~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 29 di Kurozuku.

1 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Setelah beristirahat selama dua hari dikota Drintle, Cain dan kelompknya berangkat menuju ke Ibukota.

Sesampainya di sekolah, mereka turun dari kereta, dan berbaris.

“Meskipun ada berbagai kejadian, mari kita bersyukur karena bisa pulang dengan selamat… Minggu ini sekolah akan libur, tapi mulai minggu depan akan masuk seperti biasa… Silahkan beristirahat dirumah selama seminggu ini… Bubar…”

Para siswa pun menaiki kereta masing-masing yang menjemput mereka, dan pulang ke rumah masing-masing. Cain juga ingin menaiki kereta yang dibawa Collin, namun tiba-tiba ada yang memanggilnya. Ketika ia berbalik, ada seorang ksatria berdiri disana.

“Tuan Silford… anda mendapat panggilan dari Istana… tolong segera datang ke istana… “

Cain pun menghela nafas, dan melirik kearah Collin. Namun dia hanya menggelengkan kepalanya.

“…Collin… tolong antar ke Istana ya… “

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……
Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Kereta Cain pun bergerak kearah Istana dengan Ksatria itu sebagai pemimpin jalan.

Setibanya dia di Istana, dia langsung dipandu menuju ke ruang pertemuan yang biasa dia hadiri. Dia pun duduk sesuai arahan pelayan.

“Aku kan sudah menjelaskan semuanya… ada apa lagi ya….”

Tak lama kemudian, Sang raja, bersama dengan Duke Eric, Perdana Menteri Magna, Garm, dan juga Dime hadir di ruangan itu. Cain pun bangkit dan menunjukan hormatnya.

“Duduklah… Garm juga… maaf ya memanggilmu padahal baru sampai…”

“Tidak apa apa… Jika itu adalah perintah yang mulia aku akan segera datang… Jadi tentng apa?? “

Melihat adanya Cain, Garm mulai khawatir kalau Cain mungkin melakukan sesuatu lagi.

“Aku tahu kamu merasa khawatir karena melihat Cain disini… Taapi kali ini.. tergantung dari sikap mereka, mungkin akan terjadi perang dengan Republik Ilstein…”

“Appa??? Sebenarnya apa yang terjadi…”

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada Update lagi…

Karena Garm terus merasa khawatir, Perdana Menteri Magna pun menjelaskan kepada Garm tentang penyerangan itu. Ditengah penjelasan itu Garm sempat melirik kearah Cain seolah mengatakan ‘lagi-lagi berulah…’ Namun ketika semua penjelasan berakhir, dia memasang ekspresi tak percaya bahwa hal itu terjadi.

“… Aku mengerti… Aku akan segera mempersiapkan tentara… “

Kerajaan Esfort dikelilingi oleh kekaisaran Vysus, Republik Ilsteim dan Kerajaan Marineford. Namun yang sering melakukan konflik adalah Kekaisaran Vysus saja. Jadi hanya wilayah Gracia yang  dipimpin oleh seorang Margrave dan memiliki tentara sendiri untuk mengantisipasi seragan dari negara lain.

Jika perang sampai pecah, maka pasukan Gracia ini lah yang akan maju pertama kali. Terlebih dikatakan bahwa pasukan Gracia itu sangat kuat dan digosipkan lebih kuat dari para pasukan Royal Knight. Garm pun mengangguk dengan penuh antusias.

“Sejujurnya jika Cain perang sendirian melawan mereka kita tidak akan kalah… tapi Cain itu masih dibawah umur… jadi kita tidak bisa membiarkannya berpartisipasi… Namun yang terbaik adalah mencegah perang itu terjadi…”

Mendengar pendapat sang raja, semua orang selain Cain pun menghela nafas. Itu adalah pendapat yang tak terbantahkan.

“Eric.. aku serahkan masalah negosiasi padamu…”

“Baik, serahkan padaku…”

Cain berniat ikut dalam negosiasi sebagai pihak yang terlibat, namun Yang mulia menolak dengan alasan ini adalah urusan orang dewasa. Bahkan dia juga menekankan bahwa jikalau terjadi perang, Cain tidak akan dilibatkan.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Lalu mengenai urusan dalam kerajaan…”

Topik pembahasan pun berubah, dari yang tadinya membicarakan Republik Ilstein, kini membicarakan urusan domestik kerajaan Esfort.

Kematian Marquis Cordino, dan penangkapan Viscount Bard. Serta beberapa orang lain yang terlibat dalam konspirasi Cordino pun ditangkap satu per satu.

Para perwira dan Auditor segera dikirim oleh ibukota ke beberapa wilayah dengan membawa pasukan. Mereka membekukan sementara hak mereka sebagai walikota dan wilayah mereka menjadi wilayah dibawah wewenang langsung kerajaan.

Bahkan Garm sekalipun mengerut kan dahinya setelah mendengar kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Ini benar-benar situasi yang mendesak dan perlu keputusan yang tepat agar pemerintahan tetap stabil.

Terlebih wilayah yang diperintah oleh para bawahan Cordino rata-rata berada di dikat Republik Ilstein. Oleh karena itu perlu segera mungkin dilakukan negosiasi sebleum ketegangan semakin meningkat.

Mereka sudah mengirim utusan ke Parlemen Republik Ilstein. Pada awalnya mereka ingin mengirimkan delegasi ke Republik Ilstein untuk melakukan negosiasi ini. Namun kali ini Kerajaan Esfort adalah korbannya, serta Republik Ilstein adalah pelaku utama, maka yang lebih tepat adalah delegasi Republik Ilstein lah yang datang ke Kerajaan Esfort.

Sesungguhnya cerita menggantung itu adalah karya penulis…Hahaha

Dan dua minggu kemudian, seorang delegasi dari Republik Ilstein datang bernegosiasi.

Cain sebagai pihak yang terlibat juga diberikan hak berbicara, namun ketika melihat sosok Cain, delegasi itu gemetaran.

Bagi Republik Ilstein, meskipun posisi senat nya sudah dicabut, mantan senatnya ini melakukan penyerangan dengan berkomplot dengan Dark Guild. Terlebih sasaran penyerangan itu adalah Puteri Raja dan Puteri Duke, serta seorang Puteri Kaisar Vysus. Mereka sadar ini bisa dianggap sebagai pernyataan perang kepada dua negara bersar, Kerajaan Esfort dan Kekaisaran Vysus.

Tak peduli  semustahil apapun bayarannya, Delegasi dari Republik Ilstein itu tak akan bisa menolak. Jika dia menolak, itu hanya akan berujung pada peperangan.

Negosiasi antara kedua belah pihak itu pun berllangsung selama berminggu-minggu. Dan ketika negosiasi itu berakhir, ditentukan biaya kompensasi yang besar serta pembagian wilayah.

Meskipun begitu, bagi Republik Ilstein itu masih lebih baik ketimbang memulai perang. Karena terlalu besarnya kompensasi tersebut, maka itu tidak dapat dibayarkan secara langsung. Kompensasi itu akan dibayarkan kepada Kerajaan Esfort dalam jangka waktu selama 10 tahun. Meskipun jumlah ini sudah dicicil, itu masih merupakan jumlah yang berat bagi Republik Ilstein.

Duke Eric pun nampaknya terlihat puas. Sedangkan delegasi itu kembali ke wilayahnya dengan wajah yang frustasi.

Kemudian, para bangsawan di seluruh kerajaan dikumpulkan untuk menjelaskan masalah ini dan menata ulang para bangsawam diseluruh kerajaan  Esfort.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

8 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 29”

  1. Hogaku says:

    Lanjut min

  2. art says:

    aggghhh gagal first komen
    yah sudah lah masih ada lain waktu

    semangat selalu min

  3. Yusuf says:

    Yosshhhhhaaaaaaaaa

  4. Zen says:

    Mantap Min

  5. lizbeth chaaawwnnn says:

    klo dipikir ni kerajaan Esford kejam jg… padahal biang keladinya si Cardino dari Esford…. Malah sepertinya semua kesalahan dilimpah kan ke Negara Ilsten…Sudah dapat duit dari kasus Cain, eh dpt lg konpensasi ganti rugi duit dan wilayah,,,, Gila ampe sebuah negara nyicil 10 thn,,, Gila bgt itu duitnya

  6. Febriyadi says:

    Nice min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *