Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 17
~~

Selamat Membaca….

Cain naik di atas punggung Rock Dargon itu, dan berpikir bagaimana cara ia dapat mengalahkan monster ini.

“Kurasa memang memotong lehernya adalah yang tercepat ya…”

Cain mengumamkan hal itu sambil memandangi Rock Dragon yang sedang memanjangkan lehernya untuk mencari Cain itu. Leher yang setebal sekiatr dua meter itu dibalut oleh bebatuan dan membuatnya terlihat sangat keras.

Lalu Cain menembakan sihirnya kearah leher naga tersebut.

Air Cutter “

Sebuah pisau angin yang melayang diatas tangan Cain mengembang menjadi berdiametr 3 meter, lalu melesat kearah nusuh dan memotongnya.

Setelah terkena sihir itu, menembus kedalam leher Rock Dragon itu. Lalu melesat keluar sampai jauh dan tak terlihat lagi. Lalu gerakan leher yan sedang melihat sekelilingnya itu pun terhenti, dan jatuh mengikuti gaya gravitasi bumi.

Zudo—- Bagian lututnya pun juga terjatuh, dan tubuh raksasa itu tergeletak bersamaan dengan lehernya.

“Loh?? Satu serang doang udahan?? “

Cain turun dari pundak naga itu sambil merasa sedikit penasaran dengan hasil yang tak terduga ini. Iapun menatap monster yang sudah mai ini, meskipun ia agak terkesan dengan ukurannya yang besar itu, Cain tetap memasukannya kedalam [Item box] miliknya. Ia juga memasukan leher naga itu ke dalam [Item Box], lalu melanjutkan penjelajahannya.

Ketik ia menuruni tangga, ia menemukan sebuah aula besar yang mungkin lebih tepat jika disebut sebuah kuil. Dan ada sebuah bola kristal hitam di tengah aula itu, dan di lingkari oleh tubuh seekor naga yang berukuran lebih dari 10 meter.

Naga hitam itu sadar akan kehadiran Cain, dan membuka matanya lalu menatap kearah Cain.

“Apa ini Last Boss nya?? “

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Melihat naga hitam itu berdiri sambil memancarkan aura yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Cain menelan ludahnya. Cain mengalirkan energi sihirnya ke seluruh tubuh dan bersiap untuk pertarungan terakhirnya.

Lalu naga hitam itu membelalakan matanya menyaksikan energi sihr Cain ini. Lalu tubuh raksasanya itu bangkit, seperti akan bersiap untuk bertempur, namun…

“Wahai anak manusia… aku tak berniat betarung denganmu…”

Cain terkejut dengan suara yang tiba-tiba menggema langsung didalam kepalanya.

“Eh??? Bisa bicara??? “

Naga hitam menggerakkan lehernya seakan mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun.

“Aku berbicara langsung kedalam pikiranmu…. Aku tidak bisa mengeluarkannya langsun dengan suaraku…”

Mengetahui naga ini dapat berbicara, Cain melepaskan [Boost] miliknya dan kembali menyarunkan pedangnya.

“Yah, mari kita bicara sedikit… Tunggu sebentar…”

Setelah mengatakan itu, tubuh naga hitam itu terselubungi oleh cahaya. Dan Cahaya itu smakain lama semakin meredup, dan ketika menghilang, naga itu telah berubah wujud menjadi mirip manusia.

“Sudah lama aku tidak menggunakan wujud ini…”

Naga itu berubah menjadi sosok seoarang pria yang berusia 50an dengan rambut hitam yang disisir kebelakang. Menyaksikan kemunculan sosok ini, Cain pun menghela nafas.

“Yah, tidak seru jika terus disini.. jadi ayo kita kesebelah sana… “

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kalian yang Merayakan!!!

Cain mengikuti panduan dari pria itu, dan pria itu lalu merentangkan tangannya kearah permukaan batu yang tampak kosong.

Dododododododododo …

Lalu permukaan baru itu bergerak, dan tiba-tiba muncul sebuah pintu kecil di dinding.

“Sebelah sini….”

Seolah tidak terjadi apa-apa, pria itu membuka pintu dan masuk ke dalam. Cain pun mengikuti dari belakang meskipun ia merasa agak gugup.

Dan ketika ia masuk, di balik pintu itu ada sebuah ruangan sepertinya pernah ditinggali oleh seorang manusia.

“Duduklah disana…”

Ada sebuah meja dan kursi di keempat sisinya di tempat yang ia tunjukan, dan Cain pun duduk di salah satu kursi itu sambil tetap merasa gugup.

Lalu pria itu duduk di kursi dihadapan Cain.

“Kamu ini sebenarnya…?”

Cain menyuarakan rasa penasarannya.

“Pertama-tama dari sana dulu ya… Namaku adalah Dangdria… Aku telah hidup sekitar seribu tahun. Mungkin naga-naga lain memanggilku Ancient Dragon…”

Cain pernah membaca di buku-buku tentang Ancient Dragon. Itu adalah sosok naga yang telah hidup cukup lama dan mampu berbicara dengan bahasa manusia, serta tak mungkin ditemukan. Dikatakan pula bahwa Ancient Dragon adalah utusan para dewa yang terkadang akan muncul dan membereikan pesan dari para dewa.

Dan saat ini, makhluk semacam itu ada tepat di hadapan mata Cain.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Kenapa kamu membicarakan ini denganku …?”

Cain merasa penasaran dengan sikap tak bermusuhan dari naga itu. Bola kristal hitm yang baru saja dilihatnya itu pastilah Inti dari Dungeon ini, Cain berangapan seharusnya naga itu akan melawannya jika ia berniat melindungi bola tersebut.

“Wahai anak manusia… kau ini memiliki perlindungan dewa naga kan?? Aku yang merupakan ras naga yang telah hidup lama ini dapat mengetahui itu… yah walaupun mereka yang di lantai atas itu tidak bisa mengetahuinya…”

“….. Tapi… aku sudah megalahkan semuanya….”

Baik Rock Dragon maupun Earth dragon, semuanya telah cain masukkan kedalam [Item Box milik Cain. Cain penasaran apakah hal ini akan mempengaruhi sikapnya.

“Tidak masalah… mereka akan dilahirkan kembali dari core besok…. Yah lagipula aku pikir tak akan ada banyak manusia yang sanggup berurusan dengan Earth Dragon sebanyak itu…”

Dangdria menjawab sambil tersenyum. Cain merasa lega tasa jawaban itu.

“Dan… aku ingin bertanya sesuatu… kenapa aku mencium bau Dewa naga darimu…”

Dangdria penasaran dengan bau dewa naga yang memancar dari Cain. Karena aroma ini dan status perlindugan dewa naga inilah Dangdria tak berani untuk melawan Cain.

“Oh, begitu ya.. aku memang membuat kontrak dengannya…”

“[Summon: Haku, Gin] “

Seketika, muncul dua buah lngkaran sihir di lantai, lalu Haku dan Gin muncul dari dalam lingkara sihir tersebut. Baik Haku maupun Gin merasa senagn karena dipanggil oleh Cain, dan mereka menempel pada Cain.

Ukuran Haku lebih dari tiga meter, dan Gin pun serupa. Cukup sulit bagi Cain yang masih anak-anak itu terjetar dalam tubuh mereka yang menilati wajahnya.

“Hei, Haku, Gin, tunggu…”

Selamat Hari Raya Idul Fitri!!! Semoga tetap dapet THR meskipun ditengah Lockdown!!

Cain mengusap kepala mereka untuk menenangkan mereka, dan setelah beberapa menit kemudian, mereka pun melepaskan Cain dan duduk. Dangdria hanya diam menyaksikan situasi ini.

(Bagaimana ini bisa terjadi…. Anak ini masih sangt muda tapi dewa naga mau mengikutinya… bukan hanya menerima perlindungannya, tapi juga mebuatnya patuh…. Tidak mungkin… selama aku hidup, sampai saat ini hanya ada satu orang… apakah dia anak orang itu???)

Dangdria berdiri dihadapan Gin sang Divine Dragon, dan kemudian berlutut dan menundukkan kepalanya.

“Dewa naga… aku adalah Dangdria… salam kenal…. Sepertinya anda masih muda, oleh aku bertanya siapa nama orang tua anda?? “

Menanggapi pertanyaan Dangdria, Gin menatap lurus ke arahnya, dan terdiam sesaat, lalu hanya mebalsa dnegan “Kyuii~”.

Meskipun begitu, Dangdria mengerti maksud dari jawaban itu. Karena bagi mereka yang merupakan ras naga tingkat tinggim mereka bisa berkomunikasi dengan telepati.

Mendwngar nama orang tua dari Gin, Dangdria tambah bersujud dihadapan Gin. Gin heran tk mengerti dengan sikapnya ini. Dan Cain terpana melihat kejadian ini.

Ancient Dragon yang telah hidup ribuan tahun bersujud kepada Gin yang masih muda.

“Aku tidak menyangka anda adalah anak Dollin-sama Ruri-sama… Wahai anak manusia, apa boleh aku tahu siapa namamu?? “

Tidak seperti sebelumnya, Dangdria bertanya kepada Cain dengan nada agak ketakutan.

“Aku adalah Cain von Silford Drintle… karena itu terlalu panjang, tidak masalah jika kamu memanggilku Cain saja…”

“Um, Cain ya? Baiklah.. aku sudah mengukir nama itu didalam hatiku… “

Setelah mengela nafas, Dangdria kembali duduk di kursinya. Haku dan Gin pun bersantai di ruangan itu sesuai permintaan Cain.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Jadi, kristal yang ada di aula tadi apa benar itu inti dungeon ini?? “

Dangdria menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Cain.

“Itu.. memang mungkin adalah Inti dungeon ini… tapi bukan hanya itu… itu adalah permata yang menyegel sosok jahat… dan aku disini untuk melindungi benda itu… Itu adalah permintaan dari Dollin-sama… “

“Sosok jahat?? “

Cain peenasaran dengan jawaban Dangdria.

“Sekitar beberapa ratus tahun yang lalu… sosok jahat itu muncul dan membuat dunia dalam kekacauan…. Lalu sosok itu disegel dan disembunyikan disini oleh para pahlawan…”

Cain mendengar penjelasan itu, dan terkejut. Apa yang pernah ia dengar dari Yuuya, sekarang diceritakan lagi disini.

“—Jangan-jangan itu Yuuya-san?? “

“Oh, apakah kamu kenal sang pahlawan?? Tentu saja ya…. karena kamu sdah membuat kontrak dengan dewa naga disana…”

Setelah tu, Dangdria menjelaskan tentang sejarah dungeon ini kepada Cain. Dungeon ini dibangun untuk menyegel sosok jahat itu, dan Dangdria ddiutus untuk melindungi tempat ini.

Yuuya membuat sebuah desa di tempat Drintle berdiri saat ini. Dam populasinya terus bertambah. Dan untuk menaungi rakyat yang terus bertambah ini, markas pusat pun dipindah ke lokasi ibukota saat ini. Dan untuk mengatur wilayah-wilayah lain yang semakin meluas, ia menyerahkannya kepada orang orang yang ia percaya untuk mengelolanya. Saat negara lain mengajak berperang, sepertinya sang raja sendiri yang maju ke medan perang, dan membuatnya tak mungkin dikalahkan. Dan kini tumbuh menjadi sebuah kerajaan.

“Dan selama aku hidup.. aku ditugaskan untuk mengawasi tempat ini…”

Dan cerita Dangdria pun berakhir.

Kalau bisa Di share juga ya…

Cain mendengarkan keseluruhan sejarah kerajaan ini, dan berpikir. Yuuya tidak memberikan penjelasan yang rinci, dan ia hanya tahu tentang sejarah kerajaan ini dari buku-buku. Cain bersyukur dapat mendengarkan kisah sejarah ini dari para saksi hidup.

“Terima kasih… Kota yang dulu di buat oleh Yuuya-san, sekarang akulah yang memimpinya… dan aku berniat untuk terus merawatnya…”

Dangdria mengangguk pada kata-kata Cain dan merilekskan ekspresinya.

“Aku mengandalkanmu, Cain-dono…”

“Baiklah… aku harus segera kembali ke kota karena mungkin mereka akan mengkhawatirkanku…”

“Baik… datanglah berkunjung kapannpun… Aku tidak bisa berbicara seperti ini kecali saat pahlawan itu datang… sudah beberapa puluh than ini aku tidak berbicara…”

Cain mengangguk melihat Dangdria yang mengtakan hal itu sambil tertawa.

“Kalau begitu sampai jumpa… Haku, Gin! Ayo pergi…!”

Mendengar perkataan Cain, Haku dan Gin bangkit. Dan menghilang karena sihir pemanggilan. Lalu Cain menggunakan sihir [Transfer] menuju ke pintu masuk dungeon.

Setelah Cain menghhilang, Dangdria yang tiggal sendirian itu menghela nafas.

“Dia itu… apa benar dia anak manusia… bagiku dia terlihat seperti dewa…. Jika aku menentangnya tadi.. mungkin saja nyawaku bisa melayang dalam sekejap…”

Dangdria bergumam di sebuah ruangan yang tak ada orang lain selain dirinya itu.

Terimakasih telah mampir…
Sesungguhnya meng-klik iklan pada link ini = berdonasi kepada admin …

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 17 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

13 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 17”

  1. First says:

    Yeay first comment. Up terus min semangat

  2. Jojo santoso says:

    Up gan

  3. Jojo santoso says:

    Up gan… Thanks min update nya

  4. Yusuf says:

    Lanjutkan min

  5. Nana says:

    Lanjut terus min

  6. Siapa saya? says:

    Dangdria selamat kamu memilih pilihan yg tepat untuk tidak coba² ngajak si cain gelut?, coba aja tadi pas kamu ngeliat si cain kamu langsung nyerang pasti diakhiri chapter ini kamu sudah tinggal nama saja??

  7. Eive says:

    Thx min, semangat terus ngerjainnya

  8. Fuchsgott says:

    Lanjutkeun Min 🙂

  9. Yuu says:

    Pilihan yg bijak Dangdria… Gk sia sia kamu hidup panjang ternyata Juna bertambah bijak… Klo gk yahh Maybe nnti nambah lagi koleksi patung naganya Cain tuh, selain naga merah AOKWOKWOWKWOK ????????

  10. Manchaa says:

    Lanjutkan min…
    Cuman web ini yg bikin ku betah bolak balik nge cek buat ngetahuin dah update apa belom..
    Love you kurozuku

  11. Hideri says:

    Ini takdir atau rencana seseorang , bisa pas banget dewa jahat yg disegel dideket kotanya cain ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *