Vol.03 - Ch.01 ~ Keberangkatan

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 1 di Kurozuku.

7 May 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Ketika liburan musim panas semakin dekat, datanglah panggilan dari Istana kerajaan.

Setelah diantarkan ke ruang pertemuan yang biasa, ia menghabiskan waktu menunggu sambil menikmati aroma teh berkelas yang telah di sajikan untuknya.

Tak lama waktu berselang, Yang mulia, Duke Eric dan Perdana menteri Magna masuk ke dalam ruang pertemuan itu. Cain mencoba untuk bangkit dan memberi hormat, namun di hentikan oleh Yang mulia dengan isyarat tangannya.

“Maaf membuatmu menunggu, Cain… Santai saja… “

Sang raja duduk di tengah, sedangkan Eric dan Magna duduk di kedua sisinya.

“Ini soal gadis suci yang pernah aku bicarakan sebelumnya, kami sudah mendapat kan informasi kapan dia akan berangkat kesini… Untuk itu, aku ingin kamu pergi menjemputnya di kota Sylvester, yang merupakan kota perbatasan kerajaan kepercayaan Marineford, untuk lebih detailnya biar Magna yang menjelaskan padamu….”

Cain mengangguk, dan Magna pun memulai penjelasannya.

Kota Sylvester berjarak lima hari perjalanan ke sebelah tenggara ibukota, dan kota itu dipimpin oleh Earl Lagnav von Luvest Sylvester. Karena letaknya yang dekat dengan Kerajaan Marineford, disana banyak penduduk yang berkepercayaan kuat terhadap kepercayaan Marineford, serta disana terkenal dengan produksi anggurnya sampai mereka mengekspor barang ke negara lain.

Dijelaskan bahwa Wine yang di gunakan saat Cain mengadakan pesta di rumahnya juga merupakan produk unggulan Sylvester. Tentu saja bagi Cain yang masih dibawah umur dan tidak meminum alkohol ini tidak mengerti soal ini.

“Rencananya ia akan tiba di Sylvesta 10 hari setelah libur musim panas dimulai.. Dan aku ingin kamu untuk tiba di Sylvester sebelum itu dan mempersiapkan penyambutan bersama dengan Lagnav… Tapi…”

Magna seperti sulit menjelaskannya, ia pun mengirim tatapannya ke arah raja. Menyadari tatapan itu, sang Raja mulai menambahkan penjelasan.

“Tentang Lagnav… dia adalah penganut Marineford yang fanatik… Sepertinya dia agak berlebihan, akan bagus jika kamu bisa menghentikannya sedikit.. Meskipun sebenarnya dia bukanlah orang yang jahat…”

Sang Raja menjelaskan sambil tersenyum pahit.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……


Bagi penganut yang Fanatik, gadis suci bisa dianggap sebagai utusan dewa. Bagi mereka menentang perkataan gadis suci sama dengan menentang perintah dewa.

Cain terus mendengarkan penjelasan sambil berpikir bahwa ia akan terlibat dalam hal yang merepotkan lagi.

“Meskipun aku mau kamu menghentikannya, Lagnav adalah sorang Earl, sedangkan kamu masih seorang Viscount, mungkin akan sulit bagimu.. untuk itu aku memberikan ini padamu…”

Benda yang diletakan di meja itu dalah sebuah lencana bangsawan yang terbuat dari Platinum. Ini adalah lencana yang jauh lebih berkelas dari lencana Viscount yang dimiliki oleh Cain. Namun di lencana itu memiliki simbol yang sama dengan simbol kerajaan Esfort ini.

“Ini adakah sebuah lencana yang hanya bisa dimiliki oleh keluarga kerajaan, atau juga di miliki oleh duta perwakilan kerajaan ini… dan untukmu, aku ingin kamu bertindak sebagai seorang perwakilan kerajaan ini, dengan ini mungkin akan bisa sedikit meredakan kegilaan Lagnav nanti…. Tentu saja kan…”

“Tentang Lencana ini… bukankah lebih baik jika nona Silk yang membawanya?? “

Karena sang gadis suci itu juga seorang perempuan, Silk pasti lebih mudah untuk berhubungan dengan dirinya. Jika Silk yang diberikan wewenang ini, maka Cain dapat berkonsentrasi pada misi pengawalan.

“Itu tidak boleh!! Hanya seorang bangsawan sejati yang bisa memilikinya… Kita tidak boleh memberikan lambang ini kepada seseorang yang hanya keluarga bangsawan…”

Sang raja membantah perkataan Cain dengan tegas. Sebagai rasa hormat, keluarga bangsawan mungkin diperlakukan sama dengan bangsawan, namun tetap saja mereka tidak memiliki wewenang yang sama dengan bangsawan sejati. Karena itu mereka tidak izinkan untuk memiliki lencana kerajaan ini.

“—Baiklah… kalau begitu aku akan menjaganya baik-baik.. “

Cain menerima lencna kerajaan itu, dan memasukan nya dalam [Item box] miliknya.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

“Aku mengandalkanmu…”

Dengan itu, mereka bertiga meninggalkan ruangan. Cain yang di tinggal sendirian di ruangan itu memandangi langit-langit.

“Semoga saja tidak terjadi apa-apa… “

◇ ◇ ◇

Sehari sebelum liburan musim panas dimulai.

Besok Libur musim panas dimulai, dan sekolah akan ditutup selama dua bulan kedepan. Dan hari ini adalah persiapan hari keberangkatan Silk menuju ke Sylvester untuk menyambut gadis suci.

“Cain-sama bertamasya dengan Silk berduaan…”

Telestia terlihat agak murung di hari terakhir sekolah ini. Tentu saja alasananya adalah bahwa Cain akan pergi berduaan dengan Silk untuk menjemput gadis suci.

Dia telah berkali-kali memohon kepada sang raja, namun ia tetap tidak diizinkan untuk pergi karena dia adalah seorang puteri.

“fufufu.. tenang saja… kami akan segera kembali… Teles tunggu saja baik-baik di Istana…”
Berlainan dengan Telestia, Silk mengatakan itu dengan nada bahagia. Dan senym penuh diwajahnya membuat Telestia semakin murung.

“Ini bukan jalan-jalan ya! Ini pekerjaan sebagai bangsawan! Aku akan segera kembali setelah menjemputnya… nanti aku akan bawakan oleh-oleh untuk mu…”

Hanya itu adalah yang terbaik yang bisa ia katakan. Mendengar kata oleh-oleh, raut wajah Telestia mulai melembut.

“Cain-sama, Janji loh..!! jangan lupa ya!!”

Cain mengangguk berkali-kali pada pertanyaan Telestia.

◇ ◇ ◇

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Hari pertama liburan musim panas.

Di halaman Istana sudah berbaris beberapa gerbong kereta, beserta pelayan serta pengawal sedang bersiap untuk keberangkatan.

Mereka bukanlah pengawal pribadi Cain, namun Royal Knight yang diutus untuk mengawal penjemputan gadis suci.

Semua barang bawaan Cain sudah dimasukan kedalam [Item box], dan kini ia sedang menghabiskan waktu sambil meminum teh yang dibuat oelh pelayan.

Disampingnya, Telestia duduk untuk mengantar keberangkatan Cain.

“Aku akan kesepian untuk beberapa waktu tidak bisa bertemu dengan Cain-sama…”

Ketika mereka berdua sedang asik mengobrol, sebuah kereta dengan lambang Duke terparkir di halaman Istana. Dan sosok yang turun dari kereta itu adalah Silk yang sudah memakai pakaian untuk perjalanan.

“Cain-kun, maaf membuat mu menunggu! Sepertinya sebentar lagi persiapannya akan selesai… aku juga mau minum teh dulu…”

Silk duduk di hadapan Cain, lalu mengirim tatapannya kepada pelayan yang beriaga di sampingnya. Tanpa berkata apa-apa, pelayan itu segera mundur dan menyajikan teh.

“Aku juga ingin pergi…. Silk bikin iri aja…”

Ia meminum teh nya sambil mengeluh tentang raja yang sampai saat ini belum mengizinkannya untuk pergi. Percakapan diantar mereka bertiga terus berlanjut. Dan tiba-tiba ksatria datang memanggil karena persiapan telah selesai.

“Maaf membuat anda menunggu, persiapannya sudah selesai.. Silahkan…”

Sesuai arahan dari ksatria, Cain dan Silk pun bangkit dan berjalan menuju kereta.

Kereta yang akan dinaiki mereka adalah kereta yang di persiapkan oleh kerjaan, dan mampu memuat hingga 10 orang. Kereta ini di tarik oleh empat ekor kuda, yang dikendalikan oleh Royal knight. Ksatria yang mengawal mereka berjumlah 20 orang. Ini adalah pengawalan terketat yang mereka sanggup.

Ketika ia ingin menaiki kereta, Duke Eric datang menghampiri.

“Cain-kun, aku titipkan Silk padamu…”

“Ya, tentu saja.”

“Iya iya…”

Mereka berdua membalas perkataam Eric.

“Ah iya, Cain-kun… Kalian masih belum boleh tinggal satu ruangan ya…”

“Eh?? “

“Hah?”

“Apa katamu???!”

Adalah Telestia yang merespon paling keras.

“Cain-sama sekamar dengan Silk… Aku saja belum pernah melakukn itu… Bisa-bisanya aku keduluan…”

Melhat Telestia yang berbisik mengeluh sambil menundukan wajahnya, Cain dengan cepat menyangkalnya.

“Teles! Itu tidak akan terjadi!! Tenang saja!! “

“Huft.. Iya juga ya.. kita kan belum resmi tungangan, jadi Cain-sama belum boleh melakukan itu kan…”

“Benar, karena kita belum mengumumkan secara resmi pertunangan kita, jadi kita belum bisa melakukan itu.. Ya kan? Silk juga— “

Ketika ia menoleh kearah Silk yang ada di smpingnya, wajahnya memerah dan menundukan wajahnya sambil bergumam, ‘sekamar dengan Cain-kun….’ Dan amsuk dalam mode khayal.

“Tu- Silk!! Kembalilah kedunia nyata!!! “

Jangan lupa untuk komen ya…

Mendengar perkataan Cain, Silk terkejut dan mengangkat wajahnya.

“Teles. Tenang lah, kita tidak akan sekamar… “

Namun pipinya memerah, dan sepertinya pikirannya masih dalam mode khayal.

“Mohon maaf, mari kita segera…”

Ksatria pengawal masuk dalam pembicaraan sambil meminta maaf.

Ketika Cacin memperhatikan, mereka sudah bersiap untuk berangkat, tinggal menunggu aba-aba dari Cain.

“Ah maaf.. Hei Silk.. ayo cepat naik ke kereta.. Setelah kami naik tolong segera berangkat…”

Cain mengajak Silk agar segera naik ke kereta, dan Silk pun naik.

“Kalau begitu, Berangkat!! “

Bersamaan dengan aba-aba dari Cain, pegawal depan mulai bergerak, lalu diikuti oleh kereta-kereta.

Cain mengeluarkan kepalanya dari jendela dan melambaikan tangan kearah Telestia.

“Teles, Aku berangkat ya!! “

“Hati-hati, Cain-sama!

Cain terus melambaikan tangannya sampai Telestia tak terlihat lagi.

Dan kereta pun berangkat menuju ke kota Sylvester.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

10 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 1”

  1. Yusuf says:

    Hooo first lagi dong hwhehehehe mantap min…mksih update an nya

  2. Yuu says:

    Mantap, Up lagi ke Volume 3

  3. psp06 says:

    Mantap, Langsung up vol 3. Lanjut trs min

  4. Dg_Sean says:

    MANTAB MINNN!!! Terima kasih tetep ✊

  5. Reyvan says:

    Mantap min up terooss… udah ngak sabar mau kiat chapter selanjutnya?? seandainya gua sudah berpenghasilan udah gua Donasi ???

  6. Ardian-kun says:

    Semangat min…ane bantu pencetin iklannya ?

  7. Hideri says:

    Mantap sekali bentar lg ada cewe baru ?

  8. Zen says:

    Mantap….
    Masih Bocil Aja Banyangin Tidur Sekamar Apalagi Kalau Udah Gede

  9. reader says:

    makasih min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *