Vol.06 - Ch.18 ~ Rencana Lizabeth

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 18 di Kurozuku.

8 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca....

Setelah melewati ucapan terimakasih secara formal, Cain pun kembali ke kamar tamu.

“Dengan ini tugasku selesai ya… Meskipun ini singkat sepertinya banyak yang terjadi ya…”

Ia membuat tiga raja iblis tidak dapat berbuat apa-apa, bahkan dua diantaranya telah ia bunuh. Walau pun ini karena mereka melakukan pemberontakan, kenyataan ini tida berubah. Bukan hanya banyk yang terjadi, namun ini juga termasuk berlebihan. Namun pada dasarnya dia tidak lebih dari mengutamakan nyawa kedua keluarga Kekaisaran itu.

Justru berkat usahanya melindungi mereka berdua dari pemberontakan para raja iblis, Cain mendapatkan sambutan yang meriah dari para warga ras iblis.

Ia pun beristirahat dengan tenang dikamarnya. Lalu keesokan harinya, Cain dipandu oleh seorang pelayan yang datang memanggilnya menuju ke ruang pertemuan tempat ia melakukan pertemuan kemarin. Diruangan itu, Logsia dan Lizabeth sudah duduk berdampingan.

“Maaf membuat kalian menunggu, ada apa??”

Ia pun duduk disofa dan emnanyakan alasannya dipanggil ke ruangan ini, dan Logsia pun tersenyum.

“Pertama-tama aku ingin mengatakan bahwa telah resmi ditetapkan ras iblis dan ras manusia akan membentuk aliansi… dan bersamaan itu aku ingin mendirikan kedutaan di Kerajaan Esfort…. Hal ini diperlukan untuk mempermudah komunikasi antar dua negara…”

Cain mengangguk karena memang dia mengetahui soal pentingnya kedutaan ini. Liltana juga belajar diluar negeri dari Kekaisaran Vysus dan memmiliki mansion di Distrik Bangsasan, jadi itu tidak aneh.

Selain itu, manusia iblis tingkat tinggi dapat menggunakan sihir transfer, jadi meskipun mereka ada di negara lain, mereka akan bisa kembali dalam sekejap, maka itu bukan masalah.

“Kurasa aku tidak masalah dengan itu… Namun terkait tempatnya akan ditetapkan setelah aku kembali ke kerajaan ku…”

“Tidak apa-apa… Kalau begitu soal dutanya….”

Logsia melirik kearah Lizabeth dengan gugup.

“Tentu saja aku yang akan jadi duta nya…. Lagipula tidak mungkin peran ini diserahkan pada orang lain kan??”

Lizabeth mengatakan itu dengan penuh senyum diwajahnya.

“Beginilah dia tidak mau dengar…. Temtu saja aku berencana untuk mengirimkan beberapa orang… Pertama-tama mungkin perlu dilakukan pengaturan di kerajaan sana kan? Jadi bisakah kemu membawa Liza untuk menjadi penghubung kita?”

Meskipun berat, Cain pun menerimanya, karena ia tidak bisa menolak Logsia yang telah membungkuk memohon dihadapannya.

Setelah pemilihan duta itu selesai, Cain memutuskan untuk membawanya ke Kerajaan Esfort sekali menggunakan sihir Transfer dan berpindah menuju ke Mansion miliknya. Dan setelah itu Cain memutuskan untuk kembali ke kerajaannya terlebih dahulu.

“Apa persiapannya sudah selesai??”

Cain menerima surat dari Logsia dan kemudian memasukan barang bawaan Lizabeth kedalam [Item Box] dan berpindah kembali ke Kerajaan Esfort.

Cain berencana membawa Lizabeth menuju Istana dan membuat jadwal pertemuan istana.

“Kalau begitu, kakak, aku pergi dulu…”

Cain pun menggenggam tangan Lizabeth dan mulai melapalkan sihir Transfer. Setelah Cain dan Lizabeth menghilang dari tempat itu, Logsia pun duduk disofa.

“Pilihan Liza… Serius ya…”

Logsia menggumamkan itu diruangan yang hanya ada dirinya sendiri.

◇◇◇◇

Cain yang sudah lama tidak kembali kemansionnya ini meminta Lizabeth duduk di sofa ruang tamu, dan ia pun meninggalkan ruangan.

Mansion di ibukota ini sudah diserahkan kepada Collin dan Sylvia. Dan juga Darmeshia akan kemari saat ada waktu untuk memberikan saran, jadi Cain tidak terlalu khawatir.

Cain pun menyusuri koridor menuju ruangan Collin.

Ia pun mengetuk pintu, dan ketika mendapat jawaban dari dalam dia pun membuka pintu itu.

“Cain-sama , selamat datang.. maaf saya tidak menyambut anda…”

“Tidak apa-apa… Lagipula aku kembali menggunakan sihir transfer… Daripada itu, aku punya permintaan…”

Cain pun menjelaskan kepada Collin bahwa ia telah berhasil membentuk aliansi dengan Kekaisaran Iblis dan saat ini ia ingin melaporkan kepada Istana bahwa mereka ingin membuat kedutaan di Ibukota kerajaan.

“Kalau begitu saya akan segera ke Istana dan menanyakannya… Setelah kembali saya akan memberitahu anda… sementara itu silahkan bersantai dahulu, saya juga akan mengatur persiapan makanan untuk anda…”

“Ya tolong ya…”

Collin pun menyelesaikan pengecekan dokumen dan segera keluar dari ruangan untuk menuju ke Istana. Sedangkan Cain kembali ke kamarnya.

Acara Audiensi pun diadakan tiga hari kemudian.

Jika itu hanya pertemuan dengan Cain, maka itu bisa dilakukan sesegara mungkin. Namun pertemuan kali ini melibatkan ras iblis selaku utusan dari negara lain, maka perlu dilakukan pemberitahuan kepada bangsawan yang ada di Ibukota. Hal ini lah yang menyebabkan butuh beberapa hari untuk melakukan semua persiapan.

Cain sebagai Margrave juga mendapatkan surat undangan resmi, dan memutuskan untuk hadir. Pada awalnya sempat ada undangan hiburan untuk Lizabeth selama tiga hari sebelum Audiensi, namun ia menolaknya dan mengatakan lebih nyaman berada di mansion Cain.

“Ternyata memang berada disini adalah yang terbaik!!”

Cain dan Lizabeth telah berpindah ke Drintle menggunakan sihir. Saat ini Lizabeth sedang bersantai di ruang kerja Cain, bukan kamarnya sendiri.

“Apa memang disini lebih baik ya, Kamu kan sudah dapat kamar di Istana juga…”

“Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan Cain daripada suasana ketat di Istana…. Lagipula makanan disini enak sih…”

Selama Cain tidak ada di Drintle, Lizabeth berjalan jalan kota dan jajan berbagai makanan. Untuk berjaga-jaga, Cain memerintahkan Darmeshia untuk mengikutinya dan memberikan laporan saat malam, namun sepertinya dia belum membuat masalah.

“Setelah pertemuan berakhir nanti kamu akan dapat mansion sendiri dan kamu juga harus melakukan tugasmu sebagai duta ya…”

Meskipun awalnya ia menyipitkan mata dan seolah ia sangat tidak suka setelah mendengar kata ‘tugas’, namun ia memiliki sebuah tugas penting menadi jembatan perdamaian antara ras iblis dan manusia. Dan Lizabeth paham tugas itu bukan main-main. Namun Lizabeth belum memberitahukan hal yang terpenting kepada Cain.

Meskipun berkali-kali ia mendapatkan pertanyaan dari Logsia, namun dia sama sekali tidak goyah.

“Aku sangat menantikan Pertemuan ini….”

Lizabeth bergumam sambil melihat kearah Cain yang berada disampingnya.

Terimakasih telah mampir...

Comments

18 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 18”

  1. Art says:

    Aduh telat -_- jadi lah yang me dua
    Semangat selalu min

  2. Zen says:

    Tanda Tanda Mau Tambah Harem…

  3. Jooooo says:

    Nitip

  4. Jooooo says:

    Nitip wkwoankasbakan

  5. Yusuf says:

    Pasti ini kyk si saint itu… pernyataan saat pidato kyk pengumuman

  6. Zirco says:

    Bau bau nambah harem nih

  7. Pindah role jadi assassin says:

    Nice lah ditunggu updatenya lagi

  8. Bashir says:

    Lanjutkan min

  9. Hogaku says:

    Lanjut min

  10. Dg_Sean says:

    Njirr, kayaknya mau ngelamak Cain nih?!

  11. Keita shaleh says:

    Hore prosesi lamaran

  12. Ardian-kun says:

    Thnks min..semangat tross..
    Ntar up lgi gk min???

  13. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min…………. Ditunggu kelanjutannya

  14. PK says:

    Hoooo

    #Terimakasih KuroMage-sensei, semoga sehat selalu 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *