Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 7
~~

Selamat Membaca….

Hinata sang Saint merasa kebingungan dengan dunia yang tiba-tiba menjadi serba putih.

Apa boleh buat, ia yang seharusnya sedang berdoa di altar gereja tia-tiba dipindahkan ke dunia para dewa. Cain pun terkejut, ia tidak menyangka bahwa Hinata akan dapat datang kedunia ini sama seperti dirinya.

“Hinata, kamu juga silahkan duduk di sini…”

Lime, sang dewa kehidupan berbicara kepada hinata dengan suara yang lembut.

“Su-suara itu … mungkinkah …”

Hinata sepertinya mengenal suara itu, ia terkejut melihat kearah datangnya suara. Itu adalah suara dari petunjuk dewa yang terkdang muncul ketika ia sedang berdoa di Altar.

Ketika ia menyadari sosok di hadapannya adalah para dewa, ia refleks langsung berlutut.

“Hinata, Lime-sama sudah bilang seperti itu.. sini duduk…”

Cain berbicara pada Hinata. Hinata mengangkat wajahnya, dan setelah memastikan sosok itu adalah Cain, wajahnya menjadi rileks.

“Baiklah..”

Sambil merasa gugup, ia duduk disamping Cain.

“Keteguhan dalam hatimu telah sampai kepada kami para dewa.. karena kali ini ada Cain, jadi aku membawa mu kedunia ini…”

“Ya … Lime-sama, terima kasih telah memberikan ku kesempaan ini…”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Hinata membungkuk sedalam-dalamnya, ia masih gugup dan mendengarkan perkataan Lime dengan penuh perhatian.

Cain sudah datang kedunia dewa ini beberapa kali, namun melihat ekspresi para dewa yang sedikit kaku, ia penasaran dengan apa yang terjadi, jadi ia ikut mendengarkan perkataan Lime dengan seksama.

“Oh, iya, Cain… Terima kasih ya berkatmu kami benar-benar terhibur… “

Dan yang merusak suasana itu adalah Grimm, sang dewa Skill.

Ditangannya ia memegang prototipe Reversi. Mungkin itu adalah reversi yang menghilang sewaktu dipersembahkan.

“Ya ya.. berkat itu aku da Grimm selalu bersenang-senang dengan itu… Sampai saat ini aku sudah mencapai 1.140 kemenangan dari 2278 pertandingan…”

Panam mengatakan itu sambil tersenyum, namun Grimm segera membantahnya.

“Itu salah kan!! Harusnya 1139 kali menang dan itu seri!!! “

Cain tak dapat menyembunyikan keterkejutannya mendengar mereka benar-benar menghitung jumlahnya.

“Bisakah kalian sedikit tenang?”

Zenom yang sedari tadi diam membuka suaranya.

“Orang paling lemah diam saja!!! “

Grimm membantahnya, tanpa mempedulikan statusnya sebagai dewa pencipta.

Ini untuk yang kemarin minta Ilustrasi,

Hinata Lila Marineford

Raw LN nya belum ada, jadi yang mau liat ilustrasi official nya silahkan ke sini

Cain terkejut kalau ternyata sang Dewa pencipta adalah yang terlemah dibidang reversi.

“Apa katamu!! Aku Cuma mengalah agar kalian bisa menang!! “

Disaat ketiga dewa itu sedang berdebat, Lime berbicara kepada Hinata.

“Biarkan saja orang orang ini… Selama perjalanan kunjungan ini, mungkin berkali-kali nayawamu akan dalam bahaya.. Saat itu terjadi kamu bisa mengandalkan Cain ini untuk menyelamatkan mu… Dan juga… bisakah kita berbincang berdua saja?? “

Lime berdiri dia mengajak Hinata ke tempat yang agak terpisah. Dan Hinata mengikuti ajakan itu.

“Kalian ini benar benar ya…. Cain bagaimana dengan sihirmu?? Menyenangkan bukan? “

Adalah sang dewa Sihir Reno yang bertanya tanpa mempedulikan ketiga sosok di sebelahnya.

“Ya! Itu benar-benar menyenangkan. Meskipun aku tidak bisa menggunakan sihir sekala besar karena akan menimbulkan masalah.. “

“Kurasa tidak apa-apa asalkan kamu tidak menghancurkan keseluruhan planet… Jika kamu tidak menahan kemampuan mu bisa repot nanti…”

Karena ia telah memberikan Cain Divine Protection lv10, maka dia terus memperhatikannya. Bagi manusia sihir-sihir itu mungkin diluar nalar, namun bagi Reno itu hanyalah sesuatu yang menghibur.

“Meskipun begitu.. tidak terlalu banyak buku tentang sihir ya… aku sudah melihat sihir level emperor milik Yuuya-san, tapi hanya itu saja tidak ada yang lain …”

Dia telah membaca seluruh sihir emperor yang diwariskan oleh raja kepada nya, dan kini dia dapat menggunakannya. Namun dirinya dikehidupan sebelumnya yang merupakan penggila Light Novel dengan di reinkarnasi ke dunia ini membuatnya sangat haus dengan sihir-sihir di dunia ini.

“Apa boleh buat… aku akan memberimu ini…”

mohon kesediannya untu meng-klik Skip Ad pada link ini

Reno mengeluarkan sebuah buku dari balik jubah hitamnya lalu meletakannya diatas meja. Buku itu setebal sekitar 10 cm dengan sampul berwarna hitam pekat.

“Ini …”

“Sesuai dengan yang kamu pikirkan… ini adalah sihir yang digunakan para dewa… di dunia kalian mungkin menyebutnya dengan Divine Class… namun tergantung dari penggunaannya, itu bisa menjadi bencana… bencana yang tak terkirakan… namun kurasa itu tidak akan masalah jika itu Cain.. “

Mata Cain berbinar melihat buku sihir Divine Class. Tak dapat disangkal, benda dihadapannya ini mungkin saja merupakan buku sihir yang ada di puncak segala sihir yang ada di dunia ini.

“Kamu mungkin bisa melakukan sihir yang sama karena kamu memiliki sihir penciptaan… tapi tolong berhati-hati…”

“Baik! Terima kasih. Aku akan selalu menjaga nya dengan baik.”

Ia memeluk buku itu di dadanya dan tersenyum dengan puas. Memang buku sihir baru itu merupakan hal yang mendebarkan bagi seorang remaja.

Ketiga dewa itu masih saling berdebat tentang pertandingan nya. Ketika ia sedang mengobrol dengan Reno, Lime dan Hinata kembali. Wajah Hinata terlihat sedikit memerah, Cain tak terlalu mempedulikannnya dan melanjutkan perbicangannya.

Hinata duduk di sebelah Cain.

Kemudian setelah dihentikan oleh Lime, ketiga dewa itu berhenti berdebat.

Zenom berbicara kepada Cain dengan wajah yang agak tidak nyaman.

“Maaf menunjukan mu sisi memalukanku… Cain..kekuatanmu kini sudah sampai ke wilayah para dewa.. namun itu masih belum cukup… jadi jangan sampai latihan mu kendor… dan lagi… Akulah yang terkuat!! “

“Masih aja pecundang ini!! “

“Iya!! Gak pernah menang aja!!! “

Kata-kata Zenom memicu kedua dewa yang lainnya lagi.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Cain, sudah jangan pedulikan tentang orang-orang ini… Tolong lindungi Hinata… Sudah waktunya …. Sampai jumpa lagi…”

Bersamaan dengan perkataan Lime, pemandangan menjadi memutih. Dan ketika cahaya itu menghilang, ia sudah kembai ke gereja.

Hinata juga sudah kembali, dan mereka saling menatap.

“Cain-sama selalu bertemu dengan para dewa sperti itu ya…”

“Ya… Meskipun biasanya mereka terlihat lebih bermartabat…”

Cain mengangguk sambil tersenyum pahit mengenang para dewa yang saling berdebat karena Reversi yang ia persembahkan.

Setelah meninggalkan altar, mereka memutuskan untuk meminjam ruang pertemuan. Dan hinata memanggil suster.

Suster itu pun sangat senang dimntai tolong oleh Saint yang sangat ia kagumi, dan mengantar mereka dengan penuh semangat. Meskipun ia berjalan di belakangnya, ia tampak seperti berjalan dengan melompat-lompat kegirangan.

Cain dan Hinata duduk berhadapan, dan suster menyiapkan teh, lalu menyajikannya dihadapan mereka, kemudian membungkuk dan meninggalkan ruangan.

Setelah memastikan dengan skil [Search] bahwa suster itu telah pergi, Cain mulai berbicara.

“Tapi aku benar-benar terkejut ternyata Hinata juga bisa pergi kedunia para dewa…”

“Itu adalah pertama kalinya… biasanya aku hanya mendengar suara Lime-sama saja… aku benar-benar bersyukur bisa bertemu langsung… Ini semua berkat Cain-sama…Terima kasih. “

Hinata benar-benar merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan Lime, dewa yang selalu memberikannya petunjuk.

Kepada Para Donatur yang baik hati, terjadi perubahan pada metode donasi menggunakan Linkaja per tanggal 22 April 2020

“Dan juga Hinata… aku ingin beranya… apakah status ku sebagai utusan bisa dilihat oleh orang selain Hinata? “

Hanya beberapa orang yang mengetahui kalau Cain adalah utusan para dewa. Jika orang lain dapat melihat kalau dia adalah seorang utusan, ini akan menjadi masalah besar.

“Aku tidak tahu… Dari sudut pandang ku Cain-sama memancarkan aura suci, jadi aku aku langsung mengerti… jik Bishop di kerajaan ini tidak menyadarinya, berarti kemungkinan hanya Pope yang dapat menyadarinya.. meskipun aku ragu dia dapat menyadarinya…”

Mendengar perkataan Hinata, Cain menghela nafas lega. Tidak mungkin ia bertemu dengan Pope kecuali ia pergi ke kerajaan Marineford. Mungkin dimasa depan ia akan mengunjunginya, namun untuk saat ini dia tak ada rencana kesana.

Mereka terus melanjutkan perbincangan selama sekitar 30 menit, lalu kemudian meninggalkan gereja.

Kapten pengawal itu meenyambut diluar gereja dengan wajah galaknya.

“Sepertinya aklian cukup lama… kuharap kalian tidak mengadakan pertemuan rahasia…”

Pengawal itu menyuarakan keluahannya, ia khawatir jika ada informasi yan bocor dari Hinata.

“Kami mempersembahkan doa kami kepada para dewa, tak pantas kalian mengatakan hal seperti itu…”

Hinata menatap mereka dengan tajam, dan mengarahkan perkataannya pada para pengawal itu.

“Ini… Saint-sama… maafkan saya…”

Kapten pengawal itu meminta maaf kepada Hinata atas sikapnya yang buruk itu.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Bukan padaku.. Minta maaf lah pada tuan Silford.. “

“Itu …”

Kapten itu mengerutkan keningnya mendengar perkataan Hinata.

“Saint-sama… jangan khawatirkan aku…Kapten itu juga mengkhawatirrkan anda…”

Cain merasa akan repot jika terus berdebat disini, jadi ia menyampaikan bahwa itu bukkan masalah.
Pengawal itu merasa lega karena tidak perlu meminta maaf kepada Cain.namun Hinata melanjutkan perkataannya dengan penekanan.

“Kalian adalah ksatria yang melayani para dewa kan?? Jika kalian melayani dengan cara seperti itu, aku sebagai Saint merasa sangat malu!!!”

Sang kapten itu memalingkan wajahnya menghadapi pernyataan keras dari Hinata.

“…Tuan Sirford tolong maafkan kami…”

Meskipun enggan, sang kapten itu membungkuk kepada Cain.

“Kapten, tidak apa… aku mempermasalkan itu…”

Setelah mendengar jawaban Cain, Hinata langsung naik ke kereta bersama Cain.

Setelah keduanya masuk kedalam kereta, sang kapten itu memasang ekspresi kebencian yang amat dalam.

Terimakasih telah mampir…
Sesungguhnya meng-klik Skip ad pada link ini = berdonasi kepada admin …

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 7 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

14 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 7”

  1. Thanks ilustrasi nya mimin-sama :3

  2. Yusuf says:

    Mksih update an nya min… lanjutkan

  3. Art says:

    Semangat selalu min men tl ln nya :3

  4. Cidoet3 says:

    Arigatou mimin-sama…

  5. Reyvan says:

    Mantap betul min… apalagi ada ilustrasinya… makin semangat gua nunggunya?? tetap semangat min

  6. Nana says:

    Lanjut min

  7. Dg_Sean says:

    Ilustrasi-nya mantab min, kalo bisa Update novel Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku aja. Jangan yang lain. Karena suka aja ni novel. Semangat ya ??

  8. Hideri says:

    Anjirr malah berantem ?

  9. Yuu Jhio says:

    Yeeeeyyyy Ternyata Double update… Bonto arigato Min sehat selalu????

  10. NCPR1911 says:

    min,tlng perbaiki link saat mau membaca bab selanjutnya yg menyambung ke saikyou renkinjutsushi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *