Vol.03 - Ch.04 ~ Pertemuan Rahasia

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 4 di Kurozuku.

10 May 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Setelah menjemput Saint, mereka kembali ketempat Silk menunggu.

TL Note : Gadis suci ane ganti jadi Saint aja ya biar gampang…

Setelah menginap semalam di tempat ini, keesokan harinya mereka akan kembali ke kota Sylvester, karena itu mereka membangun beberapa tenda.

Kereta berhenti, dan para pengawal berbaris. Dan sang kapten itu menghampiri kereta dan membuka pintunya.

Yang pertama turun adalah pelayan pribadinya, lalu diikuti oleh sang Saint itu. Saint itu terlihat seusia dengan Cain dengan rambut lurus berwarna merah muda, yang terurai sampai ke pinggangnya dan menggunakan jubah putih dengan sulaman berwarna emas. Ia terlihat sangat bermartabat dan layak menjadi seorang Saint.

Lagmav adalah orang yang sangat fanatik terhadap kepercayaan ini, ia menangis terharu dapat melihat Saint itu dengan matanya sendiri.

Seharus nya saat ini Lagnav sebagai orang dengan posisi paling tinggi datang menyapa, namun kondisinya saat ini sangat tidak memunkinkan. Cain pun menyerah, dan ia maju satu langkah untuk menyapa sebagai perwakilannya.

“Saint-sama, saya adalah Viscunt Cain von Silford Drintle yang ditugaskan dari ibukota kerajaan untuk menjemput anda… Hari ini kita akan menginap semalam dan besok kita akan kembali ke kota Sylvester… Setelah itu kami akan mengawal anda sampai ke ibukota kerajaan, mohon kerjasamanya..”

Sang Saint itu menatap Cain tanpa ekspresi. Lalu mulai berbicara,

“Aku Hinata Lila Marineford yang menjadi Saint di generasi saat ini… aku percayakan pengawalan kepadamu…”

Saint itu membungkuk sedalam-dalamnya, sikap yang ia tunjukan sangat sopan tidak seperti usianya yang masih kisaran 10 tahunan.

Setelah mengantar Saint beserta kelompoknya ke tenda, ia memberikan pengawalan di sekitarnya.
Pada saat makan malam ia ingin mengajak mereka, namun ditolak oleh sang kapten.

“Kami akan menyiapkan segalanya untuk kami sendiri, cukup bagi kalian menyediakan tenda ini saja…”

Sepertinya kapten pengawal ini terlihat sangat tidak bersahabat. Namun karena mereka adalah warga negara lain, jika mereka ingin menyiapkan makanan sendiri, maka ia tidak bisa memaksanya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Silk.. katanya mereka akan urus makanan mereka sendiri…”

“Begitu ya.. padahal aku ingin ngobrol sambil makan bersama…”

“Kita masih baru saja bertemu… masih banyaak waktu sampai ke ibukota… aku akan meminta Lagnav agar kita bisa makan bersama ketika kita sampai di kota nanti…”

Padahal ia merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk lebih mengenal Saint it, ia merasa hali ini sangat disayangkan karena ia telah ditolak.

“Tapi aku bersyukur bisa makan bersama dengan Cain-kun…”

Cain sedikit tersipu malu dengan pernyataan yang tiba-tiba ini.

Hari berikutnya pun tiba, dan mereka bersiap untuk berangkat menuju ke kota Sylvester. Tenda-tenda sudah dibereskan dan sudah di muat kedalam gerbong kereta, tinggal menunggu aba-aba berangkat saja.
Sama sepert kemarin, Lagnav dan ksatrianya menjadi penunjuk jalan di depan, sedangkan Cain dan yang lainnya mengawal di sekeliling kereta milik Saint.

Dengan aba-aba dari Lagnav, rombongan itu pun bergerak maju. Kereta Cain mulai berjalan, Cain mengobrol dengan Silk sambil memeriksa keadaan monster di sekitar mereka dengan skill [Search] miliknya.

Karena mereka berangkat pagi sekali, mereka tiba di kota Sylvester sebelum tengah hari. Di dalam kota, telah tersebar desas-desus bahwa sang Saint akan melewati kota ini, para penduduk berbaris di sepanjang jalan untuk bisa melihat sang Saint. Kota ini sangat dekat dengan kerajaan Marineford, banyak diantara penduduk yang menjadi penganut setia kepercayaan ini.

Prajurit mengatur agar mereka tidak mengganggu lintasan yang dilalui kereta, Saint itu terus melaju tanpa menunjukan wajahnya.

Tak sampai 20 menit kemudian, kereta sudah sampai di mansion. Karena ksatria yang memimpin jalan sudah memberi tahu orang di rumah, ketika mereka sampai semua pelyanan sudah berbaris menyambut di depan mansion.

Cain dan Silk turun dari kereta dan ikut berbaris bersama Lagnav.

Sang kapten pengawal Marineford membuka pintu, dan Saint itu turun bersama dengan pelayan pribadinya.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

“Hari ini seilahkan beristirahat di mansion ini… Kami akan segera menyiapkan makan siang….”

Saint itu mengangguk tanpa kata menanggapi penjelasan Lagnav, kemudian ia berjalan masuk kedalam manison.

Setelah melihat Saint itu masuk ke mansion tamu, Cain dan silk berkumpul di ruang tamu di mansion walikota.

“tapi.. sepertinya Saint-sana itu sedang tidak semangat ya…”

“Ya, kenapa ya… “

Di dalam bayangan Cain, yang disebut dengan Saint itu adalah orang yang sedikit lebih murah senym. Tapi kini yang ada di kenyataannya adalah orang yang tanpa ekspresi dan jarang berbicara.

Memang benar dia terlihat bermartabat, namun hanya itu saja poin plus yang terlihat. Meskipun ia diminta oleh Lime untuk melindungi gadis itu, ia sedikit kebingungan bagaimana harus mendekatinya.

Pelayan memberitahu bahwa persiapan makan siang sudah selesai, iapun bergegas menuju ke aula. Terdapat tiga kursi utama yang sudah disiapkan, dan Lagnav sudah duduk. Cain mengosongkan kursi di tengah, lalu duduk di tempat yang telah disediakan. Meskipun Silk adalah puteri dari seorang Duke, ia bukanlah bangsawan sejati, jadi dia duduk di posisi lebih rendah.

Setelah memastikan sang Saint sudah dipandu untuk duduk di tengah, Lagnav sebagai perwakilan memulai sambutan.

“Selamat datang di Kerajaan Esfort. Meskipun hanya satu hari, silahkan bersantai disini… bisa bertemu dengan Saint, ini merupakan kenangan berharga bagiku seumur hidup! Kalau begitu mari bersulang!! “

“Bersulang!!”

Saint itu menangkat gelasnya tanpa mengatakan sepatah katapun.

Lagnav menyampaikan kebahagiaannya bisa makan bersama dngan Saint, dan mengajaknya berbicara berbagai macam hal, namun ia hanya merespon dengan jawaban yang sederhana seperti, ‘ya’ dan ‘begitu’.

Cain sedang memperhatikan Saint ini dari sisi yang berlawanan dengan Lagnav, sekilas pandangan mereka bertemu.

Lalu dari bawah meja, Saint itu menyentuh lututnya dan menempelkan secarik kertas kepada Cain.

Cain terkejut dengan tidakan Saint yang tiba-tiba ini, dan ia membaca isi kertas tersebut tanpa disadari orang lain disekitarnya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Hanya ada satu kalimat yang tertulis disana.

“Ada yang ingin aku bicarakan berdua saja denganmu. “

Cain kembali mengarahkan pandangannya kepada Saint itu, dan pandangan keduanya bertemu lagi.
Tanpa mengatakan apa-apa Cain sedikit mengangguk, dan sosok Saint itu tersenyum tipis.

Wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi kini tersenyum walau sedikit, hal ini membuat Cain terkejut.

Setelah selesai menyantap makanan penutup, Saint kembali ke Mansion tamu.

Cain kembali ke kamarnya, dan sekali lagi memeriksa kertas yang di berikan kepadanya. Meskipun disana tertulis “Ingin berbicara” namun disana tidak tertulis kapan dan dimana lokasinya, jadi Cain pun bingung harus berbuat apa.

“Kurasa memang harus tengah malam ya… kalau siang kapten pengawal itu cerewet sekali…”

Cain tersenym pahit mengingat sikap sang kapten pengawal itu yang terasa ingin menjauhkan diri dari Cain dan yang lainnya. Bahkan ia menolak acara makan siang yang hanya dilakukan oleh bangsawan dan Saint itu, akibatnya ia diperbolehkan untuk bersiaga di luar Aula. Mungkin saja dia dapat mendengarkan pembicaraan di Aula.

Mungkin saja ia sedang mengawasi takut kalau sang Saint itu membicarakan sesuatu. Bahkan saat makan malam, yang seharus nya sang Saint itkut hadir, namun sang kapten itu datang mengunjungi mansion walikota sendirian.

“Sepertinya Saint-sama sedang kelelahan dan ingin beristirahat, belaiu mengatakan bahwa makan malam bersama dibatalkan dan ia ingin agar makan di kamarnya saja.. “

Mendengar hal ini Lagnav sedikit kecewa tidak bisa makan bersama dengan Saint, dan ia segera mengatur agar makanan Saint dibawa ke kamarnya. Makan malam hanya di hadiri oleh keluarga Lagnav, Cain dan Silk.

“Padahal besok sudah berangkat ke ibukota, tapi aku tak bisa makan malam dngan nya malam ini…”

“Tuan Lagnav, Saat kembali dari ibukot beliau juga akan lewat sini, dan mampir di kota Sylvester lagi.. kalian bisa makan besama lagi nanti…”

Lagnav tersenyum kembali seolah-olah baru teringat apa yang dikatakan Cain.

“Benar juga, Tuan Cain. Saat pulang beliau akan mampir kesini lagi ya…”

Cain hanya mengangguk sambil tersenyum pahit melihat perubahan ekspresi yang sangat drastis ini. Silk yang ada di sampingnya tertawa ringan.

Dan suasana suram diantara mereka pun menghilang dan makan malam berlalu dengan santai.
Tengah malam.

Ketika semua orang sedang tertidur, Cain bangkit dari tidurnya. Ia telah mengganti pakaiannya dan bersiap untuk menggunakan [Transfer].

Untuk berjaga-jaga, sebelumnya ia sudah pernah mengunjungi semua tempat di mansion ini dan mansion tamu, jadi kini ia dapat berpindah ketempat Saint itu tanpa masalah.

Meskipun ia bisa saja mengunjunginya dengan normal, namun jika ia bertemu dengan kapten pengawal itu dia pasti tidak akan dibiarkan lewat, jadi ia memilih menggunakan [Tansfer]. Karena dia mendapatkan prlindungan dari Lime sang dewa kehidupan, jadi mungkin ia akan tetap merahasiakan tentang sihir [Transfer] ini.

“[Transfer]”

Ia langsung berpindah ke kamar tempat Saint itu tinggal.

Dihadapannya, sang Saint yang ia anggap sedang tertidur, kini sedang terduduk di kursi dan menunggu.

“Silford-sama, akhirnya kamu datang…”

Cain terkejut dengan kata-kata itu, namun ia segera membungkuk.

“Aku minta maaf datang larut malam seperti ini… aku tidak dapat memikirkan cara lain untuk bisa bertemu dengan anda.. izinkan saya berada disini meskipun kurang sopan…”

“Tidak apa-apa.. karena ini sudah larut malam aku maalah berterima kasih kamu bersedia datang…”

Cain terkejut dengan senyuman yang ditunjukan oleh Saint ini, itu sangat lah berbeda dengan yang tadi siang.

“Apa ada yang aneh? Apa tentang perubahan ekspresiku ini? Tadi siang ada si kapten itu jadi kita tidak bisa bocara… jadi ayo duduk duli dan kita bicara…”

Cain duduk dikursi di hadapan Saint itu sesuai dengan permintaannya.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Sebenarnya-“

Saint itu mulai menjelaskan apa yang telah di alaminya sejauh ini.

Dia sudah mengetahui bahwa nyawa nya sedang di incar oleh fraksi pendukukung Pope, dan sang kapten pengawal beserta beberapa orang ksatria adalah utusan dari Pope ini. Dan ada rencana untuk menghilangkan nyawanya di kerajaan Esfort ini. Ketika Saint terbunuuh di kerajaan Esfort ini, sang Pope akan mengajukan pernyataan kritik.

Alasannya dia tidak dapat berbicara seenaknya adalah, mereka telah mecurigai bahwa mungkin Saint sudah mengetahui informasi ini dan mungkin ia akan meminta bantuan orang lain.

“Beggitu ya”

Cain menjadi yakin karena apa yang ia dengar sesuai dengan apa yang ia dengar dari Lime.
Dan muncul sebuah pertanyaan.

“Tapi, kenapa saya?? “

Ada juga Lagnav yang merupakan penganut yang taat. Dan juga Silk yang seumuran dengannya, meskipun Cain pernah menyapanya sebagai perwakilan, namun sangat bodoh untuk membeberkan semua masalah ini hanya karena alasan itu.

“Silford-sama.. Bolehkah aku memanggilmu Cain-sama? Cain-sama itu seorang utusan kan?? aku bisa melihatnya dalam sekali lihat… aku adalah Saint loh… Dan juga, aku mendapat petunjuk dewa… [jika terjadi sesuatu kau bisa mengandalkan Cain von Silford] namun aku tidak menyangka ternyata kita seumuran…”

Saint itu seikit tertawa, Senyumannya itu sebanding dengan keindahan Telestia dan Silk.
Cain tersenyum pahit mendengar kata petunjuk dewa disebutkan.

“Para dewa itu mengatakan itu?? “

“Yah… beliau juga mengatakan kalau aku juga boleh membuat anak dengan mu..”

“Bfuk..”

Cain tersentak dengan pernyataan yang terlalu mengejutkan ini.

Ia sudah tahu kalau Lime memberikan gadis ini sebuah petunjuk dewa, namun ia tidak menyangka dewa itu sampai akan menyarankan untuk membuat anak.

“Waktu aku mendengar petunjuk dewa ini aku juga merasa sedikit aneh… namun ketika aku bertemu dengan mu secara langsung… sepertinya aku bersedia… melakukannya.”

“Tu-tunggu sebentar… saya kerepotan jika anda bilang saperti ini tiba-tiba… para dewa itu juga.. apa sih yang mereka katakan…”

Menanggapi pernyataan Saint yang terlalu mendadak ini, Cain menatap kearah langit dengan mata tajam, ia yakit bahwa para dewa itu sedang mempperhatikan dirinya.

“Saat ini, aku mengerti bahwa melindungi Saint-sama a——”

“Panggil aku Hinata… “

“Tapi …”

“Walaupun hanya saat kita sedang berdua saja…”

“baiklah…”

Hinata tersenyum penuh dengan pesetujuan Cain ini. Senyum itu cukup indah dan layak untuk seorang Saint.

Setelah itu, mereka melanjutkan pembicaraan. Lalu Cain mengeluarkan sebuah kalung dari [Item Box] miliknya dan meletakannya di atas meja.

Kalung iu sangat sederhana namun memiliki batu sihir berwarna merah yang berkilau indah.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Ini…”

“Kalung ini pasti akan melindungi Hinata-sama… Jika anda meggenggam kalung ini dan memasukan sihir kedalamnya, bahkan jika anda berada jauh sekalipun, pasti akan sampai kepada saya… dan saya akan segra datang melindungi Hinata-sama.. “

Hinata meletakan kalung itu di telapak tangannya, dan matanya berbinar.

“Cain-sama… Terima kasih, Aku akan selalu merawat kulitku dengan baik!! Dan.. bisakah kamu memakaikan nya?? “

Cain mengangguk, dan menerima kalung itu dari Hinata, dan memasangkanya dari belakang gadis itu.

“Terima kasih”

Hinata yang merasa bahagia itu menundukan kepalanya kepada Cain.

“Seharusnya, utusan itu lebih terhormat dari pada ku… maaf membuat kamu harus menolongku… “

“Ah tentang utusan itu rahasia ya.. bahkan dikerajaan ini hanya beberapa oang yang tahu… akan repot jika sampai tersebar…”

“Ya, itu adalah rahasia antara aku dan Cain-sama.”

Cain benar benar merasa kagum dengan perubahan ekspresi yang sangat berbeda dengan yang gadis ini tunjukan di siang hari.

“Kalau begitu mohon kerja samanya mulai besok…”

“Ya, terima kasih.”

Menganggapi wajah puas Hinata, Cain berpikir untuk mengajukan keluhan kepada para dewa itu.

Dengan ini pertemuan rahasia diantara mereka selesai.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

26 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 4”

  1. Arif P says:

    Next min

  2. Nana says:

    Lanjut min

  3. Hideri says:

    Hubungan yg udah dpt disetujuin sm dewa, cain ?

  4. Skredix says:

    Araa~ Saintnya polos sekali

  5. NATEW says:

    Min list chapternya mohon d perbarui lagi

  6. Evil God says:

    Ara…. Calon bini ke 4 ….
    Btw ini dapat dari raw wn/ln?
    Terimakasih atas terjemahan nya.

  7. Shirota says:

    Berapa yang mau digaet Ama ni bocil

  8. Ardian-kun says:

    Lanjutkan min.. penasaran ama ceritanya?
    Pdhal si naruto lgi bnting tulang jdi hokage ..ehh si hinata malah selingkuh ama cain:v

  9. Siapa saya? says:

    Ko rasanya sedih ya liat si cain masih kecil aja udah punya calon bini 4 lagi, udah gitu cakep² plus dia gk usah cari susah² langsung dateng sendiri udah gitu si cewek nya lagi yg ngelamar, apalah dayaku yg udah gede ge belum dapet pasangan ?????

  10. Dg_Sean says:

    Min, fokus kan Update novel Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku ini aja. Jangan yang lain ??. Ini novel mantab min soalnya. Tolong ya,dan tetap semangat ✊

  11. Yuu says:

    Oke… Dah mulai ni Perjalanannya Ama si Saint(Gadis Suci) hehe.,.,.,. Semangat min, ditunggu kelanjutannya

  12. Zirco says:

    Min itu bener TL an yang bagian:
    Cain sama, terimakasih, aku akan selalu merawat kulitku dengan baik

    Ini ko aga rancu ya, dikasih kalung ko jawabannya malah gitu?

  13. Yusuf says:

    Mending ini dulu min… sumpah susah klo harus adaptasi novel baru… imajinasinya susah gitu kecampur aduk… yahh gw ngarepnya ini dlu di mentokin sii…
    Btw klo ini udh mentok, novel selanjutnya mending 100 cheat skill bagus… kyknya ceritanya menyerupai tensei slime sitara datta ken

  14. Zen says:

    Njir Boleh Buat Anak Dan Hubungan Disetujui Oleh Dewa ……. Gak Nanggung-Nanggung Pendukung nya

  15. Rura says:

    Kapan lagi lu protes ama dewa

  16. reader says:

    makasih min

  17. reader says:

    makasih min

  18. Mona says:

    Nambah lg cewe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *