Vol.03 - Ch.11 ~ Akhir dari para penjahat

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 11 di Kurozuku.

17 May 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Mungkin memang layak disebut pelayan yang handal. Dalam beberapa jam, ia sudah mengumpulkan segala informasi.

Entah berapa banyak bawahan yang dimiliki oleh Darmeshia, namun dari merekalah informasi di dapatkan. Darmeshia memila-milah informasi yang penting dari sekian banyak informasi yang ia terima, sebelum akhirnya ia beritahukan kepada Cain.

“Begitu ya… Baiklah… Ayo kita segera ke tempat itu…”

Ketika Cain berusaha bangkit untuk segera menuju ke lokasi, Darmeshia megehentikannya dengan memberikan isyarat tangan.

“Jika langsung kesana mungkin kita tidak akan tahu siapa dalang sebenarnya… jadi saya menyarankan sebaiknya untuk mengunjungi tempat itu nanti malam, karena—-“

Mendengar penjelasan Darmeshia, Cain terkejut dan menyetujuinya.

“Ya baiklah… kita lakukan itu… setidaknya aku akan melaporkan hal ini kepada Istana…”

Cain menuju ke Istana dan mengeluarkan perohonan untuk melakukan pertemuan. Meskipun ia sering dipanggil ke istana, namun ini adalah pertama kalinya ia ingin melakukan pertemuan ini atas keinginannya sendiri dan permohonan iini segera dikabulkan.

Ia dipandu menuju ke ruanan pertemuan yang biasanya dan duduk menunggu kedatangan sang Raja. Pelayan menyajikan teh sambil merasa terkejut melihat ekspresi Cain yang biasanya santai, kini dalam ekspresi serius.

Selang beberapa saat, Sang raja pun memasuki ruangan bersama dengan Perdana Menteri Magna dan juga Duke Eric.

Setelah mereka bertiga duduk, Cain pun duduk setelah memberi hormat kepada mereka, lalu kemudian mulai menjelaskan.

“Sebenarnya, aku sudah menemukan pelakunya… Aku berencana untuk menangkapnya malam ini… untuk itu aku ingin meminta pengerahan pasukan ksatria…”

Mereka bertiga tak bisa menahan keterkejutan mereka mendengar bahwa Cain suah menemukan pelakunya di siang hari dan berencana untuk membasmi mereka dimalam hari yang sama. Dan Cain menjelaskan detailnya.

Cain yang telah mendapatkan semua izin yang ia inginkan, pergi meninggalkan ruangan. Hanya tinggal ketiga orang itu yang tersisa di ruangan itu.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Memangnya informasi itu bisa didapatkan semudah itu?? Jaringan informasi Cain ya… Yah tidak masalah jika kita bisa menyelesaikannya hari ini juga…”

“Tentang itu Yang Mulia …”

Perdana menteri magna dan Sang raja memulai perbincangan mereka dengn penuh senyuman mencurigakan. Dan ketika pembicaraan itu selesai, ketiganya tersenyum dengan sangat puas.

——

“Sialan!!! Karena dia semua rencana jadi berantakan!! Rencana berikutnya….”

Seorang pria yang mengenakan tudung kepala itu tampak sangat kesal, berlari melintasi daerah kumuh lalu memasuki sebuah bangunan.

Lima orang pria sudah duduk di dalam ruangan yang remang-remag itu. Pria bertudung itu duduk di hadapan mereka. Lalu kemudian ia memukul meja dengan penuh kekesalan.

“Oi!! Apa yang terjadi ini!!! Saint itu bisa pulih!!! “

“Seharusnya itu bukanlah racun yang mudah untuk di netralisir…”

Bahkan seorang eksekutif dark guild ini berpikir bahwa dengan menggunakan racun Delpone ini pasti akan membunuhna dalam sekejap. Ia tak pernah menyangka bahwa itu dapat di netralisir.

Racun Delpone, adalah sebuah bahan yang didapatkan dari monster bernama Delpone, sejenis monster jenis tanaman yang biasa ada di jauh di kedalaman hutan Iblis. Delpone itu biasanya tidak bergerak, dan menunggu mangsa yang mendekatinya, lalu menagkap mereka menggunakan sulur nya, dan meudian meracuni mereka. Bahkan diantara para petualang dikatakan monster ini tergolong peringkat S.

“Kita sudah mengurus bocah yang melakukan penyerangan itu.. kurasa mereka tak akan menemukan jejak kita… sebaiknya kita memikirkan rencana selanjutnya…”

“Dalam beberapa hari lagi rombongan kami akan kembali ke kerajaan Marineford… Pokoknya aku ingin menghabisi Saint itu di kerajaan ini….”

Karena dark guild ini telah menerima bayaran yang sangat besar, kegagalan ini menjadi masalha bagi reputasi mereka.

“Beritahu aku agenda Saint itu besok dan seterusnya…”

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

Pria yang duduk di tengah itu berkata kepada sang klien. Dia perlu mengetahui agenda berikutnya untuk menyusu rencana kedepannya.

“Besok kami—-“

“Tidak ada kata besok buat kalian loh…”

Tiba-tiba entah darimana terdengar suara yang memotong perkataan sang klien. Seketika semua orang yang ada disana bersiap untuk bertempur.

Beberapa dari mereka mengambil belati mereka, sementara yang lainnya menggenggam pisau lempar. DIruangan yang tak begitu besar ini, bagamana pun mereka melihatnya, tak ada orang asing diantara mereka.

TL Note : Pisau lempar disini seperti kunai, tapi tipis seperti lempengan. Tau kan??

“Dimana kau!! Dimana kau bersembunyi!!! “


Sang Klien itu juga mengeluarkan pedangnya dengan panik.

Seketika dari ruang hampa perlahan-lahan muncul dua sosok bayangan, seorang bocah laki-laki dan seorang pria berpakaian pelayan.

“Bagaimana kalian bisa disini …”

Para eksekutiff dark gulid itu tidak menyangka tempat ini dapat semudah itu ditembus. Untuk mencapai ruangan ini, diperlukan untuk melintasi beberapa ruangan lainnya.

“Tu-tuan Silford …?”

“!? “

“— kapten pengawal, kenapa kamu ada di tempat seperti ini?? Yah.. aku sudah tahu jawabannya…”

Pria yang menggunakan tudung, yang ternyata si kapten pengawal itu, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya atas perkataan Cain.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Dan para anggota Dark guild itu seketika bersiaga. Diantara mereka, sudah tersebar rumor tentang Viscount Cain. Karena dimasa lalu ia telah menghancurkn Dark guild di Drintle beserta dengan ketuanya.

Seolah tanpa peduli, Cain menatap keenam orang yang ada diruangan ini.

“Jadi siapa pelaku utamanya?? Yah meskipun semuanya akan di tangkap…”

Cain tersenyum. Lalu ia merapalkan sihir.

“[Dark Bind] “

Banyangan para pria itu bergerak, dan mulai melilt mereka sendiri.

“Apa ini? Aku tidak bisa bergerak.”

Lalu bayangan itu mengikat kelima aggota Dark guild bersama. Cain berdiri di hadapan kelima orang itu tanpa mempedulikan sang kapten pengawal.

“Siapa yang membuat anak-anak menyerang Saint??? Dan siapa juga yang telah membunuh anak itu?? “

Nyali mereka menciut setelah dierpa tatapan dingin dari Cain. Namun layak menjadi eksekutif Dark guild di ibukota, mereka masih tersadar. Mereka memprekuat tekad mereka bahwa mereka tak bisa kalah dari bocah berusia 10 tahun.

“Ti-tidak tahu… tak ada bukti!!! Bahkan jika kau adalah bangsawan—-“

“Diamlah… Aku sudah dengar apa yang kalian bicarakan sejak tadi…”

“Aku tidak ingat… Bukankah itu hanya kesalah pahaman tuan bangsawan?? “

Eksekutif dark guild itu tak menunjukan rasa bersalah sama sekali. Ia menjawab dengan tenang sambil menyeringai.

Cain melirik kearah Darmeshia yang ada di belakangnya. Darmeshia pun mengangguk, lalu ia merapalkan sihir [Earth Wall]. Dan munculah sebah dinding tanah setinggi tiga meter mengelilingi kelma orang itu.

Dinding itu mengelilingi kelima orang itu dan tak membiarkan cahaya masuk kearah mereka.

“Apa ini gelap sekali!!?!”

“Kalau cuma gelap itu tak ada apa-apanya loh?”

Mereka berteriak dari balik dinding itu. Lalu Darmeshia melanjutkan lagi, [Summon: Pelayan ku yang manis], lalu didalam dinding itu muncul rubuan, puluhan ribu serangga yang bergerak. Seragga itu adalah hewan panggilan Darmeshia.

“Apa ini yang bergerak!?? Aku tidak bisa melihat apa-apa!!”

Seolah telah menunggu, Cain menjawab pertanyaan itu.

“Gak kelihatan? Kalau begitu aku akan membuat kalian melihatnya…”

“[Light Ball] “

Cain merapalkan sihirnya kearah ruangan gelap di balik dinding itu untuk meneranginya.

Seketika itu, yang dilihat oleh kelima orang itu adalah….

Serangga yang mengerumuni seluruh ruangan didalam dinding itu. Ada semut besar, ngengat, kaki seribu, lalat, kecoak, dan berbagai jenis serangga lainnya, yang mulai bergerak dan menyerbu kelima orang itu.

Suara jeritan bergema di dalam dinding yang terbuat dari tanah itu. Kelima orang itu berteriak, namun mereka masih terikat bayangan dan tak dapat bergerak.

Yang bisa mereka lakukan hanyalah berteriak.

Cain dan Darmeshia mendengarkan suara itu tanpa menatakan apapun.

Jangan lupa untuk komen ya…

Sang kapten pengawal yang mendenarkan teriakan itu gemetaran seluruh tubuhnya ketakutan.

Dan setelah selang beebrapa waktu, suara teriakan itu mulai mereda, dan menjadi tenang.

Kemudian Cain menoleh kearah sang kapten pengawal itu yang masih tak bergerak sedikitpun. Sang kapten itu bergidik menghadapi tatapan Cain.

“Bu-bukan aku!! Aku tidak menyerang Sain!! Ini pasti kesalahan!!! “

“Hm? Masih mau bilang begitu? Darmeshia, lepaskan kelima orang itu…”

Darmeshia membungkuk dan melepaskan sihir itu. Seketika para pelayan nya itu menghilang kedalam dinding. Lalu kelima orang itu dalam keadaan celananya basah, dan mulut mereka berbuih dan beberapa pingsan.

Lalu Cain mengarahkan sihir [Heal] kepada salah satu diantara mereka.

“Hei bangun… aku tanya sekali lagi… siapa klien kalian.. siapa pelakunya… dan siapa yang membuat anak itu melakukan penyerangan?? “

Pria yang telah dipulihkan oleh Cain itu tersadar, dan ia menjawab sambil ketakutan.

“Kliennya adalah orang itu!! Guild master yang mengatur semuanya… dan dia juga yang menyuruh membunuh anak itu!!”

Pria itu mengakuinya sambil gemetaran.

Mendengar pngakuan itu, Cain menganguk, lalu kemudian melihat kearah sang kapten pengawal itu lagi.

“Begitu katanya… Meskipun kamu bukan orang kerajaan ini… tapi kamu akan dihukum sesuai dengan hukuman yang berlaku di kerajaan ini…”

“… Aku tidak tahu Apa-apa!!…”

“— baiklah… apa boleh buat… Darmeshia.. lakukan hal yang sama—“

“Tunggu! Apa itu seperti mereka!?”

“Ya, benar? Mereka saja bisa menjadi jujur begini…”

Cain tersenyum jahat.

“Jika terjadi sesuatu pada diriku, Pope—sama pasti tak aakn tinggal diam!! Apa kau masih—”

Seketika tatapan Cain menusuk kearahnya. Sang kapten itu merasakan seoalah-olah suhu telah menurun drastis. Lalu ia menghampiri sang kpten yang terduduk dan tak bisa bergerak itu, lalu ia berjongkok dihadapannya, dan menatap kearah matanya.

“Apakah Pope-sama itu berencana membunuh Saint yang sedang berkunjung ke kerajaan ini?? “

“Mgu … itu…tidak…begitu…”

Sang kapten itu menjawab sambil memalingkan pandangannya dan gemetar ketakutan karena aura membunuh yang dikeluarkan dari bocah laki-laki dihadapannya ini.

“Kejadian di kerajaan ini akan dihukum sesuai dengn yang berlaku di sini… yah aku tidak tahu apa hukuman yang nanti akan padamu.. “

Mengabaikan sang kapten yang meenelan ludah, Cain melirik kearah Darmeshia.

“Para ksatria sudah mengepung bangunan ini… sepertinya sudah saatnya…”

“Ya… aku serahkan keenam orang ini padamu… tak akan ada orang yang bisa masuk kemari kalau pintu amsuknya tidak dibuka kan…”

“Baiklah Cain–sama”

Cain melirik kearah enam orang itu, lalu ia berjalan menuju ke luar.

Kalau bisa Di share juga ya…

Berkat permohonan Cain kepada kerajaan, sekitar lima puluh orang yang terdiri dari prajurit dan Royal knight berkumpul disini.

Mereka semua menghela nafas. Terlihat dinding yang hampir setinggi dengan tembok kota. Dan memanjang puluhan meter.

“Sejak kapan benda seperti ini… “

Para penghuni pemukiman kumuh itu memandang kearah dinding tanah liat yang tiba-tiba terbentuk. Dan para ksatria itu terpana.

Disiang hari disini hanya ada rumah-rumah saja, dan kini sebuah dinding telah terbentuk. Dan tentu saja mereka terkejut.

Dan salah satu diantara mereka, Dime, mengetahui bahwa Cain lah yang telah melakukan hal ini.

(Memang benar bagus dia tidak menghancurkan kota… Tapi ini.. salah kan?? Apa-apaan ini… seperti benteng saja…)

Para ksatria dan prajurit itu tak bisa apa apa selain melihat benteng tanpa pintu masuk ini.

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

21 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 11”

  1. Eive says:

    Lanjutkan Min?

  2. Hideri says:

    Mantap, tp kurang adegan pukul2an nih ?

  3. Zirco says:

    Akhirnya bisa komen duluannn wkwkwk, lanjut minnn

  4. Reyvan says:

    Akhirnya update lagi…. makasih min lanjut terus??✌??

  5. Ardian-kun says:

    Yah.. klo cuman gitu mah msih kurang cain, si kapten cuman dpet gemetar doang:v
    Pling gk potong tangan ato kaki kaptennya kyak di drintle ?

  6. psp06 says:

    Kirain bakal kyk di drintle supaya mengaku, tangan ma kakinya d potong dl. Rupanya pake serangga ?

  7. Yusuf says:

    Ceritanya yang bikin kejutan2 kecil kyk gini yang bikin menarikkk daripada isekai2 overpower lain… seolah semua penyelesaiannya gak terlalu berlebihan yg terkesan pembantaian sepihak tanpa titik terang kyk yg lain… disini kekuatannya digunain dengan bijak dan tenang…. yoshhhh lanjut min… moga klo dijadiin anime digarap sama madhouse, a-1 atau 8bite walau per season tp kualitasnya bagus

  8. Arif P says:

    Semangat min, lanjut terus ?

  9. Nana says:

    Makasih sudah up min

  10. Fayd says:

    ku yakin ntar si Saint bakal jadi tunangannya si Cain lagi.
    pas mereka ketemu para dewa aja, Hinata diajak ngobrol terpisah dengan Lime. pas balik tiba2 muka dia merah

  11. Art says:

    Terimakasih mimin yang baik dan Budiman :3
    Akhirnya Doble update juga ln nya ??

  12. Aron says:

    @admin ..
    Kok pas mau baca ulang volume ke 2 bagian pasca penyerang part 2
    Di arahkan ke link donasi .. bukan ke part selanjutnya novelnya??

  13. Dg_Sean says:

    Lanjut lagi min, udah mantap nih

  14. Manchaa says:

    Semangat nge TL nya min..

  15. Yuu says:

    Meskipun terlambar komen yahh yg penting ad

  16. Its-a-me says:

    Ku rela menekan iklan berulang demi kelanjutan chapter

    Kok dah kayak judul FTV anjay

Leave a Reply to Yusuf Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *