~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 2 di Kurozuku.

22 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

“Selamat pagi, Cain-sama..”

“Cain-kun, Selamat pagi!”

“Teles, Silk Selamat Pagi”

Teles dan Silk yang sudah mengenakan seragam sekolah mereka menyapa kepad Cain sambil melambaikan tangan.

“Cain Selamat pagi…”

“Selamat pagi, Lil..”

Liltana yang juga berada disamping mereka pun tersenyum.

Meskipun di kelas S ini hanya ada 21 siswa, namun yang ikut menuju ke Republik Ilstein hanya 16 orang. Karena ini merupakan perjalanan pelatihan yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan, jadi beberapa orang tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga.

Lima buah kereta disiapkan oleh sekolah, dan masing-masing kereta berisi 4 orang siswa. Dan satu kereta lagi dinaiki oleh tiga orang guru.

“Kenapa aku naik disini?? “

Kereta yang Cain naiki adalah kereta yang sama dengan Telestia, Silk dan juga Liltana.

“Itu karena…”

Telestia dan Silk saling memandang dan kemudian tersenyum.

(Sepertinya mereka yang mengatur ini…)

Meskipun di sekolah tidak memperhatikan kasta bangsawan, namun para guru pasti akan sulit menolak permintaan dari keluarga kerajaan. Apalagi Sang Raja sudah membuat permintaan untuk mengawal ketiga orang ini. Terlebih juga ada Duke Eric yang merupakan penanggung jawab sekolah ini. Dari mana pun datangnya instruksi pengaturan ini, maka tidak akan terasa aneh.

Cain pun menghela nafas menerima keadaan ini.

Ketika mereka berempat sedang mengobrol sebelum menaiki kereta, terdengar suara orang dari belakang menyapa.

“Oh! Cain, sudah lama ya!”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

 

Cain menoleh kebelakang, dan ia pun tersenyum.

“Sudah lama ya, Apa kalian semua baik-baik saja??”

Dihadapannya berdiri empat sosok petualang, yaitu Claude, Rina, Milly dan Nina.

“Ohh Aku sehat loh… Aku dengar ada quest sepesial darurat dari kerajaan… ternyata mengasuh kamu ya… Aku langsung melesat kemari… Aw”

Dan Rina pun memukul kepala Calaude dari belakang.

“Kan sudah kubilang… Cain itu bangsawan!! Apalagi Earl, perhatikan bahasa mu!”

Milly dan Nina tertawa menyaksikan percakapan antara mereka berdua, lalu mereka berdiri dihadapan Cain. Entah sejak kapan, Cain pun sudah melebihi tinggi mereka berdua.

“Cain, kamu sudah tumbuh dengan baik ya… Padahal dulu sekecil itu, sekarang sudah mulai kebalap…”

“Ya.. Cain tumbuh dengan baik, dengan ini aku bisa jadii Seli–“

Secara refleks, Cain menutup mulut Nina sebelum ia menyelesaikan kata-katanya. Pada saat itu Nina ingin mengatakan tentang selir atau semacamnya seperti biasa.

Terimakasih kepada para donatur!!!

Cain merasa lega karena berhasil menghentikannya sebelum selesai mengatakan itu, namun seketika ia merasakan bulu kuduknya merinding. Ketika ia perlahan menoleh kebelakang, disana telah berdiri dua sosok Iblis.

Selain itu, Liltana pun mengarahkan tatapan dingin kearah Cain.

“Cain-sama sepertinya kita perlu sedikit bicara?”

“Cain-kun, Mari kita mulai dengan berlutut terlebih dahulu…?”

“Tolong izinkan aku mendengar cerita lengkapnya juga..”

Entah kenapa Cain pun langsung diseret ke balik kereta, dan dibuat duduk berlutut.

“Mereka itu adalah orang-orang yang pernah datang mengajar di sekolah kan?? Kenapa Cain-sama sangat akrab dengan mereka??”

Dengan posisi berlutut, Cain menjelaskanbahwa mereka adalah pengajar ketika Cain masih kecil.

“Baik, aku mengerti masalah ini… Tapi Cain-sama… Kita akan menuju ke negeri orang loh… kamu harus lebih waspada…”

“–Iya……”

Mereka pun dengan enggan menerima penjelasan Cain yang cukup meeyakinkan.

“Tapi tadi dia mau bilang selir kan ya?? Cain-kun?? “

Mendengar perkataan Silk ini, ceramah mereka pun kembali berulang dari awal, dan terus berlanjut sampai ketika kereta akan berangkat.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Kereta kuda itu berkapasitas 6 orang penumpang. Di dalam duduk Telestia, Silk dan Liltana, sedangkan Cain duduk sendirian dihadapan mereka. Awalnya Silk dan Telestia ingin duduk di kedua sisi Cain, namun Cain segera menolak. Dengan alasan ada Liltana, mereka pun akhinya menerima ini. Cain pun merasa lega.

“Tapi.. kita akan menjalani waktu selama sebulan lebih bersa,a Cain-sama… ini seperti mompi saja…”

“Ya.. ya… Habis Cain-kun jarang ada waktu untuk kita ya…”

“Itu kan… Karena aku ini walikota, jadi sesekali harus memeriksa Drintle…”

“Oh iya, Kota pertama kita nanti Kota Drintle ya, Kota nya Cain-sama… Aku jadi tidak sabar melihatnya…”

Republik Ilstein berada di sebelah utara Kerajaan Esfort. Untuk sampai kesana, mereka harus melewati beberapa kota kecil, namun kali ini, entah mengapa diambil rute sedikit memutar, dan mereka akan melewati kota Drintle.

Meskipun dijelaskan oleh sekolah bahwa melihat perkembangan kota Drintle yang menjadi pusat perhatian di Kerajaan Esfort ini akan berguna untuk pengetahuan di masa depan, namun Cain di kota sering menggunakan pakaian Bangsawan, pakaian biasa, serta pakaian petualang. Banyak yang mengenalinya dikota itu, namun ia belum pernah menunjukan seragam sekolah nya disana.

Setelah menginap semalam di Kota persinggahan, sore hari berikutnya mereka pun dapat tiba di Drintle dengan lancar. Daam seminggu ini, Cain sebagai walikota sudah mengeluarkan Quest untuk melakukan pembasmian monster di sekitar, sehingga mereka belum menemukan satu pun monster di perjalanan.

“Sebentar lagi Drintle!! Aku bisa melihat kotanya!!”

Suara itu terdengar dari para pengawal.

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada Update lagi…

Telestia dan kawan-kawannya ini membuka jendela, dan melihat dinding kota Drintle. Dan mereka pun berkomentar.

“Cain-sama, apakah itu Drintle?Sepertinya itu…. lebih bagus dari ibukota kan??”

“Luar biasa!!!! AKu baru pertama kali melihat dinding putih dan seindah ini!! “

“Bahkan di Kekaisaran, dinding seindah ini…”

Mereka bertiga mengungkapkan kekaguman mereka.

Dengan pertumbuhan populasi yang terus bertambah, Cain melakukan perluasan terhadap dinding luar. Cain memperluas kota ke empat penjuru, lalu membangun dinding yang tingginya sekitar 10 meter. Karena pendapatan pajak pun cukup serta jumlah yang dibayarkan kepada Kerajaan lebih tinggi dari dartah lain, tak ada pemeriksaan khusus dari ibukota.

Seakan memanfaatkan itu, Cain pun menguras habis energi sihirnya untuk terus merombak kota ini. Semua ini adah berkat sihir luar biasa dari Cain dan pengetahuan arsitektur Lula, serta Alex yang sudah pasrah menghadapi mereka.

Kereta yang dinaiki oleh Cain berada di urutan ke empat. Meskipun sudah menyerahkan urusan penginapan kepada Alex, namun ia masih agak khawatir.

Saat kereta pertama melewati gerbang, terdengar suara sorak sorai dari kota. Penasaran dengan apa yang terjadi, Cain pun melihat melalui jendela.

–Dan disana….

Di kedua sisi jalan luas yang terbuat dari susunan batu, berbaris para prajurit, dan dibelakang mereka para warga ikut berbaris, sambil membawa bendera. Jumlah mereka mungkin melebihi 10 ribu orang, dan mereka berkumpul disatu tempat.

Dari orang dewasa, sampai anak-anak, mereka semua membawa bendera dan bersorak kearah kereta.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Apa-apaan ini!!”

Secara refleks Cain menyuarakan keterkejutannya.

“Cain-sama, bukankah ini.. sedikit berlebihan …?”

“Aku senang mereka menyambut kita… tapi seperti nya ini lebih meriah dari ibukota…”

“Sepertinya Cain-sama sangat disambut ya…”

Mendengar komentar dari mereka bertiga Cain mulai bercucuran keringat dingin. Tak ada yang memberitahukannya tentang ini sebelumnya. Jadi itu wajar saja. Para guru yang mendampingi mereka pun kebingungan.

Sementara itu, Claude yang sedang melakukan pengawalan bergerak ke samping kereta Cain, dan berbicara.

“Cain, luar biasa ya… kota mu iini… Sambutan seperti ini… mungkin aku pertama kali melihatnya…”

Claude mengatakan itu sambil tertawa, namun Cain hanya bisa tersenyum.

Para siswa merespon sorak-sorai ini dengan melambaikan tangan kearah penduduk. Telestia dan Silk pun juga menunjukan wajah mereka dan melambai kan tangan keluar, dan suara sorakan mereka semakin meriah.

“Ada tuan puteri juha loh!! Yeey!!”

“Hidup Kerajaan Esfort!! Hidup Cain-sama!”

Ditengah keramaian ini, Cain telah memutuskan dalam hatinya untuk menceramahi orang yang merencanakan hal ini.

Kalau bisa Di share juga ya…

Kereta paling depan terus melaju dengan dipandu oleh prajurit dari walikota. Kereta kuda mereka menembus keramaian kota dan langsung menuju ke komplek mansion walikota.

“—Jangan-jangan…”

Cain lagi-lagi mulai bercucuran keringat dingin. Kereta kuda milik sekolah ini terus melaju sesuai dengan arahan, hingga akhirnya memasuki wilayah mansion walikota.

Lalu mereka terhenti di depan gedung mansion walikota.

Di depan bangunan itu, telah berdiri Alex, dan Darmeshia, serta para pelayan dibelakang mereka termasuk Collin dan Sylvia yang datang dari ibukota kerajaan.

Setelah turun dari kereta, baik para siswa, guru dan para pengawal pun terpaku melihat kejadian ini. Telestia, Silk, dan Liltana pun juga menunjukan ekspresi yang tak jauh berbeda dengan mereka setelah turun dari kereta.

――――Dan, dengan ekspresi terkejut itu, Telestia menatap kearah Cain.

“―― Cain-sama, mengapa…. Ada Istana yang lebih bagus dari Istana kerajaan disini…?”

Dihadapan kereta yanh berhenti itu, berdiri sebuah mansion yang sangat besar dan bagus layaknya sebuah istana yang tampak lebih bagus dari yang ada di Ibukota.

Mendengar hal itu, Cain hanya menghela nafas sambil memikirkan, ‘sudah kuduga akan begini tanggapannya’ dalam benaknya.

Terimakasih telah mampir… FYI nih ya, Cain itu dibaca Ka-in, sebenernya mungkin ada yang lebih tepat, yaitu Kyne, tapi yasudah lah wkwk

 

 

Comments

22 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 2”

  1. Zen says:

    Hahahaha…….
    Mantap Min….
    Lanjutkan…..
    Cain Disuruh Seiza…..

  2. Aron says:

    First…
    Hmmm chapter selanjutnya house future..
    Terimakasih atas terjemahan nya..

  3. Killua says:

    Ditunggu Stay tune tapi paket Gua sekarat anjay

  4. Siotong says:

    Mantap

  5. Yusuf says:

    Sifat cain yg selalu menyiapkan sesuatu jauh2 hari itu bagus… tp klo memikirkan bakal ada dewa jahat sangat disayangkan kalo hancur… yahh semoga ada magic barrier yg sangat kuat kedepannya…
    Btw ceritanya kyk dewa jahat itu seolah dajjal yang menginvasi… dan semua dipengaruhi oleh dia… dan dajjalpun sedang dikurung sprti dewa jahat… hhmmm itu si yg kupikirkan sejak keluarnya info ttg dewa jahat di masa lalu

  6. Hogaku says:

    Lanjut min,, btw di cover nya tuh siapa yh ? Rambut putih juga…

  7. Maple says:

    semangat min up nya, jangan kasih kendor

  8. Shiput says:

    Lu update 10 langsung juga gpp min. Gas terus dah

  9. Nana says:

    Wkwkwkwkwk
    Lanjutkan mib

  10. MoltoUltra says:

    Mansionnya cain kek gedung putih kali ya,,,

  11. Bashir Lubis says:

    Mantap lanjutkan min

  12. Komentator says:

    Coba klo ada illustrasi mansionnya cain lebih gampang bayanginnya

  13. Deku says:

    Maksih min. Tetap semangat min

  14. Firmansyah says:

    Lanjutkan min

  15. Roxy says:

    Komen dulu bacanya belakangnya
    Karna meninggalkan Jejak itu penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *