Vol.02 - Ch.46 ~ Identitas Asli Lula

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 46 di Kurozuku.

26 Apr 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Setelah urusannya di Drintle selesai, Cain pun segera berpindah kembali kerumahnya di ibukota.

Iapun duduk di kursi di ruang kerjanya yang hening, lalu meregangkan tubuhnya. Setelah sedikit bersantai, Cain pun keluar ruangan dan memberitahu Collin bahwa ia telah pualng, dan menanyakan kondisi kedua rubah putih bersaudara kepada Sylvia.

“Lula sang kakak, sepertinya sudah agak tenang kurasa ia sudah bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai pelayan, dan dia cukup berpengetahuan… Sedangkan adiknya Laura, dia masih butuh pelatihan… aku mulai melatihnya dengan hal-hal yang dia bisa lakukan untuk gadis seusianya… berkat pendidikan yang dilakukan oleh pedagan budak, sepertinya dia cukup baik dalam menerima pelajaran…”

Cain mendengarkan laporan Sylvia sambil meneguk tehnya.

“Aku ingin berbicara dengan Lula, bisa kah kamu memanggil dia?”

Sylvia mengangguk mendengar perkataan Cain, lalu meninggalkan ruangan untuk memanggil Lula.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Tak lama, terdengar suara pintu diketuk, setelah Cain-memberikan izin, Lula pun masuk kedalam ruangan.

Sepertinya ia sudah cukup menguasai tugasnya sebagai pelayan, dan kini ia telah mengenakan seragam pelayan. Dan dia sudah tidak punya masalah saat berjalan.

Selain itu, raut wajahnya telah membaik karena ia telah mandi dan menyantap makanan.

“Tuan, apa anda memanggil saya…”

Ia menunggu di depan ruangan sambil merasa agak gugup.

“Ya, kemarin aku tidak membahasnya karena kemarin kalian baru tiba disini, tapi mari kita lanjutkan pembicaraan kemarin… pertama-tama silahkan duduk dulu….”

Cain mempersilahkan Lula untuk duduk dihadapannya. Mendengar kata ‘kemarin’ Lula duduk di sofa dihadapan Cain sambil merasa sedikit ketakutan.

“Kurasa aku sudah memberitahu kalian di kereta kemarin, kalau aku menggunakan [Appraisal] kepada kalian berdua, dan aku ingin bertanya terkait masalah itu padamu…”

Ujar Cain, Lalu ia bediri dan mengambil sebuah buku catatan dari dalam laci meja kerjanya. Meletakan buku itu di hadapan Lula, dan meminta ia untuk melihat isinya.

Lalu ketika ia membacanya, seketika matanya membelalak. Lalu ia menatap Cain, dengan mata yang berlinangan airmata.

“Ternyata memang benar ya… meskipun kamu sudah menyembunyikannya, Namun melihat title mu, disana tertulis [Reinkarnator], jadi aku penasaran apa itu mungkin… Karena itu aku memutuskan untuk membeli kalian berdua… Yah walaupun alasan lainnya adalah karena kalian mendapatkan [Divine beast protection] di status kalian… “

Yang ditunjukan kepada Lula adalah catatan rencana kegiatan yang akan ia lakukan di kota Drintle yang selalu ia tulis ketika waktu senggang. Tentunya ia menulis dengan menggunakan bahasa jepang agar tak ada satupun yang mengerti. Karena Lula menunjukan respion ketika membaca buku itu, artinya Lula juga merupkan orang jepang di kehidupan sebelumnya.

“Apa mungkin… tuan ini juga….”

Cain mengangguk tanpa kata menanggapi pertanyaan Lula. Melihat tanggapan Cain, air mata Lula semakin mengalir deras. Kemudian Lula bangkit dan mulai menangis sambil memeluk Cain.

Cain mengusap kepalanya sambil melanjutkan pembicaraannya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Dengan ingatanmu dari Jepang, pasti sulit bagimu untuk menjalani kehidupan sebagai budak ya… Sekarang kalian sudah aman… Mulai saat ini aku akan menjaga mu dan Laura dengan baik…”

Lula mengangguk beberapa kali sambil tetap menagis di pelukan Cain. Selama beberapa menit, hal ini terus berlanjut.

“Tuanku, maaf… saya sudah menggunakan dada anda…”

Setelah ia tersadar, wajahnya memerah merasa agak malu telah menangis di dada seorang anak kecil seperti Cain. Sambil menahan rasa malu ini, Lula kembali duduk di sofa.

“Tidak apa-apa… Bisakah kamu menceritakan kehidupan masa lalumu Lula? Saat ini aku sedang memerintah sebuah kota bernama Drintle, dan sekarang sedang kekurangan sumberdaya manusia, jadi aku berpikir jika aku bisa meminta mu meminjamkan pengetahuan mu di kehidupan sebelumnya untuk bekerja sama denganku membangun kota ini… “

Menanggapi kata-kata Cain, Lula memasang ekspresi yang agak kaku, lalu menatap Cain.

“Di kehidupan saya sebelumnya, saya adalah seorang mahasiswa jurusan arsitektur di salah satu universitas, saya mempelajari tentang infrastruktur dan desain bangunan. Ketika saya berusia dua puluh tahun, saya ditabrak oleh mobil yang mengabaikan rambu lalu-lintas dan kemudian meninggal… lalu lima tahun setelah saya bereinkarnasi, melalui upacara pembaptisan saya menerima kembali ingatan saya dimasa lalu… Diantara ras manusia rubah, Rubah putih dianggap sebagai pembawa bencana dan kami dianiaya. Setelah kehilangan orang tua saya, saya hanya hidup berdua dengan Laura yang juga terlahir sebagain rubah putih… Saya menguasai sedikit tentang perancangan bagunan, semoga ini bisa sedikit berguna bagi tuan…”

Terimakasih telah setia mengunjungi web sederhana ini…

Cain terkejut karena ternyata di dunia sebelumnya, Lula lebih tua dari pada dirinya. Lalu Cain pun juga menceritakan kisah kehidupan masa lalunya. Ia menekankan untuk merahasiakan hal ini karena bahkan Sylvia dan Collin tidak mengetahui hal ini.

“Di Drintle, kita akan membangun sekolah, panti asuhan, dan banyak lagi nantinya… Kakak ku berperan sebagai wakil walikota disana, bisakah kamu membantuku dengan menjadi staffnya sebagai arsitek? Tentunya Laura juga… Dan juga tidak apa-apa tidak memanggilku tuan… dengan ingatan kita sebagai orang jepang, itu akan terasa aneh…”

Mendengar Cain menyampaikan itu, Lula menggelengkan kepalanya.

“Tentu saja saya tidak bisa begitu… Sekarang saya hidup di dunia ini, saya perlu memperhatikan pandangan orang terhadap anda… Tapi, saat kita sedang berdua, Izinkan saya untuk membicarakan tentang kehidupan masa lalu kita… Misalnya tentang anime…”

Cain menyetujui permintaan Lula.

Setelah itu, mereka terus membicarakan tentang Drintle dan menjelaskan kepada Lula tentang rencana yang akan dia ambil kedepannya.

“Kalau begitu, saya pikir saya dapat berguna… akhir pekan nanti saya akan meminta izin kepada Sylvia agar bisa pergi ke Drintle…”

Jangan lupa untuk komen ya…

“Terkait itu, aku juga akan berbicara dengan Sylvia… Jika nanti sekolah sudah sibentuk, aku ingin laura juga belajar disana… Aku mengandalkan mu…”

Lula mengangguk mendengar ucapan Cain. Setelah pembicaraan itu berakhir, Lula kembali ke tempat Sylvia untuk membantunya. Collin pun masuk ke dalam ruangan menggantikan Lula. Lalu Cain memberi tahu Collin bahwa akhir pekan nanti akan membawa Lula dan Laura ke Drintle.

“itu tidak masalah Cain-sama, namun apakah tidak apa-apa menyerahkan urusan kota kepada Lula?”

Collin tidak mengetahui tentang masa lalu Lula. Jadi ia agak khawatir menyerahkan tugas ini kepada Lula.

“Tidak apa-apa, aku yang akan mengawasinya… Aku ingin segera bisa membangun sekolah agar Laura dan para anak yatim piatu di kota Drintle bisa belajar disana…”

“Baiklah, jika Cain-sama berkata demikian maka tidak akan ada masalah… karena anda hari ini membolos sekolah, Tuan puteri Telestia dan Nona Silk datang berkunjung, mereka meniggalkan sebuah surat, silahkan di periksa…”

Menerima surat dari Collin, iapun membuka segelnya, lalu membaca isinya. Itu adalah undangan untuk pesta teh esok hari di Istana.

“Besok, sepulang sekolah, aku akan berkunjung Ke Istana kerajaan… aku mendapatkan undangan dari Teres dan Silk.”

Collin menganngguk menanggapi pernyataan Cain.


“Benar juga… Cain-sama akhir-akhir ini sangat sibuk sampai tidak bisa meluangkan waktu dengan para tunangannya… Saya mengerti bahwa anda perlu sesekali menghabiskan waktu dengan mereka…. Dan juga, sebentar lagi persiapan makan malam akan segera siap…”

“Iya juga ya… aku akan memikirkan berbagai hal disini, jika sudah siap panggil aku ya… aku akan ada disini sampai saatnya tiba…”

Collin pun membungkuk memberi hormat dan kemudian meninggalkan ruangan.

Cain bersandar di sofa dan bersantai.

“Aku tidak menyangka akan ada orang jepang lain yang di reinkarnasi kesini… Aku harap jika para dewa itu memberi tahuku dulu…”

Cain menambahkan lagi isi catatan yang tadi sempat ia perlihatkan kepada Lula.

Makan malam pun siap, Sylvia datang untuk memanggil. Semua orang telah bersiap di meja makan, Lula dan Laura menggunakan pakaian pelayan dan membantu tugas Sylvia. Meskipun Laura masih berusia sepuluh tahun, namun sepertinya ia sangat berusaha mempelajari hal baru. Setelah selesai makan, Cain kembali mengurung dirinya di dalam ruang kerjanya, dan melanjutkan memikirkan hal-hal yang ingin ia lakukan kedepannya.

“Hm.. Kurasa ini cukup… Sisanya tinggal berkonsultasi dengan kak Alex dan Lula…”

Iapun menyimpan catatannya di dalam laci, lalu diapun bergebas untuk tidur.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

18 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 46”

  1. Arif P says:

    Makasih doble updatenya min ?

  2. Yusuf says:

    Yosshhhaaa mantap min lanjutkan

  3. ARiEL says:

    lanjutkan updatenya bang…

  4. Zirco says:

    Gw kira lula sama laura anaknya dewa air
    *ehhhhh

    Wkwkwk

  5. Ardian-kun says:

    Gua tebak sih lula itu saori si cewe yg adiknya di selametin cain waktu sblum mati (btw klo gk tau, ceritanya ada di volume 1)
    Soalnya dulu si doi ama mc kan saling suka,,ehh si mc mlah mati?
    moga aja di sini cinta mereka bersemi uhuy?

  6. Art says:

    Semakin membacanya semakin penasaran Alan cerita selanjutnya

    Semangat selalu men tl nya min?

  7. Hideri says:

    Uwahh ternyata itu toh alesannya ?
    Ngomong2 cain harus belajar sedikit dari pengalaman si seto keknya ya

  8. Fate says:

    Mantap min ditunggu update nya lagi

  9. Dg_Sean says:

    Saya bersyukur admin Update lagi 2kali sehari. Thanks min ?

  10. reader says:

    makasih min

  11. Dhil says:

    gilez reinkarnasi juga cuy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *