Vol.03 - Ch.24 ~ Keberangkatan

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 24 di Kurozuku.

2 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Dihadapan Sang raja yang sedang duduk di singgasana nya, Hagen yang menggunakan armor berwaarna putih sedang berlutut. Dibelakang Hagen, ada empat orang pria dengan armor yang sama dan juga sedang berlutut.

Setelah kemarin dapat tiba di kerajaan Esfort dan beristirahat selama satu malam, kini saatnya mengadakan audiensi. Cain ikut hadir di barisan para bangsawan senior karena saat ini dia sudah menjadi Earl.

“Angkat wajah kalian… Terima kasih telah datang kemari… “

Hagen mengangkat wajahnya sesuai dengan perintah raja.

“Terimakasih kepada Kerajaan Esfort—–“

Setelah itu mereka melakukan sapaan formal. Dan Hagen juga membacakan surat permintaan maaf secara resmi oleh Pope kepada kerajaan Esfort.

“Aku telah menerima permintaan maaf dari Pope-dono… Kami juga akan menitipkan surat balasan kami…”

Setelah itu ia menyampaikan bahwa besok, ia bersama Saint akan segera meninggalkan kerajaan Esfort dan kembali ke Marineford.

“Kalau begitu kalian akan berangkat besok ya… Tolong lindungi Saint-dono… Aku juga akan mengikut sertakan Royal Knight ku sampai ke perbatasan…”

“Baik… Ataas nama Pasukan Ksatria Suci, kami pasti akan membawanya kembali dengan selamat… Salain itu Yang mulia, aku ada satu permintaan…”

“Apa itu? Jika itu hal yang sederhana aku akan mendengarkannya…”

Hagen mengangguk dan melanjutkan perkataannya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Apakah aku boleh berbicara dengan Cain-dono yang disebutkan didalam petunjuk dewa?? Aku ingin melihatnya dengan mataku sendiri…”

Yang mulia agak mengerutkan alisnya dan agak ragu dengan perkataan Hagen. Namun setelah ia melirik kearah Cain, iapun mengangguk perlahan.

“Baiklah… aku akan mempersiapkannya setelah audiensi ini… Magna tolong diatur… “

“Baik Yang mulia… “

Perdana menteri magna mengangguk and mundur dan kemudian memberikan perintah kepada pegawai dibelakangnya.

“Terimakasih telah mendegarkan permintaan kecilku ini… “

Setelah audiensi berakhir dan keluarga kerajaan meninggalkan ruangan, lalu Hagen pun juga meninggalkan ruangan. Lalu para bangsawan pun akhirya bubar, dan Cain dipandu oleh pelayan agar menuju keruangan pertemuan.

“Tidak bisa kabur ya…”

Cain tetap mengikuti pelayan itu sambil memikirkan apa yang harus ia katakan nantinya. Kemudian pelayan itu mengetuk pintu sebuah ruangan, dan kemudian membukanya.

Di dalam ruangan itu sudah ada Hagen sang Ksatria Suci, beserta Dime, sang wakil komandan Royal Knight dan Perdana menteri Magna sedang duduk di sofa. Hagen dan Dime duduk dihadapan Perdana menteri Magna yang duduk di tengah sofa. Cain lalu berdiri disamping tempat duduk Dime dan menyapa Hagen.

Terimakasih kepada para donatur !!!

“Maaf membuat anda menunggu… Aku Earl Cain von Silford Drintle…”

Menanggapi sapaan dari Cain, Hagen memancarkan sedikit aura membunuhnya.

“Hagen!!”

Dime yang menyadari aura membunuh dari Hagen bergegas iingin berdiri dari tempat duduknya, namun Cain dengan wajah santai menahan bahunya.

“Tidak apa apa Wakil komandan Dime, jika cuma segini saja…”

Cain menjawab dengan senyuman diwajahnya. Hawa membunuh yang dikeluarkan oleh monster yang ia temui lebih mengerikan dari ini. Bahkan ketika pertama kali ia menerima hawa membunuh milik Yuuya, itu sangat membuatnya ngeri sampai-sampai ia hampir akan pingsan. Jadi ini bukanlah masalah besar baginya.

Setelah menarik kembali aura membunuhnya, Hagen berdiri dan kemudian membungkuk.

“Tuan Cain, mohon maafkan kelancangan ku… aku hanya sedikit menguji anda saja… ingin menilai apakah anda orang yang cocok bagi Hinata-sama… Tapi aku tidak menyangka anda sama sekali tidak terpengaruh oleh aura ku… Mengingat usia anda, itu sangat lah megagumkan…”

“Aku juga terkejut mendengar apa yang dikatakan Hinata… karena itu semua terjadi terlalu tiba-tiba tanpa memberitahuku terlebih dahulu…”

“Tuan Cain juga memiliki pendapat yang sama ya… “

Mengesampingkan Hagen yang sedang melipat kedua tangannya dan berpikir, Perdana menteri Magna membuka pembicaraan.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Baiklah… Perintah dewa yang kali ini disampaikan oleh Saint-sama tidak bisa kami putusakan dengan mudah… Saat ini tuan Cain sudah memiliki tiga orang tunangan, terlebih itu adalah tuan puteri dan dua puteri keluarga Duke… Dan untuk menambahkan Saint-sama itu… “

Setelah sekilas melirik kearah Cain, ia kembali menatap Hagen.

“Aku juga tidak bisa membuat keputusan tanpa kembali terlebih dahulu ke Marineord dan berdiskusi terlebih ahulu dengan para petinggi termasuk Pope-sama… Meskipunn itu adalah petunjuk dewa sekalipun… kalu bisa, aku juga ingin tuan Cain untuk ikut ke kerajaan kami…”

Mendengarkan perkataan Hagen, Dime mengerutkan keningnya.

“Hagen-dono, tentu saja itu tidak bisa… Tuan Cain itu selain sebagai seorang pemimpin kota, ia juga seorang siswa akademi… Meskipun sebagai penguasa kota beliau mungkin saja diperbolehkan untuk pergi keluar kerajaan, namun beliau masih belum bisa menjadi perwakilan kerajaan sebelum dewasa…. “

Magna langsung menolak untuk membiarkan Cain dibawa mereka. Dalam hal tertentu, perkataan seorang bangsawan penguasa kota dapat mewakili kerajaannya. Walaupun dia masih seorang anak kecil, kenyataan ini tidak akan berubah.

“Begitu ya… baiklah… kalau begitu kami akan berangkat besok sesuai rencana…”

“Ya… Royal Knight akan mengantak kalian sampai keperbatasan, Dime-dono aku serahkan padamu…”

“Baik, Perdana menteri Magna… “

Setelah itu perbincangan diantara mereka pun berlanjut. Dari pembicaraan ini terungkap bahwa Hagen dan Dime adalah kawan lama. Dan Hagen bukan termasuk fraksi Pope, dan bersikap netral. Dia juga memberitahu bahwa dia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Hinata dan bersumpah dengan tangan di dadanya, dan akan lebih ketat mengawasi pergerakan fraksi Pope.

Setelah itu, Cain menghadiri acara makan malam perpisahan bersama Saint.

Sebentar lagi Lockdown berakhir!! AMINN!!!

Pada hari keberangkatan, di bawah langit biru, dihalaman Istana kerajaan, berbaris Pasukan Ksatria Suci, Pasukan Royal Knight, beserta keluarga kerajaan dan para bagsawan untuk mengantar kepergian Hinata sang Saint.

Beberapa angota pasukan Ksatria Suci dan Royal knight telah terlebih dahulu meniggalkan ibukota dengan membawa tahanan termasuk kapten pengawal yang lama. Jadi mereka tidak bisa ikut dalam upacara ini.

Sebuah musik dilantungkan oleh pemain orkestra, dan sosok yang menggunakan jubah putih berhiaskan emas perlahan-lahan muncul dari dalam istana bersama dengan sang Raja.

Sebelumnya, Saint meminta kepada sang Raja agar Cain ikut menemani sampai keperbatasan, namun sang Raja menolak dengan sopan. Memang jika terjadi kejadian yang tak terduga, kemampuan Cain akan sangat dibutuhkan, namun mereka memutusakan bahwa tidak baik menunjukan kemampuan Cain kepada Pasukan Elit kerajaan lain.

Namun atas permintaan Cain, Hinata diberikan kalung buatan Cain. Kalung ini adalah kalung yang serupa dengan yang ia berikan kepada ketiga tuangannya, jika terjadi bahaya, dengan mengalirkan energi sihir ke dalamnya, maka akan tersampaikan kepada Cain, dan akan memunculkan pelindung yang akan melindungi pemiliknya.

Tentu saja mereka tak menjelaskan bahwa ini akan sampai kepada Cain, mereka hanya menjelaskan kepada Cain bahwa itu akan memunculkan sebuah perisai sihir yang akan melindungi dalam keadaan bahaya. Hinata terus mengangguk sambil tersenyum mendengar penjelasan sang raja karena ia mereasa senang karena menerima hadiah dari Cain. Dan perhatiannya sudah terfokus kepada kalung itu sepenuhnya.

Meskipun ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Cain, sambil menggenggam kalung pemberian Cain, Hinata berjalan menembus barisan bangsawan menuju ke kereta. Atas permintaan Hinata, Cain berjalan dibelakang sang Raja.

Lalu merekapun sampai di depan Kereta. Saint itu berbalik dan tersenyum dengans angat tulus kepada para bangsawan. Para bangsawan itu terpesona kepada senyuman yang indah itu meskipun dia masih anak-anak.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Semuanya, terimakasih banyak… Aku benar-benar bersyukur bisa mengunjungi kerajaan Esfort ini…”

Hinata mengucapkan rasa terimakasihnya dan membungkuk sedalam dalamnya. Lalu Hinata kembali bangkit dan menatap Cain lalu tersenyum. Hinata berlari kecil menghampiri Cain. Lalu menekatkan wajahnya kearah Cain.

Chu~~

“Eh……”

“Ah…………!!”

Hinata mengecup pipi Cain.

“Karena untuk sementara waktu, kita tidak bisa bertemu…”

Bisik Hinata dengan wajah yang memerah. Setelah memastikan bahwa Cain mendengarnya, ia berlari kembali menuju ke kereta. Tak ada satupun orang yang dapat memahami tindakan yang benar-benar mengejutkan itu.

Bahkan Ksatria suci yang sedang menjaga kereta, maupun para Royal Knight sekalipun. Dan ketika mereka menyadari apa yang barusan terjadi, wajah sang raja terlihar memerah. Lalu mulutnya menganga dengan dahi yang membiru.

“Cain… Kamu mengerti kan harus apa nanti? Karena sekarag sedang dalam upacara pengantaranan jadi aku tidak aka protes… mari kia bicarakan ini dengan seksama nanti…”

Menghadapi tekanan yang kuat dari sang raja, Cain hanya memalingkan wajahnya.

“–Iya……”

Kalau bisa Di share juga ya…

Setelah mendengar jawaban Cain yang pasrah itu, Sang raja berbicara kepada para Ksatria.

“Kalau begitu, hati-hati dijalan… Dime, akuserahkan pengawalannya kepadamu…”

Mendengar itu, Dime langsung memberikan perintah kepada barisan para Ksatria.

“Berangkat!!!”

Dengan aba-aba dari Dime, para ksatria mulai bergerak maju. Sang Raja berserta para bangsawan terus menyaksikan kepergian mereka sampai rombongan kereta itu tak terlihat lagi. Dan setelah itu, seluruh pandangan terpusat kepada Cain.
Setelah mereka mengerti pa yang terjadi barusan, tatapan mereka dipenuhi oleh rasa kecemburuan. Bakan diantara mereka ada yang menambahkan aura membunuh pada tatapan mereka.

“Baiklah Cain… seluruh tatapan ini sangat menyakitkan bukan? Mari kita bicarakan dengan seksama didalam…”

Sang raja mengatakan itu sambil menepuk bahu Cain dua kali, lalu Cain mengikutinya menuju kedalam Istana. Setalah selama lebih dari satu jam mendapatkan ceramah dari sang raja, dihadapan Cain yang sudah kelelahan ini kini berdiri sosok Telestia yang marah dengan tangan di pinggulnya dan wajah yang memerah.

“Cain-sama.. Kita bicara sebentar…”

“—Padahal aku kan tidak salah apa-apa…”

Para pelayan hanya bisa menyaksikan sosok Cain yang berjalan sambil ditarik oleh tuan puteri.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

12 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 24”

  1. psp06 says:

    Thanks min,

  2. Kizuto says:

    First min

  3. Kiruru says:

    First komen xixixi refresh terosss ampe kuota ludes wkwkwk

  4. Keita shaleh says:

    Lanjut terus sempet gak bisa di buka selama 20 menit chapter 24 nya tapi di paksa terus akhir nya kebuka tapi kecewa gk bisa first komen lanjut min semangat

  5. Yusuf says:

    Yoshhh lanjutkan

  6. Ardian-kun says:

    Hinata bikin gara² mulu anjirr?

  7. Lord Mona says:

    Xixixix

  8. Ahsan says:

    Lagi maraton jgn di ganggu :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *