~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 3 di Kurozuku.

22 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Kita putar waktunya sedikit.

Lula mengunjungi ruang kerja Cain dengan membawa kertas besar di tangannya.

“Cain-sama, tolong lihat ini!! Aku sudah melakukan usahaku yang terbaik!!”

Ia pun mengarahkan pandangannya pada kertas yang dibawa oleh Lula dengan penuh kebanggaan itu.

Di sana tergambar rencana pembangunan seluruh kota. Bangunan-bangunan tertata dengan rapi, dan di berbagai tempat terlihat adanya taman. Sungguh sebuah karya yang membuat Cain tanpa sengaja menyuarakan kekagumannya.

Seluruh distrik komersial terbagi dengan baik dan bahkan di sana tergambar lokasi-lokasi untuk sebuah Mall yang bahkan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Daerah pemukiman penduduk juga terbagi menjadi beberapa wilayah, hanya membayangkan ini saja sudah membuat Cain tersenyum puas.

“Ini adalah rencana pembangunan kota idaman saya… Bahkan saat di jepang saya selalu memimpikan kota seperti ini…Mari kita wujudkan ini!!”

Meskipun Cain merasa terkesan dengan Lula yang menjelaskan ini dengan penuh semangat, namun Cain masih menganggap ini terlalu berlebihan.

Bahkan jika memang ingin mewujudkan sesuai dengan rencna ini, dibutuhkan dana yang sangan luar biasa besarnya. Bahkan saat ini mereka kekurangan tenaga kerja.

“Aku yakin itu akan baik-baik saja!! Dengan adanya energi sihir Cain-sama yang tidak terbatas!! Kita hanya akan menyerahkan bagian interiornya kepada orang lain, jadi itu tidak akan terlalu mahal… Lagipula penduduk akan terus bertambah, jadi pendapatan pajak akan bertambah juga!! “

Bukanya ku tak Ingin, tapi tak ku temukan ilustrasinya dimana pun hiks hiks……

“Oke! Mari kita lakukan!!”

“Terima kasih!”

Jika memikirkan masa depan, ini pasti adalah hal yang bagus bagi kota ini. Setelah itu mereka pun berusaha membujuk Alex, dan akhirnya rencana itu pun berhasil ditetapkan.

Namun, rencana yang harusnya berjalan untuk beberapa tahun itu, berkat perpaduan mengerikan antara Cain dan Lula, mereka berhasil menyelesaikannya dalam waku beberapa bulan saja.

Untuk meyakinkan penduduk kota, mereka menyerahkan seluruh urusan kepada Alex untuk menjelaskan bahwa itu akan menjadi komplek perumahan atau pertokoan yang lebih baik daripada sekarang, dan mereka pun menerima itu.

Bahkan sejak kota itu masih banyak petualang, mereka pada dasarnya dipimpin oleh Rixets sebagai ketua guild, dan tidak banyak menentang keputusannnya.

Namun setelah kota itu semakin lebar, tepat di bagian tengahnya terdapat sebuah lahan luas yang kosong.

“Lula, Lahan ini untuk apa???”

Mendengar pertanyaan dari Cain, Lula pun tersenyum lebar, seolah-olah dia sudah ‘menunggu’-nya.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Kita akan bangun Istana disini!! Istana milik Cain-sama!! Karena dimasa depan Cain-sama akan menikahi tuan puteri, saya rasa ini perlu!!”

 

“…Istana??”

“Ya, Istana. Memangnya apalagi?? Jika kita membangun Istananya duluan nanti bisa ada keluhan dari para penduduk… maka dari itu saya memprioritaskan membangun kota terlebih dahulu…”

Selanjutnya Lula menjelaskan tentang Istana seperti apa yang ingin ia bangun.

“Sepertinya memang Istana ala Eropa adalah yang terbaik… Saya pernah melihatnya sekali ketika bertamasya ke luar negeri… dan itu sangat membuat saya terkesan.”

Mendengar penjelasan dari Lula, gambaran itu semakin  jelas di benak Cain.

(Kalau untuk Istana mungkin akan bisa jika menggunakan [World Dictionary] ya… Kita sudah terlanjur…)

Dan kemudian berkat Energi sihir Cain dan kemauan Lula yang tak terbatas dan tak bisa menahan diri ini berhasil menciptakan sebuah Istana.

 Mereka hanya membuat kerangka luarnya saja, sedangkan untuk bagian Interior mereka memutuskan untuk mempekerjakan orang lain.

Tentu saja setelah ini mereka berdua mendapatkan ceramah dari Alex yang sempat terpaku menatap Istana di hadapannya.

◇◇◇◇

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Cain-sama… Bukankah kamu diminta ayah untuk menahan diri??”

Mendengar pertanyaan itu, Cain hanya bisa menggaruk pipinya dan tetap melihat kebawah.

“Yah… Aku terlalu asyik… jadi keterusan…”

“Tidak ada orang di dunia ini yang membangun sebuah Istana karena keterusan!!”

“Sudah-sudah Teles…  jangan marah-marah begitu… Jika kita menikah, kita akan tinggal di sini, jadi tidak apa-apa kan??”

Mendengar perkataan Silk, ekspresi marah Telsetia tiba-tiba berubah. Wajahnya menjadi merah karena tersipu malu. Mungkin ia mulai membayangkan hari-harinya saat tinggal di Istana ini nantinya.

“Ehem… mohon maaf…”

Alex yang berbaris di depan istana itu mulai berbicara.

“Selamat datang di Drintle… Namaku adalah Alex von Silford… Hari ini kami telah menyiapkan kamar untuk kalian semua di mansion ini… Meskipun ini hanyalah satu malam, silahkan nikmati waktu kalian…”

Alex memberikan sambutan. Lalu para siswa, guru serta para pengawal yang tadi terpaku itu pun tersadar. Lalu para siswa perempuan mulai tersipu malu melihat sosok Alex.

“Silahkan sebelah sini”

Para ksatria dan petualang yang mengawal kereta diberikan penginapan terpisah, jadi mereka berpisah di sana.

Tentu saja Claude sempat memberikan komentar, ‘Cain, apa kau berniat membangun sebuah negara??’, namun segera ditepuk oleh Rina.

Para guru dan murid dipandu oleh para pelayan untuk masuk ke dalam mansion. Di aula, terdapat pilar-pilar, dan seluruh bagian langit-langitnya berhiaskan lukisan. Para siswa menyuarakan kekaguman mereka melihat fenomena yang baru pertama kali mereka lihat ini.

Komen dong, apa iklan nya masih ada konten dewasa???

Cain mengikuti Sylvia sambil terus merasakan tatapan tajam dari ketiga orang itu.

Saya datang ke mansion ini untuk membantu, tapi saya sangat terkejut melihat istana ini…”

(Jangan sebut ini Istana!!! Semakin mencurigakan bukan…)

Sambil tersenyum pahit, Cain mengantar mereka bertiga ke kamar masing-masing.

“Untuk Cain-sama kamar yang di dalam… sedangkan anda semua di sebelah sini…”

Sylvia pun mengantar mereka ke beberapa kamar yang kosong.

“Kalau ini kamar apa??”

Telestia bertanya tentang sebuah kamar yang membuat ia penasaran, lalu Sylvia pun menjawab sambil tersenyum.

“Kamar ini…. Adalah kamar untuk istri Cain-sama… jadi tidak boleh ada yang tinggal di sini sebelum saatnya tiba…”

“?! ……Sampai menyiapkan kamar untuk kita…. Aku ingin melihatnya…”

“Tuan Puteri dan nona Silk akan menikah dengan Cain-sama di masa depan, jadi saya rasa tidak apa-apa untuk mengintipnya sebentar… Apa anda mau?? tapi tentu saja anda belum boleh tinggal di sana…”

“Aku ingin melihatnya!!”

Jangan lupa untuk komen ya…

Mereka pun menyetujui perkataan Sylvia.

Sylvia pun membuka kunci ruangan terebut, dan memandu mereka untuk masuk ke dalam. Di kamar itu terdapat sebuah tempat tidur besar, meja rias, dan bahkan sofa. Setiap ruangan memiliki toilet dan wastafel, dan mereka bertiga pun  menatap sekeliling ruangan itu dengan mata berbinar.

“Wow! Kamar yang begitu mewah… Ufufu”

“Terima kasih, Cain-kun! Aku ingin segera menikah dengannya!!!”

Mereka berdua terlihat sangat bahagia, namun sementara itu, ada seseorang di antara mereka yang menggigit bibirnya.

(Curang!!! Padahal aku lebih dulu bertemu dengan Cain-sama!! Baru kali ini aku merasa membenci keturunan Vysus…)

Meskipun ia berusaha tidak menampakkannya, Liltana merasa iri dengan mereka. Tak ada satupun yang memperhatikan hal ini, dan Sylvia pun melanjutkan memandu mereka.

“Ini adalah kamar untuk istrinya, sementara kamar untuk Cain-sama ada di bagian dalam…”

“Aku juga ingin melihatnya!!”

Sylvia melirik ke arah Cain. Cain yang tidak lagi berdaya itu pun hanya mengangguk.

Ketika ia membuka pintu ganda itu, terlihat sebuah ruangan yang didesain cocok untuk pertemuan, dengan meja kerja yang tertata, dan di bagian paling dalam, ada sebuah tempat tidur berukuran super besar.

Kalau bisa Di share juga ya…

Mungkin itu cukup untuk memuat 10 orang tidur di sana. Cain sempat berpikir ini berlebihan, namun Lula pun meyakinkan dengan mengatakan ini adalah hal wajar.

Memang tempat tidur itu sangat nyaman, namun akan terasa sepi jika dia tidur sendirian di tempat sebesar itu.

“…He-hebat.. Mungkin… Ini lebih besar dari punya ayah…”

“Di sini… di masa depan…”

Pipi mereka pun menjadi semakin merah setelah membayangkan masa depan di dalam pikiran mereka. Dan Liltana pun memberikan komentar yang tak terduga.

“Cain-sama… kamar untuk istrimu cukup banyak ya…”

Mendengar itu, ekspresi Telestia dan Silk menjadi  berubah, dan membuat khayalan mereka buyar. Mereka berdua mulai menghitung jumlah pintu yang berbaris di koridor.

Di kedua sisi koridor itu ada sekitar 10 kamar. Lalu tatapan mereka terpusat kepada Cain.

“Cain-sama… Jangan-jangan…. Kamu berencana membuat sebanyak ini…”

“Cain-kun… kurasa 10 orang itu terlalu banyak…”

Mereka berdua menatap Cain dengan tatapan dingin.

“Mungkin saja aku–“

Liltana bergumam sendirian dan tersenyum di belakang mereka.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

19 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 3”

  1. Roxy says:

    First ainggg

  2. Firman says:

    Lanjutkan min, penasaran bet
    Mau baca di web sebelah tapi translate nya pada gk jelas padahal udh jauh
    Mudahan Mimin bisa update Langsung banyak chapter per hari???
    #Sehat selalu min

  3. Firman says:

    Lanjutkan min, penasaran bet
    Mau baca di web sebelah tapi translate nya pada gk jelas padahal udh jauh
    Mudahan Mimin bisa update Langsung banyak chapter per hari???
    #Sehat selalu min

  4. psp06 says:

    Yah klar, ditunggu lanjutannya min

  5. Dg_Sean says:

    Mantaabbb, monggo di lanjut minn. The Best lah pokoknya

  6. Killua says:

    Iklan dewasa udah gak ada lagi
    Dan untuk ilustrasi kalau mau yah tinggal cari sendiri kayak gua

  7. Dg_Sean says:

    Anjayy kebanyakan istri nih Cain. Amin aja dahh.. Wkwkw

  8. Yomu says:

    Lanjutkan min, gw selalu mendukung lu!!

  9. MoltoUltra says:

    Bukan gedung putih ya,,

  10. Hogaku says:

    Lanjut min

  11. Nana says:

    Lanjutkan terus

  12. Reyvan says:

    Ngak usah berlebihan min… 1 chapter per hari udah cukup takutnya min overworked

  13. Zen says:

    Thanks Min……
    Mantaplah Kangb Translatenya……
    Semangat Min….
    Jaga Kesehatannya…..

  14. Lord umai says:

    Thanks untuk bab nya min?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *