Vol.03 - Ch.08 ~ Perjamuan Makan Malam

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 8 di Kurozuku.

13 May 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Setelah meneyelesaikan urusan mereka di gereja, kedua orang itu menikmati pemandangan kota di dalam kereta yang berjalan dengan perlahan.

Dengan melihat pemandangan seisi ibukota, dapat dimengerti bahwa kerajaan Esfort memiliki tingka standar hidup masyarakat serta stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Banyak toko-toko yang berbaris, baik orang yang menjajakan dagangan dan orang yang berlalulalan untu berbelanja, Semuanya dalam keadaan senyuman yang tulus.

Kereta itu terus menyusuri kota, dan melewati distrik bangsawan, lalu kembali ke Istana kerajaan.
Hinata tinggal di Istana sebagai tamu kehormatan, namun Cain tetap harus pulang ke mansionnya sendiri.
Cain turun lebih dulu dari kereta, lalu memandu Hinata untuk turun. Seseorang memperhatikan kejadian ini dengan penuh tatapan membunuh, namun Cain hanya berpura-pura tidak menyadarinya.

“Kalau begitu, sampai jumpa nanti malam… “

“Ya, terima kasih banyak hari ini Cain-sama…”

Karena malam ini akan diadakan acara perjamuan makan malam dalam rangka penyambutan, Cain bergegas untuk pulang dan berganti pakaian. Sesampainya di mansion ia langsung menuju ke ruang kerjanya dan memeriksa dokumen-dokumen yang telah disusun oleh Collin. Ia melihat dua tumpukan, dan salah satunya adalah surat permohonan perjodohan.

“Ini… aku tidak bisa membuang surat-surat ini begitu saja kan?? “

“Ya… setidaknya anda harus membalasnya… ada banyak juga yang dikirim oleh bangsawan kelas atas diatas Earl…”

Can tersenyum pahit mendengar penjelasan Collin ini. Karena kali ini akan ada pengumuman tentang pertunangan nya, mungkin surat-surat ini tak akan bertambah kedepannya, namun ia merasa sedikit bingung karena sampai saat ini saja sudah banyak yang berusaha mendekatinya.

“Nanti akan ada pengumuman pertunangan!! Kita balas saja setelah itu!! Mungkin mereka akan mengerti! “

“―― Mungkin memang itu yang terbaik.”

Mereka berdua saling mengangguk dan menyetujui untuk membalas surat-surat ini dikemudian hari.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Sebelum waktu makan malam, Cain menuju ke Istana untuk menghadiri perjamuan.

Masih ada banyak waktu sebelum acara jamuan makan dimulai, namun untuk seorang Viscount, sebagai bangsawan kelas rendah harus datang lebih awal.

Bagi Cain yang masih baru menjadi bangsawan, hadir lebih terlambat dari bangsawan kelas atas adalah hal yang tak dapat di toleransi.

Sesampainya di Istana, ia dipandu menuju ke Aula, dan ketika melihat sekitar, ia sedikit lega karena belum ada bangsawan kelas atas yang hadir.

Yang ada di Aula hanyalah bangsawan kelas bawah seperti baron dan Viscount. Namun meskipun Cain adalah bangsawan sejati, ia menjadi sosok yang asing, sebab ia adalah seorang anak-anak diantara para orang dewasa ini.

Dan tentusaja Cain menjadi sangat mencolok, dan para bangsawan yang ingin melakukan perjodohan dengannya mengerubunginya.

“Tuan Silord, apa kamu sudah membaca surat ku? Putriku setahun lebih muda dari tuan Silford… aku membesarkannya menjadi wanita yang menawan, setidaknya silahkan bertemu sekali….”

“Hei jjangan menyelak!! Puteri ku seperti yang pernah aku kenalkan pada anda, silahkan jika berkenan…”

Cain menjawab dengan bingung.

“Terkait tentang itu.. mohon tunggu sebentar… aku harus berkonsultasi dengan ayah…”

Karena ia tak bisa menolaknya, ia memutuskan untuk mengeluarkan nama Garm disini.

“Margrave Garm ya… Apaboleh buat… Kami menantikan kabar baik dari anda…”

Sesuai dugaan, dengan menggunakan nama Garm sebagai bangsawan kelas atas, bangsawan kelas bawah akan lebih menahan diri.

Terima kasih kepada para donatur yang baik hatinya…

Secara perlahan kerumunan yang mengelilingi Cain berkurang, dan Cain menghabiskan waktunya dengan lega di sudut ruangan. Waktu pun berlalu, dan bangsawan kelas atas diatas Earl satu per satu berdatangan.

“Ah, Tuan Silford. Kenapa anda ada di sudut begini… Yang kemarin itu—-“

Baik bangswan berpangkat Earl dan Marquis yang memiliki puteri melakukan pendekatan yang sama terhadap Cain.

Telah banyak menyebar isu tentang seorang anak Margrave, berhasil mengembangkan kota Drintle berkat keberaniannya. Drintle yang tadinya hanya berpopulasi sekitar 4000 orang ika menggabungkan penduduk asli dan pata petualang, kini telah membangun ulang daerah kumuh, memberikan mereka pekerjaan, dan diperkirakan akan berkembang menjadi 10.000 orang.

Pemandangan kota perlahan-lahan menjadi lebih baik, jalan-jalan diperbesar, dibangun trotoar yang memisahkan kereta dan pejalan kaki. Membangun taman-taman bermain, dan anak-anak bermain disana dengan bahagia.

Ini semua berkat energi sihir Cain yang tak terbatas yang membuat bangunan sesuai dengan sketsa yang digambar Lula.

“Cain-sama tolong buat itu juga!! Selanjutnya—-“

Berkat Cain yang menuruti antusiasme Lula dalam membangun kota, blok-blok kota telah dibangun sesuai dengan rancangannya. Tentu saa bagian yang bisa dilakukan oleh rakyat akan dilakukan sendiri dengan menyewa rakyat untuk bekerja.

Sambil mengenang hal itu, Cain menghadapi para bangsaan kelas atas itu semampunya.

“Ehem– “

Salah seorang bangswan kelas atas sengaja berdeham dari belakang mereka. Dan ketika mereka semua melihar kearah sumbernya, disana Duke Eric sedang berdiri.

“Kurasa tidak terlalu baik mengerumuni Viscount Cain seperti itu… ada sedikit hal yang ingin akau bicarakan, boleh aku pinjam Viscount Cain sebentar? “

“…Waduh… Duke Eric. Silahkan..”

Dengan kedatangan Duke,yang merupakan kasta tertinggi, mereka tak mampu memprotes dan membuka jalan untuknya. Kerumunan itu bubar, dan Cain berjalan mendekati Eric.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Setelah mereka berjalan sedikit menjauh, Eric terlihat berusaha keras menahan tawa nya.

“Cain-kun.. kamu populer banget ya… Gimana? Mau nambah beberapa istri lagi?? Kalau kamu mau dapat Silk, setidknya berusaha untuk mengabaikan mereka meski jumlah peminatnya bertambah loh…”

Cain mengatakan bahwa ini bukan candaan, kepada Duke eric yang tertawa.

“Tidak, tidak.. beneran… sekarang sudah tiga loh… kalau nambah lagi…”

Cain yang belum dewasa ini hanya mampu tersenyum dengan kondisi yang ia alami yang tak akan terjadi di dunia sebelumnya ini.

“Jika itu Cain, kurasa Saint-sama juga akan mau…”

Duke Eric hanya mengatakannya dengan bercanda, namun Cain teringat perkataan Hinata yang menyatakan “Aku boleh membuat anak denganmmu!”, lalu ia menggelengkan kepalanya dan berusaha menghilangkan pemikiran itu.

“Tentusaja itu tidak mungkin… itu sekelas Saint-sama loh…”

Ketika mereka sedan asik melanjutkan pembicaraan, mulai tedengar suara musik sebelum para anggota keluarga kerajaan masuk. Dan para bangsawan mulai berbaris ditempat mereka masing masing.

Meskipun bukan berarti semua bangsawan hadir di Istana, namun saat ini ada sekitar 100 orang bangsawan di Aula. Dan kemudian Sang raja berserta Saint masuk.

Para bangsawa menundukan kepala mereka sebagai tanda hormat, termasuk Cain.

“Buat diri kalian santai… “

Dengan satu kata dari sang raja, seluruh bangsawan mengangkat wajah mereka.

Saint itu duduk di samping podium sang raja yang terlihat satu tingkat lebih tinggi dari yang lainnya.

“Hari ini, Saint-sama telah datang berkunjung dari kerajaan Marinford kemari… Biasanya Saint-sama tidak pernah pergi jauh dari kerajaan Mrineford, namun saat ini untuk pertama kalinya pergi ke negara lain, dan kerajaan Esfort ini dipilih sebagai tujuan utamanya… Meskipun sempat ada masalah di perjalanan, beliau bisa sampai dengan selamat disini, karena itu kita akan melakukan penyambuan atas kedatangannya ini…. Semoga anda berkenan Saint-sama.. “

Hinata mengangguk ringan pada sambutan Raja, lalu ia maju satu langkah, dan ia mulai berbicara.

“Para penduduk kerajaan Esfort, salam kenal.. aku adalah Saint generasi ini… kali ini berkat petunjuk yang dikirimkan oleh dewa, aku melakukan perjalanan ke kerajaan ini… Dalam perjalanan kemari, serta saat aku di pandu keliling ibukota, dari senyuman pra warga aku bisa mengerti bahwa kerajaan Esfort adalah kerajaan yang makmur.. Para dewa selalu memperhatikan kia dari dunia para dewa… dan agar tidak membuat mereka malu, mari sebagai bangsawan kita memperhatikan rakyat lebih baik… Dari ku cukup sekian…”

Sambutan yang ia lakukan sangat sempurna, tak selayaknya anak yang masih muda.

Lalu raja mengangkat gelasnya dan memberi isyarat untuk bersulang.

“Kalau begitu mari bersulang demi kejayaan kerajaan Esfort dan kerajaan Marineford!! “

“Bersulang!!!”

Para bangsawan itu serentak mengangkat gelas mereka bersam-sama.

Kemudian para bangsawan satu persatu mulai memberikan sambutan kepada Hinata dimulai dari bangsawan kelas atas. Diantara para bangsawan yang tengah berbaris itu, Cain menuju kearah meja yang penuh dengan makanan.

Cain menghabiskan waktu dengan memakan cemilan yang disediakan sampai tiba saatnya para bangsawan kelas rendah untuk menyambut.

Setelah sekitar lima belas menit berlalu, para bangsawan kelas atas telah selesai memberi sambutan. Setelah memastikan bahwa giliran bangsawan kelas rendah, Cain ikut berbaris untuk memberi sambutan.

Barisan itu bergerak perlahan, dan kini tiba giliran Cain. Hinata terlihat sudah bosan menghadapi sambutan para bangsawan.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Saint-sama, Saya Cain von Silford Drintle, sepertiny raut wajah anda sedikit tidak sehat… “

Cain mengarahkan jari telunjuknya kepada Hinata.

“[Heal]! [Relax]! “

Cain melepaskan sihir kearah hinata secara beruntun. Tubuh Hinata terlihat sedikit bersinar, dan cahaya itu langsung menghilang.

Setelah cahaya itu menghilang, ekspresi wajah lelahnya sudah tak terlihat lagi. Dan pipinya memerah.

“Sihir Cain-sama sangat lembut dan hangat… Sekarang sudah baik-baik saja…”

Hinata yang pipinya memerah mengangkat wajahnya dan menatap Cain. Dan tiba-tiba terdengar suara dari samping.

“Cain… Apa kamu melupakan ku?? Menelantarkan raja yang kamu layani dan berpaling pada sang Saint ya… kamu ini…”

Sang raja yang ada disampingnya menyuarakan keluhannya dengan mata yang sudah menyipit.

“Ah tidak… itu.. “

Meliha Cain yang kebingungan, Sang raja melanjutkan keluhannya.

“Benar benar kamu ini… terus-terusan… sepertinya memang hars diumumkan lebih cepat…”

Sang raja menghela nafas melihat Hinata disebelahnya yang pipinya memerah itu.

“Yah, biarlah… lihat itu yang selanjutnya menunggu…”

Cain yang tersadar dengan perkataan Raja ini, berbalik kebelakang dan melihat barisan para bangsawan yang mengantre.

“Kalau begitu saya permisi…”

Cain bergerak kesamping dan berganti giliran.

Setelah itu Cain memakan hidangan di sudut aula, dan berbincang dengan para bangsawan yang dulu pernah datang di acara pesta di mansionnya.

Kebanyakan dari mereka membahas tentang reversi edisi khusus bngsawan yang dijual oleh Cain bersama perusahaan Sarakhan.

Perjamuan makan malam telah berakhir dengan damai, dan Hinata beserta keluarga kerajaan meninggalkan Aula. Dan para bangsawan kelas atas satu persatu mulai bubar.

Cain menghela nafas lega dan kembali kemansionnya dengan damai.

Beberapa orang pria sedang berbicara di sebuah ruangan di daerah kumuh yang ada di Ibukota kerajaan.

“—Kalau begitu besok.. aku serahkan padamu…”

Pria yang menggunkan tudung itu memberikan penekanan kepada orang yang ada di hadapannya.

“Aku bekerja sesuai dengan yang aku dapatkan… selama aku masih menyebut diriku Dark Guild…”

Meskipun tak terlihat karena gelap, dapat diketahui bahwa pria yang duduk di tengah itu sedang tesenyum jahat sambil memainkan kantong yang ia terima.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

20 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 3 Chapter 8”

  1. Kiruru says:

    Mantap first komen…
    Tetep semamgat min updatenya gue pantau teros ni.. xixixi

  2. Yuu says:

    Mantap Min Lanjut terusss

  3. Arif P says:

    Makasih updatenya min ?

  4. mahendra says:

    masih ada juga yg mau coba2 ?

  5. Art says:

    Thanks min telah men translate ln nya :3

  6. Jojo santoso says:

    Wew pas bgt sambil nunggu buka puasa baca dolo

  7. Ardian-kun says:

    Katanya mau di umumin itu pertunangannya cain
    Si raja lupa apa gimana min?

  8. Yusuf says:

    Hoo kirain hari ini gak update loh… thanks min

    Btw dialog “cain-kun.. km populer banget ya…”
    Itu rada aneh min…
    lbh baik “cain-kun.. km sangat populer ya…”

  9. Hideri says:

    Mantapp, ditunggu pengumuman pertunangannya ?

  10. Siapa saya? says:

    Anu…min saya mau nanya mimin gk punya niat buat update 2 chapter sehari????,biar cepet tamat gitu baru deh kalo udah tamat mimin ke novel lainnya?????

  11. Fuchsgott says:

    Mantap Min… Tetep semangat ngerjainnya

  12. Yusuf says:

    Hmm blm ada tanda2 update…. ditunggu ya min

  13. ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ?????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????
    ??????????????????????

  14. Jojo santoso says:

    Gak up date ni hari padahal dah nunggu 🙁

  15. Kaneki says:

    Pdhal lagi seru serunya knpa gk up2 lagi lah min?
    NgeTL vol 3 makin semangat lah…doble update klo bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *