Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 10
~~

Selamat Membaca….

Mendengar pernyataan  tak terduga itu, Cain pun langsung melirik kearah Fort.

“Aku tidak mengerti pembicaraan ini…. Untuk kasus penyerangan di dalam kota itu seharusnya di sita kartu guild atau bahkan di hukum menjadi budak kan? Apalagi kali ini ada yang menjadi dalang penyerangan ini, harusnya dalang itu juga terkena hukuman bukan?? “

“Ah..Aturannya memang seperti itu…”

Cain mengiyakan perkataan Cain.

“Karena itu aku datang kemari.. Aku yang seorang perwakilan kota ini… Seharusnya itu sudah cukup untuk mu kan…”

Cain pun menghela nafas mendengar Marf berbicara dengan penuh kesombongan.

“Sebenarnya… ada apa ini?”

Mendengar pertanyaan dari Cain, Fort dengan enggan mulai menjelaskan yang sebenarnya.

“Orang yang mengeluarkan qeest penyerangan itu adalah Ralph Bandega… Putera tertua Marf-dono… Begitulah yang dikatakan Banza dan kelompoknya… karena itu kami langsung mengubungi Marf-dono…”

TL Note: Sepertinya ane salah di Chapter 6, Ralph itu anak senat, bukan anak walikota, dan sudah diperbaiki..

“Pertama-tama, sepertinya aku tidak mengenal nama itu??”

Cain merasa asing dengan nama Client yang baru saja disebutkan. Melihat Cain berusaha mengingat, Fort pun memberikan sebuah keterangan tambahan.

“Kurasa kalian seharusnya bertemu di sekolah hari ini… Di acara pesta penyambutan…”

Mendengar itu, Cain pun langsung mengingat seseorang. Sosok yang berusaha mendekati Telestia dan yang lainnya. Ia mengingat wajah kecewanya ketika dia ditolak.

“Ohh orang yang ditolak waktu ingin ngobrol sama Teles ya… Ohh jadi begitu…”

Seluruh kepingan teka-teki sudah terhubung dikepalanya. Awalnya Cain sangat tidak mengerti kenapa dia bisa sampai diserang di negara orang. Namun ia teringat seseorang yang mungkin merasa terhina oleh Cain dan kemudian menyewa petualang untuk membalas dendam kepadanya. Melihat Cain mengangguk, Marf pun membuka mulutnya.

“Memang benar anak ku yang bodoh itu yang meminta mereka… tapi dia mengatakan quest itu hanya untuk mengancam saja… itu sebabnya aku sebagai senat dari kota ini, salah satu petinggi negeri ini datang secara langsung kemari…”

Lagi-lagi Cain menghela nafas mendengar perkataan Marf yang penuh dengan kesombongan itu lalu ia melirik kearah Fort.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Kalau begini bagaimana ya?? Aku ini orang kerajaan Esfort… jadi aku tidak terlalu paham dengan hukum di negara ini…”

“Hampir sama saja… terlepas dari soal hasil akhirnya… Akan ada kelonggaran bahwa isi quest itu hanyalah sekedar mengancam…”

“Begitu ya…. Ngomong-ngomong, seberapa banyak tentang identitasku yang akan di ungkap??”

“Soal itu.. Hanya seorang siswa Kerajaan Esfort yang diserang oleh para petualang di perjalanan pulang dari mendaftar petualang…”

Sepertinya para ksatria yang berdiri dibelakang mulai tidak tahan melihat Cain terus berbicara dengan Fort dan mengabaikan Marf. Lalu mereka mulai membuka mulut.

“Oi apa maksud mu berlaku seperti itu selagi ada Tuan Marf!!”

Cain pun menatap para ksatria yang terlihat marah itu lalu menghela nafas.

“Aku ini adalah orang kerajaan Esfort.. Besok aku akan berangkat menuju ke Tanvare, apa kalian tidak keberatan aku menceritakan ini kepada pihak yang lebih tinggi??”

Dengan enggan para ksatria itu berhenti dan mundur kebelakang.

“Baiklah… Kau ingin uang kan? berapa banyak yang kau ingin kan?? Perak Besar? Atau emas???”

Mendegar perkataan Marf yang semakin melenceng ini Cain pun menghela naas lagi, entah sudah yang keberapa kali.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Ini bukan soal uang… Jika pelakunya datang sendiri kemari dan meminta maaf, mungkin masih ada ruang untuk damai… tapi ini malah anda datang dan mengancam dengan status sebagai seorang senat… Jika anda datang sebagai orang tua mungkin masih lebih bisa diterima.. “

“Apa kau bercanda!!!!”

Para ksatria yang nampaknya sudah tidak bisa tahan lagi mulai menggenggam pedang mereka dan melepaskan aura membunuh kearah Cain.

“Fort-san, mereka sampai mengeluarkan pedang dan melepaskan aura membunuh, bagaimana menurutmu, sebagai orang Guild??”

“Itu… Tuan Marf, bisakah anda menyuruh mereka menahan diri? Cain-dono ini adalah seorang petualang peringkat S dari kerajaan Esfort… Apa kalian mengerti apa maksudnya?? Jika Cain-dono serius mungkin mungkin tempat ini akan menjadi tumpukan mayat dalam sekejap…”

“…apa???”

Marf yang sedari tadi berbicara dengan nada sombong menunjukan ekspresi terkejut. Cain pun meletakan kartu guild miliknya diatas meja sebagai bukti.

“…. Aku Cain, petualang peringkat S..”

Bersamaan dengan perkataan itu, para ksatria seketika segera menarik aura membunuh mereka. Mungkin ksatria itu berbeda dengan petualang, namun mereka mengerti kekuatan setiap peringkat itu. Termasuk sekuat apa peringkat S itu. Namun demi anaknya, Marf tidak bisa mundur begitu saja.

“Aku mengerti kau adalah petualanng tingkat tinggi… Diperingkat seperti itu… pasti… kau tidak ingin uang ya…. Kaalau begitu itu… aku akan menggunakan wewenangku sebagai senat untuk meniadakan kasus ini…”

Melihat Marf tersenyum menyeringai, Cain pun melirik kearah Fort.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Apa ada hukum seperti itu di negara ini????”

“Memang ada… walaupun terkadang itu tidak bisa digunakan…”

Fort mulai menjelaskan tentang wewenang itu secara rinci. Jika seorang senat atau kerabat dekatnya melakukan sebuah kesalahan sederhana, selama lawannya adalah hanya keturunan bangsawan, atau bahkan seorang rakyat biasa, maka kasus itu bisa di anulir.

Namun untuk bisa menggunakan wewenang tersebut, harus memberikan sejumlah sumbangan kepada kota. Dan jumlahnya bervariasi tergantung kedudukan dari lawan nya tersebut. Jika lawannya adalah seorang anak bangsawan maka diambil sebagian dana dari kota untuk diberikan kepada keluarga bagsawan tersebut.

Pada kasus ini Cain sebagai korbannya tidak terluka, dan seringkali ini dianggap sebagai pertikaian biasa. Setelah menyelesaikan penjelasannya Fort terlihat sedikit menyesal.

“Meskipun kau adalah petualang peringkat S, ini adalah hukum di negaara ini… kau harus mematuhinya…”

Marf bicara dengan nada yang sombong. Namun–

Besok lagi ya kawan… Maaf hari ini telat…

“Kalau seperti itu… dalam kasus ini, wewenang itu tak bisa di gunakan ya…”

“?!……Apa katamu!”

Cain meletakan sebuah lencana bangsawan yang terbuat dari logam yang terlihat mewah di hadapan mereka. Ekspresi semua orang yang ada di ruangan itu membeku melihat lencana tersebut.

“Earl Cain von Silford Drintle… itu adalah nama resmiku…”

Wewenang itu hanya berlaku bagi anak keluarga bangsawan, tidak untuk bangsawan sejati itu sendiri. Terlebih menunjukan sikap seperti itu kepada seorang bangsawan bisa saja dijatuhkan hukuman mati untuk alasan makar.

Apalagi dalam kasus ini adalah bangsawan negara lain. Terlebih mereka sampai mengirimkan seseorang untuk menyerang seorang Earl yang merupakan bangsawan kelas atas. Meskipun tidak ada korban, itu tidak aneh jika pelakunya akan dijatuhi hukuman mati.

“…Kok bisa…”

Ekspresi sok yang sejak tadi ia tampakkan menghilang dalam sekejap.

“Ngomong-ngomong, orang yang puteramu goda adalah tunangan ku… Puteri kerajaan Esfort, Puteri Duke, dan Seorang Puteri Kekaisaran Vysus yang sedang belajar di kerajaan kami…”

Mendengar pernyataan Cain itu, wajah Marf semakin memucat. Ini adalah pernyataan perang kepada kerajaan Esfort. Jika ada yang bilang begitu maka tidak aneh. Terlebih juga ada puteri kekaisaran Vysus disana.  Jika berita ini terungkap, itu akan menjadi keributan yang tak akan bisa ditangani hanya oleh seorang senat.

Jangan lupa untuk komen ya…

Salah sedikit saja, bisa jadi ini adalah pernyataan perang kepada dua negeri tersebut, dan dia bisa dikenakan hukuman “kejahatan subversi nasional”, yang dan mendapatkan hukuman termasuk para keluarga dan bawahannya serta dikucilkan oleh negara sebagai pelaku kejahatan terberat di negara ini.

Membayangkan itu saja sudah membuat Marf gemetar, lalu ia berteriak.

“Bawa Ralph kemari sekarang!!!”

“Baik!!”

Salah satu ksatria segera berlari meninggalkan ruangan.

“Tuan Silford… Aku minta maaf…”

Rasa angkuh yang sedari tadi Marf tunjukan sudah tidak ada lagi. Ia mulai merundukan tubuhnya dan sikapya berubah seolah ia sedang menghadapi atasannya.

Sedangkan Fort, meskipun dia mengetahui tentang peringkat Cain, namun karena hanya terdaftar sebagai “Cain” saja, jadi dia tidak mengetahui tentang status sebagai Earl. Sambil menunggu, ia pun memerintahkan Caela untuk segera membuatkan teh lagi.

Dan dapat terlihat, teh yang baru itu memiliki aroma yang lebih baik dan mungkin merupakan produk bermutu lebih tinggi.

Kalau bisa Di share juga ya…

Sekitar satu jam kemudian pintu ruangan itu di ketuk, dan Ralph pun dibawa oleh ksatria itu masuk kedalam ruangan.Ketika ia melihat sosok Cain, ia pun mengerutkan alisnya.

“Ayah.. ada apa tiba-tiba memanggil??”

Bukk—

Seketika Marf yang sudah berdiri itu menampar pipi Ralph.

“Ralph! Apa kamu tahu dengan siapa kamu berurusan?!”

Ralph ditampar oleh marah hingga terjatuh, lalu iapun berusaha berdiri sambil menahan pipinya yang terasa sakit itu. Namun ia sama sekali tidak mengeti alasan kenapa dirinya ditampar. Ketika ia sudah berdiri ia menatap Cain dengan dendam

“…Aku membuat quest untuk mengancamnya… tapi kan jika terjadi masalah sedikit, dengan wewenang ayah, ayah bisa memberes—”

Bukkk—

Lagi-lagi Marf menamparnya.

“Kamu itu… kau sudah macam-macam dengan Earl dari kerajaan Esfort!!! Apa kamu tahu artinya itu!!!”

“…?!Earl …?”

Marf pun menjelaskan semuanya kepada Ralph yang sama sekali  tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan olehnya. Termasuk soal petualang peringkat S.

Setelah mengetahui kenyataan itu, Ralph terdiam dan terduduk lemas.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 10 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

33 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 10”

  1. Bahamut says:

    Up up

  2. Siotong says:

    Wajib lanjut nih min :v

  3. Dg_Sean says:

    Awokowokowk.. Mati dahh, Kapok!! .. Ngelawan utusan dewa ckckck

  4. Zee says:

    Uppp min, moga sehat selalu:))

  5. Zee says:

    Uppp min, moga sehat selalu:)) dan dapat up lahi setiap hari:)

  6. Hogaku says:

    Lanjut ini. Makin seruu …

  7. Shiput says:

    Setelah nunggu 24 jam, harusnya masih ada 1 chapter lagi. Ya kan min ?

  8. Jojo santoso says:

    Aduh nangung bgt ni

  9. Firmansyah says:

    Up min
    bsk 3 chapter yah???

  10. Firmansyah says:

    Kirain hari ini libur rupanya gk

  11. Nana says:

    Hukum gantung☠️?

  12. Keita shaleh says:

    Semangat min gue kira gue kira kenalan/bokingan merquis eh nyata orang yang sok berkuasa gue jadi Cain gue ajak perang aja dah

  13. Roxy says:

    Nanggung bet

  14. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min………… Ditunggu kelanjutannya

  15. psp06 says:

    wkwkwk…
    Mampus tu bocah, br ngomong dikit langsung kena gampar ma bokap ndiri ?

  16. Yusuf says:

    Gw bacanya sambil emosi anjay?
    Dmn2 bangsawan itu sombong dan sok2an ya… juga menyalahgunakan wewenangnya… jdi pengen nampol versi cain dengan status yg skrg ? kira2 terlempar sampai mana yaa apa lgsg hancur klo nampolnya serius?

  17. Art says:

    Wah ,Min semakin ramai ya di web mimin.
    SEMOGA Dengan ramai yang menyumbangkan Dan menyemangatkan mimin bisa membuat admin semangat Dalam men tl ln nya

  18. Ardian-kun says:

    Bjirr ditampol bokap sendiri Awokwokowk.. makin ke ending mkin puas bet gua mbacanya ??
    Btw rame bgt loh yg komen, dah pda gk sabar ngliat nasib ni bocil di next chpter wkwk

  19. Robby says:

    Lanjjuuutttttkan lagi min

  20. Keita shaleh says:

    Min ayo update chapter 11 min dan tetep semangat tl nya

  21. Deku says:

    Reme cuy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *