Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 9
~~

Selamat Membaca….

Cain tak dapat menyembunyikan tanda keterkejutan diwajahnya melihat perubahan drastis dari sikap Neil dan kelompoknya.

“Claude-san… Apa kamu mengenal Neil-san dan kelompoknya ini??”

Mendengar pertanyaan dari Cain, Claude terlihat sedang mengenang masa lalu, sedangkan Neil dan kelompoknya terlihat tersipu malu.

“Berapa tahun yang lalu ya…. Kurasa itu ketika pertama kalinya aku datang kekota ini untuk melakukan pengawalan?? Rina Milly dan Nina digoda oleh orang-orang ini, dan kemudian aku menghajar mereka… Dan sejak saat itu mereka jadi seperti ini..”

“Abang!! Kan jadi malu… cerita-cerita masa lalu begitu… Tapi aku benar-benar terkejut loh ternyata abang kenal dengan Cain… Mungkin Cain terkenal disana ya…”

Kata-kata terakhirnya sangatlah bias. Para annggota lain tidak mengetahui peringkat Cain, jadi mereka berpikir mungkin Neil hanya sedikit berlebihan.

“Cain adalah muridnya Milly dan Nina waktu dia masih kecil… Aku juga baru mengenalnya ketika dia datang ke ibukota… Sebaliknya, kenapa kalian kenal Cain?? Apa kalian mengganggu dia?? Untung saja masih utuh ya…”

 Melihat Claude yang tertawa terbahak-bahak itu mereka hanya tersenyum pahit.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……
Maaf telat!! Hari ini langsung dua ya!!

“Tidak, tidak, ada petualang yang menyerang Cain di gang, eh malah jadi dibantai… dan kami hanya membantu dia mengangkut mereka ke guild…”

“…Menyerang Cain ya… Ada juga ya orang bodoh seperti itu… aku cuma bisa mengatakan turut berduka cita deh…”

“Itu benar… Lebih baik berurusan dengan Earth dragon daripada melawannya…”

Mendengar perkataan Rina, Milly dan Nina pun mengangguk seolah menyetujui pendapatnya. Neil melirik kearah Cain lalu menelan ludah. Sedangkan Rigg dan yang lainnya yang tidak mengerti pembicaraan ini hanya bisa terheran-heran.

“Jadi… bagaimana nasib para penyerang itu?? Jika mereka berani menyerang anak ini mereka pasti mendapatkan hukuman yan setimpal kan??”

Neil pun menjawab pertanyaan Calude.

“Untuk penyerangan di dalam kota, akan ditarik kartu guildnya dan mungkin akan dikirim menjadi budak… Namun…”

“Masalahnya mereka mengatakan ini adalah sebuah quest… jadi Guild akan menyelidiki siapa yang mengorder mereka…”

Mendengar penjelasan itu, Claude dan kelompoknya mengerut kan wajahnya.

“Menyerang Cain untuk sebuah quest?? Memangnya Client itu ingin menghancurkan kota ini apa ya… Atau jangan-jangan dia mau memicu perang??”

“Claude-san!! Kamu terlalu berlebihan…. Aku kan tidak akan melakukan hal seperti itu…”

Cain segera menyangkal perkataan Claude. Namun tatapan Rigg dan yang lainnya terpusat pada Cain. Rigg yang tidak mengetahui identitas Cain ini merasa bingung bagaimana bisa hanya dengan menyerang Cain sama dengan menghancurkan kota atau memicu peperangan.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Claude, Kamu berlebihan… memang dia bisa menghancurkan kota ini sekaligus.. tapi Cain itu bukan anak seperti itu…”

“Benar juga ya…”

Mendengar percakapan antara Claude dan Rina, Milly dan Nina hanya mengangguk-angguk saja. Namun Neil dan kawan-kawannya tampak sangat terkejut. Mereka seolah mengatakan, Bukannya tidak bisa, tapi hanya tidak ingin saja. Itu artinya kekuatannya cukup untuk melakukan itu.

(Memang sih… dengan satu sihir saja aku bisa menghancurkan kota ini… tapi kan…)

“Yah sudahlah… tidak ada habisnya jika kita membicarakan ini terus… tapi Cain, sebentar lagi kan jam makan malam. Apa kamu boleh tidak makan di penginapan??”

Mendengar tu, Cain terlihat terkejut dan seolah baru teringat sesuatu yang penting. Mereka memang mendapat waktu bebas disore hari, namun itu hanya sampai jam makan malam.

“Ah!! Kalau begitu aku langsung kembali ke penginapan!! Tolong nanti bayar pakai ini…”

Cain pun segera berdiri kemudian meninggalkan satu koin emas di meja dan kemudian pergi setelah berpamitan.

“Uhh seperti yang diharapkan dari Cain… Petualang Peringkat S memang kaya…”

Mendengar perkataan ini, Rigg dan yang lainnya terkejut. Hanya Neil saja yang tampak tidak terlalu kaget, mungkin karena dia sudah mengetahui hal ini.

Kalau chapter 10 tidak ada, harap refresh 15 menit kemudian…

“…Abang… Tadi abang bilang peringkat S???”

Rigg pun berusaha untuk bertanya.

“Loh?? Bukannya kalian sudah tahu karena melihat kartu guild nya??”

“Tidak… Aku tahu karena aku bersamanya, namun aku tidak memberitahukan mereka…”

Neil mengatakan itu kepada Claude sambil berbisik. Namun Rigg dan yang lainnya yang mendengar hal itu langsung kaku. Mereka memahami tentang perbedaan kekuatan berdasarkan peringkat di guild. Mereka sendiri adalah perigkat B, sangat berbeda jauh dengan Claude yang merupakan peringkat A. Apalagi dengan peringkat S yang merupakan sebuah kelas bencana yang mungkin jumlah nya di setiap negara dapat dihitung dengan jari sebelah tangan.

Mereka tampak tak dapat mempercayai bahwa seorang anak yang tampak belum dewasa yang sejak tadi berada dihadapan mereka itu adalah seorang petualang peringkat S. Mereka pun mulai membayangkan bagai mana jika mereka berada di posisi para penyerang itu…

“Sudah sudah… kita akhiri pembicaraan ini.. Cain juga sudah pergi…”

“…Iya juga ya… Bagaimana kabar kalian??”

Mendengar perkataan Rina, Calude berusaha mengganti topik pembicaraan. Dari sudut pandang Rina, meskipun Cain adalah kenalannya, Cain tetaplah seorang Earl Kerajaan Esfort yang merupakan bangsawan kelas atas. Memeperhatikan alur pembicaran barusan, nampaknya Cain tidak terlalu membicarakan tentang dirinya kepada mereka.

Meskipun jika melihat dari kepribadiannya, dia tidak akan menjatuhkan hukuman makar terhadap apapun yang akan mereka katakan, namun Rina masih berpikir perlu untuk mengendalikan ini. Karena Claude selalu asal ceplos sehingga selalu dimarahi Rina. Bahkan terkait pembicraan peringkat S barusan juga demikian.

Apalagi dalam keadaan mabuk, bisa saja mereka benar-benar membicarakan tentang seluruh identitas Cain. Jadi Rina merasa harus menghentikan pembicaraan itu. Dan kemudian acara minum di bar itu pun berlanjut meskipun Cain sudah tidak ada.

◇◇◇◇

Jangan lupa untuk komen ya…

Cain berhasil tiba tepat waktu sebelum makan malam, dan ia pun berbincang dengan Telestia dan yang lainya.

Mereka bertiga tampak sangat bahagia setelah berbelanja. Sepertinya kota yang merupakan pusat perdagangan yang memiliki banyak barang-barang unik dari berbagai negara ini sangat menggoda bagi para perempuan yang mulai dewasa seperti mereka.

Setelah selesai makan malam, Cain dan rombongannya mendengarkan penjelasan agenda esok hari dari para guru dan kemudian kembali ke kamar masing-masing.

Lalu, tak lama kemudian Cain mendapatkan sebuah panggilan dari guru.

“Cain… orang-orang dari guild datang kemari… katanya kalau bisa kamu ikut dengan mereka… Apa yang terjadi??”

“…Tidak ada hal penting… Aku ini seorang petualang, dan peringkat ku seperti itu.. jadi mungkin mereka hanya punya beberapa hal yang ingin dibicarakan…”

“Begitu ya… Besok pagi-pagi kita akan berangkat meninggalkan kota ini… Jadi cepatlah pulang…”

“Baik…”

Guru itu juga mengetahui bahwa Cain adalah seorang petualang peringkat S. Ketika seorang petualang peringkat tinggi datang kesebuah daaerah, pasti guild disana akan berusaha untuk menahannya agar mau menetap di tempat mereka. Namun Cain adalah seorang bangsawan kerajaan Esfort. Dia mengerti bahwa dia tidak bisa berpindah kenegara lain, namun dia juga tidak dapat menolak permintaan Guild begitu saja. Jadi dia bersedia memenuhi panggilan mereka.

Ia pergi menuju guild bersama Caela sang resepsionis yang datang menjemput.

“Cain-sama… mohon maaf… sebenarnya kami langsung mengetahui siapa orang yang telah menyuruh Banza-san melakukan penyerangan…”

Caela yang tampak menyesal itu menjelaskan sambil berjalan menuju guild. Pasti ada banyak hal yang terjadi. Setelah berjalan kaki selama 15 menit mereka pun tiba di guild. Caela pun memandu Cain menuju ke sebuah ruangan khusus yang tampak agak mewah.

Kalau bisa Di share juga ya…

“Silahkan tunggu disini… saya akan segera memanggil beliau…”

Beberapa menit setelah Caela pergi, pintu pun terbuka. Dan sosok yang masuk adalah Fort sang wakil ketua guild, bersama seorang pria berusia 40an dengan perawakan yang ideal dan didampingi dengan dua orang pengawalnya.

Kedua orang itu duduk dihadapan Cain sedangkan kedua pengawal itu berdiri dibelakang mereka.

“Cain-dono, aku minta maaf karena memanggilmu di jam seperti ini…”

Fort pun membungkuk ringan.

“Jadi… Bagaimana?? Ini tentang kejadian tadi siang kan?? “

“Ya.. memang begitu tapi…”

Fort tampak seperti sulit menjelaskannya kemudian dia melirik kearah pria yang duduk disebelahnya itu.

“Aku adalah perwaklan senat dari kota ini, namauku Marf Bantega… Aku ingin para petualang yang ada di tahanan itu segera dibebaskan… Intinya.. aku ingin kalian menganggap ini tidak pernah terjadi…”

“…Hah?”

Secara refleks Cain meyuarakan keterkejutannya mendegar pernyataan tak terduga dari Marf.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 9 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

6 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 5 Chapter 9”

  1. Siotong says:

    Akhirnya… Thx min

  2. Hogaku says:

    Lanjut min

  3. Firmansyah says:

    Up lanjut

  4. Keita shaleh says:

    Lanjut min kayak nya itu bekingan/kenalan si merquis deh mangkannya dia agak ngeselin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *