rixets adalah otak otot, namun aku mengerti dia adalah orang yang baik, karena itu kupikir jika dia di dampingi oleh wakil ketua yang handal maka dia akan baik-baik saja… aku tidk menyangka ternyata malah wakil ketua guild nya yang menyimpang…”

“Untuk itu aku datang ke sini untuk meminta apakah bisa guild pusat mengirimkan wakil ketua baru untuk membangun kembali guild disana? “

Cain tidak membenci Rixets. Karena dia adalah orang yang lurus dan baik, Cain juga beranggapan jika dia diberikan pendamping yang tepat maka dia akan baik-baik saja.

“Baiklah… Guild pusat akan segera mengaturnya… aku juga akan ikut bersama mu… Aku sebagai ketua guild pusat di ibukota tidak bisa membiarkan masalah ini…. Tergantung persiapannya, aku akan berangkat secepatnya bahkan jika itu hari ini sekalipun…”

Edin-san memasang wajah serius, Mungkin dia benar-benar memerah.

“Apakah baik-baik saja bagi Edin-san untuk meninggalkan ibukota? ” Sebagai ketua guild dari markas pusat guild petualang, bisa dikatakan ia juga merupakan general manager yang dibutuhkan di kerajaan ini. Orang seperti itu akan pergi meninggalkan ibukota untuk beberapa hari, untuk menuju ke kota Drintle, tentu akan ada masalah yang datang.

Cain memutuskan untuk membicarakan rahasianya. Karena dia merupakan sosok calon kakak iparnya, selain itu memang dia dapat dipercaya.

“Sebenarnya Edin-san, aku ada usulan, tapi tolong jadikan ini rahasia…”

“Soalnya ini tentang Adik ipar ku Cain-kun ya… aku akan janji untuk merahasiakannya…”

Karena Edin menyetujuinya, Cain pun hanya mengangguk menanggapi.

“Sebenarnya—-“

Cain menceritakan tentang kemampuannya untuk berpindah ke kota Drintle dalam sekejap dengan menggunakan sihir [Transfer].

“Wah itu benar-benar membantu…. Tapi yah, aku tidak menyangka kamu bisa menggunakan sihir legendaris… Kalau begitu kita bisa pergi ke Drintle hari ini juga? Kalau bisa aku ingin membawa wakil ketua guild yang baru juga… aku akan menekankan kalau ini adalah sebuah rahasia… “

“Baiklah… Kalau begitu kita berangkat setelah Edin-san selesai memilihnya.. “

“Bisakah kamu menjemput kami dua jam lagi? Aku akan segera bersiap-siap…”

Cain pun bersalaman dengan Edin, lalu meninggalkan ruangan. Karena ia tidak ada keperluan lain lagi, jadi ia memutuskan untuk pulang ke mansion nya.

Ketika ia membuka pintu, terlihat Collin dan Sylvia dengan wajah yang agak khawatir.

“Cain-sama, Maafkan atas kejadian hari ini… saya tidak menyangka anda mendengarnya…”

“Cain-sama, aku minta maaf…”

Kedua orang itu menundukan kepala mereka dan meminta maaf sedalam-dalamnya.

“Hm? Tidak apa-apa kok… Lagipula kalian kan memang sudah masanya, dan aku tidak masalah jika itu kalian… tapi saat ini adalah masa yang penting sebagai walikota, jadi tolong tunggu sebentar lagi ya…” Mengetahui bahwa Cain tidak marah, mereka pun mengelus dada merasa lega.

Bagi Cain, Sylvia adalah sosok pelayan yang istimewa karena dia sudah merawat Cain sejak ia masih kecil. Karena itu Collin merasa lega karena ia berpikiri dirinya akan dibenci ketika ia menyatakan perasaannya pada Sylvia.

“Jika tiba saat yang tepat untuk kalian menikah, aku akan memberi tahu kalian… dan aku juga akan merayakannya…”

Ketika Cain mengatakan itu wajah keduanya memerah.

Cain duduk didepan meja di ruang kerjanya dan memperhatikan dokumen yang perlu diselesaikan. Seperti yang diharapkan dari Collin yang handal, dokumen-dokumen ini sudah tersusun rapi dan Cain dapat dengan mudah memberikan stempel padan dokumen itu.

Setelah selesai memeriksa dokumen, iapun bersandar pada kursinya dan merentangkan tangan keatas.

“Akhirnya selesai juga… Kurasa ini waktunya aku pergi ke Guild lagi ya…”

Iapun mengumpulkan dokumen yang sudah distempel dan menaruhnya di kotak dokumen yang telah selesai. Cain pun berdiri dan meregangkan tubuhnya lagi, lalu meninggalkan ruangan.

Kepada Collin dan Sylvia ia mengatakan bahwa dia akan menginap di Drintle setelah mampir ke guild.

Iapun meninggalkan mansionnya dan menembus kerumunan distrik bangsawan Ketika dia sampai di Guild, waktu sudah senja.

Ketika dia masuk ke dalam guild, ia melhat Letia yang entah kenapa dalam suasana hati yang buruk.

“Cain-sama, aku menunggu anda. Ketua guild sedang menunggu kedatangan anda.”

Letia memandu Cain menuju ke kantor Edin. Tak seperti biasanya, Letia hari ini tak berkata apaapun. Iapun mengetuk pintu, setelah mendapat jawaban dari dalam ia baru membuka pintu dan masuk.

Cain duduk di sofa menghadap ke Edin. Dan entah kenapa Letia duduk disamping Edin. Di samping sofa itu, sudah tergeletak barang bawaan yang besar.

“Aku beripikir untuk membawa Letia pergi ke Drintle… Untuk menjadi seorang wakil ketua guild dibutuhkan pengalaman yang baik… Karna Letia merupakan salah satu Chief disini, kurasa tidak akan masalah…”

“Perkenal kan lagi, Namaku Letia, aku merupakan utusan markas pusat guild petualang untuk menjadi wakil ketua guild di kota Drintle… Karena aku masih single dan tinggal di asrama, dan aku bisa pergi kapanpun…”

Setelah memperkenalkan dirinya dengan seadanya, Letia kembali menatap dengan tajam kearah Edin.

Sepertinya Edin hanya memilih orang yang bisa segera dipindahkan tanpa masalah. Namun Cain terkejut dengan kenyataan bahwa Letia adalaha salah satu chief.

“Aku juga merasa senang jika Letia-san yang menjadi wakil ketua guild di Drintle. Karena aku sudah kenal, jadi lebih mudah untuk membicarakannya… Letia-san, mohon kerjasamanya ya…”

“Terima kasih, Cain-sama, aku akan berjuang melakukan yang terbaik… “

Akhirnya, ekspresinya melunak.

“Cain-kun, kami sudah siap… kalau bisa aku ingin segera berangkat…”

“Kalau begitu ayo kita berangkat… Letia san, biar aku yang membawakan barang-barangmu…”

Cain memasukkan barang bawaan Letia ke dalam [Item Box].

“Cain-sama memiliki [Item Box] ya…”

Cainpun meminta mereka berdua untuk mendekat padanya. Mereka memegang pundak Cain dan Cain segera melapalkan sihirnya.

“Kalau begitu, kita berangkat, [Transffer] “

Seketika pandangan mereka berubah menjadi berada di dekat gerbang masuk Drintle. Mereka berdua tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka karena ini pertama kalinya mereka merasakan sihir [Transfer].

“Jadi ini sihir [Transfer] Yang legendaris…”

“Ini benar-benar sekejap… Kalau begitu kenapa kita harus susah-susah berjalan selama dua hari??”

“Ayo semuanya, kita pergi…”

Dengan dipimpin oleh Cain, mereka pun beranjak menuju gerbang. Cain memanggil petugas yang sedang berjaga.

“Terima kasih atas kerja kerasmu.. Apa aku boleh lewat? “

Sang prajurit yang sudah mengenal Cain menanggapi dengan gugup.

“Oh tuan walikota… Beliau berdua yang di belakang anda… “

“Beliau ini adalah ketua guild ibukota Edin-san dan salah satu pegawainya Letia-san”

Mereka berdua menunjukan kartu identitas mereka. Tentu saja itu adalah kartu guild. Bagi pegawai guild, ketika kita mengalirkan sihir ke kartu, itu akan memunculkan jabatan pegawai guild selain dari namanya.

“Aku sudah mengkonfirmasinya… Selamat datang di kota Drintle.”

Setelah mengkonfirmasi identitas pengunjung, sang prajurit itu memperbaiki posisi tegapnya dan membungkuk hormat.

Mereka bertiga pun melewati gerbang dan masuk ke dalam kota. Mereka berdua melihat pemandangan kota yang lebih ramai dari pada yang mereka bayangkan.

“Pantas sebagai kotanya petualang ya… cukup ramai disini…”

“Aku pikir ini akan lebih buruk dari ini…”

Sambil memandu mereka berdua mengelilingi kota, mereka pun sampai di Guild petualang.

“Penampakan luar guild petualang di sini bagus ya.. Layak sebagai kota dengan pendaftar yang banyak…”

Edin bergumam sambil melihat penampakan luar gedung.

Ketika mereka masuk, karena ini sudah malam, guild dipenuhi dengan para petualang. Bahkan di bar pun penuh sesak. Ketika pintu dibuka, semua pandangan terpusat pada Cain.

Di antara mereka, ada banyak petualang yang menyaksikan kejadian di arena pelatihan. Mereka yang tidak tahu hanya tertawa sambil menunjuk kearah Cain.

Bahkan diantara mereka ada yang memandang rendah ketiga orang yang masuk ini. Dari sudut pandang mereka, yang baru saja masuk ini hanyalah party yang berisikan anak-anak, elf, dan seorang wanita cantik. Mereka bertiga termasuk Cain langsung masuk ke dalam dan menuju resepsionis.

Yang ada di meja resepsionis adalah Aura yang pernah bertemu dengannya.

“Permisi… Aku ingin bertemu dengan ketua guild…”

“Baik, Cain-sama ya… aku akan segera bertanya kepada guild master… “

Cain terkejut karena resepsionis sudah tahu namanya sebelum disebutkan. Aura pun menghilang ke bagian dalam sambil tersenyum pada Cain. Melihat itu, gadis resepsionis lainnya merasa iri dan kesal.

Tak lama menunggu, sang ketua guild Rixets pun datang.

“Waduh Cain-sama, maaf membuat anda me—–“

Edin berdiri disamping Cain. Mengetahui hal ini Rixets langsung diam membeku.

“Manager….!?”

“Yaah… Rixets, sudah lama ya…. Aku datang untuk mebicarakan berbagai hal…”

Dengan kedatangan Edin, Rixets berdiri tegap dan tak bergerak sedikitpun. Bahkan mantan petualang rank S seperti Rixets tidak sebanding dengan Edin.

Baik petualang maupun resepsionis kaget melihat tingkah gugup Rixets ini dan memusatkan perhatian mereka ke satu arah.

“Apa yang membuat ketua guild kerajaan datang ke Drintle?? “

“Tentu saja karena aku mendengar semuanya dari adik ipar ku Cain-kun…”

“Aku akan mengantar kalian ke ruang tamu, silahkan ke sebelah sini…”

Menanggapi senyum Edin, Rixets bercucuran keringat dingin., ini melebihi sikapnya terhadap Cain.

Keempat orang itu termasuk Rixets masuk ke dalam. Dan orang – orang di sekitar mulai membuat keributan.

“Apa-apaan mereka itu!? Si iblis Rixets itu bisa langsung ciut dihadapannya….”

“Siapa bocah itu sebenarnya?? “

“Dia itu iblis kau tau… Dialah yang menghancurkan arena pelatihan sampai seperti itu…. Dialah sang [Silver Devil]! “

“Benerraan???”

Resepsionis saling mebicarakan tentang Edin dan Cain. Bukannya Rixets.

“I—itu adalah ketua guild ibukota ya… aku pernah melihatnya sekali… dan sosok di belakangnya barusan itu adalah Chief Letia kan?? Kenapa mereka bisa bersama-sama….”

“Siapa sebenarnya Cain-sama itu….?!”

Saat Cain dan kelompoknya tidak ada, mereka telah menjadi topik pembicaraan hangat.

Dan saat itu, Cain tidak mengetahui sebutan nama julukan untuk dirinya.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

17 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 36”

  1. Xeryus says:

    semangat min, lanjut terus, novel tensei kizoku bahasa Indonesia paling jelas di sini nih!

  2. Xeryus says:

    tetap masih bisa dikira-kira lah, daripada yang di wattpad, mantap ini udah, semangat terus min

  3. Envy says:

    next min mau liat lnjtan silver devil :V

  4. Salo says:

    Mantap lanjut minta….

  5. Himeko says:

    Mantap min lanjut terus jangn kasih kendor dan selalu ingat jaga kesehatan jasmani dan rohani???

  6. Arif P says:

    Mantap min, makasih updatenya ?

  7. Dg_Sean says:

    Pagi² sudah di kasih santapan kayak gini, waduuhh ? mantab luurrr ??Update lagi minn ????

  8. Yusuf says:

    Keren min walau bnyak typo tp msih gampang dipahami… daripada di whatpad yang gajelass… semangat min, selalu menantikan update an yang ini

  9. Dane says:

    lanjuut (^o^)丿

  10. lev says:

    semangat min !!

  11. Jhio says:

    Fix… Makin Keren ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *