~

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 9 di Kurozuku.

5 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Mungkin karena sudah diberitahukan sebelumnya, kereta terus masuk tanpa berhenti dahulu di gerbang masuk. Terlihat banyak penduduk Kekaisaran yang berbaris di kedua sisi jalan.

Mungkin mereka sudah tahu tentang kembalinya puteri mereka. Terdengar suara sabutan meriah dari seluruh penjuru kota. Para prajurit berusaha mengatur penduduk sehingga kereta dapat berjalan menyusuri keramaian ini.

“Sambutan yang meriah ya….”

“Umm… mungkin karena aku terlalu lama meninggalkan tempat ini… aku jadi malu kalau sampai semeriah ini…”

Meskipun Lizabeth mengatakan itu dengan senyuman pahit diwajahnya, ia tetap melambaikan tangannya kearah para penduduk kota dan kemudian ia mengintip sedikit dari jendela kecil.

Terbawa akan suasana ini, Cain pun ikut melambaikan tangannua keluar jendela. Ia tidak pernah berpikiran bahwa ini adalah penyambutan untuk dirinya, hanya saja agak aneh baginya untuk tidak melakukan apa-apa saat ia berada satu kereta dengan Lizabeth.

Kereta terus berjalan sambil bermandikan suara-suara sambutan dari para warga. Dan akhirnya kereta pun memasuki gerbang istana yang ada di tengah kota.

Sosok penjaga yang berdiri di di kedua gerbang juga adalah ras iblis yang juga bertanduk, sungguh ini adalah pertama kalinya ada ras manusia yang memasuki kekaisaran.

Kereta pun berhenti tepat di depan Istana, pintu pun dibuka dan Cain turun dari kereta. Setelah itu ia mengulurkan tangannya kepada Lizabeth, dan ia pun turun dari kereta dengan anggun.

Tatapan yang mereka rasakan adalah tatapan sambutan kepada Lizabeth serta tatapan kebencian kepada Cain yang merupakan ras manusia. Meskipun sedikit, ada juga diantara mereka yang mengarahkan tatapan permusuhan kepada Lizabeth.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

(Ternyata memang banyak hawa permusuhan disini ya… ya apa boleh buat… disini banyak orang yang mendukung perang…)

Cain bisa saja melawan mereka dengan balik mengeluarkan aura membunuh kesegala penjuru, namun ia merasa akan buruk jika sebagai perwakilan Kerajaan Esfort ia langsung menunjukan sikap permusuhan di awal pertemuan. Itu hanya akan memalukan.

Karena dia adalah seorang diplomat, maka dia harus menunjukan sikap yang bersahabat dan sopan, Sang Raja pun juga sudah menekankan soal ini. Meskipun ada juga permintaan mustahil yang mengatakan ‘jika sampai terjadi perang, segera balik keadaannya!’ sebagai tambahan.

Sambil menghadapi tatapan permusuhan dari orang disekitarnya, Cain pun tersenym dan melirik kearah Lizabeth. Seto yang turun paling akhir pun berdiri disamping Lizabeth dan mereka bertiga berjalan maju perlahan. Di pintu masuk Istana, sudah banyak bangsawan dan para pelayan berbaris.

Dan salah satu orang diantara mereka maju. Mengenakan pakaian yang tampak mewah serta memiliki lima tanduk sama saeperti Lizabeth. Cain merasa bahwa mungkin dialah yang disebut Lizabeth kaisar selanjutnya.

“Liza selamat datang…Kamu pulang dengan selamat ya.. aku juga turut bahagia…”

“Kakak, maaf sudah membuatmu khawatir, aku sudah pulang dengan selamat…”

Dengan anggun Lizabeth menarik sedikit roknya dan kemudian membungkuk.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Yahh tidak baik berbicara disini, sepertinya kamu bawa tamu ya… Seto-dono, lama tidak jumpa….”

“Lama tidak berjumpa Putera Mahkota… Saya turut bahagia anda sehat selalu…”

Cain sedikit terkejut melihat sikap Seto yang sangat berbeda, namun ia berusaha tidak menunjukan itu diwajahnya, dan ia mengikuti arahan mereka.

Istana itu dipenuhi dengan dekorasi yang indah dan mewah serta terasa layak menjadi pusat dari semua kerajaan Iblis. Mereka berjalan menyusuri koridor dan menuju kesebuah ruang pertemuan. Cain pun duduk di tempat yang disediakan.

Ia duduk bersebelahan dengan Seto, sedangkan sang Putera Mahkota duduk di dihadapan mereka bersama Lizabeth.

Darmeshia pun berdiri dibelakang Cain.

“Kalau begitu mari kita mulai dengan perkenalan, aku adalah Logsia van Beneshitos, Putera mahkota di Kekaisaran Iblis Beneshitos, Sepertnya Liza sudah banyak merepotkan ya…”

“Senang bertemu denganmu, aku adalah Cain von Silford Drintle, seorang Margrave dari Kerajaan Esfort…”

Logsia taampak sediit terkejt mendengar perkenalan diri dari Cain.

Meskipun ia sudah cukup bertumbuh, namun Cain masih berusia 14 tahun. Wajar saja jika ada orang yang tidak mengenal Cain terkejut ketika mendengar dia adalah seorang Margrave dan menguasai sebuah wilayah.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Bisa menjadi Margrave di usia seperti itu… sepertinya kamu sangat berbakat ya…”

“Benar! Rumah Cain itu jauh lebih nyaman daripada Istana ini!! Masakanya juga enak… kalau bisa aku tidak mau jauh-jauh dari sana…”

Lizabeth segera menimpali jawaban Logsia. Namun Logsia malah mengerutkan dahi setelah mendengar penjelasan Lizabeth itu, dia pun menatap kearah Lizabeth.

“…Jadi selama ini, Liza selalu berada dirumah Margrave Silford??”

“Benar!! Aku diperbudak, dan ketika dalam bahaya aku diselamatkan oleh Cain.. sejak saat itu aku selalu tinggal di rumahnya…”

“………”

Ekspresi wajah Logsia perlahan menjadi semakin gelap.

Dengan kedudukannya sebagai seorang puteri dan belum menikah, akan sangat buruk jika sampai ada yang tahu bahwa dia tinggal bersama dengan seorang pria lajang meskipun mereka masih dibawah umur. Terlebih untuk memperkuat posisinya Logsia bermaksud menjodohkan Lizabeth dengan salah seorang Raja Iblis pendukungnya.

“Liza… Aku berencana untuk menikahkan Liza dengan raja Iblis kenalanku… Meskipun kamu sedang berada dalam perlindungannya, aku bisa kesulitan kalau kamu tinggal bersama dengan seorang pria yang masih lajang…”

“——Aku tidak beniat menikah dengan orang seperti itu!! Aku sudah punya calon sendiri!! Aku akan menikah dengan Cain!! Aku juga sudah———mengajukan pernikahan.”

“Apaa!?”

Sesungguhnya cerita menggantung itu adalah karya penulis…Hahaha

Cain dan Seto terfokus mendengarkan pembicaraan antara Logsia dan Lizabeth. Namun ketika Lizabeth membuat pernyataan mengejutkan, Cain terasa bahunya gemetar, sedangkan Seto segera melirik kearah Cain dengan tatapan curiga.

Kemudian Logsia yang terkejut itu pun menatap kearah Cain.

“Margrave Silord… Apa maksudnya ini??? Tergantung situasinya, mungkin hisupmu saja tidak cukup untuk membayarnya…”

“Meskipun kamu mengatakan begitu… aku masih menunda untuk memberikan jawaban ini…. Kudengar ada kemungkinan para negeri iblis akan berpernag melawan ras manusia, jadi aku ikut Tuan Puteri ini untuk datang kesini dan membujuk agar menghentikan perang itu….”

Cain hanya datang kemari sebagai perwakilan untuk menghentikan peperangan. Ia tidak boleh terbaawa dengan perasaan pribadi. Memang Cain juga merasa bahwa Lizabeth adalah sosok yang cantik dan menarik. Namun, dia sudah memiliki beberapa orang tunangan, bahkan tunangannya adalah seorang puteri raja.

Dia tidak bisa mengabaikan kerajaan dan menambah jumlah tunangan seenaknya.

Seto sendiri sangat mendukung pernikahan itu, namun dia menentang peperangan. Karena dia tahu ras iblis pasti akan kalah jika memutuskan untuk berperang.

——Karena disana ada Cain.

“Yang Mulia Logsia, Kerajaan ku telah setuju untuk membulatkan tekad dan menentang peperangan… Dan selama aku masih bersahabat dengan Margrave Silford, aku memutuskan untuk tidak pernah berperang dengan ras manusia….”

Seto yang sejak tadi diam mulai berbicara kepada Logsia dengan ekspresi wajah serius.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Comments

13 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 6 Chapter 9”

  1. Support says:

    Frist comentt ayeyy

  2. Support says:

    Beri lewat kkwskw

  3. Keita says:

    Hah kurang cepet

  4. Sekarang Jadi Rafaela says:

    Masih nunggu cain ngeluarin kekuatannnya

  5. Komentator says:

    Lizabeth ngeselinnya udah tingkat sss+. Cain yang gampang di bodohi pun jadi korban.

  6. Zen says:

    Lanjut Min

  7. Hogaku says:

    Lanjut min

  8. Yusuf says:

    Bakal panas nii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *