Vol.06 - Ch.15 ~ Penyelesaian

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 15 di Kurozuku.

7 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca....

Orang orang yang terkejut melihat pertempuran di sekitar podium itu kembali terkejut melihat Logsia bangkit dan berdiri.

Denis menusuk dadanya dihadapan mereka semua. Wajar jika dia akan mati seketika. Namun, meskipun pakaiannya tersobek, tidak terlihat luka ditubuhnya.

Logsia sekilas melirik kearah Lizabeth, dan mereka berdua pun saling mengangguk. Lalu Logsia pun berdiri di podium.

“Semuanya, maaf membuat kalian khawatir, aku telah selamat berkat Tuan Cain…. Aku tidak pernah menyangka bahwa ketiga raja iblis ini akan merencanakan peperangan…. Yah, mungkin aku tahu, tapi aku bertindak seolah tidak memperdulikannya… namun,berkat kejadian kali ini kalian semua pasti paham kan,  tuan Cain adalah sosok manusia yang dapat dipercaya…. Aku akan menjalin persahabatan dengan nya, bukan sebagai wakil kekaisaran ini, namun secara personal…”

Semuanya pun bersorak mendengar pekataan Logsia. Cain pun ikut tersenyum ketika melihat sorakan ini, dan ketika ia melirik kearah Lizabeth, mereka berdua pun mengangguk.

Lalu rasa iblis August yang tidak menerima ini pun langsung menelan pecahan dewa jahat yang ukurannya terlihat lebih besar daripada yang telah ditelan kedua raja iblis sebelumnya.

“…Aku tidak menerima ini!!! Aku lah yang akan menguasai seluruh ras iblis!! Ughu… Guaaaaaaaaaaaaa~!!”

August berteriak keras, dan tumbuhnya membengkak hingga pembuluh darahnya terlihat. Secara bertahap otot-otot ditubuhnya membesar dan Seto dihempaskan dalam satu ayunan.

“Gha—”

Seto terpental dengan keras, dan August yang telah menjadi ebih besar itu perlahan bangkit.

“Uhahahahahahahaha! Ini dia!! Inilah yang namanya kekuatan!! Kekuatan adalah simbol raja iblis!! Bukan diturunkan dengan keturunan!! Akulah yang akan menguasai semuanya—”

Tiba-tiba mata August memutih dan kehilangan kesadarannya. Namun dalam beberapa detika kamudian, sosok bermata putih itu tiba-tiba tersenyum.

“Ah ah pingsan ya…. Yah tidak apa-apa, aku jadi lebih bebas… Hm? Kamu…. Ah sudah lama ya…. Apa kamu masih menjadi utusan kakek-kakek itu???”

Suara Augsut berubah menjadi berbeda dengan yang sebelumnya. Dari tubuh setinggi tiga meter itu, terdengar suara seperti seorang pemuda. Dan suara itu adalah suara yang familiar dan sangat tidak ingin didengar telingan Cain.

―――― Suara itu sama dengan yang muncul pada kasus Cordino.

“…Jangan-jangan… Aaron??”

Mendengar perkataan itu tubuh August bergetar dan tertawa.

“Hahaha meskipun aku terlihat begini, aku masih dewa loh…”

Namun, baik Logsia maupun Lizabeth hanya terpana mendengar percakapan mereka berdua. Sosok yang seharus nya ia kenal sebagai August ternyata disebut Aaron, dan dia menyebut dirinya dewa.

Para Iblis juga mengenal sosok dewa, namun mereka cenderung lebih menghhormati keluarga kekaisaran dibandingkan dewa. Dan sebagai keluarga kekaisaran, mereka mengetahui soal dewa.

“…Tidak kusangka… Dewa akan turun….”

Mendengar Logsia mengatakan itu, Cain pun menggelengkan kepalanya.

“Aaron memang dulunya adalah dewa permainan, namun saat ini…. Dia tidak lebih dari Dewa Jahat…”

“De-dewa Jahat???”

Cain mengangguk untuk mengkonfirmasi pertanyaan Logsia. Lalu ia mengeluarkan pedangnya dari [Item Box] dan kembali menghadap kearah August.

“Mengarahkan pedang padaku ya?? Meskipun aku masih belum bisa bergerak dengan sepenhnya bebas, aku masih cukup kuat loh…”

Aaron yang berada di tubuh August itu memberikan jawaban. Dia pun mengangkat tangannya, dan seketika muncuk sebuah kepulan kabut hitam. Kemudian kepulan kabut itu perlahan berubah bentuk menjadi pedang.

Pedang itu dipenuhi oleh aura hitam yang membara, dan Cain membuat kerutan diwajahya melihat pedang ini.

“Kalian berdua, segera menjauh dari tempat ini… Seto tolong lindungi mereka untuk mengungsi…. Dan juga, suruh para penonton untuk lari…”

Ketiganya mengangguk dan mematuhi perkataan Cain dan mereka pun turun dari panggung. Seto pun berteriak dan memerintahkan semua orang untuk lari menjauh. Suara itu pun sampai kepada penonton, dan mereka mulai bertebaran untuk melarikan diri.

Sementara itu, Cain dan August tidak bergerak dan hanya saling menatap.

Setelah beberapa menit kemudian, sudah tak terasa lagi ada kehadiran orang lain disana. Cain pun menyiapkan pedangnya dan mulai mengarahkannya kepada August.

Dia pun menggunakan Boost dan dalam sekejap ia maju kearah August dan menebaskan pedangnya. Namun August dapat menerimanya dengan mudah. Sambil tetap menjaga jarak, mereka berdua berhenti bergerak.

“Hmm. Sepertinya memang kuat ya… Layak sebagai utusan dewa… Tapi kalau Cuma segini belum bisa mengalahkan ku loh…”

Setelah pedangnya di tepis, Cain sedikit terlempar. Ia pun mendarat dengan baik, Namun ia pun tersenyum pahit menghadapi kenyataan kali ini ia bertemu dengan musuh yang jauh lebih kuat dari yang pernah ia laawan sebelumnya.

Meskipun Cain sudah mengalirkan energi sihir lebih banyak dari biasanya, lawannya sama sekali tidak bergeming dan malah menangkis pedangnya, sungguh layak disebut dewa.

Meskipun mereka sempat saling beradu pukulan, namun kekuataan penghancurnya cukup besar hingga membuat bangunan disekitar runtuh hanya karena hempasan anginnya saja.

“…Bahkan ini juga tidak bisa ya… Kuat sekali ya…”

Cain pun kembali mengarahkan pedangnya dan mengalirkan energi sihirnya, dan maju menebasnya. Namun tebasan pedangnya berkali-kali ditepis dengan mudahnya.

Saat Cain mengambil jarak sebentar, tiba-tiba tubuh August itu bergumam.

“Ah… Kehabisan waktu ya…. Apaboleh buat… Mari kita bertemu lagi lain kali… Wahai utusan Dewa Pencipta….”

Seketika pedang yang mengeluarkan aura mengerikan ditangan August menghilang. Dan bersamaan dengan itu aura yang mengintimidasi darinya itu menghilang, dan August menatap Cain dengan kebingungan.

“… Apa? Aku… kenapa???”

Cain pun merasa lega setelah melihat August itu berdiri disana dan kebingungan kenapa dia ada disana.

“Tidak sadar ya rupanya…. Kalau begitu kebetulan….”

Dalam sekejap Cain berpindah kebelakang August dan seketika memberikan pukulan ke lehernya sehingga dia pingsan. Setelah menjadi tidak sadar, August pun langsung terjatuh.

“…Layak disebut dewa… Kuat sekali…”

Cain bergumam sambil menatap August yang pingsan.

Terimakasih telah mampir...

Comments

18 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 15”

  1. Dg_Sean says:

    Ayoo min up lagiii nanti yuya datang loh

  2. Kazen says:

    Gantung mulu ah

  3. Yusuf says:

    Kenapa gak dimatiin sii

  4. psp06 says:

    Yah… hbsnya gantung euy, terpaksa nunggu bsk krn dh 2 chapter hari ini

  5. Ardian-kun says:

    Gg parah cuk si aaron ternyata,, jadi gk sabar liat se epic apa final fightnya ntar?
    Btw… Si aaron ngapa gk serius bwt nyikat cain dri awal anjir, kehabisan waktu kan jadinya:v

  6. Keita says:

    Lanjut min tapi kurang greget dih blom full power mereka berdua

  7. Deku says:

    Min ktanya hari ini bkal nebus keterlambatan kemaren

  8. Zen says:

    Lanjut Min…
    Mantap…

  9. Hogaku says:

    Lanjut min

  10. Asparagus boy says:

    Semangat Terus Min

  11. PK says:

    Hooooo

    #Terimakasih KuroMage-sensei, semoga sehat selalu 🙏

Leave a Reply to KuroMage Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *