~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 7 di Kurozuku.

24 Jun 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

 

Diterpa tatapan kecemburuan oleh para pria disekitarnya membuat Cain merasa tidak nyaman.

“Ka-kalian berdua?? Apa ja-jangan-jangan Puteri Liltana juga?? “

Mendengar pertanyaan itu, dalam diam pipi Liltana mulai memerah dan kemudian melirik kearah Cain.

“Apaa???”

“Tiga gadis cantik sekaligus…”

“Benar-benar  tidak bisa dimaafkan…”

“Terkutuk!!”

“Gua sumpahin jadi botak lu! Sial!!”

Cain diterpa komentar pedas para laki-laki itu. Sementara itu, Ralph pun maju dan berdiri dihadapan Cain.

“Jika kau berkenan, boleh aku tahu namamu?”

“Aku Cain, Cain von Silford…”

Meskipun Cain menggunakan seragamnya, gerakannya sangat sopan khas bangsawan. Namun, Ralph nampaknya bukan sosok yang dapat menyerah begitu saja.

“Begitu ya… aku mengerti.”

Meskipun terlihat agak kesal, Ralph pun pergi dan membaur besama para murid lainnya. Entah mungkin karena telah menyerah, para murid lain pun ikut bubar ke meja masing-masing.

Cain dan kelompoknya itu pun merasa lega, dan mulai melanjutkan menyantap makanan. Namun kali ini, Cain lah yang menjadi target.

“Ano.. Apa kamu keberatan untuk berbicara dengan kami sebentar???”

Ketika Cain berbalik, terlihat lima orang gadis gadis berseragam sekolah kota Gazal berkumpul dihadapannya. Di Republik Ilstein adalah negara yang memperbolehkan sistem poligami. Ralph mungkin mundur setelah mengetahui bahwa mereka adalah tunangannya, namun tidak begitu dengan para gadis.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

 

Dapat bertunangan dengan seorang tuan puteri dan puteri duke pasti pria itu adalah keluarga bangsawan kelas atas di kerajaan Esfort, begitulah asumsi yang langsung mereka dapatkan. Mereka menganggap jika saja mereka bisa membuatnya tertarik bahkan sebagai sampingan, mereka merasa masa depan mereka akan terjamin.

“Eh?? Dengan ku??”

Mereka pun mengangguk. Meskipun mereka adalah gadis yang cantik, namun tak ada dari mereka agn sebanding dengan Telestia dan teman-temannya ini.

Secara refleks Cain menjawab dengan, ‘boleh kok’, namun seketika ia merasakan haawa membunuh di belakang punggungnya. Dan ketika ia berbalik, ada sososk Telestia dan Silk dengan wajah yang tersenyum, namun mata mereka sama sekali tidak menunjukan senyuman.

Cain langsung memiliki firasat buruk dan segera kembali berbalik, dan kemudian memperbaiki jawabannya sambil memperhatikan kedua orang di belakangnya.

“Jika boleh… Mari kita berbicara bersama… Kurasa Teles dan Silk juga ingin mengobrol dengan teman-teman…”

Itu adalah dalih terbaik yang dapat Cain keluarkan. Para gadis itu mungkin merasa mendapat kesempatan langka untuk mengobrol dengan Puteri kerajaan dan Puteri kaisar, jadi mereka menyetujuinya. Dengan gembira mereka mengangguk dan kemudian mengelilingi meja yang sama dan mulai berbincang.

Terimakasih kepada para pejuang iklan!!!

Setelah acara penyambutan selesai, Cain dan rombongannya pun bubar dan mendapatkan jam bebas sore ini.

Telestia dan teman temannya pergi berbelanja, dan Cain sempat ingin menemani mereka.

“Terkadang kami ingin bertiga saja… Etto… Ah! Kami ingin membeli barang yang tidak boleh Cain-kun lihat!! Bukan cuma pakaian… Etto… “

“Itu benar … Ini benar-benar memalukan…”

Gazal adalah kota perdagangan, dan merupakan pusat ekspor dan impor negeri ini. Diantara toko-toko yang mereka lihat dalam perjalanan menuju akadami pasti ada barang yang menarik perhatian mereka.

“Baiklah.. Aku mengerti… Kalau begitu aku akan melihat-lihat kota sebentar…”

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Cain pun meninggalkan penginapan dan berjalan-jalan menyusuri kota. Dia melihat-lihat toserba, namun kebanyakan disana adalah kerajinan biasa dari kota Balzana dan negara-negara tetangga.

“Oh, disini ada Reversi juga…”

Ketika Cain menggumamkan itu, terdengar salah satu orang toko menyapanya dari belakang.

“Oh, produk itu namanya Reversi, sebuah produk permainan yang didapat dari Kerajaan Esfort… Ingin membeli satu??”

Tentu saja Cain tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya lah penemu mainan ini, jadi dia hanya tersenyum pahit dan mengggelengkan kepalanya.

Ia pun meninggaljan toko itu dan lanjut menyusuri kota. Namun tiba-tiba ia merasakan sebuah tatapan kearahnya.

(Hm?? Sepertinya aku diikuti ya…)

Ia pun berhenti dan melihat kebelakang, namun tatapan yang ia rasakan itu pun segera buyar.

(Ah sudahlah….)

Cain pun nlanjut berjalan menyusuri jalan. Dan ia pun menemukan sebuah lambang yang akrab di pikirannya. Itu adalah lambang perisai dengan pedang yang salng bersilang milik guild petualang.

(Kira-kira Quest macam apa ya yang mereka punya…. Yah tentu saja aku tidak bisa mengambil quest disini kan..)

Ketika ia membuka pintu dan masuk kedalam, ia merasakan seluruh perhatian terpusat kepadanya. Namun pandangan itu segera bubar. Mungkin mereka kehilangan minat setelah mengetahui yang masuk hanyalah pemuda berseragan sekolah.

Iapun melihat-lihat papan quest. Disana ada quest pembasmian monster, pencarian bahan tertentu, namun sepertinya memang quest untuk pengawalan yang paling banyak. Jika itu hanya kekota terdekat, bahkan peringkat rendah pun dapat menerimanya. Jika tempat itu berbahaya, maka hanya peringkat C dan diatasnya yang dapat mengambil.

 

Semoga nanti malam bisa update lagi…

 

Ketika Cain sedang fokus melihat papan quest, terdengar suara orang dari belakangnya.

“Bocah, ganggu aja, Minggir!!”

Ketika ia berbalik, ia melihat ada empat sosok petualang. Mungkin mereka berusia sekitar akhir 20 tahunan. Dua orang pendekar pedang, satu Thieft, dan satu Penyihir.

“Ah maaf…”

Cain pun dengan lembut menyingkir dan berusaha menghindari para petualang yang sepertnya dalam suasana hati yang buruk. Para petualang itu pun melanjutkan melihat papan quest. Lalu Cain pun segera meninggalkan guild.

(Ternyata memang ada yang mengikuti ya…)

Cain yang merasakan itu pun langsung masuk ke sebuah gang. Ketika Can sedang berjalan di gang itu sambil menggunakan [Search], muncul lima orang pria. Mungkin karena gang ini sering luput dari perhatian, mereka sama sekali tidak berusaha menyembunyikan diri.

“Apa ada perlu???”

Mendengar perkataan Cain, para pria itu terseyum. Mereka pasti adalah petualang. Mereka menggunakan armor kulit dan menggantung pedang mereka di pinggang.

“Yah… kita kebetulan aja lihat anak dengan pakaian yang bagus… jadi ingin meminta uang saku…. Habis anak sekolah sampai masuk kesini sih… yakan??”

“Benar… Kami ini baru saja gagal dalam quest… jadi bisakah kamu berbaik hati sedikit??”

Pria itu menyeringai.

“Kalau begitu bagai mana jika mengambil quest yang lebih cocok untuk kalian?? Kalau kalian melakukan ini mungkin bisa disita kartu guild atau bahkan dipenjara loh? Aku juga petualang, jadi mengerti sedikit tentang itu…”

Jangan lupa untuk komen ya…

Meskipun para petualang itu tampak sedikit kesal, namun mereka pun tertawa terbahak-bahak.

“Kamu juga petualang ya… Yah kalau soal guild itu bisa sedikit diatur…  ya kan?”

Bersamaan dengan perkataan itu, salah seorang pria maju dan berusaha melakukan serangan. Tinju tangan kanannya berusaha mengarah pada Cain, namun cain hanya bergeser selangkah kesamping, dan kemudian menyentuh tangan kiri pria itu dan meembelokkan serangannya kesamping.

Cain yang merasa bosan itu menghela naas panjang.

“Tidak bisa menggunakan kata-kata ya…”

Para pria itu tidak menyangka serangan mereka akan dihindari. Meskipun terkejut, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan mereka. Mereka segera menyebar di sekeliling Cain, dan dua dari mereka mulai mengeluarkan pedang mereka.

“Ah… Kalau sampai mengeluarkan pedang udah pasti selesai loh? Lagipula jadi tidak bisa mengelak lagi…”

Saat petualang mengeluarkan pedang mereka, itu berarti mereka siap untuk saling membunuh. Memang itu tidak tertulis dalam aturan formal, namun itu hanyalah sebuah kebiasaan diantara para petualang.

Mungkin dari sudut pandang mereka bisa saja hanya untuk ancaman, namun itu tidak bisa mengelak bahwa mereka telah mengeluarkan pedang.

“Hm.. Gak bakal dibunuh kok… Paing satu tangan kita ambil…”

Mungkin bagi kelima orang petuaang itu, ini hanyaah sebuah permainan. Mereka sama sekai tidak menyadari bahwa sosok anak laki-laki dihadapan mereka ini adalah monster.

Dalam sekejap Cain maju dan memukul perut, dan kemudian salah seeorang dianara mereka pingsan.  Sedangkan seorang lagi mendapatkan tendangan di lututnya kemudian tulangnya patah.

Dua orang yang tadi mengeluarkan pedang mereka pun telah gugur dari medan tempur.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Tinggal tiga lagi ya?”

Mendengar perkataan Cain ini, ketiga pria itu terbengong menyaksikan kejadian yang tak terduga ini. Mereka mungkin bermaksud bermain-main sedikit, namun mereka malah menginjak ekor harimau. Tidak, mungkin lebih tepatnya adalah ekor naga.

“―― Gagal ya… Kuharap aku tidak pernah mengambil quest bodoh ini…”

Seorang pria yang tampaknya adalah pemimpin mereka menghela nafas dan kemudian mengambil pedangnya. Namun Cain tidak melewatkan kata-kata yang baru saja ia ucapkan.

“Quest?? Menyerangku?? Kalau begitu aku malah semakin ingin mendengar tentang ini lebih rinci…”

Cain mengatakan itu sambil menyebarkan aura membunuh ke sekelilingnya dan mereka pun mulai gemetaran.

“Mo-monster ya… Sial…”

Hanya kata-kata itu yang tersisa, dan dalam beberapa detik kemudian, kesadaran mereka pun diburu oleh Cain.

Cain menatap kearah lima orang pria yang telah pingsan itu dan mulai kebingungan apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia bisa saja megikat mereka lalu membawa mereka ke guild. Namun jika begitu, meskipun itu dekat, itu akan menjadi sangat mencolok.

Saat ia sedang memikirkan itu, muncul empat orang lagi di gang itu.

“Ohh… Aku datang karena ada hawa membunuh, ternyata ada yang seru ya…Loh?? Kamukan bocah yang tadi di guild??”

Sosok yang muncul itu adalah keempat petualang yang menyuruh Cain menyingkir di guild.

Terimakasih telah mampir…

 

 

 

Comments

13 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 7”

  1. Komentator says:

    Akhirnya ffirst

  2. Yusuf says:

    Ahhh gw gak sabar berikutnyaaaaa

  3. Firmansyah says:

    Lanjut min

  4. Crystal says:

    Lanjut hari ini dong min,penasaran ni??

  5. Reyvan says:

    LANJUUTT MIINNN GASS TEROOSSS…. tapi jangan lupa istirahat hehe…

  6. Paxcul says:

    Mantap min semnagat terus min

  7. Hogaku says:

    Di tunggu selanjutan nya sambil baca novel Solo Levelling?

  8. Secret says:

    Semangat bang nanti malem update lagiiiii

    Semangaaaat….

Leave a Reply to Hogaku Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *