~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 14 di Kurozuku.

15 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian penculikan itu, dan saat ini Cain bersama seorang gadis sedang berlutut dihadapan sang raja di sebuah aula audiensi di istana.

“Angkat wajah kalian..”

Setelah raja mngatakan itu, Cain dan gadis di sebelahnya, — Liltana pun mengangkat wajah mereka.

“Kasus penculikan yang terjadi di ibukota kali ini, dapat terselesaikan berkat kerja keras kalian berdua, oleh karena itu, aku akan memberikan penghargaan kepada kalian… Cain von Silford Drintle, dan juga tuan puteri Liltana van Vysus, aku menghadiahi kalian masing-masing dengan dua puluh koin platinum… dan juga aku mengucapkan rasa terimakasihku kepada puteri Liltana karena telah bekerja keras demi kerajaan ini meskipun dia adalah warga negeri lain…”

“Akan aku terima dengn senang hati…”

“Terima kasih… Yang Mulia Raja”

Mereka berdua membungkuk.

“Kalau begitu dengan ini…”

“Tunggu sebentar!”

Ketika Perddana menteri Magna ingin menutup acara audiensi ini, Salah seorang bangsawan menginterupsi.

“Ada apa… Cordino??  Apa ada yang ingin kau katakan??”

Sang raja yang masih duduk di singgasananya menatap Marquis Cordino bertanya kepadanya.

Marquis Cordino melangkah maju dan kemudian berlutut.

“Sebenarnya, mansion yang telah aku terima dari kerajaan, kemarin… telah terbelah menjadi dua…. Ini bukanlah perbuatan negara lain ataupun bangsa iblis!! “

“Bffooo”

Baik sang raja yang sedang duduk, maupun Perdana menteri Magna menyuarakan keterkejutan mereka bersamaan. Seluruh bangsawan yang pernah lewat di depan rumah Marquis Cordino sudah tahu seperti apa keadaan rumahnya itu.

Cain yang sedang berlutut itu bahunya gemetaran dan berusaha tetap melihat kebawah. Sang raja sempat melirik kearah Cain sebelum akhirnya kembali mentap Marquis Cordino.

“Terkait hal itu, aku sudah sempat mendengarnya walau pun masih kabar burung… Aku benar-benar merasa prihatin… segera perbaiki itu… akan jadi kesan buruk jika orang melihat rumah bangsawan kelas atas di ibukota berantakan begitu…”

“Baik yang mulia…. Anu… biayanya..?? “

“Kau ini kan Marquis… sebagai seoarang bangsawan kelas atas tentu saja kau memperbaiki itu dengan biayamu sendiri…”

“…Yah…”

“Kalau begitu dengan ini selesai… Perdana menteri, kuserahkan padamu…”

Mendengar perkataan sang Raja, Perdana menteri Magna pun menutup acara audiensi. Dan setelah raja meninggalkan Aula, para bangsawan pun juga meninggalkan aula. Dan ketika Cain bersama Liltana ingin meninggalkan aula, langkahnya  dihentikan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Tuan Silford, Yang Mulia memanggil anda… “

“Eh?… Benarkah?”

“Ya… beliau sudah menunggu berasama perdana menteri Magna.”

Cain pun menjadi lemas dan mengikuti pelayan itu dari belakang. Dan sampailah mereka di ruang pertemuan yang biasa Cain datangi.

Ketika Pelayan itu mengetuk dan kemudian membuka pintu, Sang raja dan Perdana Menteri Magna sudah duduk menunggu di ruangan itu.

“Yang Mulia, maaf membuat anda menunggu… “

Cain pun duduk di tempat yang disediakan.

“Cain… Kamu tahu kan apa yan ingin aku katakan padamu…”

“Tidak… tentang apa ya…”

“Yasudahlah.. Kita harus sekali-sekali membuat repot Cordino… ya kan Cain?? “

“Aku tidak terlalu mengerti apa maksudnya… tapi sepertinya yang mulia sedang kerepotan ya…”

“Ya.. Apalagi itu karena salahmu…”

“Eh?? “

“Baik kamu ataupun Cordino… Apa kalian menganggap itu  tidak masalah jika tidak ada bukti?? Ah sudahlah… hari ini aku sedang baik hati… kau boleh pulang…”

“Baik… Kalau begitu aku permisi Yang Mulia…”

Setelah membungkuk hormat Cain meninggalkan ruangan itu.

“Sepertinya aku berlebihan ya….”

Sambil menggumamkan itu, Cain meninggalkan Istana kerajaan.

◇◇◇

Terimakasih kepada para donatur!!!

Waktu kita putar sedikit, sesaat setelah kasus penculikan.

Marquis Cordino yang telah melarikan diri dari kecurigaan, tiba di dekat sebuah Mansion. Mansion itu milik seorang bangsawan kelas bawah, peringkat Baron, dan merupakan salah satu bawahan Marquis Cordino.

“Marquis Cordino! Ada apa malam-malam begini?”

Melihat ekspresi rumit dari Marquis Cordino, Breed segera memandunya menuju ke ruang tamu terbaik di mansion itu.

Lalu ia memerintahkan orang orang menjauh dari sekitar ruangan itu. Setelah memastikan tak ada orang disana, Marquis Cordino yang sedang kesal itu membuka mulutnya.

“Breed! Segera Siapkan ‘ITU’!! Sekarang juga! “

“?! ‘ITU’ ya… Baiklah… saya akan segera menyiapkannya…”

Ketika ia menjentikan jarinya, datanglah seorang pria berpakaian serba hitam dan langsung berlutut.

“Apa anda memanggil saya?? “

“Mgu… kalian selalu bersiaga ya…”

“Tentu saja, hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu…”

“Ya, sebenarnya-“

Ia pun menjelaskan seluruh kejadiah hari ini. Dan ia menyebutkan tentang sebuah barang bukti yang mungkin membuatnya kehilangan statusnya.

“Apa kalian bisa membereskan semuanya?? “

“Serahkan saja padaku… Tapi apa boleh biarkan kami yang mengurus semuanya…”

“ya… asalkan itu tidak akan menimbulkan masalah untukku… Aku serahkan semuanya padamu…”

“Baik, kalau begitu aku akan segera bergerak.. “

Pria berpakaian hitam itu pun menghilang.

“Cukup aneh ya…. Tolong jangan buat kesalahan ya….”

“Baik.. tentu saja.”

Mereka tersenyum jahat.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Lalu pada tengah malam.

Setelah melakukan penyelidikan singkat, diputuskan bahwa penyelidikan menyeluruh di Perusahaan Narnis akan dilakukan esok hari, maka bangunan gedung itu dibiarkan dengan pintu yang telah diperbaiki secara sederhana agar orang tidak masuk. Dan didalam bangunan itu, ada beberapa orang yang mondar-mandir kesana kemari.

“Bakar semua barang bukti!! Jangan tinggalkan satu pun!”

Seorang pria yang tampak seperti pemimpin mereka sedang memberikan perintah. Mereka menuangkan minyak dari ruang bawah tanah, sampai ke latai teratas di perusahaan ini.

Setelah selesai menuangkan minyak, mereka melarikan diri dari jendela. Dan salah seorang pria menembakan sihir api kearah gedung.

“Seharus nya dengan ini sudah tidak masalah… “

Dengan cepat kobaran api melahap perusahaan Narnis yang memang sedang kehilangan popularitasnya.

Meskipun dinding perusahaan itu terbuat dari batu, pada dasarnya perabotan serta interior gedung itu terbuat dari kayu. Api yang sedang membakar minyak tersebut tak kunjung padam dalam waktu yang lama.

Para prajurit yang menyadari hal ini bergegas memadamkan kobaran api. Namun pada saat api padam, seluruh bagian dalam gedung itu sudah berubah menjadi abu dan arang.

Dilanjut Besok lagi Ya…

Keesokan harinya, setelah Cain mendengar adanya kebakaran, dia langsung memanggil Darmeshia, dan mempersiapkan serangan balasan.

“Jadi semua bukti hubungan antara Marquis Cordino dengan Perusahaan Narnis hilang menjadi debu ya…”

“Begitu… maafkan saya… Saya tidak menyangka mereka akan mengambil langkah itu segera setelah semua yang terjadi kemarin… Manusia itu makhluk yang serakah ya…”

Para Iblis pada dasarnya tidak sering banyak yang bergerak sembunyi-sembunyi. Bukan berarti tidak ada, hanya saja mereka lebih seriig saling beradu kekuatan dan bersaing satu-sama lain untuk mendapatkan kekuasaan.

Adalah kesalahan Darmeshia bahwa dia tidak menyadari sifat dasar manusia ini. Namun Cain tidak terlalu menyalahkan Darmeshia atas kejadian ini.

“Saya akan segera mengirimkan serangga saya menuju kerumah Marquis Cordino…. Namun.. Meskipun mereka bisa melihat dan menengar, agak sulit untuk menjadi barang bukti…”

“Aku tahu… Tapi aku ingin beberapa informasi…. Bisakah kamu mendapatkannya?”

“Baiklah, Kalau begitu saya permisi…”

Darmeshia pun membungkuk, dan segera menghilang dalam bayang-bayang.

Dan Informasi pun segera terkumpul.

Dan telah dipastikan bahwa Marquis Cordino melakukan sebuah pengaturan terkait kejadian itu. Namun karena seluruh informasi ini didapatkan dari familiar Darmeshia, maka tidak bisa dijadikan barang bukti.

Jangan lupa untuk komen ya…

Dan pada tengah malam, Cain bersama dengan Darmeshia kini berada di atas Mansion milik Marquis Cordino.

“Kira-kira bagaimana enaknya ya…”

Melihat Cain sedang berpikir sambil melipat tangannya, Darmeshia pun memberikan sebuah saran.

“Bagaimana jika menyelinap ke celah, setelah kita membuat sedikit keributan disini?? Tentu saja saya yang akan menyelinap kedalam…”

Cain mengangguk mendengar ide Darmeshia.

“Kalau begitu, Setelah aku menembakan sihirku, kuserahkan celah keributan itu padamu… Cuma menghancurkan pintunya saja sudah cukup kan?? “

“Saya rasa itu cukup… Kalau begitu saya akan bersiap memanfaatkan celah itu…”

Cain merasa akan menjadi masalah besar jika terjadi kebakaran disini, maka ia mencoba menggunakan sihir angin.

“[Air Cutter]!! “

Sihir yang dilepaskan dari tangan kanan Cain berubah menjadi sebuah bilah angin dan melesat menuju kearah pintu mansion itu.

Kalau bisa Di share juga ya…

Namun, semakin bilah itu mendekati pintu, perlahan-lahan ukurannya semakin membesar.

Danlangsung membelah Mansion itu menjadi dua. Dan dari bagian yang terpotong itu, secara bertahap mulai runtuh.

Cain pun kehilangan kata-kata saat menyaksikan fenomena ini.

“………”

“…Cain-sama … Saya rasa ini sedikit berlebihan… memang pintunya telah dihancurkan… tapi sepertinya bangunan itu juga ikut terbelah…”

Awalnya Cain berniat menggunakan sihir dasar saja namun berkat energi sihir yang sangat melimpah, itu malah berubah menjadi layaknya sebuah bencana besar.

Semakin besar kehancuran yang terjadi, maka semakin besar pula suara yang ditimbulkan. Dan suaranya menggema di sekitar mansion itu.

“…Darmeshia…. Ayo kita pulang…”

“… Ya… baiklah…”

Lalu keduanya menggunakan sihir [Transfer] dan menghilang dari tempat kejadian.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

15 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 14”

  1. Secret says:

    Mantap min makasih, belum ane baca langsung komen, biar first komen ?

  2. Salo says:

    Lanjut min

  3. Keita says:

    ???semangat min

  4. Dg_Sean says:

    Wkwkwk, di balik kejadiaannn

  5. Roxy says:

    Kapan Cordino dipermalukan

  6. Reyvan says:

    Up terus min

  7. Deni says:

    Mantap min

  8. Yusuf says:

    Emg bener ini cordino bakal jdi dewa jahat ya? Atau cuman jdi pelayannya??

    • Secret says:

      Bukan jadi dewa, jadi apostle atau utusan atau rasul, kaya si cain, kalo cain kan dewa baik, la si cordino yg dewa jahat, si laron

  9. Kuuhaku says:

    Mantap min. Lanjut trus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *