Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 16
~~

Selamat Membaca….

Cain melangkah turun ke lantai sebelas. Setelah ia menuruni tangga yang cukup panjang, dihadapannya terbentang sebuah hutan. Tinggi pepohonan itu melebihi 10 meter, dn menghalangi pandangan.

“Kenapa bisa ada hutan di tempat seperti ini… dan ini cukup terang… “

Ketika ia melihat ke atas, langit-langit dungeon in tampak bersinar. Cain menggunakan skill [Search] miliknya untuk memeriksa keadaannya.

Ruangan itu terbentang seluas beberapa kilometer, dan Cain dapat melihat di beberapa titik ada kumpulan petualang dan juga monster.

Cain melangkah dengan hati-hati menembus hutan gelap yang tak tercapai oleh cahaya itu. Ia berjalan sambil menghindari lokasi para petulang itu.

Di tengah perjalanan ia bertemu dengan monster yang mirip dengan monyet, bernama Forest Monkey, yang tergolong monster peringkat B. Memiliki kaki dan tangan yang panjang, serta tubuh yang tingginya kurang dari dua meter, Forest monkey sering berada dalam gerombolan. Dan mereka melompat diantara pepohonan, dan menembakan [Rock Bullet]. Sambil menghindari serangan dari beberapa ekor Forest monkey, Cain membalas mereka dengan menembakan [Rock Bullet] kearah mereka dan memusnahkan setiap mereka yang menghampiri.

Pada dasarnya kemampuan bertarung Forest monkey itu tak terlalu kuat, namun karena mereka sering bergerak dalam kawanan, serta melompat-lompat diantara pepohonan, dan membuat mereka sulit dihadapi dengan pedang. Oleh karena itu mereka dikelompokan keadalam monster rank B.

Bagi Cain yang dapat menggunakan skill [Search], ia dapat dengan mudah melacak posisi mereka meskipun mereka bersembunyi dibalik pepohonan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Kalau Cuma ini kurasa tidak terlalu masalah kan?? sebaiknya aku melanjutkan maju…”

Cain pun terus melaju kedalam sambil tetap memasukan monster yang telah dikalahkannya kedalam [Item Box].

Ketika ia sedang melanjutkan perjalanan. Terdengar suara yang menggetarkan tanah. Dan tiba-tiba pepohonan terbuka, dan terlihat monster beesar setinggi empat meter yang mirip dengan gorila. Otot didadanya tampak sangat kekar, dengan kaki dan tangan yang besar, serta bulu hitam lebat di sekujur tubuhnya.

Itu adalah Forest Kong, monster yang tergolong kedalam monster rank A.

Forerst Kong itu menatap kearah Cain Setelah memastikan tak ada orang dewasa di sekitarnya. Lalu ia tersenyum seolah telah menemukan mangsanya.

Cain menembakkan [Rock Bullet] yang sama seperti yang ia gunakan untuk mengalahkan Forest monkey. Namun Forest Kong itu, seolah tak perduli melihat [Rock Bullet] milik Cain.

Dihutan ini, Forest Kong dan Forest monkey hidup berdampingan. Mungkin saja ia menganggap sihir yang ditembakan oleh Cain adalah sesuatu yang sama seperti mereka. Namun Energi sihir milik Cain adalah sesuatu yang berbeda.

[Rock Bullet] itu langsung mengenai dada Forest Kong menembus sampai ke punggungnya. Forest Kong terkejut akan kekuatan yang diluar dugaannya, namun itu terlambat, dia langsung terjatuh.

Setelah mengkonfirmasi bahwa Forest Kong itu telah mati, Cain lalu menyimpan mayatnya di dalam [Item Box].

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kalian yang Merayakan!!!

Selama dihutan ia juga bertemu dengan berbagai monster lain seperti kawanan Forest wolf, namun mereka bukanlah tandingan bagi Cain. Dan dalam waktu sekitar satu jam, Cain telah melewati huatan dan mulai menuruni tangga dan maju ke lantai berikutnya.

Dilantai 12, bisa dikatakan area yang berbatu. Dan Cain terus melaju sambil membasmi monster yang mendekat dengan cara yang sama.

Ketika tersadar, ia sudah berada di lantai 15 yang merupakan penaklukan terjauh yang ernah dilakukan oleh petualang lain. Di hadapannya terbentang padang rumput yang luas. Tak ada apapun yang menghalangi pandangan hanya padang rumput yang membentang seluas beberapa kilometer.

“Jadi disini tempat terjauh mereka…”

Cain telah mendengar penjelasan sebelumnya, namun sudah tentu dia tidak mendengarkan detailnya. Mereka pasti tidak akan ada yang menyangka akan ada orang yang mampu mencapai titik terjauh penjelajahan pada saat pertama kali memasuki dungeon.

Cain menggunakan Skill [Search] miliknya untuk memastikan area disekitarnya. Dan saat ia ngin melangkah maju, munculah Earth Dragon. Namun mereka ada dalam kawanan. Mereka mengelilingi sbuah gunung batu kecil setinggi sekitar 10 meter.
Biasanya, Earh Dragon lebih senang menyendiri daripada hidup berkelompok. Namun kali ini dihadapannya ada puluhan, bahkan mungkin ratusan dari mereka. Tanah disekitarnya itu dipenuhi oleh Earth Dragon setinggi lima meter, dan ini sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Dapat dipahami mengapa para petualang hanya mampu menjelajahi dungeon ini sampai lantai 15 saja. Earth Dragon saja sudah tergolong kedalam monster rank A, dan kini mereka ada dalam kawanan. Petualang biasa tak akan mungkin mampu menghadapinya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Untuk mengalahkan satu ekor saja butuh party petualang yang terdiri dari beberapa orang, dan kira-kira berapa banyak orang yang dibutuhkan unuk mengalahkan kawanan ini?? Mungkin saja itu mungkin jika ada ratusan petualang rank A. namun secara logis jumlah itu tidak mungkin ada.

Mungkin para petualang itu akan langsung kabur menyelamatkan hidup mereka hanya dengan menyaksikan pemandangan ini.
Lalu kawanan Earth Dragon itu mengangkat kepalanya dan memusatkan perhatian mereka kearah Cain.

“Eeeh?? Kok banyak banget??? Serius??”

Saking terkejutnya Cain menelan ludahnya. Lalu kemudian, lima ekor Earth Dragon terdekat, berlari menuju kearah Cain.
Lalu Cain refleks melompat dan menggunakan [Fly]. Earth Dragon itu mengangkat wajahnya dan menatap Cain yang berada diluar jangkauan mereka lalu mereka mengaum.

Cain melayang pada ketinggian sekitar 10 meter dan memandangi kawanan Earth Dragon itu dari atas.

“Luar biasa bisa sebanyak ini…. Kira-kira bagaimana cara mengalahkan mereka ya? Pakai [Inferno] bisa saja… tapi nanti bahannya jadi berantakan… ternyata memang [Rock Bullet] yang terbaik ya…”

Selamat Hari Raya Idul Fitri!!! Semoga tetap dapet THR meskipun ditengah Lockdown!!

Cain mengalirkan sihir ke kedua tangannya. Sihir yang terkumpul ini jumlahnya jauh leih besar dari sebelumnya, dan iapun menembakkannya.

[Rock Meteor]

Disekeliling Cain muncul ratusan peluru batu. Dan batu-batu ini melesat kearah para Earth Dragon itu sekaligus. Ada yang menembus kepala, ada yang terkena badan, dan suara auman mereka terdengar menggema diseluruh padang rumput.
Dan setelah tiga kali Cain melancarkan serangan yang sama, sudah tak ada lagu monster yang dapat bergerak.

“Uhh dapet banyak bahan nih…”

Cain mendarat turun, dan matanya berbinar melihat bahan-bahan yang sangat melimpah ini. Lalu ia menyimpan mayat Earth dragon itu satu-persatu. Ketika Cain mendekati gungung batu, skill [Search] miliknya menunjukan sebuah respon.

Lalu terdengar suara tanah yang bergerak, dan gungung batu kecil yang dikelilingi Earth Dragon itu mulai bergerak. Gunung batu itu terangkat, dan memunculkan kaki dan tangannya, dan akhirnya lehernya pun keluar.

Panjang keseluruhanya melebihi 20meter, dan wajahnya lebih mirip dengan buaya ketimbang Dragon. Monster itu memiliki leher sepanjang dua meer dengan kulit yang berbatu.

Mungkin Cain belum mengetahuinya, namun monster ini disebut sebagai [Rock Dragon], dan peringkatnya adalah SSS.

Jangan lupa untuk komen ya…

Dengan ukuran monster itu sangat besar, serta cangkang yang sekeras batu yang sangat tebalm baik sihir maupun pedang tak akan mempan kepadanya. Monster itu lebih tinggi dari pada Red Dragon yang dipajang di Mansion milik Cain.

Meskipun gerakannya lambat, tak ada seorangpun yang mampu menahan gerakannya ini, dan karena itu ia dikelompokan sebagai monster kelas legendaris. Jika Rock Dragon ini muncul di kota, pasti kota itu akan langsung dihancurkan. Bahkan jika seluruh kerajaan menghimpun pasukan mereka dan menyerang monster ini, tak ada jaminan mereka akan berhasil.

Rock Dragon itu melihat pemandangan sekitarnya dengan perlahan, lalu memusatkan perhatianya kepada Cain. Mata monster itu menatap Cain dengan penuh kebencian, dan perlahan membuka mulunya yang besar.

Dari mulut itu melesat bebatuan sebesar kepala manusia kearah Cain.

“Buuahaya…”

Cain terkejut dengan tembakan yang tiba-tiba ini, lalu menghindarinya dengan menggunakan sihir [Transfer]. Lalu dari kejauhan, Cain mengamati keseluruhan tubuh Rock Dragon itu.

“Ada ya yang sebesar ini… Keren!! Tapi yah… bagaimana cara kita mengalahkannya ya…”

Setelah Cain menghilang dari pandangannya, Rock Dragon itu memutar lehernya perlahan, mencari kemana mangsanya pergi.

Sementara itu, Cain berdiri di gunung batu yang ada di punggung nya, dan memikirkan bagaimana cara ia mengalahkan lawannya.

Kalau bisa Di share juga ya…

Terimakasih telah mampir…
Sesungguhnya meng-klik Skip Ads pada link ini = berdonasi kepada admin …

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 16 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

11 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 16”

  1. Shiput says:

    Pertamax min

  2. Ucok says:

    Semangat min

  3. Nana says:

    Lanjut min

  4. Hideri says:

    Seperti biasa selalu mudah untuk cain ?
    Dan juga untuk adminnya, akhirnua update juga. Setelah penantian dengan bolak balik buka web ?

  5. Skredix says:

    Sangkyu Min updatenya 🙂

  6. Ardian-kun says:

    Pagi pagi makan cendol
    Tidak lupa di kasih racun..
    . .
    Minal aidzin walfaidzin
    Mohon maaf lahir batin..

    Edit: njir garing:v

  7. Ucok says:

    Selalu menunggu bolak balik 🙂
    Btw gw sdh baca di versi raw nya, pakek translate, tetep aja gak phm, ada yg gak nyambung sama kalimat berikutnya, jdi tetap menunggu sampai di web ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *