Vol.02 - Ch.04 ~ Ujian Masuk

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 4 di Kurozuku.

11 Jan 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

Hari ini adalah ujian masuk sekolah.

Sekolah yang ada di ibukota kerajaan adalah sekolah khusus yang dikelola langsung oleh kerajaan, sedangkan di wilayah lain, sekolah-sekolah yang ada di kelola lokal oleh penguasa wilayah. Dikatakan bahwa sekolah di ibukota kerajaan berada di tingkat tertinggi, dan banyak orang membidik untuk bisa sekolah di ibukota kerajaan.

Dikatakan juga banyaknya siswa dari luar kerajaan yang ingin belajar disini membuat sekolah ini makin tersohor kualitasnya. Hal ini merupakan buah hasil kebijakan sang raja pertama tiga ratus tahun yang lalu.

Hari ini, sejak pagi Sylvia telah jauh lebih sibuk daripada Cain.

“Cain-sama, apa ada yang tertinggal?”

“Sylvia tidak apa-apa, jika aku melupakan sesuatu aku bisa langsung pulang dan mengambilnya..”

Cain yang berpakaian rapi dan bersih menjawab nya.

“Kalau begitu, aku berangkat!”

Cain meninggalkan mansion dan pergi ke sekolah.

Sekolah memiliki pintu masuk di sebelah utara dan selatan. Gerbang utara terhubung ke distrik bangsawan, sedangkan gerbang selatan adalah menuju distrik umum untuk rakyat biasa, jadi kebanyakan orang masuk dari sana.

Karena Cain sering pergi ke guild petualang, jadi dia dapat dengan cepat menuju ke distrik umum dengan [Long warp] dan memasuki sekolah lewat gerbang selatan.

Di pintu masuk sekolah, ada penjaga yang berdiri di kedua sisi gerbang.

Aku memasuki langsung memasuki sekolah dan mengikuti peta panduan menuju ke lokasi ujian. Aku mendaftarkan nama ku di bagian penerimaan, dan mendapatkan nomor ujian, lalu aku akan diminta mengerjakan ujian di kelas yang yaang sudah ditentukan.

Dalam ujian, ada ujian tertulis dan ujian praktik. Dalanm ujian praktik diperlukan untuk melakukan pengukuran kemampuan kemampuan sihir dan kemampuan berpedang. Hal ini dilakukan karena setiap orang memeliki kecocokan yang berbeda.

Pada dasarnya, lulus atau tidaknya seseorang ditentukan oleh ujian tertulis, namun jika ternyata kau memiliki kemampuan luar biasa dalam ujian praktik, maka kau akan dinilai lulus ujian.

Ketika memasuki ruang ujian, aku duduk di tempat yang sesuai dengan nomor ujian yang ku dapatkan. Ketika aku memperhatikan sekitarku, semua orang tampaknya gugup selayaknya anak usia sepuluh tahun.

Waktunya pun tiba, penguji memasuki ruangan dengan membawa soal-soal ujian.

“Aku akan memulai ujian masuk sekarang. Jika aku mendapati kalian melihat jawaban orang lain, kalian akan langsung diusir, harap berhati-hati”

Penguji berkata sambil membagikan lembaran soal dan lembar jawaban.

“Kalau begitu, Mulai!”

Seketika ujian tertulis pun di mulai. Aku memperhaikan soal yang ada di hadapan ku. Tapi itu hanyalah berisi soal baca tulis, berhitung dan soal sejarah.

Baca tulis sudah aku kuasai sejak usia tiga tahun jadi tidak masalah. Tentang berhitung, sebagian besar hanyalah penjumlahan dan pengurangan serta perkalian dan pembagian. Tentu ini bukan masalah bagi anak yang dulunya siswa SMA kan?? Tentang sejarah, itu hanyalah pertanyaan yang bisa dijawab oleh bangsawan manapun.

Cain pun menyelesaikan semua pertanyaan dengan cepat  dan akhirnya diapun terdiam melamun.

Waktu ujin pun belum berlalu setengah nya. Semua orang di sekitar ku mereka senua berfokus mengerjakan lembar jawaban mereka.

“Kamu! Apakah kamu baik-baik saja sesantai itu? “

Penguji memanggil ku.

“Aku sudah menyelesaikan semuanya.”

Cain menjawab begitu.

“Hmmm, Begitu ya? Periksa lagi…”

Penguji pun berlalu mengitari siswa lain.

Dan waktu ujian pun berakhir.

“Cukup! Lepaskan tangan mu dan letakan lembar jawaban mu”

Setelah ujian berakhir, semua orang merasa lega.

“Kalau begitu, mari kita mulai lanjut ke ujian praktek. Seluruh peserta di ruangan ini silahkan menuju lokasi pengujian kekuaan sihir terlebih dahulu.”

Seluruh siswa diruangan pun bergegas menuju lokasi ujian sihir. Lokasinya terletak di lapangan latihan dimana terdapat boneka-boneka target berjejer. Di sana, setiap sepuluh siswa akan diuji untuk menembakan sihir kearah target.

“Baiklah, nomor 281 sampai nomor 290 silahkan berbaris di sini. Lepaskan sihir terbaikmu kearah target itu.”

Kain adalah nomor 285, jadi dia masuk ke bagian kelompok pertama.

“Apakah aku boleh mengeluarkan kekuatan maksimalku? “

Cain bertanya pada penguji tanpa berfikirr panjang.

“Tidak apa-apa, karena area pelatihan ini memiliki penghalang”

“Baiklah, Mulai!”

Sembilan orang lainnya di barisan mulai melemparkan mantra.

“Fireball” “Waterball” “Air bullet”

Mereka melepaskan siir mereka setelah selesai mengucapkan mantra.

Boneka target ada yang terbakar, basah aau hanya bergoyang.

Cain memperhatikan mereka dari samping.

Cain mencoba mengeluarkan kemampuan terbaiknya, [Hell Inferno].

Hampir saja ia akan mengeluarkan mantra kelas atas.

Ketika penguji melihat seliuruhnya telah menembakan sihir mereka, ia pun berbicara kepadaku.

“Nomor 285! Cepat rapalkan sihir mu!”

Dia memberikan peringatan karena aku terlalu fokus memperhatikan sekeliling.

Cain mengarahkan pandangannya ke sasaran. Memusajkan mana ke ujung jari.

[Fire Bullet]

Setelah merapal sihir, normalnya peluru api merah akan muncul. Namun karena Cain memiliki God of Magic Protection Lv.10 , Peluru api yang muncul berwarna kebiruan yang melesat kencang sambil berputar.

Saat itu mencapai sasaran, boneka sasaran menghilang seolah-olah tidak ada sesuatu disana.Namun, peluru itu tidak berhenti dan menabrak dinding luar.

“Duaaarrr!!!!”

Dinding luaar yang telah diperkuat dengan penghalang itu runtuh. Setelah peluru itu menghancurkan pohon besar yang ada di halaman, apinya akhirnya menyebar.

Seluruh siswa yang sedang merapalkan sihirnya, menghentikan rapalan mereka dan terdiam membeku.

Tentu saja penguji juga sama.

“……”

Di depan mata terlihat pemandangan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Area latihan yang harusnya berada di dalam ruangan, kini dinding luarnya hancur dan sinar matahari merangsek masuk. Tempat yang terkena dampak menjadi seperti magma dan meneluarkan aura panas.

“… Kupikir itu akan baik-baik saja karena ada pelindung pada dindingnya…”

Cain lemas.

Penguji yang tadinya membeku pun pulai bergerak.

“… ini, kamu yang melakukan ini? Apa yang kamu gunakan?”

“Yah, aku menembakkan [Fire Bullet]”

Cain menjawab pertanyaan penguji.

“Hal semacam itu … Level dasar bisa sampai seperti ini… mana mungkin… “

Penguji masih setengah sadar.

“Ah dripada itu, aku harus mmemastikan tidak ada orang yang menjadi korban!! “

Beberapa orang panitia penguji berkeliaran memeriksa keadaan sekitar dan ada juga penguji yang berlari unuk segera melapor ke atasan mereka. Seketika itu, sang atasan penguji pun datang untuk memeriksa keadaan di sini. Beberapa penguji lain yang dtang karena mendengar suara ledakan juga terperangah menyaksikan dampak di lokasi ini.

“Ka- kalau begini kita tidak bisa melanjutkan ujiannya… Kalau begitu mari kita pindah ke tempat latihan kedua. Semuanya, ikuti aku. Kamu langsung saja ke tempat ujian ujian berpedang”

Karena baru saja satu kelompok telah membuat lapangan ujian rusak dan tidak dapat digunakan. Semua peserta mengikuti pengji untuk dipindahkan ke tempat latihan ke dua.

Sedangkan Cain dibawa oleh salah satu penguji yang lain menuju ke tempat ujian berpedang. Di lokasi ini banyak peserta yang sudah biasa berlatih pedang sebelumnya.

“Kalau begitu, kita mulai ujian berpedangnya. Karena dalam ujian berpedang kami di dukung oleh guild petualang, penguji disini adalah petulang ahli pedang dengan rank B keatas.Jadi jangan ragu untuk mengeluarkan kemampuan penuh mu. “

Diantara barisan petualang yang menjadi penguji, ada seseorang yang nampaknya tidak asing. Seorang pettualang berambut merah dan mengeluarkan aura yang berbeda dari kebanyakan penguji lainnya.

“Oh, Claude-san!”

Cain tanpa sadar bergumam saat melihat wajah yang dikenalnya. Claude pun sepertinya menyadari keberadaan suara itu dan menoleh kearahnya. Diapun melambaikan tngannya dan kemudian menundukan kepalanya.

“Oh, itu Cain ya?, kamu  juga sepuuluh tahun ya… Aku yang akan jadi lawan mu”

“Itu Claude-san kan? Anggota Flame Ice yang terkenal itu dan petualang rank A..”

Terdengar kerumunan orang yang membisikan hal itu.

“Tidak, terimakasih, aku menahan diriku”

Cain langsung menolak.

“Apa kamu sudah kenal Claude-san yang menjadi peringkat tertingi di seluruh peguji hari ini? Kalau begitu silahkan lawan dia”

Dengan adanya perkataan itu, lawan ujian Cain sudah ditentukan

Peserta lain dibagi untuk mengahapi petualang lainnya yang berbeda-beda.  Dan ujian berpedang pun dimulai.

“Apa kamu sudah terbiasa dengan guild petualang? Hari ini majulah dengan segenap kekuatanmu!”

Claude tersenyum. Seperti yang diharapkan, Claude tidak tahu bahwa Cain juga sudah menjadi rank A.

“Terima kasih, Claude-san mohon bimbinganya.”

Cain memegang pedang kayu nya bersiap kearah Claude.

Dia langsung melesat maju dengan menggunakan [Body Strengthen] sekitar 20%. Namun, karena kecepatannya Calude pun agak terkejut.

“Bahkan kamu bisa menggunakan [Body Strengthen] ya?? “

Cain menangkis ayunan pedang Claude.

“Sepertinya ini akan jadi sangat menyenangkan. Tadinya aku sanggat bosan karena ini adalah Quest yang dipaksakan oleh Rina.. “

Sambil berbicara begitu Claude menggunakan [Body Strengthen] untuk menangkis serangan Cain.

Lalu pertarungan diantara keduanya terus berlanjut. Mereka bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diperhatikan oleh peserta lain.

“Cain-kun, kamu kuat juga ya! Aku yakin kamu lebih kuat dari para penguji di sini..”

“Claude-san, ini kan ujian apa boleh anda bertingkah seenaknya begini?? “

Claude seperti seorang maniak bertarung. Sambil tersenyum ia menggunakan [Body Strengthen] dan mengayunkan pedangnya. Karena Cain memiliki God of War Protection, jadi dia dapat dengan mudah menghadapi serangan-serangan nya. Namun ini ttampaknya belum akan berakhir.

Ketika mereka sedang asik berlatih tanding, terdengar orang berbicara.

“Tolong cukup sampai disitu saja!”

Itu adalah ketua penguji.

“Jika kalian terus-terusan bertarung disini, peserta lain tidak bisa ujian…”

Mereka berdua pun menghenttikan pertarungan diantara mereka, dan melihat sekitar. Tak ada satupun orang yang melakukan pertarungan. Bahkan para penguji sibuk memperhatikan pertarungan mereka berdua.

“Oh, sepertinya kita sudah berlebihan.. Mau gimana lagi.. Cain-kun kapan kapan kita kerjain Quest bareng ya…”

Sambil tersenyum Claud menjabat tangan Cain.

“Kalau bisa aku akan menolak… tapi tidak bisa kan?? Mohon kerjasamanya”

Setelah berjabat tangan, ia kembali ketempatnya.

“Kamu nomor 285 Cain-kun ya? Ujian mu sudah berakhir. Kamu bisa pulang sekarang. Sisanya kamu inggal menunggu pengumuman kelulusan saja. “

Cain berhasil menyelesaikan semua ujian dan iapun meninggalkan sekolah. Bahkn dia pun tidak menyadari bahwa dia sudah menjadi topik pembicaraan yang luar biasa diantara para peserta ujian.

Follow IG kami ya…. @kurozuku

Cain telah kembali ke mansionnya.

“Selamat datang Cain-sama, bagaimana ujiannya?”

“Aku pulang. Ujian sudah selesai dengan sukses.”

Sylvia menyambut.

“Kurasa aku lancar dalam ujian tertulis dan ujian praktek, jadi aku fikir aku akan lulus.”

“Kalau begitu syukurlah. Sepertinya nanti kia harus merayakan kelulusan anda ya..”

Sylvia menjawab sambil tersenyum dan bersama Cain masuk ke dalam.

Di kemudian hari, Perdana Menteri, yang sedang bekerja diruangan nya, ia langsung berlari keruang raja setelah melihat satu dokumen.

“Ada apa lagi Magna? Kamu terburu buru begitu.. “

“Tolong lihat ini.”

Sang Raja melihat kertas itu dan memegang kepalanya.

Laporan yang diperlihatkan adalah permohonan anggaran dari pihak sekolah sebesar 10 koin platinum untuk perbaikan tempat pelatihan yang rusak. Ada catatan kronologis dibawahnya.

“Dalam ujian masuk, Peserta bernama Cain menggunakan mantra dasart dalam ujian sihir dan menghancurkan tempat latihan, jadi untuk itu dimohon biaya perbaikan.”

“Anak itu.. Dia melakukannya lagi… “

Sang raja dan Perdana menteri menyetujui permohonan itu sambil memgang kepala mereka.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

One response to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 4”

  1. Faqih says:

    Mantap , ini bener2 di translet manual ,, Ga kaya di sebelah , Google translate langsung di update , bacanya bener2 bikin puyeng ,,

    Makasih min udah di TL in ,, mantap!! Lanjutkan TLnya min,, Ganbate !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *