Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 13
~~

Selamat Membaca….

“Mathias… Aku akan memeintamu menjelaskan semua ini di markas prajurit nanti…”

“Aku tidak ada hubungannya dengan ini!!! Semua ini dilakukan oleh para petualang itu!!! “

Mendengar perkataan Cain, Mathias berusaha mengelak, namun Gelter menambahkan.

“Aku akan menceritakan semuanya… Atas permintaan dari ketua perusahaan ini, kami diminta untuk menculik gadis itu… Lagipula kami sudah pasti akan menjadi budak atau hukuman mati… terlebih kami sudah melakukan penghinaan kepada bangsawan… jadi aku sudah pasrah… bahkan jika aku bisa lari, bocah itu pasti akan menangkapku dan membunuhku…”

“?! …Mguu…”

Bahkan Mathias pun hanya bisa pasrah setelah petualang yang ia sewa membongkar semuanya. Mengesampingkan Mathias yang sedang terduduk lemas tanpa tenaga, Cain berbicara kepada sang kapten.

“Kapten Prajurit… dengan ini semuanya clear ya? Aku serahkan anak-anak yang masih ada dibawah kepada kalian… termasuk terkait Mathias dan para petualang itu… Tapi, Palma akan aku bawa pulang… bisa kan?? “

Mendengar itu, sang kapten hanya mengangguk dan menyetujuinya.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

 

“Ada anak-anak dibawah sini!!!! “

Terdengar suara prajurit yang sejak tadi turun ke ruang bawah tanah. Kemudian mereka membuka kunci penjara tersebut, dan membawa anak-anak itu keatas.

Sang kapten pun berlutut dan berbicara kepada anak-anak itu sambil menyetarakan pandangan mereka.

“Sejak kapan kalian disini?? “

Semua anak-anak yang tampak masih berusia sekitar 10 tahun tahun itu gemetar ketakutan. Namun salah satu gadis diantara mereka membuka mulutnya perlahan.

“Kurasa sekitar 10  hari… tapi.. karena aku terus berada di ruangan yang gelap, aku tidak tahu pastinya… apa aku bisa pulang??”

“Tenang saja… Paman-paman ini adalah prajurit yang melindungi keamanan kota ini! Kami akan mengantarkan kalian sampai kerumah dengan selamat!! “

Mendengar perkataan sang kapten, anak-anak itu mulai menangis karena merasa lega. Sang kapten berdiri dan membelai kepala setiap anak sambil tersenyum.

Lalu senyumannya pun menghilang, dan berganti degan tatapan tajam kearah Mathias.

“Penculikan itu adalah kejahatan besar, Persiapkan dirimu! Beraninya menculik anak kecil seperti mereka… tangkap orang itu dan juga para petualang itu!! “

Mendengarkan perintah dari sang kapten, para prajurit segera mengambil tali dan mengikat semua pelaku, serta menarik mereka keluar.

Kemudian sang kapten menghadap keaarah Cain dan membungkuk.

Maaffkan kami atas maintenance yang berkepanjangan!!!

 

“Terima kasih banyak, Earl Silford… Setelah aku menyelsaikan dokumennya, aku kan sgera memberikan laporan kepad istana… dan juga saya sangat berterima kasih kepada puteri kaisar yang mau melakukan semua ini demi kerajaan kami… kami akan melanjutkan penyelidikan gedung ini… mungkin saja masih banyak yang mereka sembunyikan…”

Mendengar pekataan sang kapten, Cain dan Liltana mengangguk lalu mengucapkan ‘kuserahkan padamu’.

“Kalau begitu mari kita pulang… Palma, aku akan mengantarmu…”

Cain dan rombongannya meninggalkan perusahaan Narnis. Lalu Darmeshia berbisik ditelinga Cain.

“Cain-sama, kita tidak punya kereta…”

Mendengar itu, Cain tersenyum pahit teringat bahwa ia datang menggunakan sihir [Transfer]. Dan entah mungkin Liltana juga mendengar percakapan ini, dia pun menyarankan agar mereka pulang dengan menggunakan kereta Liltana.

Nigito dan Darmeshia naik di tempat kusir, sedangkan Cain, Liltana dan Palma duduk di dalam kereta. Meskipun awalnya Palma sempat gugup dan ragu untu naik satu kereta dengan seorang puteri kaisar, namun Liltana menarik tangannya dan memaksanya naik di kereta.

Dan kereta kuda itu pun mulai berjalan menuju ke perusahaan Sarakhan. Perjalan menuju ke perusahaan Sarakhan tidak terlalu jauh. Mungkin karena perusahaa-perusahaan itu berkumpul disudut kota, jadi mereka segera tiba di tujuan.

Dihalaman perusahaan itu, tampak Tamanis yang sedang gelisah dan tidak bisa tenang. Lalu dihadapannya, sebuah kereta uang tampak mewah berhenti.

Meskipun Tamanis merupakan seorang pedagang yang sukses, ia tetap berusaha memperbaiki posisinya ketika melihat sebuah kereta yang sangat mewah milik keluarga bangsawan ini berhenti dihadapannya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Nigito pun turun dari tempat kusir dan membukakan pintu.

Lalu Palma yang sudah berlinangan air mata itu pun turun dari kereta dan memeluk Tamanis.

“Pamaan!! “

“Palmaaaaa !!”

Tamanis memeluk Palma, kemudian Cain dan Liltana pun turun dari kereta.

“Kami telah mengantarkannya dengan selamat…”

Tamanis yang tiba-tiba menoleh karena mendengar suara Cain ini wajahnya langsung memucat ketika melihat ada sosok Cain dan Liltana berdiri disana.

“Cain-sama!? Dan …Tu.. tu.. tuan Puteri juga!? “

Tamanis berusaha memastikan Lambang keluarga kekaisaran yang terukir di kereta kuda. Dan kebahagiaanya pun sirna dan ia segera berlutut.

“Mo-mohon maafkan ketidak sopanan saya….. Apa anda berdua yang menyelamatkan Palma?? “

Keduanya mengangguk tanpa bicara, dan Tamanis segera bersujud dan menempelkan wajahnya ditanah.

“Parma adalah teman sekolah ku… Aku turut bahagia jika dia bisa selamat….”

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada Update lagi…

Liltana mengatakan itu sambil tersenyum, namun  Tamanis pun kaget karena ia tak pernah menyangka bahwa puteri kaisar akan turun tangan langsung menyelamatkan Palma. Sebagai seorang rakyat biasa ia terlalu khawatir tentang hal itu dan bahkan tak berani mengangkat wajahnya.

“Tamanis-san, tolong angkat kepalamu… lagipula dia sudah kembali dengan selamat seperti ini… dan kurasa sebentar lagi akan ada prajurit yang datang…”

“Cain-sama… aku benar-benar mengucapkan terimakasih atas segalanya…”

“Sudahlah… Palma ini juga adalha temanku… Kalau begitu kami akan segera pulang ya… Kurasa orang rumah sedang khawatir juga…”

Melihat senyuman Cain, Tamanis dan Palma pun membungkuk mengucapkan terimakasih mereka.

“Cain-sama.. aku akan mengantarmu sampai ke Mansion…”

“Tidak … aku akan berjalan saja dari sini–“

“Aku antar… “

Mendengar nada suara Liltana yang berubah, Cain menyadari bahwa ia tidak bisa menolak Liltana, dan akhirnya ia mengangguk denga pasrah.

“Palma, sampai jumpa besok disekolah ya…”

“Kalau begitu aku permisi…”

Jangan lupa untuk komen ya…

Setelah berpamitan, mereka berdua naik ke kereta, dan Nigito memberikan aba-aba untuk berangkat. Tamanis dan Palma terus membungkuk sampai kereta tak terlihat lagi.

“Meskipun begitu… Cain-sama… terimakasih telah menyelamatkanku hari ini… Kalau saja Cain-sama tidak datang…”

Liltana teringat kembali aoa yang telah terjadi kepadanya, dan tubuhnya pun gemetaran, lalu memegang lengan baju Cain.

“Benar loh… itu benar-benar bahaya… kalau saja aku terlambat sedikit saja… Tuan puteri ini harus lebih menahan diri…”

TL Note: Disini Cain menggunakan kata-kata yang sering diucapkan sang Raja kepadanya.

“Habisnya… setelh menemukan kereta penculiknya, aku jadi kebablasan… tapi aku sangat bersyukur kamu menyelamatkanku…”

Jarak antara Cain dan Liltana pun perlahan-lahan semakin mendekat. Lalu akhirnya bahu mereka ssaling menempel, Dan pipi Liltana pun memerah.

“Cain… sebenarnya…”

“Cain-sama, Kita sudah sampai di mansion anda…”

“………”

“Sudah sampai ya… sampai ketemu besok ya…”

“― Ya.. sampai jumpa besok ya….”

Cain pun turun dan kemudian menyaksikan kepergian kereta Liltana.

◇◇◇

Kalau bisa Di share juga ya…

 

“Ngomong-ngomong, Cain-sama itu benar-benar kuat ya… Saya benaar-benar tidak bisa melihat gerakannya…”

“………”

“Puteri Liltana juga… tolong jangan terlalu memaksakan diri….”

“………”

Sambil mengendalikan kereta, Nigito mengajak bicara, namun Liltana yang berada di dalam kereta hanya mengepalkan tangannya dan tubuhnya gemetaran.

“Loh? Puteri Liltana?? Apa anda tertidur?? “

Nigito tidak bisa melihat ekspresi Liltana karena ia sedang melihat kedepan memperhatikan jalan. Liltana yang waktu berduannya dengan Cain telah diganggu itu merasa kesal dengan Nigito yang terus berbicara seolah tak terjadi apa-apa.

――Dan iapun memukulnya.

“… Nigito Bodoooooh!!!!!”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee?”

Nigito pun terkejut dengan pukulan tiba-tiba dari belakangnya itu.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 13 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

24 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 13”

  1. Art says:

    Sip akhir nya pertama
    BTW semangat selalu min men tl ln nya min ?

  2. Zirco says:

    Apa gw doang yg penasaran gimana si putri mukul nigito? Secara itu kereta bangsawan biasanya kan tertutup :v ya kali nembus

  3. Skredix says:

    Lanjut Min

  4. Shirota says:

    Mantap makasih buat chapter kali ini

  5. Shirota says:

    Makasih buat chapter hari ini ditunggu selanjutnya

  6. Keita shaleh says:

    Telat lagi huhu wkwk lanjut min

  7. Yuu says:

    Aokwokwowkwok. Mau coba PDKT tapi gk bisa wkwk. Sama Aku juga :’)
    Whatever lah, ditunggu lagi up nya hari ini… Kan? Okk

  8. Secret says:

    Tiap saat gua reload terus ini web, kali aja ada update an, semangat min

  9. Secret says:

    Cuma saran, kalo bisa tulisannya diganti yg agak biasa min, jadi enak dibacanya, selebih itu udah jos

  10. Zen says:

    Tulisannya Agak Nggangu Min….
    Kurang enak Karo mbacanya Agak Sedikit blur di mata….

  11. Dg_Sean says:

    Mantaabbb bangeett

  12. Jio says:

    lanjuttt dab

  13. Nana says:

    Akhirnya
    Kemarin kenapa min kok sering error webnya pas cek

  14. Hogaku says:

    Lanjut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *