Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 6
~~

Volume 2 – Chapter 6 – Upacara Penerimaan

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-5-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-7-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

Menyambut hari upacara penerimaan siswa. Aku tidak sempat melakukan kegiatas sebagai petualang karena aku sibuk harus membeli berbagai perlengkapan yang cocok dengan seragam ku.

Di sekolah kerajaan ini, ada libur dua hari dari enam hari seminggu. Satu bulan terdiri dari 5 minggu dan 30 hari. Ini menjadi pengulangan 4 hari belajar dan 2 hari libur.

Sambil mengenakan seragam sekolah ku, hatiku merasa benar benar bahagia. Di kehidupan ku yang sebelumnya, aku sudah sampai SMA walau hanya separuh jalan, tapi… Tiba-tiba wajah Saori terbayang di benak ku. Aku pikir Saori dan Manami akan baik-baik saja kan ya? Akupun menyerah akan bayangan itu dan menguburnya sebagai masalalu.

“Cain-sama, Anda cocok dengan seragamnya!”

“Harap berhati-hati di jalan”

Colin dan Sylvia mengantarku dengan senyum. Akhir-akhir ini Colin dan Sylvia sering bersama-sama, karena keduanya sudah cukup dewasa, aku harap hubungan mereka akan lancar.

Sekolah itu berjarak sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari rumah. Ini karena Yang Mulia memilih kan rumah yang lokasinya dekat.

Hari ini, agar tidak terjadi kesalahan lagi, aku masuk melalui gerbang utara.

Siswa baru dipandu ke lokasi mirip ruangan olahraga yang memungkinkan memuat sejumlah besar orang, dan langsung duduk ditempat yang telah disediakan. Di lantai dua, ada kursi kursi yag disediakan bagi orang tua siswa. Tentu saja kursi bagi bangsawan dan rakyat biasa dibeakan.

Melihat ke arah kursi orangtua bangsawan, ayahku Garm, dan Sarah duduk bersama.

“Ayah, anda datang ya”

Cain dengan gembira bergumam.

“Selamat pagi!”

“Selamat pagi ~”

Terdengar suara dua dari belakang dan ketika aku berbaklik aku melihat wajah yang ku kenal.

“Teles, Silk Selamat pagi!”

Cain menjawab sambil tersenyum. Ketika mereka melihat senyuman itu, pipi mereka memerah.

Folow IG ya…. ada dibawah

Teles dan Silk duduk di kedua sisi Cain. Ketika kami bertiga mengobrol, samar samar terdengar orang-orang berbicara dengan berbisik-bisik.

“Itu Putri Terestia kan? Dan disisi satunya itu putri Duke Santana kan? Siapa sebenarnya dia itu?? Sepertinya mereka sangat akrab?”

“Aku iri dengan yang ditengah itu …”

“Tapi anak yang duduk tengah itu juga keren …”

Suara-suara seperti itu. Tentu saja Cain berpura-pura tidak mendengarnya.

“Lagipula aku kan sudah masuk sekolah, aku ingin segera menumumkannya jika ayahku sudah mengijinkan… “

“Ya, Itu benar. Sangat merepotkan kalau harus disembunyikan terus”

Keduanya telah menyembunyikan pertunangan mereka selama lima tahun. Karena ini masih menjadi rahasia, mereka bertiga tidak pernah berkencan diluar. Hanya melakukan minum the di tempat tuan putri.

“Nanti aku akan membicarakan tentang waktu yang tepat dengan Yang Mulia dan Duke Eric”

Ketika mereka asik mengobrol, upacara pun dimulai. Kepala sekolah naik ke podium dan mulai berbicara.

“Semuanya selamat atas diterimanya kalian di sekolah ini! Disekolah ini—–“

Setelah ceramah yang cukup panjang, tepuk angan pun menggema.

Dan kemudian anggota OSIS berbaris di podium.

“Eh”

Cain terkejut. Salah satu anggota OSIS adalah kakaknya Leine.

Berdasarkan penjelasan ketua Osis, ia baru tahu bahwa kakaknya adalah wakil ketua osis.

“Selanjutnya, perwakilan siswa baru, murid kelas satu, Cain von Silford”

Setelah dipanggil oleh pembawa acara, Cain berdiri dan berjalan menuju ke podium.

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Bahasa Indonesia Volume 2

Berdiri dipodium dan menghela nafasnya. Setelah melihat kesekeliling iapun mulai berbicara.

“Perkenalkan, saya adalah perwakilan kelas satu tahun ini Cain von Silford. Kita yang berada disini adalah orang orang terpilih yang telah menyelesaikan berbagai ujian dari penguji. Saya adalah bangsawan, namun dalam pendidikan tak ada bedanya ntara bangsawan dan rakyat biasa. Raja pertama menetapkan bahwa semua warga negara berhak menerima pendidikan yang sama. Mulai saat ini disekolah, aku ingin kita menjalin persahabatan tanpa memandang faktor keluarga. Namun kami sebagai siswa baru, merasa banyak hal yang tidak kami ketahui, Senior-seior sekalian, kami mohon biimbingan nya. terima kasih. Perwakilan siswa baru. Cain von Silford “

Ketika aku membungkuk, terdengar tepuk tangan yang sangat meriah. Setelah menyelesaikan semua tugas ku, aku kembali kettempat duduk. Teles dan Silk sudahmenanti disana.

“Cain-sama sungguh sangat bermartabat.”

“Cain-kun kamu keren!”

“Kalian berdua terima kasih.. “

Pembawa acar melanjutkan acara.

“Terakhir, karena Yang Mulia hadir di sini, mari kita dengarkan sepatah kata dari beliau..”

Teres dan Cain terkejut mendengar kata-kata itu.

“Teles, apakah kamu tahu bahwa Yang Mulia akan berbicara?”

“Aku rasa dia belum pernah bicara disini sebelumnya”

Yang Mulia, naik ke podium, dan sedikit melirik kearah kami. Cain merasakan bahaya.

“Selamat untuk kalian semua, yang sudah diterima. Seperti yang dikatakan sebelumnya oleh perwakilan siswa baru Cain-kun, baik bangsawan, rakyat biasa, maupun keluarga raja semuanya memiliki hak yang sama dalam menerima pendidikan. Tahun ini, sepertinya para guru akan direpotkan oleh siswa karena mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang tidak biasa. Namun aku minta kalian berusaha sebaik mungkin. “

Dengan itu pidato Yang Mulia berakhir. Ketika beliau menyebut tidak biasa, ia sedikit melirik kearah ku. Aku pikir itu sengaja. Dengan tepuk tangan meriah, Yang Mulia turun dari podium dan upacara penerimaan pun selesai.

Cain menyapa orang tuanya setelah upacara masuk.

“Ayah, terima kasih sudah datang jauh-jauh dari kampung kita.”

Pengen bikin gak ada iklannya… tapi…

“Aku sempat kaget saat aku mendapatkan merpati kiriman Sarah. Saat aku melihat isi suratnya, ternyata Cain dapat hasil terbaik dan menjadi perwakilan angkatan. Aku bisa pergi kesini setelah menyerahkan pekerjaan ku pada Jin dan Alec loh…”

Garm tertawa.

Rupanya, siswa dengan hasil terbaik di sekolah inii akan dijadikan ketua angkatan. Karena hal ini jarang terjadi, maka wajar bagi orang tua cukup bangga saat anaknya mendapatkan itu.

Setelah berpisah dengan orang tuaku saat aku menuju ke kelas, aku melihat orang yang ku kenal di depan ku.

“Hei! Palma!”

Itu adalah Palma dari perusahaan Sarakhan. Dia mengatakan bahwa dia akan ikut ujian disekolah ini, sepertinya dia lulus ya.

Palma berbalik dan melihat Cain, iapun melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar. Ekor yang menyelinap keluar dari rok juga bergetar.

Karena dia adalah suku Beastmen, dia tumbuh lebih cepat dari ras lainnya, dan sudah menunjukan lekuk tubuhnya.

“Cain-sama selamat atas nilai terbaiknya. Pidato anda sebagai perwakilan tadi luar biasa.”

“Palma juga selamat sudah diterima. Kamu masu kelas mana??”

“Aku berhasil masuk kelas A karena aku belajar dengan giat. Sayang sekali aku tidak bisa masuk ke kelas yang sam dengan Cain-sama, tapi sama sekali tidak bisa sihir atau berpeang. Aku akan berusaha agar aku bisa jadi kelas S “

“Kelas A juga sudah luar biasa! Jika ada yang kamu tidak mengerti jangan sungkan tanyakan saja padaku!”

“Ya! Terima kasih banyak.”

Karena kelas Palma dan aku bersebelahan, kami berpisah di depan kelasnya dan aku menuju kelas S yang ada di sebelahnya.

Ketika aku membuka pintu kelas, Teres dan Silk sudah ada di sana.

“Cain-sama, anda terlambat.”

“Cain-kun, kamu lama sekali… sini, sini.”

Keduanya tersenyum sambil mengembungkan pipinya.

“Maaf, aku tadi ngobrol sama orang tuaku karena sudah lama tak berjumpa. Dan juga kerena ada anak yang aku kenal, jadi aku sedikit berbincang dengannya..”

“Anak yang kamu kenal? Apa itu perempuan?”

Teres memojokan ku.

“dia adalah putri seorang direktur perusahaan yang bekerjasama dengan ku. Aku menyapanya karena banyak merepotkannya”

Mendengar kata-kata itu, Teres dan Silk saling berbisik.

“Tidakkah kamu merasa Cain-sama memperbanyak calon lagi??”

“Hmm, bukannya tidak apa-apa jika itu bertambah??”

“Jika itu jadi terlalu banyak, nanti kita gak kebagian..”

“Itu gawatt…”

Mereka berdua saling berbisik, Cain bisa mendengar itu namun ia hanya bisa tersenyum pahit. Bel pun berbunyi dan seorang guru memasuki ruangan.

Guru itu seorang wanita.

“Semuanya, silakan duduk. Mulai hari ini, saya Elka von Portrai, akan menjadi wali kelas kalian. Mari kita mulai dengan perkenalan. Kita mulai dari ketua angkatan Cain-kun”

Cain berdiri dan menuju kesamping podium guru.

“Perkenalkan, namaku Cain von Silford. Aku adalah bangsawan, tapi Tolong panggil saja aku Cain. Mohon kerjasamasnya di masa depan”

Menundukan kepalanya, lalu kembali ke tempat duduknya. Berikutnya adalah Teles.

“Aku Telestia Terra Esfort. Aku Putri Ketiga. Seperti Cain-sama, tolong jangan sungkan-sungkan padaku. Terima kasih.”

Dia memberi salam dengan anggun selayaknya keluarga kerajaan. Selanjutnya adalah peringkat ketiga, yaitu Silk.

“Aku Silk von Santana. Aku adalah keluarga duke, tetapi kalian bebas untuk berbicara denganku seperti Telestina dan Cain”

Setelah itu, semua teman sekelas memperkenalkan dirinya satu-persatu.

“Dengan ini perkenalannya selesai, hari ini cukup sampai disini. Besok akan ada orientasinya. Dan juga kalian harus memilih matapelajaran pilihan kalian, jadi pilihlah dengan bijak..”

Dan akhirnya kami pun bubar. Kelas yang lain pun sudah berakhir dan siswa keluar dari ruang kelas satu persatu.

Di lantai ini, terdiri dari tiga kelas dari kelas S sampai B tahun pertama. Kelas C hingga E terletak satu lantai di bawah.

Ketika ia ingin pulang bersama dengan Teres dan Silk,  Cain mendengar suara teriakan dari koridor.

“Kenapa rakyat jelata dan beastman seperti mu bisa masuk kelas-A! Aku yang keluarga bangsawan ini lebih cocok daripada kamu!”

“Ya! Itu benar!”

Ketika mengintip koridor, ternyata itu Palma yang sedang dipojokan. Pada saat itu, Cain menatap gerombolan itu dengan wajah marahnya.

Mereka yang menyudutkannya adalah seorang keluarga bangsawan kelas atas, keluaga marquis. Palma kebingungan harus berbuat apa.

“Jika kamu tidak mendaftar di sekolah ini, aku harusnya menjadi kelas-A. Cepat keluar dari sekolah ini! “

Ketika aku memperharikan wajah orang itu, dia adalah Habbith putra Marquis Cordino. Aku harus segera menghentikannya.

“Langsung ribut dihari pertama ya, disini harusnya bangsawan dan rakyat biasa itu setara kan? “

Cain dari belakang ikut berbicara.

“Tidak ada urusan untuk ku, itu hanyalah untuk bangsawan kelas bawah.. aku bangsawan kelas atas!!”

Seteab bicara begitu Habbith pun berbalik, dan kemudian membatu. Kedua orang yang bersamanya pun menyadari keberadaan Cain dan menghentikan gerakannya.

“Aku belum pernagh dengar hall seperti itu? Tapi dia itu adalah kenalan ku…”

Habbith pun berlari ke belakang Palma bersembunyii dibalik punggung Palma.

“Wah Barion Cain Baron, apa anda tidak bepihak pada bangsawan dan memilih raktyat jelata ini?”

Salah satu dari mereka mengatakan itu pada Cain.

“Aku berpihak pada siapapun mau itu bangsawan atau orang biasa kok?”

“Hmn. Kamu berpihak pada rakyat jelata dan bukan pada bangsawan? Aku akan laporkan pada ayah agar rumah kalian semua dihancurkan”

Pada saat itu Cain mengeluarkan hawa membunuh. Aura itu hanya ditujukan kepada mereka bertiga.

“Kau tadi bilang siapa yang akan menghancurkan siapa…”

Cain, mengeluarkan tatapan kejam yang berbeda dari sebelumynya. Ketiganya gemetaran ditimpa aura membunuh itu. Saat itu seseorang berbicara di belakangnya.

“Menindas rakyat biasa padahall dia bangsawan, spertinya aku juga harus laporkan itu kepada ayahku?”

Mereka bertiga yang gemetaran melihat keaeah suara tersebut. Itu adalah Putri Teresia dan putri Duke.

“Tuu—tuan putri Telestia..mohon maaf tadi saya keliru… mohon maf tuan puri…”

Mereka menghadapi aura membunuh milik Cain dari depan sedangkan di belakang mereka berhadapan dengan tuan putri, Habbith pun menjadi pucat.

“Bukan kah kamu meminta maaf pada orang yang salah???”

Teres mendesaknya untuk meminta maaf kepada Palma.

Habbith sangat enggan meminta maaf kepada rakyat jelata, namun ia yakin bahwa akan merepotkn jika ia berurusan dengan keluarga kerajaan.

“A-ku minta maaf atas perbuaan ku… “

Habbith dan kelompoknya meminta maaf kepada Palma yang bersembunyi dibelakang Cain.

“Palma, apakah ini baik-baik saja?”

Cain bertanya pada Parma, dn dia mengangguk sedikit.

“… Ya …”

“Habbit-dono, jangan lakukan hal yang sama lain kali.”

“Aku mengerti, Cain-dono.”

Setelah mengucapkan kata itu, ketiganya pergi melarikan diri.

“Maaf, Palma aku agak terlambatmenyadarinya”

“Terima kasih telah membantu, Cain-sama.”

Palma menatap Cain dengan tatapan setulus hati. Pada saat itu, seseorang berbicara.

“Kurasa ini perlu kita bicarakan ya..”

Setelah itu, Cain dan Palma dibawa oleh Silk dan Telestia kembali ke kelas.

“Cain-sama, tolong duduk berlutut disana ya..”

“Eh …? berlutut???”

“sudah lakukan saja…”

“… baik..”

Cain dengan enggan duduk berlutut.

Ketiga gadis itu mulai berbicara.

Tampaknya pembicaraan berakhir sekitar 30 menit kemudian.

“Sekarang kita teman ya Palma!”

Silk berbicara kepada Palma.

“Iya! Senang manjadi teman mu.”

“Oh, aku lupa tentang Cain-kun…”

Silk pun menyadari bahwa diriny tengah melupakan tentang Cain ketika mereka bertiga asik mengobrol.

Ketiganya menatap Cain. Disana tampak Cain yang masih berlutut dengan kaki yang gemetaran dan tidak bisa bergerak.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-5-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-7-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 6 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *