~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 15 di Kurozuku.

16 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Seluruh aset milik perusahaan Narnis telah disita oleh kerajaan. Seluruh cabang yang ada di kerajaan ini saat ini dikelola oleh kerajaan.

Mathias pun ternyata juga telah terbunuh pada saat yang sama ketika terjadi kebakaran di perusahaan itu. Dan tentu juga para petualang yang ia sewa juga ikut terbunuh.

Meskipun mereka tadinya sedang di tahan di markas penjaga, namun sepertinya maskas itu kedatangan penyusup. Dan ketika pagi menyambut, telah ditemukan mayat mereka bersama dengan para prajurit yang bertugas menjaga mereka bergelimmpangan.

Beberapa hari kemudian, Cain baru mendengar hal ini dari Perdana Menteri Magna, dan ia merasa sedikit marah.

“Jadi buktinya …?”

“Terkait itu… kau sudah tahu apa yang terjadi pada perusahaan kan, dan juga Matthias mengalami pembunuhan itu… mansion milik Mathias pun nampaknya dibobol seseorang dan semua barang-barang diasana dijarah…”

Cain dan Perdana Menteri Magna sedang melakukan diskusi tentang kejadian tersebut.

“Ngomong-ngomong, aku dengar dari Lil, Tuan puteri Liltana bahwa para petualang itu membocorkan bahwa ada seorang bangsawan kelas atas yang menyokong perusahaan Narnis…”

“Soal itu…  aku yakin 80-90% itu adalah Marquis Cordino… Namun mereka sudah menghilangkan seluru barang bukti… Jika saja masih ada yang tersisa, kita bisa menyudutkannya… tapi saat ini tak ada satupun ang tersisa… Yah kuharap setelah ini dia tidak melakukan apa-apa lagi kedepannya…”

Karena Marquis Cordino masih dalam status abu-abu, maka belum ada hukuman apapun dijatuhkan kepadanya. Hanya sebatas kebetulan saja saat itu sedang bersama dengan seorang pelaku kejahatan.

Marquis Cordino adalah seorang menteri urusan luar negeri, karena ia juga mengerjakan tugasnya tanpa kekurangan, jadi Perdana Menteri Magna mengatakan mereka tak bisa memberhentikannya tanpa alasan jelas.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Lalu pada akhir pertemuan itu, Perdana Menteri Magna menyampaikan pesan dari sang raja.

“Tuan Cain, Aku baru ingat , ada pesan dari Yang Mulia… Membelah dua mansionnya itu cukup menarik… yah meskipun karena kita tidak punya bukti, jadi kita tak tahu siapa yang melakukan itu… Begitu katanya…”

“—Benar juga… begitu ya… sungguh benacana yang brilian…”

Cain menjawab sambil tersenyum.

“Padahal mereka tahu pelakunya kan…”

Sambil menggumamkan itu di dalam keretanya, Cain pun meninggalkan Istana kerajaan.

Meskipun mengetahui pelaku yang menghancurkan mansion milik Marquis Cordino, baik Perdana Menteri maupun Sang Raja tidak berniat menyalahkan Cain.  Meskipun dua kasus itu berakhir sama, namun kehancuran mansion milik seorang bangsawan kelas atas memiliki dampak yang lebih besar. Bahkan itu sudah menjadi perbincangan para bangsawan lain.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Cari Quest untuk menghibur diri apa ya…”

Sesampainya di mansion, Cain segera mengganti pakaiannya dengan pakaian petualang dan langsung meninggalkan mansion menuju ke guild petualang.

Ketika Kain tiba di mansion, ia segera berpakaian sebagai petualang dan keluar dari mansion ke guild petualang.

Di guild pusat ibukota kerajaan, banyak meja resepsionis yang berjejer.

“Dulu itu Letia-san ya yang menjadi penanggung jawab ku…”

Ia sedang melihat-lihat papan Quest, namun di papan itu tak ada quest yanglebih tinggi ddari rank B. untuk Quest rank A dan diatasnya harus dikonfirmasi langsung oleh resepsionis.

Cain pun mengantri di tempat resepsionis yang tak dikenalnya dan menunggu gilirannya. Setelah menunggu sekitar lima menit, akhienya gilirannya pun tiba.

“Selamat datang… Selamat datang di Markas Pusat Guild Petualang, Anda ingin mendaftarkan Quest? Atau ingin mendaftar sebagai petualang?? “

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Resepsionis yang masih terlihat berusia belasan tahun itu memperhatikan Cain tidak membawa lembar Quest, jadi ia beranggapan bahwa Cain ingin berkonsultasi atau ingin melakukan pendaftaran.

“Bukan… aku ingin mengambil Quest… tapi mungkin sebaiknya aku bertanya langsung pada Edin-san… Ano… tolong jangan kaget ya…”

“Eh? Apanya yang bikin kaget?? “

Cain mengeluarkan kartu guildnya dan perlahan meletakannya di atas meja. Tentunya itu adalah kartu peringkat S yang berwarna Platinum. Melihat kartu itu, sang resepsionis itu sekuat tenaga menutup mulutnya untuk menahan suara keterkejutannya sendiri.

“Mohon tunggu sebentar… Saya akan segera bertanya kepada ketua guild…”

Resepsionis itu pun masuk ke dalam. Dan dalam beberapa menit kemudian dia kembali.

“Ketua guild bersedia menemui anda, mari saya antar…”

“Terima kasih”

Cain pun mengikuti resepsionis itu menuju ke ruangan ketua guild.

Sang resepsionis itu mengetuk pintu dan meengatakan bahwa Cain sudah datang, lalu iapun membuka pintu setelah mendapatkan izin.

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada Update lagi…

“Oooh… adik ipar ku, Cain—kun… Terimakasih sudah mau berkunjung kemari… Kamu boleh pergi, kami akan berbincang berdua disini…”

“Baik! Saya permisi…”

Setelah Cain memasuki ruangan, resepsionis itu menutup pintu dengan gugup.

Cain pun duduk di sofa, dan Edn juga duduk setelah meletakan dua cangkir teh di atas meja.

“Maaf ya akuu datang tiba-tiba…. Aku pikir sekali-sekali aku ingin mengambil quest… yah sebelumnya ada Letia-san jadi lebih mudah…”

“Benar juga ya… Apa disana Letia bekerja keras disana?? Kurasa ia akan kesulitan mem-backup Rixets…”

Edin mengatakan itu sambil tertawa, lalu ia meminum teh nya.

“Sepertinya ia dapat mengatasi semuannya dengan baik… Dari kak Alex yag menjadi wakil walikota disana juga tidak memberikan komplain khusus… Jadi kupikir dia akan baik-baik saja disana… “

“Begitu ya… Kalau begitu baguslah… Yah Letia itu memang berbakat sih.. justru aku malah jadi sedikit kerepotan karena kehilangannya disini… Oh iya Cain-kun, Quest ya… apa kamu mau melakukan pengawalan?? “

Jangan lupa untuk komen ya…

“Pengawalan ya …?”

Karena Cain juga merupakan seorang pelajar, jadi ia jarang meninggalkan ibukota dalam waktu yang lama. Selain itu, Cain juga merupakan seorang bangsawan sejati, jika identitas itu terungkap kepada umum, itu akan menjadi hal yang merepotkan. Terutama jika seorang bangsawan lain melihatnya, entah apa yang akan dia komentari nanti.

“Yah…. Ada satu misi menarik nih… kurasa itu tidak apa-apa jika Cain-kun yang melakukannya… Tentunya kamu tidak akan sendirian melakukan Quest ini….  Aku ingin kamu masuk diantara para pengawal itu nantinya…”

“Quest yang menarik ya…. Aku sedikit penasaran dengan itu…”

“Sebenarnya… objek pengawalan Quest itu adalah seorang anak bangsawan… ada berbagai hal terjadi…. Dan tujuannya adalah….”

Edin pun menjelaskan isi ques tersebut. Dan ketika penjelasan itu selesai, mereka berdua tersenyum.

◇◇◇

Kalau bisa Di share juga ya…

Pagi-pagi sekali pada akhir pekan, beberapa orang pengawal sebuah kereta kuda mewah, serta beberapa orang petualang disekelilingnya.  Dan Cain ada diantara para peualang itu bersama dengan empat orang lainnya.

Keempat petualang itu terlihat masih baru saja dewasa. Party mereka terdiri dari empat orang yang merupakan dua pasang pria wanita. Seorant petualang prua yang tampaknya adalah pemimin mereka mulai berbicara.

“Kenapa kita jadi merawat aak kecil begini?? Apa yang dipikirkan guild itu sih… “

“Jangan begitu… kita ini sedang menuju kota yang belum pernah kita kunjungi… jadi kita butuh pemandu… Kamu.. siapa namamu?? Aku adalah Ninaly… dan pemimpin yang cerewet ini bernama Laget… selanjutnya dia adalah Cross dan ini Mine…”

“Senang bertemu dengan kalian, namaku adalah Cain.. Mohon bimbingannya selama dua hari ini…”

Cain membungkuk kearah keempat petualang itu dan menyapa mereka. Laget mendecakan lidahnya lalu berjalan menuju client mereka.

“Maaf membuat anda menunggu, persiapannya sudah selsai, kita bisa berangkat sekarang…”

Mendengar kata-kata Laget, jendela kecil kereta itu pun terbuka.

“Ya.. tolong berangkatkan kereta ini…”

Terdengar suara gadis muda dari jendela kecil itu. Kemudian para pengawal memberikan aba-aba kereta untuk berangkat, dan rombongan itu perlahan-lahan mulai bergerak.

Lalu Lagett pun berbicara.

“Mari kita berangkat!!! Menuju kota Drintle!! “

Cain bersama dengan rombongan itu berangkat menuju ke kota Drintle yang pimpin olehnya itu.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

18 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 4 Chapter 15”

  1. MoltoUltra says:

    Mungkin mbaknya cain?
    Smangat up trus min.

  2. Skredix says:

    Lanjut Min

  3. Jio says:

    yok teruske dab ?

  4. Ardian-kun says:

    Semangat min.. Dah 2 hari ane gk buka ni web, tau² udh ada 3 chapter njir
    Mantaplah? btw di end chap kyaknya si lil yg mao ke drintle

  5. Yusuf says:

    Liltana kah?

  6. Roxy says:

    Gk puas kalo 1 chapter

  7. Dg_Sean says:

    Kotanya sendiri ternyata

  8. Keita shaleh says:

    Lanjut min btw lewat jalur biasa gk bisa di buka ya

  9. Secret says:

    Dan mereka pun nanti kaget semua, entah 4 petualang atau si anak bangsawan itu tau karna di cain itu earl pemilik kota

  10. Secret says:

    Woke siap min kalo cuma stay tune, tiap 1 jam tu ane refresh ini web, ada update an enggak

  11. Reyvan says:

    Lanjut kin… gas kan saja!!

  12. Hogaku says:

    Lanjut lah min

  13. Soul says:

    Hmm uda staytune

  14. SonzaiX says:

    Hari ini jam berapa chapter new nya?
    .
    .
    Semangat min…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *