Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 18
~~

Selamat Membaca….

Cain yang telah berpindah ke lanai pertama, berjalan dengan santai di jalan berbatu menuju pintu keluar.

Awalnya ia ingin langsung berpindah ke mansionnya, namun ia teringat bahwa ia menuliskan namanya sebelum masuk ke dalam dungeon, jadi setidaknya dia harus kembali ke resepsionis guild cabang.

Beberapa menit kemudian dia sampai di pintu keluar, dan Cain pun akhirnya bisa melihat matahari lagi.

“Cuacanya bagus…”

Cain memandangi langit dan meregangkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum ahirnya ia menuju ke resepsionis. Saat ia memasuki tempat pendaftaran, terlihat resepsionis yag sdang khawatir menunggu dirinya. Ketika ia melihat sosok Cain, ekspresi wajahnya melembut seakan ia lega.

“Cain-kun, kamu tidak apa-apa?? Syukurlah… Aku terkejut ketika mendengar dari party yang baru saja kembali, bahwa ada anak kecil yan masuk ke lantai 11 dungeon sendirian….”

Cain merasa lega bahwa anggota Silver Wolf Fang yang dia temui didalam dungeon dapat kembali dengan selamat. Lalu setelah ia memberi laporan kepada resepsionis kalau dia sudah keluar dari dungeon, ia segera meninggalkan tempat itu.

Ketika dia menuju keluar, tampak anggota Silver Wolf Fang sedang memuat bahan monster ke dalam gerbong kereta.
Ketika mereka menyadari akan adanya Cain, Airi, salah satu anggotanya, tersenyum lebar dan melambaikan tangannya. Anggota lainnya yang melihat kearah lambaian tangan Airi, melembutkan ekspresi mereka.

“Cain-kun! Kamu baik-baik saja??? Kita juga baru saja kembali… Kita akan kembali ke kota Drintle… Ayo ikut bersama kami!!”

Airi tiba-tiba berlari menghampiri Cain dan memeluknya.

“Airi! Itu sangat menganggunya kau tahu??? Dia sudah berhasil sampai ke lantai itu.. dia sudah pasti lebih kuat daripada kita kan…”

Destra pun menghampiri dan menghentikan Airi.

“Benar juga!”

Airi menyetujui perkataan Destra dan melepaskan Cain dari pelukannya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Cain-kun terimakasih telah menyelamatkan ku waktu itu.. kami akan menuju ke Drintle, apa kau mau ikut bersama kamii?”

“Um …”

Bagi Cain, ia ingin segera kembali menggunakan sihir [Transer] miliknya, jadi ia tidak perlu menggunakan kereta kuda. Namun berkat ajakan memaksa dari Airi, ia akhirnya menyerah dan memutuskan untuk ikut bersama mereka.

Karena jalanan telah diperbaiki menggunakan tumpukan batu, banyak perusahaan yang menyediakan kereta kuda secara teratur sebagai moda transportasi, dan karena Destra sudah membayarnya, Cain pun langsung naik. Setelah ia naik kedalam kereta yang berkapasitas 10 orang itu, kereta pun bergerak menuju ke kota dengan membawa barang yang dikumpulkan para petualang.

“Aku hanya pindah kemari karena mendengar gosipnya, namun sepertinya pilihan itu tepat ya… Sepertinya kita bisa minum sake yang mantap hari ini…”

Salah seorang anggota party menyuarakan ketidak sabarannya menantikan pesta mereka di kota.

“Ya.. meskipun aku baru sebulan pindah kesini, pendapatan ku sudah melebihi dari pada saat berada di kota lain….”

Destra menyetujui pendapat angggotanya itu.

“Ya ya, keamanan dikota itu juga bagus! Para petualang juga sangat didukung dengan baik disana… benar-benar kota yang terbaik!”

Airi pun menyuarakan pendapat senada.

Mendengar percakapan mereka, Cain hanya mengangguk seakan ia puas. Meskipun kenyataannya sebagian urusan kota itu diurus oleh kakaknya, Alex, ia merasa lega bahwa kota ini berjalan dengan semestinya.

“Meski begitu, Cain-kun, diusia mu seperti ini sudah bisa mengunakan sihir dengan baik kan??? apa kamu mau gabung dengan party kita??”

Airi mencoba mengundang Cain menjadi anggota, namun Cai menggelengkan kepalanya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kalian yang Merayakan!!!

“Memang aku seorang petualang, tapi kali ini aku kebetula saja ada di Drintle… Biasanya aku lebih sering di ibukota… Aku minta maaf-“

Para angota lainnya merasa agak kecewa dengan jawaban dari Cain, namun Destra segera menghibur Airi.

“Airi, Cain-kun itu lebih kuat dari pada siapapun di party kita… Jika kita ingin dia bergabung, setidaknya kita harus menjadi cukup kuat terlebih dahulu…”

Airi tampak kecewa mendengar perkataan Destra.

“Cain-kun, jika kamu memiliki kemampuan seperti itu, pastinya kamu peringkat mu sebagai petualang tinggi kan?? Kalau tidak, tidak mungkin kamu akan diizinkan memasuki dungeon pada usia seperti itu…sendirian lagi…”

Cain mengangguk tanpa kata menjawab pertanyaan Destra. Tentu saja ia tidak bermaksud untuk menunjukkan kartu emas miliknya.

Ketika mereka sedang asik berbincang, kereta kuda itu sampai di gerbang barat kota Drintle. Seorang prajurit muda sedang memeriksa kartu guild dan identitas orang-orang yang memasuki gerbang.

“Kau boleh masuk, selanjutnya!”

Dan kini giliran Silver Wolf Fang, mereka menuju ke depan gerbang dan menunjukan kartu guild rank C yang berwarna silver milik mereka. Dan mengikuti di belakang mereka.

Cain pun terpaksa mengeluarkan kartu guild rank A berwarna emas miliknya, dan menunjukannya kepada prajurit penjaga gerbang.

“Selanjutnya! Tunggu sebentar, kartu itu milikmu—–“

Diantara para petualan, jumlah petualang rank A hanyalah tak lebih dari 1%. Bahkan di kota peualang Drintle itu sagat jarang. Terlebih, tidak mungkin seorang anak kecil mengeluarkan kartu emas itu.

Prajurit muda yang merasa curiga itu menghentikan Cain. Namun, kapten prajurit yang sedang mengawasi dari belakang segera berlari menghampiri.

“Biarkan saja anak itu lewat…”

“Tapi–“

“Sudah biarkan saja! “

“Baiklah…”

Prajurit muda itu tampak tidak menerima hal ini, namun ia tetap membiarkan Cain lewat. Cain mengucapkan terimakasih kepada kapten prajurit itu dan menundukan kepalanya. Dengan penuh rasa takut, sang kapten itu juga menundukan kepalanya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Sang kapten itu sudah mengetahui tentang Cain, dan telah di perintahkan oleh Alex sang wakil walikota untuk memperlakukan Cain sama dengan yang lainya saat ia sedang sebagai seorang petualang. Jika ia mengungkapkan identitas Cain sebagai walikota ditempat ini, pasti akan mengundang keributan yang luar biasa, jadi dia menghentikan prajurit muda itu.

Tentu saja, prajurit muda, itu terkejut, ketika mengetahui bahwa sosok anak kecil itu tenyata adalah walikota kota ini.

“Cain-kun, ayo pergi ke guild bersama untuk menukar barang-barang ini dengan uang….”

Entah kenapa Cain yang tangannya di pegang oleh Airi, tampak tak punya hak unuk menolak ajakan ini. Para anggota Siler Wolf Fang juga tampaknya sangat mengharapkan hasil yang mereka dapatkan dari mengalahkan Monotaur yang merupakan rank B.
Merekapun sampai di guild, setelah Cain berjalan dikota sambil ditarik tangannya oleh Airi. Airi tanpa mempedulikan hal ini, berjalan memasuki pintu dan melewati Aula. Tatapan cemburu terpusat kepada Cain yang ditarik oleh Airi. Karena Airi memang cukup cantik.

Destra dan Airi menuju ke resepsionis guild, sedangkan anggota lainnya berpisah dan menuju ke bar.

Tentu saja Cain yang sedang disandera tangnnya itu, tetap mengikuti Airi menuju ke resepsionis.

“Aku ingin meukarkan bahan material… Ini adalah minotaur dari lantai 10 dungeon…”

Destra mengatakan hal itu dengan penuh semangat. Terdengar suara kagum dari sekitar, ketika mendengar mereka mengalahkan minotaur yang merupakan bos kelas menengah.

Cain pun juga melaporkan bahwa ia juga telah mengalahkan Minotaur dan iapun mendapatkkan hak untuk masuk ke area gudang bahan material.

Di area gudang bahan material yang terletak di belakang guild ini, mereka membeli bahan dari para petualang, membongkar bahan-bahan itu, lalu mendistribusikan penjualannya.

Bersama dengan dengan Silver Wolf Fang, Cain mengikuti mereka menuju ke gudang, dan menletakan bahan yang mereka dapatkan di tempat yang ditunjukan oleh petugas disana.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!!! Semoga tetap dapet THR meskipun ditengah Lockdown!!

Anggota Silver Wolf Fang itu mengangkit bahan dari dalam kereta menuju ke lokasi yang ditentukan. Ternyata memang, tanpa [Item Box] ataupun Magic Bag, pilihan yang terbaik adalah meninggalkan barang-barang ini ke tempat dengan nilai tukar tertiggi.

Namun, karena bahan Minotaur itu mahal, jadi mereka akan memotongnya kedalam beberapa bagian dan kemudian menjualnya. Minotaur yang mereka keluarkan memiliki kulit coklat kemerahan, seperti minotaur pada umumnya.

“Loh?? Kok warnanya beda?? “

Cain menggumamkan hal itu setelah memperhatikan baahan yang mereka serahkan. Setelah meletakan bahan-bahan itu, Airi kembali kepada Cain.

“Loh? Cain-kun, mana barang mu?? “

“Etto—“

Cain bingung haarus bagaimana, namun akhirnya ia memutuskan untuk mengeluarkan bahan minotaur itu. Ia berpura-pura seolah megeluarkannya dari dalam Magic Bag.

Lalu keluarlah tubuh minotaur yang ukuran dan warnanya benar-benar berbeda dari apa yang diserahkan oleh Silver Wolf Fang.

“….”

“Ini beneran Minotaur kan?? “

Menanggapi Cain yang beranya dengan nada ragu, baik para petugas yang menangani pembongkaran bahan milik Cain maupun para petualang yang ada disana semuanya terkejut melihat tubuh minotaur yang tanpa kepala itu.

Lalu ia juga meletakan potongan kepalanya di samping dada minotaur itu.

“Ini … ini adalah Minotaur Org, spesies Minotaur tingkat tinggi!! Ini adalah bahan rank S!!! Segera panggil keta guild kemari!! “

Para petugas lain yang sedang bekerja pun berkumpul dan mengintip bahan yang sangat langka untuk dilihat ini dengan mata yang berbinar. Dan para Petugas muda berlari untuk memanggil ketua guild.

“R-rank S??”

“Serius nih…”

Jangan lupa untuk komen ya…

Dan mulailah terbentuk kerumunan petualang dan staff yang ingin melihat material minotaur ini. Cai berusaha untuk melarikan diri, namun Airi memegangi tangannya dengan kuat. Dan ketua guild pun segera datang ke gudang penyimpanan material.

“Apa benar ada material rank S????”

Rixets sang ketua guild terkejut setelah melihat material ini dengan mata kepalanya sendiri. Bahan material itu sama sekali tidak tergores, dan hamya terpotong dengan rapi di lehernya. Lalu Rixets pun melirik kearah Cain yang mengalahkannya.

“Oh, Waliko—.”

“Ketua guild!! Masih ada barang barang lain!!!! Ku ingin melakuka pertemuan dengan mu!! “

Cain mengehentikan perkataan Rixets dan menghampirinya lalu berbisik sebelum dia membongkar identitas dirinya sebagai walikota.

“Jangan panggil aku walikota.. saat ini aku adalah Cain si petualang…”

“Baiklah walikota… mari kita berpura-pura…”

Mereka berdua berbicara dengan nada lirih, dan saling setuju.

“Tapi.. ini Minotaur Org yang luar biasa. Aku belum pernah melihatnya dalam kondisi sebagus ini… Apa ini Wali– Tidak, Tuan Cain yang …”

Rixets bergumam sambil memandangi material itu. Dan Cain kembali berbisik kepada Rixets.

“Sebenarnya.. aku juga dapat banyak material dari lantai 15.. Tapi aku tidak mungkin mengeluarkannya disini…”

Di lokasi yang dipenuhi oleh petualang dan Staff guild ini, tidak mungkin ia dapat mengegluarkan ratusan Earth dragon, dan Rock Dragon yang ukurannya lebih dari 20 meter itu.

“—Begitu ya… kalau begitu mari kita pindah ketempat lain…”

Rixets berbalik dan berbicara kepada para staff dan petualang, dan memerintahkan mereka untuk bubar.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Jumlahnya sebanyak ini… apa tidak apa-apa jika butuh waktu sediki lama?? “

Cain mengangguk pada pertanyaan Rixets. Pada awalnya ia memang bermaksud untuk mengeluarkan material ini diam-diam, namun karena dia selalu di pegang oleh Airi, jadi ia tak ada pilihan lain selain mengeluarkannya disini. Dan Cain tak berniat untuk mengeluarkan lebih dari ini.

“Cain-kun, ini bahan kelas S? Apa ini kamu dapatkan dari dungeon itu?? Kalau saja monster ini keluar saat kami menyerangnya…..”

Airi yang berada di dekatnya mengenang saat-saat ketika kelompoknya melawan minotaur dan badannya gemetaran.

“Ya… itu keluar di ruangan boss itu…”

Mendengar hal itu, seluruh anggota party mereka menjadi pucat. Jika mereka salah sedikit saja, mungkin saja monster itu keluar pada saat giliran mereka, dan mereka pasti akan dimusnahkan.

“Aku akan melakukan pertemuan dengan ketua guild, jadi aku permisi…”

Cain ingin menghampiri Rixets, namun salah seorang resepsionis terlihat berlari menghampiri Rixets.

“Ketua guild, anda kedatangan tamu… Ah walikota!! Maaf mengganggu…”

Semua orang terdiam mendengar perkataan Ness sang resepsionis.

“WALIKOTA!!????”

Ness mengungkapkan apa yang Rixets dan Cain sembunyikan dengan penuh semangat.

“Walikota juga, karena Alex-sama datang berkunjung, apa anda juga ingin menemuinya??”

Dan dia terus mengoceh.

Cain dan Rixets hanya mampu menghela nafas panjang.

Terimakasih telah mampir…
Sesungguhnya meng-klik iklan pada link ini = berdonasi kepada admin …

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 18 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

24 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 18”

  1. Kizuto says:

    First

  2. X-Friend says:

    Ditunggu update selanjutnya

  3. Keita says:

    Wkwk ketahuan juga

  4. psp06 says:

    Tak perlu dana dr ibukota kyknya ni si cain, dr jualan bahan aja dh kaya raya ni bocah ?

  5. Ryuu says:

    niceeee

  6. Yusuf says:

    Tembakan yang bagus ness :v akhirnya berakhir sudah kepura2an cain wkwkwkwk

  7. Fuchsgott says:

    Mantap min lanjut

  8. Skredix says:

    Wah penyamarannya Cain ketahuan…yabai desune :v

  9. Himura says:

    Summimasen desta dia hanya keceplosan cain-sama..

  10. Zirco says:

    Judul novelnya aja “Jadi Sultan di Dunia Lain” Ya wajar dia kaya raya wkwk

  11. Hideri says:

    Ness hanyalah gadis polos cain, jd maafkan dia :v

  12. Arif P says:

    Ngakak njir ???

  13. Yuu says:

    Yaahhh terlambat Komen deh wkwkwk jadi dibawah??

  14. Keita says:

    Min kok gak bisa di buka ya website nya

  15. Keita says:

    Min belom update ya udah gak sabar min chapter 19 dan 20 nya

  16. Jio says:

    ditunggu update nya min ?

  17. Soul says:

    Hmmm dipantengin tiap jam dari semalam wkwkwkwk balik lg minggu depan biar lgsg baca banyak, amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *