~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 10 di Kurozuku.

11 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Eh?? Cain?? “

Liltana terkejut melihat kedatangan Cain yang tiba-tiba masuk dengan ekspresi datar itu.

“Lil… Bukankah itu tidak baik jika kamu datang sendirian? Seharusnya kamu beritahu aku…”

Melihat Cain tersenyum, Liltana hanya mengangguk sambil berlinangan airmata, namun sepertinya saat ini bukanlah saat yang tepat untuk membahas masalah itu.

“Hei… apa-apaan sih ini? Mau bocah ini… cewek ini… apa kalian ingin melakukan penghinaan kepada Perusahaan Narnis ini! “

Mereka menggenggam pedang mereka, mungkin mereka adalah pengawal perusahaan Narnis. Ada lima orang, salah satunya sedang mengarahkan pedangnya kepada Liltana, sedangkan keempat orang lainnya mengarah kepada Cain.

Nigito bersangga di bahu Darmeshia, dan dibawa ke belakang Cain.

“Cain-sama, Tolong puteri Liltana…!”

“Ya, aku tahu. Sudah tidak apa-apa.”

Setelah sekilas terseyum kearah Nigito yang sedang panik, ia lalu kembali mengarahkan perhatiannya kepada para pengawal itu.

“Jadi… mungkin kalian sudah melakukan pelecehan kepada Tuan puteri kekaisaran Vysus…?”

Mendengar hal itu, mata mereka terbuka lebar.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Puteri Kaisar??? Kenapa sosok seperti itu datang kemari??? “

“Kalian kan yang menculik Palma! Aku melihat kereta yang sama dengan penculiknya!! “

Cain tersenyum kearah Liltana yang mengatakan itu dengan semangat meskipun sedang ditekan.

“Kami tidak tahu soal itu…. Mungkin itu Cuma salah paham saja?? Meskipun itu seorang puteri kaisar, itu tidak baik melakukan penyerangan kepada perusahaan di kerajaan lain loh… bagaimana menurutmu bocah petualang?”

Salah satu pria yang tampaknya adalah pemimpin mereka berbicara dengan senyuman jahat diwajahnya sambil memangguk pedang dibahunya.

“Aku Gelter… peimpin pengawal disini…. Seorang petualang rank B… sebagai seorang petualang juga kau juga tahu artinya kan?? “

Sebagai petualang Peringkat B itu artinya dia pernah melakukan misi pembasmian bandit. Itu sama artinya dengan dia mendeklarasikan bahwa dirinya pernah membunuh seseorang.

Namun Cain sama sekali tidak bergeming.

Melihat Cain yang tidak bereaksi, Gelter hanya mengatkan ‘Hooo~’ dan ekspresinya berubah menjadi sedikit tertarik.

“Pertma-tama, Liltana ya… Bisakah kalian mengembalikannya??”

Terimakasih kepada para donatur!!!

Ketika Cain melangkah satu langkah maju, para pengawal itu mulai merasa tegang. Lalu salah seoarang pria yang sedang mengarahkan pedangnya pada Liltana itu menempelkan ujung pedangnya ke leher Liltana.

“Jangan mendekat! Kamu pasti mengerti bagaimana situasimu saat ini kan?? “

Cain tampaknnya tidak mendengarkan perkataan pria itu, dan maju selangkah lebih dekat.

―― Dan tiba-tiba Cain menghilang.

“Ap-!?”

“Eh !?”

Ketika para pengawal itu mengekspresikan keterkejutan mereka, Cain sudah berada di posisinya semula.

―― Dengan menggendong Liltana di tangannya.

Lalu pedang pria yang sedari tadi mengarahkan pedangnya kepada Liltana itu terjatuh ketanah dan membuat suara.

―― Bersamaan dengan tangannya yang masih memegang pedang itu.

“Apa…!?”

“eh ……”

“Ta-tanganku… tidak ada…?? Tangan ku..!!!! ahhhhhhh !!”

Dalam sekejap Cain memotong tangan pria itu, dan dia berguling-guling ditanah karena kesakitan.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Baik Nigito maupun Liltana tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka menyaksikan kejadian yang terjadi dalam rentang waktu sekejap mata ini. Beberapa saat yang lalu dia sedang ditekan dengan ujung pedang pria itu, dan entah sejak kapan saat ini ia sudah berada didalam pelukan Cain. Pantas saja dia terkejut.

“…Cain… Yang tadi itu… “

Cain tersenyum melihat Liltana yang nampak kebingungan ini.

“Lil, Sekarang kamu sudah aman… Tapi tolong jangan berbuat berlebihan… Ini adalah kerajaan… jika terjadi sesuatu padamu… itu malah lebih…. Ya kan?? “

Mendngarkan perkataan Cain yang sambil tersenyum itu, Liltana hanya bisa mengangguk sambil pipinya memerah.

“Nigito, Aku serahkan Lil padamu… “

Mendengar perkataan Cain, Nigito yang tadinya membeku karena terkejut itu kembali tersadar dan kemudian mengangguk. Setelah melepaskan Liltana yang ada dipelukannya, Cain memintanya pergi ke tempat Nigito.
Meskipun merasa tidak puas, Liltana tetap berjalan menuju ke Nigito tanpa protes.

“Dengan ini… Sanderanya sudah hilang ya? “

Senyuman yang ia arahkan kepada para pengawal itu sangat berbeda dengan yang ia arahkan kepada Liltana, ia sedikit menyipitkan matanya, dan kemudian melanjutkan perkataanya.

Melihat ekspresi itu, seketikia para pria itu merasakan ngeri.

“Orang ini berbahaya… Kalian, jangan lengah! “

“Ya”

Gelter mengarahkan pedangnya pada Cain.

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada satu update lagi…

“Pertama-tama kalian dulu…”

Setelah Cain menggumamkan itu, seketika salah satu pria terpental ke diniding. Pria itu langsung terjatuh dan kehilangan kesadarannya.

“Eh…!?”

“Apa yang terjadi?”

“Aku tidak bisa melihatnya…”

Cain tersenyum kearah para pria itu yang tampak kebingungan.

“Aku harus segera menjemput Palma…”

Seketika pria yang lain lagi terpentaal ke dinding. Dan terus begantian satu per satu. Dan kini hanay tinggal Gelter yang tersisa.

“Mo… monster…”

Ujung pedang yang dipegangnya bergetaran, sama seperti tubuhnya. Lalu Cain berkata kepada Gelter yang tampak ketakutan itu.

“Nanti kamu bisa bicarakan lebih rinci kepada para prajurit ya…”

Bersamaan dengan itu, Gelter terpental kedinding sama dengan yang lainnya.

“Sial! Kenapa monster ini….”

Bersamaan dengan itu, kesadaran Gelter pun menghilang. Seorang pria yang tadi telah kehilagan tangannya pun juga pingsan. Kemudian Cain menghentikan pendarahan yang mengalir deras itu dengan menggunakan [Heal].

Jangan lupa untuk komen ya…

“Untuk sementara segini saja sudah cukup ya?? Lil apa kamu baik-baik saja?? “

Cain berbalik kearah Liltana dengan menunjukan ekspresi lembut seperti biasanya. Namun baik Liltana maupun Nigito tak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka setelah melihat kemamapuan Cai yang sebenarnya.

“Cain itu sebenarnya…”

Cain haya tersenyum melihat Liltana yang merasa penasaran.

“Pertama-tama, aku harus menjemput Palma… Darmeshia… bisakah kamu mengawasi mereka di sini?”

“Baik, Cain-sama”

Darmsesia yang tampak tidak terlalu memperdulikan kejadian yang amat mengejutkan ini, dengan ramah dan penuh hormat menjawab pertanyaan Cain.

“Kalau begitu… Lil.. ayo kita menjmeput Palma… Nigito juga mau ikut?? Kalau Lil sendirian kamu pasti khawatir kan?? “

“…Ya, tolong izinkan saya ikut… “

Nigito mengangguk dan kemudian bersama dengan Liltana mengikuti Cain. Cain langsung masuk ke bagian dalam toko, dan kemudian berhenti di hadapan sebuah dinding kosong.

“Cain, kenapa berhenti disitu?? “

Cain tidak mempedulikan Liltana yang bertanya dari belakangnya, dan menekan dinding itu menggunakan tangannya.

Seketika tembok itu rubuh kebagian dalam.

Kalau bisa Di share juga ya…

“A-ap!?”

“eh!? “

Cain hanya tersenyum kearah mereka yang terkejut.

“Sepertinya ini adalah pintu tersembunyi ya… Ayo kita menjempu Palma…”

Setelah mengatakan itu kepada Liltana, Cain langsung masuk kedalam tanpa rasa khawatir, Dengan menggunakan bola cahaya sihir yang muncul di ujung jarinya, Cain melangkah menuruni tangga menuju ke bawah tanah.

“Tunggu! Aku ikut! “

Liltana mengikuti Cain, lalu Nigito pun juga mengikuti dibelakang mereka.

Ketika mereka sampai di ruang bawah tanah, terlihat lorong yang terbuat dari batu, dengan ruang-ruang yang ditutupi menggunakan gereja besi di kedua sisi lorong tersebut.

Dan di dalam ruangan itu, ada beberapa anak yang dipisahkan dengan sekat jeruji besi. Ruangan itu dipenuhi oleh anak-anak baik ras manusia ataupun ras binatang.

Cain terus menyusuri lorong itu, dan berdiri tepat disalah satu ruangan yang berada di ujung lorong.

“–Palma, aku datang untuk menjemputmu…”

Dihadapan Cain yang sedang memasang ekspresi lembut itu, ada Palma yang sedang terduduk murung tanpa kekuatan.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

16 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 10”

  1. Jio says:

    josss nan dab

  2. Siapa saya? says:

    Si cain bagaikan pangeran berkuda putih yg menyelamatkan sang putri, tapi masalahnya ko yg jadi sang putri yg diselamatkan oleh pangeran nya banyak banget ya?, Udah putri raja, putri Duke, putri kaisar, saint, sampai rakyat biasa pun menjadi sang putri yg diselamatkan oleh pangeran ???#abaikansaja #hanyangacaprukteujelas?

  3. psp06 says:

    Banggain peringkat B ke si cain, cari mati tu orng ?

  4. Siapa saya? says:

    Itu si gelter eh apa gliter ah tau lah, dia gk tau aja udah sok² an bilang rank A ke siapa, nih ya saya kasih tau ke kamu itu si cain tuh rank nya udah gk bisa di prediksi pake akal sehat jadi mendingan nanti²jangan kaya gitu lagi deh, terus juga nanti² kalau mau ngelawan seseorang mending liat dulu kamu sanggup apa nggk buat jadi lawan dia, sayang atuh sama nyawa kamu kan orang² ge bilang “sayangi nyawa mu minum Yakult tiap hari”,???

  5. Hogaku says:

    Lanjut min

  6. MoltoUltra says:

    Hoo apakah anak” lain yg dikurung akan jadi budak cain??

  7. Hideri says:

    Nih bocah emng ngga ada habisnya tebar pesona ?

  8. Komentator says:

    Habis senyum ala psikopat senyum macam anak polos bakat jadi aktor juga si cain

  9. Ardian-kun says:

    Anjay demen bet gua pas scene kek gini, meskipun y gk se epic pas di drintle
    ni musuhnya cmn terpental pentil doang njir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *