Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 10
~~

Selamat Membaca….

“—Cain-dono… Racun itu… aku tidak bisa menetralisirnya dengan kemampuanku ini… kurasa itu tidak bisa di netralisir oleh orang selain Pope atau Saint…”

Sang Bishop mengucapkan kalimat pasrah nya dengan raut wajah yang pucat.

Menanggapi pernyataan itu, Cain mencoba menggunakan sebuah sihir yang belum pernah ia coba sebelumnya, untuk menyelamatkan nyawa Hinata.

“Perfe—“

Tiba-tiba pintu terbuka.

Sang kapten pengawal itu masuk kedalam ruangan dengan terburu-buru. Karena Cain sedang terburu-buru dan meninggalkannya begitu saja, wajahnya memerah penuh dengan kemarahan.

“Cain-dono! Apa maksud anda membawa Saint-sama begitu saja dengan meninggalkan kami para pengawal!! Dan sekarang kondisinya menjaadi seperti ini, bagaimana kerajaan ini akan bertanggung jawab!! “

Cain merasa kesal dengan kapten pengawal itu yang mengganggu pelafalan sihirnya. Memang benar adalah hal yang salah untuk menjauh dari orang yang dikawal dalam misi pengaalan adalah sebuah keasalahan. Meskipun itu dengan itu adalah sang kapten yang mengatakannya.

“Kapten pengawal..Penyerangan ini terjadi saat aku tidak ada loh… Apa sebenarnya yang kau lakukan saat Saint sedang di serang…”

Sang kapten itu memasang ekspresi wajah yang rumit mendengar perkataan itu.

“Aku sekarang akan merapalkan sihir pemulihan.. kau keluar saja! “

Mendengar itu, sang kapten menunjukan penolakannya.

“Kenapa aku sebagai pasukan pengawal Sain harus pergi? Bukankah seharusnya anda yang pergi Cain-dono?? “

Cain berpikir jika terus seperti ini akan terlambat nantinya, jadi dia mengeluarkan arua membunuhnya ke arah sang kapten itu. Diterpa aura membunuh milik Cain yang sudah menjadi setengah dewa, orang biasa tak akan mampu menahannya. Dan dalam sekejap sang kapten itu menjadi pucat dan pingsan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Setelah Cain membawa tubuh sang kapten itu dan menggeletakannya di lar, ia kembali ke tempat Hinata. Melihat penampilan ini, sang Bishop terkejut.

“Bishop-sama, aku akan meulai merapalkan sihir… sihir ini adalah sesuatu yang tak boleh dibicarakan… anda bisa memilih untuk meninggalkan ruangan ini atau berjanji untuk merahasiakannya… “

Melihat ekspresi serius Cain membuat sang Bishop berpikir beberapa saat, lalu ia mengangguk.

“Aku akan merahasiakannya… Izinkan aku untuk melihatnya…”

Cain pun mengangguk, dan segera ia mengumpulkan energi sihir dan lalu melepaskannya.

“[Perfect Heal] “

Seketika cahaya keemasan memancar dari Cain dan membalut seluruh tubuh Hinata. Dan ketika cahaya itu menghilahg, ekspresi Hinata yang tadinya pucat berubah menjadi agak kemerahan.

Cain memperhatikan ekspresi Hinata dengan seksama, dan mengkonfirmasi bahwa racunnya telah di netralisir.

“Sihir itu …”

Sang Bishop yang memperhatikan sihir yang dikeluarkan oleh Cain dari belakang, seluruh tubuhnya gemetaran. Lalu ia berlutut dan menundukan kepalanya.

“Anda adalah utusan… Cain-sama…”

Melihat hal ini, Cain agak mengeluarkan keringat dingin.

“Tidak … itu …”

Cain berusaha menyangkal, namun sang Bishop itu menggelengkan kepalanya.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

“Tidak, tidak diragukan lagi, itu juga disebutkan dalam tulisan suci… tentang seorang utusan para dewa yang memancarkan aura keemasan dan merapalkan sihirnya…”

Ketika Cain sedang bingung harus bagaimana menolaknya karena ia tak pernah mengetahui tulisan suci itu, Hinata mulai tersadar.

“Hm …”

Hinata yang baru bangun dari tidurnya bangkit dari tempat tidur dan kebingungan mengapa ia ada di dalam gereja.

“Kenapa aku di sini … ?? Kurasa aku sedang memasak … Oh, Cain-sama, Bishop-sama, mengapa kalian di sini?”

Melihat Hinata yang telah tersadar, kedua orang itu merasa lega.

“Syukurlah… kamu diserang dan diracuni.. dan untungnya kamu bisa dipulihkan… aku akan membahas detailnya di Istana… bagaimana keadaanmu? “

Hinata menggerakaan tubuhnya, dan merasa bahwa tak ada masalah, lalu ia mengangguk.

“Tidak apa-apa. Sepertinya aku malah menjadi lebih baik…”

“Itu bagus, tapi aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa melindungimu…”

Cain membungkuk meminta maaf.

“Tidak apa-apa… sekarang aku sudah baik-baik saha… ngomong-ngomong kenapa Bishop-sama duduk disitu?? “

Hinata merasa heran melihat sang Bishop yang sedang berlutut.

“Saint-sama … Apakah benar Cain-sama seorang utusan?? Sihir yang baru saja menyelamatkan anda memancarkan kilauan keemasan… Seperti apa yang ditunjukkan dalam tulisan suci…”

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Menanggapi pertanyaan sang Bishop yang diwarnai rasa ketakutan, Hinata hanya tersenyum dan mengangguk.

“Ternyata benar…”

“Hei !!!!”

Cain tetrkejut dengan persetujuan dari Hinata.

“Tidak apa-apa jika itu Bishop-sama… dia adalah orang terpercaya diantara orang-orang Marineford…”

“Apa mungkin … Saint-sama sudah tahu …?”

Hinata mengangguk menanggapi sang Bishop yang terkejut, lalu ia melanjutkan perkataannya.

“Ya… dan kami juga mendapatkan petunjuk dari dewa…”

Berkat penyataan meyakinkan Hinata, tak ada lagi alasan untuk menyangkalnya. Untuk menjelaskan situasi ini, Cain meminta Bishop untuk ikut naik kereta bersama dan mereka menuju ke Istana Kerajaan.

Karena sang kapten pengawal itu masih belum bangun, mereka menitipkannya pada suster yng ada di gereja.
Di Istana, para prajurit sudah menyampaikan berita, dan mereka sedang panik. Mereka bertiga dipandu ke ruang pertemuan.

Lalu pintu terbuka dengan terburu-buru, dan Raja bersama dengan perdana menteri Magna, Duke Eric serta Wakil Komandan Royal Knight Dime masuk kedalam ruangan.

Melihat kenyataan bahwa Hinata baik-baik saja sang Raja menghela nafas lega. Raja lalu duduk di tengah lalu Magna dan Duke Eric duduk di kedua sisinya. Sedangkan Dime berdiri di belakang mereka.

“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi …”

mohon kesediannya untu meng-klik Skip ads pada link ini

“Telah digunakan Racun Delpone… karena itu Saint-sama menjadi tidak sadarkan diri…”

Mendengar Cain menyebutkan kata Racun Delpone, sang raja terkejut dan matanya terbuka lebar.

“Racun Delpone katamu??? Apa itu benar??? Tapi melihat kondisinya sekarang… sepertinya dia sudah disembuhkan ya… Wajar bagi Cain ya…”

Sang raja lega, ia lalu melanjutkan perkataannya.

“Sant-dono… atas kejadian yang menimpa mu di kerajaan ini, izinkan aku sebagai perwakilan kerajaan untuk meminta maaf… mohon maafkan kami”

Ketika sang raja menundukan kepalanya, serentak perdana menteri Maga dan Duke Eric juga ikut membungkuk. Cain terkejut melihat mereka bertiga bersedia menundukan kepala mereka.

“Yang Mulia, angkat kepala anda… Ini semua karena keinginan ku yang meminta kepada Bishop-sama untuk mengadakan acara ini… Bukan kesalahan dari kerajaan ini… Dan berkat penyembuhan yang dilakukan Cain-sama, aku bisa sehat seperti ini…”

Ketiga orang itu mengangkat wajah mereka dan menghela nafas lega.

“Yang Mulia, Apakah Yang Mulia juga tahu bahwa Cain-sama adalah seorang utusan… “

Setelah mendengar percakapan antara sang Raja dan Cain, sang Bishop penasaran dengan hal ini.

“Bishop-dono… Dikerajaan ini hanya beberapa orang saja yang tahu… Tolong berhati-hati dalam bersikap didepan Cain… “

Mendengar hal ini, sang Bishop mengangguk kemudian melihat kearah Cain.

“Meski begitu, kenpa hal seperti ini bisa terjadi?? “

“Tentang itu…”

Jangan lupa untuk komen ya…

Cain menjelaskan bahwa ketika sedang mengawal, ia mendapatkan panggilan darurat dari Marquis Cordino. Ketika ia menolaknya, kapten pengawal itu mengatakan sebaiknya dia untuk memenuhi panggilan itu, lalu iapun pergi mekipun enggan. Dan ketika ia kembali, Hinata sudah menjadi korban dan tergeletak.

Ketika penjelasan Cain selesai, sang Raja mengerutkan kening.

“Cordino ya… dia benar benar keterlaluan… lalu bagaimana dengan pelakunya?? “

Sang raja melirik kearah Dime yang ada di belakangnya, lalu ia mulai menjelaskan.

“Menurut warga setempat, pelakunya adalah seorang anak dari daerah kumuh… Para prajurit sudah mengejarya… namun mereka kehilangannya… dan saat ditemukan… anak itu sudah dalam keadaan tak bernyawa…”

“Begitukah…”

Sang raja menghela naffas mendengar penjelasan Dime.

“Jadi kebenarannya akan terkubur ya…. Cain bagaimana caramu menyelesaikan kesalahan ini?? “

Tatapan tajam sang raja menusuk kearah Cain. Menanggapi hal ini, Cain bangkit dan membungkuk.

“Aku minta maaf atas kejadian hari ini… aku pasti akan menangkap pelakunya…”

Cain sendiri menganggap pelaku yang menjadikan anak-anak sebagai kambing hitam dan membuatnya melakukan pekerjaan keji sangat tidak bisa dimaafkan.

Kepada Para Donatur yang baik hati, terjadi perubahan pada metode donasi menggunakan Linkaja per tanggal 22 April 2020

Sang raja yang menyadari Cain mengatakan hal ini sambil menggenggam tinjunya, hanya mengangguk tanpa kata.

“Cain.. lakukan… ini adalah perintah langsung dari raja… Temukan pelakunya dan tangkap dia! “

Mendengar perintah ini, Cain menekuk sebelah lututnya dan meletakan kepalan tangan kanan di dada kirinya.

“Sesuai keinginan anda yang mulia…”

Cain bangkit, lalu membungkuk hormat sebelum akhirnya ia meninggalkan ruangan. Diruangan yang telah ditinggalkan Cain, sang raja menghela nafas.

“Yang mulia… apa tidak apa-apa menyerahka hal ini kepada Cain?? “

Menanggapi keraguan Perdana menteri Magna, sang raja mengangguk.

“Prajurit tidak akan bisa menemukannya di daerah kumuh… kita tak ada pilihan lain slain mengandalkan Cain…”

“Jika menyerahkannya keada Cain… salah sedikit saja mungkin akan menghancurkan ibukota…”

Mendengar pendapat Duke Eric ini, mata sang raja terbuka lebar.

“Benar juga… kalau sampai dia menggunakan sihir skala besar… Aku mohon… semoga ia setidaknya tidak menghancurkan ibukota…”

Ketiga orang itu membayangkan kehacuran Ibukoa yang akan terjadi.

Kalau bisa Di share juga ya…

Cain yang meninggalakn Istana, kembali keruang kerja di mansionnya. Wajahnya sangat serius, tak ada satupun pelayannya yang berani mengganggunya.

Dan kemudian ia merapal sebuah sihir di dalam ruangan itu.

“[Summon:Darmeshia]”

Sebuah lingkaran sihir tergambar di lantai, dan Darmeshia, sang kepala pelayan di Mansion kota Drintle muncul di tengah lingkaran itu.

“Apakah anda memanggil saya Cain-sama? Apakah terjadi sesuatu sampai-sampai anda memanggil saya kemari daripada berkunjung ke Drintle?”

Biasanya jika Cain memiliki urusan dengan Darmeshia, ia selalu datang ke Drintle, namun kali ini dia yang dipanggil ke Ibukota, dan Darmeshia menduga ada hal daruruat yang terjadi di Ibukota.

“Hinata sang Saint Hinata telah diserang… Aku bisa menyembuhkannya berkat sihirku… namun aku ingin menemukan pelaku yang sebenarnya… Anak kecil yang melakukan penyerangan ini telah terbunuh.. kalau dibiarkan, masalah ini akan lenyap begitu saja… Aku ingin meminjam kekuatan Darmeshia untuk mengumpulkan informasi di sekitar ibukota…”

Mendengar perkataan Cain, Darmeshia memperbaiki posisinya den kemudian membungkuk.

“Aku akan mengumpulkan semua informasinya sampai malam ini… saya akan melakukan yang terbaik demi kehidupan Cain-sama”

Kemudian, Darmesia menciptkan sebuh pusaran hitam ditangannya. Terdengar banyak suara benda bergerak dari pusaran hitam itu. Ratusa, tibuan, atau mungkipuluhan ribu. Para pelayan yang menantikan perintah dari majikannya.

“Cari tahu pelaku yang mengincar nyawa Saint Hinata-sama… Segera! “

Seakan mendengar kata-kata itu, para “penda” yang bergerak itu meenghilang dalam sekejap.

“Saya rasa dengan ini kita akan segera mendapatkan informasinya… Saya akan segera memberitahu Cain-sama jika saya menemukan sesuatu…”

Mendengar perkataan Darmeshia ini, Cain hanya mengangguk sambil tetap duduk di kursinya.

Terimakasih telah mampir…
Sesungguhnya meng-klik Skip ad pada link ini = berdonasi kepada admin …

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 10 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

23 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 10”

  1. Yusuf says:

    Yoosshhh akhirnya update juga dong

  2. Siapa saya? says:

    Ku kira hari ini gk update min eh ternyata update toh, makasih mimin semangat terus ya??

  3. Arif P says:

    Next min

  4. psp06 says:

    Thanks min…
    Mudah2an ad dobel update hari ini. Penasaran euy, walaupun kemungkinan besar si kapten pengawal biang keroknya

  5. Dg_Sean says:

    Akhirnya Update, WOWWW

  6. Eza says:

    Daritadi saia Refresh2 biar komen pertama
    Eh tau udah 30 menit

  7. Nana says:

    Semangat min

  8. Hideri says:

    Akhirnya update dengan cain bersiap memulai aksinya ?

  9. Zee says:

    Up trus min

  10. Ardian-kun says:

    Semangat min… Di tunggu next chapternya ? Moga aja besok Doble update ?

  11. Ardian-kun says:

    Min cara ngganti temanya gimana…
    Punya ane jadi putih backgroundnya pdhal ane lebih nyaman yg temanya gelap?

  12. Yuu says:

    Up juga akhirnya sangkyu Min… Btw Ini jadwal update Rondon Min atau sesuai jadwal? Mohon informasi nya

  13. Fayd says:

    Wowowowowowowwwwww mantap, akhirnya Cain bergerak.
    Ibarat gunung berapi, ketika kemarahannya yg terpendam meluap, kehancuran dimana2 :v

  14. Skredix says:

    Wihhhh tambah keren aja webnya Min… Tetep semangat Min

  15. Art says:

    Yeeeey akhirnya update ?? terimakasih banyak min

  16. Maple says:

    lanjutkan min,,
    semangat terus…………..

  17. reader says:

    makasih min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *