Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 6
~~

Selamat Membaca….

Para rombongan bangsawan pun menaiki kereta dan kembali ke istana dengan penuh keheningan. Mereka kembali berbaris di ruang pertemuan, dan Seto pun duduk di singgasana Raja Iblis miliknya, sedangkan Cain dan Lizabeth duduk di kedua sisinya.

“———Jadi apa masih ada yang ingin menentang ini??”

Suara Seto menggema di seluruh aula. Namun tak satupun suara yang muncul menentangnya. Mereka semua mengerti bahwa dengan kekuatan Cain yang berada di sebelah Seto itu, jika dia serius maka kerajaan ini bisa langsung hancur.

Tak ada yang dapat menolak pendapat Seto untuk menjalin persahabatan dengan Cain.

“Kalau tidak ada pendapat lagi, maka aku akan melanjutkan untuk memutuskan menentang perang… Disini ada Lizabeth-sama… dan tentunya juga Cain-dono…”

Para bangsanwan itu pun segera membungkuk.

“Tuan Puteri Lizabeth, Kerajaan kami telah bersatu dan mendukung Tuan Puteri…”

“Terima kasih, Seto-dono.. karena telah bersedia mengikuti keinginanku… yah… jika saja sampai ada pengkhianat, mungkin wilaayah mereka akan menjadi seperti pulau tadi…”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……
Terimakasih kepada para donatur!!!

Para bangsawan yang hadir itu pun gemetaran mendengar Lizabeth mengatakan itu sambil tertawa.

Sebenarnya diantara mereka ada juga bangsawan yang sering berinteraksi dengan kerajaan lain. Dan ada juga yang bekerja sama dengan kelompok pendukung perang.

Namun ketika memikirkan bahwa kota mereka akan diserang oleh Cain yang merupakan aliansi Seto, maka mereka tak berani untuk berbicara.  Sebesar itu lah dampak sihir itu.

Cain juga merasa sedikit puas karena sudah berhasil menembakan sihir kelas kaisar.

(Aku tidak menayngka akan sekuat itu…. Kurasa itu bisa menghancurkan kota…. Apa sih yang dipikirkan Yuuya-san…)

“Kalau begitu silahkan bubar… Para menteri utama tetap di tempat dan kita akan mengadakan rapat…”

Setelah mendengar itu, Seto dan yang lainnya pun meninggalkan ruangan dan kemudian para hadirin pun bubar. Tak ada satupun dari mereka yang dapat melupakan kejadian luar biasa yang baru saja mereka saksikan, bahkan tak ada yang berani membicarakannya.

“Sahabat Raja Iblis Seto bahkan tidak akan kalah Jika melawan semua Kerajaan Iblis…”

Para bangsawan itu pun bergegas untuk pulang dan akhirnya mereka mengerti bahwa yang dikatakan Lizabeth adalah nyata.

◇◇◇◇

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Udara di dalam ruang rapat itu terasa sangat berat. Berbeda dengan Seto yang tampak ceria, para menteri utama itu tampak tak bisa mengeluh setelah mereka menyaksikan sendiri kemampuan Cain. Dan mereka secara resmi telah menentang peperangan.

Hal ini akan diumumkan kepada publik esok hari, dan pada hari itu pula Cain, Seto dan Lizabeth akan mengunjungi Kekaisaran. Setelah pertemuan itu para menteri utama segera pergi untuk segera mempersiapkan pengumuman itu. Hanya tersisa mereka bertiga di dalam ruangan itu.

“Terima kasih, Seto. Dengan ini aku harap perang dapat di cegah… “

“Tapi fraski penentang perang masih lah sedikit…. Tidak akan berguna jika kita tidak membujuk Kekaisaran untuk menghentikan niat berperang….”

Bahkan jika Kerajaan Seto mendeklarasikan menentang perang itu tidak lebih dari memposisikan diri sebagai penentang kekaisaran. Jika pihak pendukung perang semakin banyak, ada kemungkinan pendapat mereka dapat terlibas habis. Namun Seto percaya bahwa dengan adanya Lizabeth maka dia tidak akan kalah.

Setinggi itu lah popularitas Lizabeth di negeri para iblis ini. Itu sebabnya ketika mereka mendengar bahwa Lizabeth telah dijadikan budak mereka tanpa pikir panjang ingin mengajukan berperang.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Kita tinggal hancurkan saja kota-kota yang mendukung perang.. atau malah sekalian saja kita hancurkan istana Kekaisaran…?”

Lizabeth mengatakan itu dengan senyuman penuh diwajahnya, namun  Cain tidak berniat untuk melakukan peembasmian massal. Jika itu adalah monster mungkin tidak masalah, namun kali ini lawannya adalah ras iblis yang bisa diajak bicara. Selain itu kebanyakan diantara mereka sebenarnya sama sekali tidak perduli dengan perang itu sendiri.

Tidak ada gunanya melakukan pembasmian masal untuk mencegah peperangan.

“Lizabeth… kurasa itu berlebihan… “

“Muuu, Kalau begitu hancurkan saja kakak… Kurasa masalahnya akan selesai….”

Cain dan Seto pun tersenyum pahit mendengar pendapat itu. Lizabeth mengatakan kalau mereka harus menghancurkan Kaisar berikutnya, sang Putera mahkota.

“Kalau begitu pertama-rama kita akan menuju ke ibukota kekaisaran besok.. Cain-sama tolong ya…”

Seto pun membungkuk. Melihat Seto yang memperlakukan nya sebagai teman ketika ada orang lain kini kembali memperlakukannya sebagai atasannya ketika sedang bertiga, ia pun segera melambaikan tangannya dan memerintahkan Seto mengangkat wajahnya.

“Aku juga tidak ingin terjadi peeprangan, jadi aku akan bekerja sama dengan mu… karena raja sudah menyerahkan masalah ini padaku…”

Pertemuan itu pun selesai, dan ketika Cain sedang bersantai di kamar tamu, tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Ketika ia memberikan izin, maka masuk lah Lizabeth kedalam kamarnya.

Sesungguhnya cerita menggantung itu adalah karya penulis…Hahaha

“Maaf ya malam-malam begini… apa aku bisa berkonsultasi sebentar??”

“Ah… aku masih belum mengantuk kok… Silahkan saja…”

Cain pun bangkit dari tempat tidurnya dan duduk disofa, lalu Lizabeth pun duduk dihadapannya.

“Jadi… Tentang apa??”

“Itu…. Aku… memutuskan akan menjadi kaisar selanjutnya…. Awalnya aku berniat menyerahkan posisi itu pada kakak bodohku itu dan bersantai…. Tapi sepertinya tidak bisa begitu ya… jadi…”

Lizabeth terlihat berat untuk mengucapkan, lalu wajahnya perlahan mulai memerah. Ia menatap Cain seolah ingin megatakan sesuatu namun kembali menatap kebawah.

“Hm? Lizabeth ada apa??”

Mendengar pertanyaan dari Cain, Lizabeth pun mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke mata Cain. Dimata itu terlihat penuh dengan tekad. Cain pun terpesona seolah akan terbawa kedalam mata itu.

“Jika— Jika saja aku menjadi kaisar nanti…. Sebagai tanda aliansi dengan ras manusia———”

Lizabeth berhenti, dan mengepalkan kedua tangannya diatas lututnya.

———

———

“Mau kah kamu menikahdenaganku!!”

Pernyataan mengejutkan itu membuat Cain terdiam membeku.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 6 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

20 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 6”

  1. Keita shaleh says:

    Akhir nya first komen lagi

  2. Keita shaleh says:

    Akhir nya di ajak nikah wkwk

  3. Bratte Man says:

    Masih ada 4 slot lagi ya…(istri nya si cain maksudnya)

  4. Hogaku says:

    Up…
    Lanjut min

  5. psp06 says:

    Dr smua calon, lom ad yg cain duluan yg ngajak nikah, smuanya cewek duluan yg ngajak

  6. Zen says:

    Yeeeeaaaahhhh…..
    New Heroine…..

  7. Secret says:

    Hari ini masih update kan bang ?

  8. Dg_Sean says:

    Mantaaabbbbb. Terima aja lahhh

  9. Yusuf says:

    Lanjut… sbnr nya klo anime dragonball ceritanya sedikit dirubah begini… jdi bukan soal kekuatan saja tp politik dan intrik sedikit dan ringan seperti ini pasti tambah keren… tp yahhh terlalu mainstream cerita dragonball jdi maless…

  10. Arif P says:

    Ngomong2 petnya cain kok jarang muncul ya ?

  11. lizbeth chaaawwnnn says:

    ahh llizabet… langsung KISS aj np….klo perlu perkosa saj cainnya…..kelamaan ni Iblis… Iblis kok baik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *