Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 9
~~

Volume 2 – Chapter 9 – Pulang kerumah dan Evaluasi

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-8-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-10-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Translator : KuromageProofreader : –Author : Yashu

“Oh. Aku bisa pulang! Terima kasih, Master!”

“Yah, Kamu bisa main kapan saja.. Aku akan melatihmu… ah bawa pedang dan surat ini.. berikn kepada raja saat ini dan dia akan mengerti”

Cain menerima sebilah pedang dan sepucuk surat. Begitu pedang dicabut dari sarungnya, pedang itu sedikit melengkung dengan bilah tunggal seperti pedang Jepang. Setelah memperhatikan bilah tersebut bersinar dalam tujuh warna, lalu pedang itu dimasukan kembali ke sarungnya dan meyimpannya kedalam [Item Box].

“Itu pedang yang aku gunakan dulu, aku membuatnya menyamao bentuk katana jepang. Sebaiknya kamu gunakan itu”

“Aku terima dengan senang hati, kapan kapan aku main kesini lagi ya, [Transfer]”

Cain telah berlatih selama beberapa tahun di dunia yang diciptakan oleh Yuuya. Di dunia sana satu tahun sama dengan sehari di dunia ini. Penampilan secara fisiknya pun seharusnya beruba, namun karena itu tidak berbeda dengan beberapa hari yang lalu, cain pun langsung berpindah tempat ke dekat mansionnya.

Meskipun di dunia ini hanya beberapa hari, namun Cain baru bisa pulang setelah berlatih selama lima tahun.

Memandang rumah nya dari luar, akhirnya dia merasakan sensasi bahwa dia sudah dirumah. Iapun membuka pintu, dan memasuki lobby.

“Aku pulang…”

Cain berkata dengan suara lirih. Entah mengapa Collin dan Sylvia sedang di kerumuni oleh beberapa ksatria dan saling mengobrol. Penasaran dengan apa yang terjadi, iapun bergabung dengan kerumunan itu.

“Apakah anda yakin sudah mencarinya di dalam ibukota kerajaan dan sekitarnya? Pasti ada di suatu tempat, Tolong cari lagi”

Sylvia memberikan instruksi kepada para ksatria dengan tekanan yang kuat. Cain memutuskan untuk bertanya pada ksatria di dekatnya.

“pak ksatria, apa yang terjadi disini?”

“Baron Kain telah menghilang. Dia mengatakan bahwa dia akan kembali dalam dua hari, namun ini sudah lima hari berlalu. Tim pencari telah dikerahkan untuk mencarinya di dalam ibukota disekitarnya. “

Ksatria itu menjawab.

“…”

Keringat dingin menetes di dahi Cain …

“Ngomong-ngomong, kamu siapa? Ini adalah rumah Baron Cain, apakah kamu petualang yang datang untuk membantu pencarian Baron Cain? Kalau begitu tanyakan detailnya pada Collin yang disana..”

Ksatria akan menjelaskan kepada Cain dengan penuh perhatian. Mendengar suara percakapan itu, Collin dan Sylvia mengarahkan pandangannya kearah mereka. Keduanyamenatap kearah Cain.

Dan Sylvia menjatuhkan dokumen-dokumen yang dipegangnya. Tubuhnya begetar dan matanya berlinangan air mata.

“Gain Zamaaaa !!” (Cain-sama…)

Sylvia melesat kerahnya.

Sylvia menangis dan menempelkan kepalanya di dada Cain. Ksatria yang tadi diajak bicarapun terkejut, karena ia tidak menyangka bahwa ternyata lawan bicaranya adalah Baron Cain itu sendiri.

“Zyuukurlah gatanyabwakalbulangduabharidapiudahlimahiniharibelumbualang” (syukurlah, anda bilang akan pulang dalam duahari namun sudah lima hari belum pulang.

Cain pun meminta maaf kepada semua orang sambil mengelus kepala Sylvia, yang masih menempel didadanya.

“Semuaya, maaff mebuat anda repot. Karena aku sudah pulang dengan selamat, jadi jangan khawatir.”

Cain membungkuk kepada para ksatria yang menjadi tim pencari.

“Baron Cain, tolong angkat kepala anda. Karena saya juga mendengar di Istana juga terjadi kegemparan, aku akan segera melapor ke istana”

Para ksatria menundukkan kepala dan pergi.

Tinggalah mereka bertiga di ruangan itu.

“Tolong jelaskan, Cain-sama!”

Cain bingung bagaimana ia harus menjelaskannya. Tentu saja ia tidak bisa mengatakan bahwa ia bertemu dengan raja pertama.

“Aku pergi ke Hutan Iblis dekat Gracia, tapi aku tersesat di sana …”

Mereka menatap Cain dengan tatapan dingin.

“”Alasan tidak diterima!””

“Maaf. Aku tidak bisa menjelaskan itu sekarang. Kalau harus menjelaskannya, maka orang pertama adalah Yang Mulia atau Perdana Menteri.”

Cain berkata dengan sejujurnya. Keduanya tersentak mendengar kata Yang mulia disebutkan.

“Aku punya permintaan pada kalian. Karena kita akan memelihara hewan panggilan disini, aku mohon kalian mau merawatnya.”

“Eh?”

“Kalian akan paham saat melihatnya…”

“[Summon] “Haku” , “Gin” “

Lingkaran sihir muncul di lantai, dan munculah seekor serigala putih seukuran anjing besar dan seekor naga perak dengan ukuran yang sama.

“Eeehh!!!!!”

Collin dan Sylvia terkejut dengan kemunculan tiba-tiba serigala putih dan naga perak itu, tetapi karena keimuttannya Sylvia pun mengulurkan tangannya.

“Imutnya …”

Sylvia dengan lembut menjangkau serigala putih Haku. Haku dengan perlahan bersembunyi di balik Cain. Tentu saja Gin juga.

“Aah …”

Sylvia tampak sedih dan menarik kembali tangannya yang terulur.

“Aku berencana membesarkan mereka di rumah ini.”

“Cain-sama, spesies apa sebenarnya mereka ini …”

“Tolong jangan tanya itu… Haku, Gin, kalian berdua harus dengar apa yang dikatakan Sylvia.”

“Waau”

“Kyuui”

Keduanya menjawab.

“Haku dan Gin itu cerdas, jadi mereka mengerti perkataan kita. “

“Baiklah, Cain-sama”

Mereka berdua sepertinya setuju.

“Ah, iya Cain-sama… “

“Ya? Ada apa?”

Collin ingin membicarakan sesuatu yang tiba-tiba ia ingat.

“Putri Telestia dan nona Silk sangat mengkhawatirkan anda. Karena anda tidak masuk sekolah, setiap hari sepulang sekolah mereka selalu berkunjung kemari”

“Oh …”

Cain measakan hawa dingin dipunggungnya.

“Saya pikir ada juga ada panggilan dari istana, ..”

“Collin, apa tidak bisa mengatkan kalau aku pulang ke rumah orang tuaku …”

“Maafkan aku … karena Putri Telestia yang memerintahkan tim pencari, jadi kupikir itu tidak mungkin.. “

Dan Cain pun  mempersiapkan dirinya untuk dimarahi.

◇◇◇

Keesoka harinya, di pagi hari ketika aku mencoba unuk berangkat sekolah seperti biasanya, aku langsung ditangkap oleh Teles dan Silk.

“Aku sudah dengar kemarin dari tim pencari. Cain-sama sebenarnya anda kemana saja! Aku benear-benar kjawatir”

“Cain-kun. Kemana kamu pergi sampai harus bolos sekolah?untuk sementara silahkan duduk berlutut disana”

Ia diceramahi oleh mereka berdua.

Teles menceritakan beapa khawatirnya dirinya, dan mulai menangis ditengah-tengah ceritanya. Aku menjelaskkan bahwa aku pergi ke hutan monster kemudian tersesat, kemudian di bantu oleh orang yang tinggal ditengah hutan.

“Aku belumpernah pergi ke hutan monster. Tapi pasti disana banyak monster yang kuat ya? Apa ada orang yang tinggal di tempat seperti itu?”

Setelah menerima penjelasan ku, mereka berdua mulai memiliki minat tentang pembicraan hutn monster. Yang bisa tinggal disana adalah leluhurnya. Namun tentu saja aku tidak bisa mengatakannya.

“Naga merah yang dipajang dirumahku juga berasal dari Hutan moster itu. Orang itu sangat kuat jadi aku minta dilatih olehnya. Dan akhirnya aku jadi keterusan”

“Ayah tidak begitu khawatir tapi, dia berkata jika kamu sudah pulang agar kamu segera menghadapnya. Ia juga pernah berkata ‘Anak itu, kali ini apa yang akan dia perbuat’ “

“…Aku akan ke isstana nanti setelah pulang sekolah…”

Cain melemas dan mengikuti pelajaran sambil merasa tertekan.

“Aku ingin langsung pulang …”

Tentu saja ia tidak bisa pulang. Ada Silk dan Teles di kedua sisinya.

“Ayo kita pergi ke tempat Ayah.”

Merekaun menaiki kereta yang datang untuk menjemput Teles. Dan menuju ke Istana kerajaan.

Anda dipandu ke resepsi biasa dan minum teh. Yang Mulia berhenti turun sambil menekan keinginannya untuk kembali. Ia langsung diantarkan keruang raja seperti seorang pelanggan tetap sebuah kafe, lalu meminum teh yang disediakan.

Tidak lama kemudian, Sang raja dan perdana menteri pun masuk.

“Oh. Cain, Ternyata baik-baik saja ya? Aku tidak begitu khawatir, tetapi Teles khawatir sekali… Kemana saja kamu?”

“Tentang itu… Aku diperintahkan oleh dewa Zenom untuk menemui seseorang.. “

Mereka terkejut bahwa nama dewa pencipta disebutkan. Ia mengeluarkan surat dari [Item box] dan kemudian menyerahkannya kepada Yang Mulia.

“Orang itu mengatakan untuk memberikan ini kepada Yang Mulia …”

Yang Mulia melihat tanda yang menyegel surat yang diterimanya dan menegang.

“Cain, ini adalah tanda segel resmi kerajaan Esfort loh… siapa yang mengirimkan ini …”

Raja pun membuka segel dan mulai membaca surat di dalamnya. Ketika membacanya, ekspresi wajahnya perlahan berubah. Setelah membaca keseluruhan isinya, raja menyerahkan surat itu kepada Perdana Menteri untuk dibaca. Perdana menteripun menujukan ekspresi yang hampir sama.

“Si-siapa sangka Cain, kamu bersama dengan raja generasi pertama… apalagi ternyata beliau menjadi dewa….”

“… Ya, itu benar. Yang mulia raja pertama menciptakan dunia lain, dan menjadi dewa pencpta di dunia baru itu”

Cain menegaskan.

Lalu ia meletakan pedang yang ia terima bersamaan dengan surat itu di atas meja.

“Ini memang Katana yang dikatakan dlu digunakan oleh raja pertama….”

“Ya, aku menerimanya dari yang mulia raja pertama… “

Cain menyimpan kembali pedangnya kedalam [Item Box].

“Raja pertama mengatakan disuratnya bahwa kamu mempunyai sebuah misi, apa kamu bisa mengatakan apa misi itu??”

Yang Mulia bertanya. Namun Cain hanya menggelengkan kepalanya.

“Maaf, Yang Mulia, saya tidak bisa membicarakan tentang misi itu sekarang. Ini belum waktunya, dan belum ada kepastian.”

Mata mereka saling bertatapan, dan Yang mulia pun menghela nafas.

“Dikatakan juga kamu menerima pelatihan darinya, pelatihan seperti apa??”

“Tentu saja itu sebuah latihan yang sangat sulit loh… Karena aku terus dulatih siang malam selama lima tahun…”

Cain mengatakannya dengan polos.

“Oh … apa tadi kamu bilang lima tahun?”

“Ah !!!!!!”

“Coba ceritakan lebih rinci tentang itu…”

Seperti biasa Yang mulia menunjukan senyum mencurigakan saat mendapati Cain yang lengah.

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-8-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Sebelumnya[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/tensei-kizoku-no-isekai-boukenroku-novel-bahasa-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Daftar isi[/su_button]

[su_button url=”https://kurozuku.my.id/novel/tensei-kizoku-isekai-boukenroku-volume-2-chapter-10-indonesia” target=”self” style=”glass” background=”#c9c9c9″ color=”#3d70e0″ size=”3″ wide=”no” center=”no” radius=”auto”]Berikutnya[/su_button]

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 9 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 2 Chapter 9”

  1. Yuu says:

    Cain : Karena aku terus dilatih selama lima tahun…
    Raja : Lima tahun!!
    Cain : AH !!!
    Raja : cuma lima tahun?
    Cain : …….

    Wkwkwkwkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *