Vol.03 - Ch.03 ~ Kota Sylvester 2

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 3 di Kurozuku.

9 May 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Bidang penglihatan yang memutih perlahan menjadi kembali normal. Dihadapanya adalah dunia para dewa yang serba putih, dan ketujuh dewa sedang duduk mengelilingi sebuah meja.

“Cain, kamu selalu membuat kami terhibur.”

Zenom yang duduk di tengah tersenyum sambil membelai janggutnya.

Cain hanya mampu menghela nafas dengan kenyataan mereka selalu menonton apa yang ia lakukan dari sebuah layar.

“Sudah lama tidak berjumpa… ada hal yang ingin aku tanyakan…”

“Um, Tentang gadis yang disebut sebagai gadis suci itu kan?? Lime lah yang memberikan petunjuk dewa kepada gadis itu… Yah jangan berdiri saja, silahkan duduk dulu…”

Dengan arahan dari Zenom, Cain duduk di kursi yang biasa ia duduki.

Lalu Lime mulai berbicara.

“Dalam beberapa hari, mungkin kamu akan bertemu dengan gadis yang telah aku berikan petunjuk dewa.. Aku ingin kamu melindungi gadis itu…”

“Melindunginya?? “

Cain merasa heran.

“Kami, para dewa menganggap seluruh manusia dengan setara. Apapun yang terjadi, itulah kehidupan… Meskipun kami sedikit memperhatikan mu lebih karena itu menyenangkan…”

“Menyenangkan…”

Mendengar komentar Lime itu, Cain sedikit mengkerutkan wajahnya. Kemudian terdengar suara Zenom berdeham, dan Lime pun kembali fokus dan melanjutkan pembicaraan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Jadi, diantara gereja-gereja yang memuja para dewa, ada dua jenis kelompok. Kelompok yang memihak sang gadis suci yang mendapat petunjuk dari kami, dan sebuah kelompok yang mengikuti arahan dari Pope yang merupakan pemimpin tertinggi dalam kepercayaan ini. Kali ini, Kelompok Pope menggunakan kesempatan ini untuk melenyapkan sang gadis suci saat dalam perjalanan menuju ke kerajaan kalian. Gadis itu adalah gadis yan baik yang menerima perlindunganku, dia gadis yang mudah percaya dengan orang lain… dan aku ingin kamu menyelamatkannya…”

Jika gadis suci itu diserang di kerajaan Esfort, maka akan mudah untuk membayangkan kekacauan apa yang akan terjadi diantara kedua kerajaan itu. Selain itu, jika terjadi pembunuhan, ini bukanlah perkara yang bisa di anggap remeh. Ini pasti akan merepotkan keluarga Cain dan Silk yang ikut menemaniya.

“Kupikir jika itu adalah dalam jangkauanku aku bisa melakukan sesuatu.. namun aku tidak bisa bersamanya 24 jam sehari…”

Cain mengangguk dan merasa akan terlibat hal merepotkan lagi.

“Jika itu kamu, kamu pasti akan melakukan sesuatu… aku mengandalkan mu Cain… Waktunya sudah hampir habis…”

Bersamaan dengan perkataan Zenom itu, bidang pandangan Cain kembali diselimuti cahaya putih. Dan saat itu kembali normal, ia sudah berada di altar.

Disampingnya ada sosok Silk yang sedang berdoa tanpa bergeming. Ketika ia sedang menyaksikan senyuman Silk, Silk yang tampaknya sudah selesai berdoa membuka matanya dan menoleh kearah Cain.

Ketika mata mereka bertemu, Wajah Silk sedikit memerah.

“Cain-kun, aku malu jika kamu melihatku seperti itu…”

“Maafkan aku, kamu terlihat serius sekali saat berdoa…”

Ia mengarahkan senyumannya kepada Silk. Karena mereka sudah selesai, mereka pun meninggalkan gereja.

Setelah itu, mereka berdua menghabiskan waktu berjalan-jalan mengelilingi kota. Saat makan malam, tak diragukan lagi ia kembali mendengarkan kisah panjang Lagnav tentang Marinford.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

Dan beberapa haripun terlalui, dan kini tibalah saat penjemputan itu.

Yang menjemput diperbatasan adalah Cain dan Silk beserta sepuluh orang Royal Knight, dan juga Lagnav bersama dengan 10 orang ksatria. Serta membawa beberapa pelayan pribadi.

Kereta yang dinaiki Cain berjalan mengikuti kereta Lagnav layaknya sedang mengawal.

“Sang gadis suci itu orang yang seperti apa ya…”

“Aku dengar dia seusia dengan kita… tapi aku tidak tahu detailnya…”

Sambil menjawab pertanyaan Silk, ia mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Lime.

(Katanya dia sedang di incar… Apa dia baik-baik saja… Semoga saja tidak terjadi apa-apa…)

Ada jarak setengah hari perjalanan dari kota menuju ke perbatasan wilayah, dan ketika mereka sampai di tempat yang menjadi tempat pertemuan, mereka mulai menyiapkan makan siang.

Memanfaatkan sungai sebagai perbatasan, maka setelah menyebrangi jembatan mereka akan tiba di kerajaan Marineford.

“Ini adalah tempat pertemuan yang diatur untuk menyambut gadis suci itu… Kami sudah mendirikan tenda, jadi kita bisa menunggunya di sana…”

Tenda itu memiliki karpet yang digelar serta meja dan kursi. Cain dan Silk menikmati teh yang disajikan oleh pelayan.

Teh di wilyah ini dibuat dengan mengeringkan buah-buahan sehingga memiliki rasa manis dan aroma yang khas.

“Teh buah ini enak juga rupanya… “

Mereka membahas pembicaraan itu sambil menikmati cemilan yang disuguhkan.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Ketika sedang mengobrol, Cain menggunakan skill [Search] untuk melacak apa yang terjadi di sisi kerajaan Marineford. Dengan berfokus kepada satu arah, ia dapat memperluas jangkauannya hingga mencapai 10 kilometer.

Ia menemukan sebuah kereta yang sedang menuju ke arah kerajaan Esfort. Namun ia juga mendeteksi adanya kelompok yang mengejar mereka dalam jarak tertentu.

Bukan berarti ia akan mengambil tindakan, bisa saja itu adalah pedagang atau kelompok pengawal, jadi ia terus melanjutkan mengobrol dengan Silk.

Ketika mecapai jarak sekitar lima kilometer dari perbatasan, ketika ia beranggapan mungkin jika tanpa hambatan mereka akan sampai dalam waktu satu jam lagi, seketika kelompok yang ada di belakang mereka mempercepat gerakan dan sudah hampir mendekati mereka.

Kereta itu berhenti dan pertempuran pun dimulai.

Cain dengan cepat berdiri dan meletakan cangkir tehnya.

“Gawat!! Gadis suci itu sedang diserang!! “

“Eh?! Apa? Cain-kun, apa yang terjadi?”

Silk terkejut dengan apayang diucapkan oleh cain yang tiba-tiba berdiri itu.

“Aku ingin Silk segera melaporkan ini kepada tuan Lagnav… kereta mereka sedang diserang beberapa kilometer di depan… aku akan pergi duluan…”

Cain melompat keluar dari tenda dan menembus barisan para Royal Knigts, lalu menyebrangi jembatan dan memasuki wilayah Marineford.

Para ksatria yang sedang bersiaga itu terkejut dengan tingkah laku Cain yang begitu tiba tiba ini.

“Cain-sama apa sebenarnya yang…”

Silk pun segera menuju ke tenda Lagnav dan menjelaskan apa yang dikatakan Cain.

“Apa!? Gadis suci itu diserang??? Kita tidak bisa diam saja!! Cepat kita kirimkan bantuan!! “

Lagnav pun mengeluarkan perintah kepada ksatria pengawal. Dan para ksatria itu segera membentuk pasukan menuruti perintah tuannya, mereka menaiki kuda dan segera menyebrangi jembatan.

Empat orang Royal Knight juga mengikuti mereka, sedangkan enam orang sisanya tetap tinggal untuk mengawal Silk.

Ketika para ksatria itu sedang bergegas menuju ke lokasi, Cain sudah menggunakan sihir angin miliknya dan melaju dalam kecepatan melebihi 100 km/jam.

Pengawal kereta itu adal sekitar 10 orang, sedangkan yng menyerang mereka berjumlah sekitar 30 orang. Cain pun menambah kecepatannya. Setelah beberapa menit, terlihat para prajurit yang melindungi kereta itu menggunakan perlengkapan yang lusuh, namun penyerang mereka menggunakan senjaa bagus dan terlihat baru.

Beberapa dari ksatria pengawal kereta itu sudah terkapar. Dan seketika Cain menembakan sihirnya ke arah para penyerang itu.

“[Water Bullet]”

Seketika muncul 10 buah bola air kecil dan mengalahkan para penyerang itu satu persatu.

Meskipun ia sudah menahan kekuatannya, namun tak ada ampun bagi mereka yang kurang beruntung dan terkena serangan di bagian wajah mereka.

Meskipun mereka sempat terkejut dengan kemunculan seorang anak yang mengenakan pakaian bangsawan, namun karena ia menyerang para bandit terus menerus, mereka percaya akalu ia adalah dipihak yang sama.

Dengan bantuan dari Cain, dalam beberapa menit sudah tak ada diantara para bandit yang mampu berdiri. Lebih dari separuh diantara mereka telah mati. Namun sekitar 10 orang diantara mereka masih bernafas dan mengerang kesakitan akibat tertebas atau terkena serangan magic.

Cain memperbaiki posisinya dan menunjukan lencana bangsawan miliknya.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Apakah benar ini kereta Sang gadis suci?? Aku adalah Viscount Cain von Silford Drintle dari kerajaan Esfort.. kami datang menjemput, namun karena aku merasakan ada penyerangan, jadi aku memutuskan untuk membantu, Siapa pemimpin kawalan ini?”

Para prajurit itu terkejut melihat seorang anak kecil mengeluarkan lencana bangsawan. Mengeluarkan sebuah lencana bangsawan titu berarti dia adalah seorang bangsawan sejati.

Menanggapi pertanyaan Cain, salah seorang diantara ksatria itu maju kedepan. Meskipun mereka menggunakan armor yang serangam, namun di lengan kiri pria itu ada sebuah sayal merah yang diikatkan.

“Aku Mastina, pemimpin kelompok pengawal sang gadis suci.. terimkasih atas bantuan anda… Bolt, lakuikan!”

Mastina berbicara kepada salah seorang ksatria di belakangnya, ia mengumpulkan para bandit yang masih bernafas dan membawnya bersama dengan yang sudah tewas.

Dan tiba-tiba —— ia menusuk leher mereka untuk menghentikan para bandit itu.

“Apa, apa yang kalian lakukan!?”

Cain terkejut dengan tindakan ksatria yang tiba-tiba ini. Para bandit ini memiliki perlengkapan senjata yang baru, mungkin saja mereka bukan bandit biasa. Jika di interogasi bisa saja mereka mengungkapkan informasi yang berharga. Namun ksatria itu tiba-tiba membunuhnya.

“Kami tidak bisa membawa bandit ini ke kerajaan kalian, namun kami juga tidak bisa kembali ke kota sebelumnya, karena itu kami menghukumnya di sini…”

“Setidaknya kita harus mendapatkan informasi dari mereka…”
“Tidak perlu”

Mastina langsung membantah Cain seolah ingin menghentikan perkataan Cain.

Sementara itu, para ksatria yang sudah selesai menghabisi semua bandit yang masih hidup, kembali melapor kepada sang kapten.

“Komandan, Semua sudah beres…”

“Um, terimakasih.. segera pulihkan yang lainnya…”

Ksatria bernama Bolt itu mengangguk kepada perintah sang kapten dan kebali kepada ksatria yang masih selamat.

“Kenapa harus membunuh semuanya…”

Cain mulai sedikit curiga terhadap kapten pengawalan ini. Jika mereka hidup, meskipun sedikit pihak kita akan mendapatkan informasi. Ia menganggap ini mungkin saja langkah yang ditempuh untuk menghilangkan barang bukti.

“Aku berterima kasih atas bantuan anda, tapi ini adalah wilayak kerajaan Marineford, Seorang bangsawan kerajaan Esfort seperti anda tidak perlu ikut campur tentang apa yang terjadi di wilayah ini…”

“… Begitu ya…”

Ucapan Mastina adalah benar adanya, bahkan jika terjadi kekerasan di sini, ini adalah wilayah Marinford, dan ia harus mengikuti hukum di wilayah ini.

Cain hanya bisa mengangguk meskipun enggan.

Setelah semuanya selesai, terdengar suara langkah kuda dari arah kerajaan Esfort. Ada sekitar 10 ksatria pengawal dan Royal Knight yang menunggangi kuda dengan Lagnav yang memimpin mereka.

“Tuan Cain!! Maaf membuat anda menunggu!! Loh… apa ini…”

Terlihat tiga puluh orang bandit sudah tergeeletak dan mati.

Para ksatria yang baru saja tiba itu terpana melihat tumpukan mayat yang bercucuran darah bagaikan dineraka itu.

Jika dibiarkan seperti ini, ini akan menjadi pengungang monster, atau malah menyebarkan penyakit. Maka Cain pun menguburkannya setelah mendapat izin dari Mastina.

Cain menggali sebuah lubang ditanah menggunakan sihir, dan memasukan para bandit itu satu per satu. Setelah semua bandit berada di dalam lubang, iapun kembali menutup lubang itu dengan menggunakan sihir.
Mayat ketiga pengawal yang tewas di bawa oleh Mastina dan di letakan kedalam [Magic Bag] miliknya.

“Terimakasih tuan Silford atas bantuan anda.. karena saya tidak mungkin membiarkan Sang gadis suci untuk turun di tempat seperti ini, bisa kah anda mengantar kami sampai ke kota?? “

“Baiklah..”

Mereka mengatur ulang barisan, dan dengan Lagnav sebangai pemimpinnya para Ksatria Sylvester memandu jalan. Kereta sang gadis suci berjalan di tengah, sedangkan Cain dan kelompok pengawal kereta berada di belakang barisan.

Dan mereka menuju ketempat dimana Silk menunggu.

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

13 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 3”

  1. psp06 says:

    Kyknya tu kepala pengawal musuh dlm selimut.

  2. Nana says:

    Lanjut terus min semangat

  3. Ardian-kun says:

    Lanjutkan minn..semangat!!!
    Moga aja hari ini double update?

  4. Yusuf says:

    Yoshhh lanjutkan min

  5. Art says:

    Saya dapat mencium bau bau Harem lagi :v

  6. Dg_Sean says:

    Akhirnya Update lagi

Leave a Reply to Bahamut Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *