Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 6
~~

Selamat Membaca….

“… Benarkah itu? Saya turut prihatin…”

“Ini sungguh menyedihkan… Mohon maafkan saya padahal kerajaan sudah menitipkan kota ini kepada saya… “

Viscount Bard membungkuk ringan.

“Tidak… kurasa ini sudah diatur dengan cukup baik… aku tidak terlalu mengerti soal pemerintahan, tapi aku yakin itu bukanlah sesuatu yang mudah…”

“Begitulah.. kami perlu melakukan berbagai hal…”

“Karena aku mempedulikan kota ni… jadi bisa baik baik saja…”

Marquis Cordino menanggapi pernyataan Viscount Bard, dan mereka berdua pun menyeringai.

Lalu acara makan malam pun selesai, dan mereka kembali ke kamar masing-masing.

Di ruang tamu, Marquis Cordino dan Viscount Bard duduk berhadapan dengan menggenggam segelas anggur.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Terus, Persiapannya tidak ada masalah kan??”

“Ya… aku sudah mengumpulkan sejumlah orang… dan juga sudah memberikan penjelasan…Tapi… apa anda yakin ingin melakukannya??”

“Tentu saja… Gara gara bocah Silford itu kau pikir seberapa banyak aku sudah menderita…. Baik Yang mulia, perdana menteri, Duke, semuanya memihak bocah itu terus…”

Karena perbuatan Cain yang menghancurkan Dark Guild di ibukota, dia sudah kehilangan keuntungan dari perdagangan manusia. Selain itu dia juga memiliki hutang yang harus dubayarkan kepada kerajaan, serta biaya perbaikan rumah nya.

Para bagsawan fraksi pendukungnya pun juga mengalami nasib yang serupa. Karena perkembangan kota Drintle membuat populasi di kota mereka perlahan terus menurun dan tak dapa mereka kendalikan. Pendapatan pajak mereka pun berkurang, ini juga menyebabkan uang yang masuk ke kantong Marquis Cordino juga berkurang.

Meskipun ia adalah Marquis yang merupakan banhsawan kelas atas, adanya sosok Silford yang merusak kantongnya ini benar benar membuatnya terganggu. Sampai saat ini ia telah mencoba berbagai cara, namun semuanya gagal. Dan kini kesabarannya telah mencapai batas, dan ia berencara sungguh-sungguh untuk melenyapkan nya.

Marquis Cordino mencicipi anggur di tangannya, dan tersenyum puas dengan rencana yang telah ia susun.

◇◇◇◇

Melihat statistik Klik iklan membuatku bersemangat!!!

Para siswa menaiki kereta dan bersiap meninggalkan kota Terenza.

Setelah ini mereka rencananya akan tiba di perbatasan setelah tiga hari perjalanan dan kemudian memasuki wilayah Republik Ilstein.

Tempat pertama yang akan mereka tuju adalah sebuah kota yang terkenal dengan perdagangannya. Dikota inilah kegiatan Ekspor impor dari Kerajaan Esfort serta Kekaisaran Vysus dilakukan. Rombongan pun dapat dengan aman sampai diperbatasan, dan dalam tiga hari kemudian mereka tiba di kota Gazal, wilayah Republik Ilsteiin.

Kereta milik para guru yang beraada paling depan melakukan proses administrasi sdangkan para siswa menunggunya. Kemudian sebelum jam makan malam, mereka sudah tiba di penginapan.

“Mulai besok, selama dua hari kita akan melakukan study tour disini… jadi setelah makan silahkan tidur lebih cepat… Besok juga akan dilakukan pesta bersama dengan para siswa di negeri ini…”

Para siswa itu pun menuruti perkataan guru dan mereka dibimbing ke kamar yang telah disiapkan. Karena ini berada di luar negeri, maka semakin tidak ada perbedaan status antara bangsawan dan rakyat biasa, mereka pun mendapatkan satu kamar berdua.

Setelah mereka selesai makan, para siswa berusaha tidur secepat mungkin untuk menyambut kegiatan esok hari.

Cain merasa belum mengantuk, namun ia tak bisa sendirian keluar dari penginapan, jadi ia menyerah dan berusaha untuk tidur.

Keesokan hari.

Sejak pagi sekali mereka berkeliling di sekitar pasar. Banyak produk-produk dari berbagai negara berjjejer di toko-toko. Sambil melihat-lihat barang langka mereka berjalan menysuri kota dan kemudian tiba di Akademi Gilgad yang merupakan tujuan kunjungan mereka.

Di akademi itu rencananya akan diadakan kelas belajar bersama. Mereka pun dipandu menuju ke sebuah ruang kelas. Kelas itu berkapasitas sekitar lima puluh orang dan ada sekitar dua puluh kursi kosong di salah satu sudut.

Ada sekitar 30 orang siswa disana, terdiri atas pria dan wanita dalam jumlah seimbang. Cain dan teman-temannya pun duduk ditempat yang telah disediakan.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Oh … ada banyak wanita cantik loh….”

“Orang itu kereen….”

Terdengar suara-suara seperti itu dari para siswa.

“Sudah-sudah semuanya tenang… Hari ini para siswa dari kerajaan Esfort datang untuk berkunjung.. Apalagi mereka ini merupakan para siswa Kelas S dari akademi Ibukota yang merupakan sekolah terbaik di kerajaan itu.. Pastikan kalian belajar dengan baik dari mereka…”

“Baik!!!”

“Kalau begitu mari kita mulai pelajarannya…”

Isi pelajaran itu hampir tidak ada perbedaan nya dengan yang telah dipelajari di kerajaan, namun sesekali ada sudut pandang Republik Ilstein di dalamnya.

Setiap kota memiliki hak otonomi masing-masing. Meskipun mereka saling bekerja sama sesama warga negara, namun dalam beberapa hal mereka mereka bertanggung jawab sendiri untuk mengelola aspek yang menguntungkan bagi kota.

Negara ini memiliki sistem parlementer dimana ada perwakilan senat di setiap kota, dan ketua diantara mereka menjalan kan pemerintahan.

Gazal yang berada di selatan berperan dalam perdagangan. Reform di utara berperan untuk menyediakan pasukan. Balzana  di timur membuat berbagai kerajinan. Dan Tireze di bagian barat berperan sebagai pertanian. Sedangkan Tanvare di tengah merupakan kota pusat Parlemen.

Republik Isltein ini tidak memiliki tentara lain selain pasukan prajurit penjaga, dan seluruhnya di hasilkan di Reform. Masing-masing kota memberikan dana kepada Reform lalu mereka memberikan pasukan.

Kurang lebih seperti itu lah hubungan dalam negeri mereka.

“——Kalau begitu, Kelas hari ini berakhir…Selanjutnya akan diadakan pesta penyambutan, jadi silahkan semua siswa berpindah ke aula…”

Stay Tune ya!! Hari ini akan ada Update lagi…

Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi dan guru menjelaskan agenda kedepannya. Cain dan murid-murid lain dipandu oleh para guru menuju kesebuah aula besar. Ukurannya sebesar ruangan olahraaga, dan sudah ada puluhan orang siswa di dalamnya.

Ada banyak meja yang telah diatur dengan desain Standing party. Cain dan teman temannya pun dibagi kedalam empat kelompok dan menuju meja masing masing.

Tentu saja Cain bersama dengan Telestia, Silk dan Liltana. Para siswa yang tadi berada dikelas pun juga ikut terbagi dalam beberapa kelompok. Lalu minumn pun dibagikan.

Setelah persiapan selesai, seorang pria dewasa maju dan naik keatas panggung.

“Selamat datang, para siswa dari Kerajaan Esfort. Aku Barga Randem, kepala sekolah disini… Aku yakin kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh kemari, namun kami sudah menyiapkan acara ini untuk menyambut kalian… Aku harap  para siswa dari kedua sekolah ini bisa saling berinteraksi dengan baik.. Kalau begitu, mari bersulang!!!”

“Bersulang!!”

Para siswa mengangkat gelas logam mereka dan kemudian bersulang saling menyentuhkan gelas mereka dengan teman satu meja.

“Cain, sandwich ini juga enak…”

Dan para puteri itu pun sedikit demi sedikit mencicipi makanan yang tersedia. Cain pun mengambil beberapa dan mulai menyantapnya.

“Hmm, ini enak”

Selagi mereka berbincang, tatapan dari semua orang terpusat pada Cain. Segera para siswa itu berkumpul mengitari meja Cain. Kemudian salah satu siswa yang tampak menawan diantara mereka maju dan berbicara. Dengan rambut merahnya dia tersenyum dan berlagak keren.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Permisi nona-nona yang cantik… aku adalah putera pertama seorang senat dikota disini, namaku adalah Ralph Bantega, boleh aku tahu nama anda sekalian??”

Tatapan mata mereka itu tidak terpusat kepada Cain, melainkan kepada Telestia yang berada satu meja dengan nya.

(Memang sih.. jika melihat Telestia dan kelompoknya itu memang cantik semua…)

Cain pun tersenyum melihat lebih dari dua puluh orang siswa mengelilingi mereka.

“Namaku adalah Telestia Terra Esfort…”

“Silk von Santana”

“Liltana van Vysus…”

Ketika mereka bertiga memperkenalkan diri, terdengar suara sorakan dari para siswa.

“Oi.. oi… ternyaata Puteri raja dan Puteri kaisar ya… apalagi Santana itu kan nama keluarga Duke.. “

“Serius tuh… Bukankah itu semua bagaikan permata…?”

Terdengar komentar semacam itu dari para siswa.

“Oooh..  ternyata anda adalah tuan puteri raja dan Puteri kaisar serta Puteri Duke ya… Jika berkenan, mari kita berbincang lagi nanti…”

Ralph mengatakan itu dengan penuh percaya diri, namun Telestia mengelengkan kepalanya.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Mohon maaf, kami akan meninggalkan kota ini besok…”

“Baiklah… kalau begitu aku akan menghubungi anda nanti, maukah anda menerima suratku…?”

“… Maaf, tapi aku sudah punya tunangan…”

“Ya, aku juga sudah punya tunangan…”

Ralph sedikit terkejut dengan jawaban Telestia dan Silk itu, namun ia tidak nampak akan menyerah.

“Orang seperti apa tunangan anda itu?? Apa jangan-jangan… itu adalah pernikahan politik??”

Melihat Ralph yang tidak kunjung menyerah, Telestia dan Silk pun berdiri di kedua sisi Cain dan merangkul kedua tangannya.

Cain pun terkejut dan mengatakan ‘Eh??’ namun itu sudah terlambat.

“Cain-sama ini adalah tunangan ku…”

“Ya… Karena Cain-kun adalah tunanganku juga.. jadi maaf ya…”

Tatapan kecemburuan para siswa pun terpusat kepada Cain.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 6 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

18 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 6”

  1. psp06 says:

    Thanks min. Lanjut trs

  2. Firman says:

    Mantap min??
    Di tunggu lanjutannya

  3. Art says:

    Mantap min trimakasih men tl nya

  4. Its-a-me says:

    Emang bocil susah bet dah kalau dikasih tau

  5. Komentator says:

    Liltana doang yang nggak ngasih beban ke cain wkwkwk

  6. Human says:

    Mantap. Lanjut min

  7. MoltoUltra says:

    Uwo,,

  8. Nana says:

    Lanjutkan

  9. Zoldycx says:

    Lanjut

  10. Deju says:

    3 ch lgi please min…??

  11. Deku says:

    Sesuatu bgt situs web sini

  12. Robby says:

    LANAJUTKANNN LAGIII MIN

  13. Hogaku says:

    Lanjut min

  14. Siotong says:

    Nanggung :3

  15. Yusuf says:

    Lnjutkan min

  16. Shiput says:

    Ayo gaes kita bantu donasi biar mimin makin semangat update nya.

  17. Zen says:

    Hmmm Enaknya Di Apain Tuh Bocah Ban**at itu ya….
    Beraninya Godain Tunangannya Cain…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *