Vol.02 - Ch.52 ~ Pertemuan tak Terduga

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 52 di Kurozuku.

30 Apr 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Saat ini Cain sedang terbang menggunakan sihir [Fly].

Hari ini adalah hari libur, sesuai rencana ia pergi ke daerah Malvik untuk menambahkan titik perpindahan sihir [Transfer] miliknya. Wilayah Malvik terletak di sebelah timur laut ibukota, dan terletak di dekat kawasan pegunungan.

Karena letaknya yang berseberangan dari kota Drintle, iapun memutuskan untuk menggunakan sihir [Trasnfer] ke Ibukota, baru menggunakan sihir [Fly] dan terbang menyusuri jalan. Karena sebentar lagi musim panas, Cain terbang sambil merasakan terpaan angin yang hangat.

Di tengah perjalanan ia melewati persimpangan yang akan menuju ke Wilayah Gracia.

“Disini ya pertama kali aku bertemu dengan Teles dan Silk…”

Cain mengenang kejadian pertama kali mereka bertemu. Dalam perjalanan untuk menghadiri pertemuan di Ibukota, ia menyelamatkan sebuah kelompok yang sedang diserang kerumunan Orc, Berkat itu ia di promosikan sebagai Baron, dan diberikan sebuah mansion. Serta ia juga mendapatkan dua orang tunangan.
Cain terus menyusuri jalan sambil menyaksikan banyak kelompok berserta pengawal mereka yang berlalu lalang.

Di dunia ini, tidak banyak orang yang akan membayangkan soal terbang di langit. Meskipun sosok Wyvern itu ada, namun karena habitat alamnya berbeda, oorang-orang jarang melihat ke langit. Oleh sebab itu saat ini tak ada orang yang memperhatikan Cain yang sedang terbang dilangit.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 hari dengan kereta kuda untuk mencapai daerah Malvik, atau bisa dibilang sekitar 300 km. Jika Cain terbang dengan kekuatan penuh, mungkin dia bisa saja sampai dalam waktu satu jam, namun karena cuacanya cukup nyaman ia melaju menyusuri jalan dengan santai.

Selama perjalanan ia melewati desa-desa dan kota-kota kecil. Tentu saja saat melewati kota, ia memutuskan untuk mengambil jalan mengitarinya karena khawatir akan terlihat.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Sesekali ia berhenti, dan memeriksa peta, lalu ia kembali melanjutkan perjalanan. Ketika tinggal beberapa kota lagi sebelum mencapai wilayaah Malvik, ia melihat adanya kelompok yang sedang melakukan pertempuran.

Penyerangan dilakukan dari kedua sisi, di sebuah jalan setapak yang membelah hutan. Sekelompok pengawal kereta yang sepertinya adalah milik bangsawan, dengan dikepung oleh sekitar 20 orang yang seperti bandit.

“Sepertinya perbedaan jumlahnya sedikit berat ya… apa perlu aku bantu ya…”

Cain pun segera mendarat di lokasi terdekat dengan hutan, dan berlari menuju ke lokasi terjadinya pertempuran.

Para prajurit pengawal itu terus melawan para bandit tanpa ada korbn di pihak mereka, sedangkan diantara para bandit sudah ada beberapa yang terkapar.

“Aku akan membantumu!”

Cain berteriak ke arah para prajurit itu. Lalu dari belakang para bandit itu ia menembakan sihirnya.

“[Air Bullet] “

Sihir yan dilepaskan dari tangan kanan Cain itu melesat menyerang para bandit. Karena ia belum tau situasi dan kondisi nya, ia sangat menahan kekuatannya.

Terkejut dengan kemunculan tiba-tiba seorang anak kecil di belakang mereka, para bandit yang terkena serangan itu terjatuh satu persatu.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

“Terima kasih bantuannya! Kalian semua! Sedikit lagi bertahan lah!!! “

“Ooo!!”

Salah seorang prajurit yang kemungkinan adalah pemimpin pasukan pengawal ini berteriak dan membangkitkan semangat pasukannya. Seakan menaggapi hal itu, para prajurit memegang erat pedang di tangan mereka dan menebas para bandit dengan sekuat tenaga. Beberapa menit setelah adanya bantuan dari Cain, tak ada lagi satu orangpun bandit yang masih berdiri.

Para kesatria itu mengikat bandit-bandit yang pingsan. Dan salah seorang dri mereka yang sepertinya adalah pemimpin mereka datang menghampiri Cain. Ia berdiri beberapa langkah di depan Cain.

“Terima kasih telah membantu… aku pikir kamu hanyalah anak kecil, tapi ternyata kuat juga… aku adalah Rodeck, komandan kstaria di kota Danlov. Siapa nama mu? “

Penampilannya seperti seorang pria berusia 30 tahun dengan tinggi badan lebih dari 180 cm, dan tubuh yang terlatih dan memancarkan aura yang berbeda ketimbang ksatria biasa.

“Aku seorang petualang bernama Cain, aku sedang dlam perjalanan menuju wilayah Malvik, dan melihat kelompok anda diserang oleh bandit..”

Cain menjawab pertanyaan sambil mengeluarkan guild card dari sakunya. Itu dalah kartu yang berkilauan keemasan milik peringkat A.

Sang komandan, Rodeck mengetahui bahwa sebagai seorang petualang, Cain memiliki beberapa kemampuan karena telah membantu mereka, namun ketika ia mengetahui ternyata anak kecil di depannya adalah peringkat A, dia agak terkejut.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Seusia itu sudah perngkat A… Kami benar-benar terselamatkan… Tunggu sebentar, aku akan melaporkan hal ini kepada tuanku…”

Setelah memberitahu itu kepada Cain, ia langsung berlari menuju ke kereta.
Ketika Cain memperhatikan kereta itu, ada sebuah simbol yang belum pernah ia lihat sebelumnyaa, namun sudah dipastikan bahwa itu adalah kereta milik bangsawan.

“Ternyata memang bangsawan ya… kuharap ini tidak akan jadi merepotkan…”

Sepertinya pembicaraan Rodeck dengan bangsawan yang ada di dalam kereta telah selesai, pintu kereta itu pun terbuka, lalu tampak seorang pria turun.

Tampak seperti berusia lima puluhan dengan rambut putihnya disisir rapi ke belakang. Pria tua itu mendekati Cain. Kemudian berdiri dihadapan Cain dan menatap Cain, lalu mulai berbicara.

“Nama mu Cain ya… Aku ucapkan terimakasih atas bantuanmu.. Dengan jumlah sebanyak itu, sekuat apapun Rodeck pasti akan kerepotan… Tidak enak jika kita bicara disini, aku juga ingin berterimakasih, bagaimana kalau ikut bersama ku sampai ke kota berikutnya? Itu adalah kota yang aku perintah…”

“Tidak perlu, aku hanya membantu karena ada orang yang diserang bandit, lagipula aku terburu-buru… permi–“

“Udah udah naik ajalah… Kakek kakek ini kesepian di kereta sendirian…”

Pria tua itu memegang kedua bahu Cain, dan memandunya menuju kereta. Karena Cain sedang menggunakan pakaian petualang, ia tidak bisa begitu saja menolak keramahan dari seorang bangsawan. Iapun terpaksa menaiki kereta milik pria tua itu.

“Rodeck, nanti kerahkan pasukan kemari.. tim cepat tanggap segera beritahu ke kota, dua orang tinggal di sini dan mengawasi mereka.. “

Pria tua itu memberikan instruksi kepada Rodeck, lalu Rodeck pun segera melakukan pengaturan. Dua orang ksatria yang sudah naik kuda, segera pergi terlebih dahulu menuju ke kota. Tim pengawal yang tadinya berjumlah delapan orang kini hanya tinggal empat orang, dan keretapun mulai berjalan.

“Ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan namaku… aku Santos, Viscount Santos von Geretta Dunlov. Aku adalah walikota Dunlov…”

“Namaku Cain, seorang petualang… Aku memiliki nama keluarga juga,namun karena sekarang aku sedang menjadi petualang, jadi aku hanya menggunakan nama Cain saja…”

Meskipun ia juga adalah seorang walikota, saat ini ia sedang menjadi petualang. Meskipun ia sempat berpikiran untuk membuatnya identitasnya tetap sebagai seorang petualang, namun ada kemungkinan akan bertemu lagi dengan Pria ini saat bersama Silk atau Teles, jadi ia mengungkap kan kalau dia adalah golongan bangsawan.

“—- Ternyata benar bangsawan ya… aku sempat menduga nya karena sikapmu yang tidak berubah bahkan di depanku… aku merasakan kamu bukan peualang biasa…. Yah meski ada alasan lain kenapa aku ingin kamu naik di kereta ini…”

Saat mengucapkan kalimat terakhirnya itu, Santios tampak agak sedih.

Di dalam kereta itu, Santos terus mengobrol dengan Cain. Bagi Cain, sosok pria tua itu layaknya kakeknya, dan percakapan diantara mereka berlangsung dengan akrab.

Ketika mentari mulai terbenam, mereka pun sampai di kota Dunlov. Dunluv adalah sebuah kota dengan jumlah populasi sekitar 8.000, bagi kerajaan Esfort, ini merupakan sebuah kota berukuran sedang.

Jangan lupa untuk komen ya…

Kereta melewati gerbang dan berjalan menyusuri kota. Jauh di ujung tengh kota, berdiri sebuah rumah walikota.

“Disini lah rumah ku… Aku akan menyiapkan kamar tamu, jadi hari ini silahkan bersantai…”

“Tidak perlu seperti itu…. Ini sangat merepotkan mu, aku akan menginap di penginapan saja…”

Meskipun ia menolak untuk menginap di rumah walikota, namun Santos mengbaikannya dan membuka pintu mansion.

“Aku pulang!! Aku bawa tamu!! Segera persiapkan!! “

Dengan perkatan Santos, para pelayan mulai bergerak. Cain diantarkan menuju ke ruang tamu oleh salah seorang pelayan.

“Silahkan tunggu sebentar di sini, saya akan segera membawakan teh untuk anda…”

Cain pun meminum teh yang diseidkan oleh pelayan, tak lama kemudian pintu terbuka, dan Santos pun memasuki ruangan.

“Maaf membuatmu menunggu, aku harus memberikan perintah terkait kasus penyerangan tadi…”
Santos melanjutkan pembicaraanya setelah meminum teh yang telah disajikan oleh pelayan.

“Gimana? Cain, kamu mau tinggal disini gak?? Keturunan ku itu semua perempuan sih… kamu boleh kok jadi suami cucuku…”

“Bhuuk!”

Mendengar perkataan singkat Santos itu, Cain menyemprotkan teh yang ada sedang ia minum.

“Anda ini bicara apa tiba-tiba begini… Tentu saja itu tidak…”

Santos melanjutkan pembicaran tanp merasa malu sedikitpun.

“Tidak tahu kenapa, ketika melihat mu, aku merasa cocok… Lagipula kamu ini keluarga bangsawan kan, jadi tidak masalah jika menjadi suami cucu ku… Kemampuan mu pun aku sudah menyaksikannya tadi, wajahmu juga lumayan. Kamu juga bisa bisa berbicara sambil menatapku… akhir-akhir ini sangat langka lelaki sepertimu ini… Ngomong-ngomong kamu punya berapa saudara dan anak keberapa?”

Santos tertawa sambil membelai janggutnya.

“Aku adalah putera ketiga…”

“Kalau begitu tidak masalah!! Jika kamu jadi menantu ku kamu juga bisa jadi penerus keluarga Viscount lohh!! Tadi aku sudah memanggil puteri dan cucu ku… menantu ku belum bisa kesini karena masih bekerja, tapi sebaikya kamu bertemu dan lihat dulu saja…”

Cain merasa bingung dengan perkataan Santos, dan ia tidak bisa membalas perkaaanya.

Kalau bisa Di share juga ya…

“—- maaf, sebenarnya saya sudah punya tungangan…”

Cain menjwab Santos dengan wajah meminta maaf. Mendengar jawaban Cain, Santos terlihat sedikit kecewa.

“Sebagai seorang bangsawan kamu akan mewarisi posisi Viscount loh… Apa ada yang lebih penting dari itu?? “

“Soal itu—-“

Tiba-tiba pintu pun diketuk dan kemudian terbuka. Yang masuk adalah seorang perempuan berambut perak yang tampak seperti seorang ibu, dengan sorang gadis perempuan berambut sama yang kira-kira usianya sedikit lebih muda dari Cain.

Melihat sosok itu Cain terkejut dan matanya terbelalak.

“Eh? Ibu?? Kok bisa ada di mansion ini….”

“Buhhuk..”

Mendengar pernyataan Cain ini, kali ini Santos yang yang duduk di hadapan Cain yang menyemburkan teh nya.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

11 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 52”

  1. Joky? says:

    makasih chapter nya min 🙂

  2. Nana says:

    Semangat lanjutkan min

  3. Yusuf says:

    Kakeknya kah???? Hmmm

  4. psp06 says:

    Klo bener tu ibunya cain, parah ni kakek, masa tak kenal cucu sendiri ?
    Thanks updatenya min. Ditunggu lanjutannya

  5. Dg_Sean says:

    Update lagi min, pas seru²nya ini
    Mantab lahh

  6. Arif P says:

    Update lg, makasih min ?

  7. Yuu says:

    AYOOO MIN SEMANGAT TL NYA JADI PENASARAN INI???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *