Vol.07 - Ch.11 ~ Kenyataan dibalik Penyerangan

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 11 di Kurozuku.

15 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Cain dan para petualang pun terdiam setelah mendengar perkataan ksatria kuil.

“…Ternyata memang begitu ya….”

Hanya Cain yang mampu menjawab. Para petualang pun terkejut mendengar perkataan Cain dan mereka menatapnya kearahnya.

“Apa maksudnya?”

“Sebenarnya aku mendengar ini dari Bishop-sama didalam kereta… Namun ada beberapa hal yang belum pasti…”

“Kain, bisakah kamu jelaskan?”

“Ya… semua nya sudah tahu kan bahwa dengan adanya pemilihan Pope baru maka para Bishop dari berbagai negara datang ke kuil utama… Nampaknya para Priest yang ada di Marineford ini juga ikut berkumpul…. Dan juga aku dengar korban perampokan kebanyakan adalah orang gereja… jadi darisana…”

Ia pun menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan suara terbanyak akan menjadi Pope. Dengan mengurangi jumlah suara untuk Cardinal yang menjadi saingan nya, maka akan bisa membuat dirinya mendapatkan suara dominan.

Terlebih jika ada yang terlambat atau tidak datang pada hari pemilihan karena ada kecelakaan, maka suara yang mereka bawa tidak valid. Cain pun menjelaskan berbagai alasan lain yang mungkin terkait penyerangan kepada orang-orang gereja.

Kembali mengingat kejadia di masa lalu, ada banyak para perampok yang bahkan masih memiliki kepercayaan dan mereka akan segan menyerang orang yang berhubungan dengan gereja. Namun kali ini mereka terlihat sangat terang-terangan. Dan semua penjelasan Cain ini mengarah pada satu kesimpulan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“… Begitu ya… jadi dalang dibalik semua ini adalah Cardinal kandidat Pope selain Cardinal yang di dukung Bishop-sama ya…?”

Cain pun mengangguk menyetujui kesimpulan kesatria kuil ini.

“Tapi bagaimana cara membedakannya??? Bukankah kita tidak tahu siapa yang ada di kereta dan mendukung Cardinal mana…”

Mendengar pertanyan dari Claude ini semua orang mengangguk seakan mereka sependapat. Memang wajar jika mereka beranggapan begitu.

“———Biar aku yang menjelaskan hal itu…”

Sang Bishop pun tiba-tiba muncul dari belakang para ksatria.

“Pertama, aku minta maaf telah membuat kalian masuk kedalam kekacauan gereja…”

Sang Bishop pun membungkuk sedalam-dalamnya. Tidak hanya para ksatria kuil,  namun Cain dan para petualang terkejut dan panik melihat tindakannya yang sangat tiba-tiba ini.

Seorang Priest memang ada di gereja-gereja yang ada di kota, namun sosok Bishop adalah sosok yang mengawasi gereja-gereja di seluruh kota yang ada di sebuah negeri, dan merupakan orang dengan kekuasaan tertinggi diantara gereja-gereja yang ada di negeri itu. Dan sosok itu menundukan kepalanya di hadapan mereka, wajar mereka terkejut.

“Bishop-sama, tolong angkat kepala anda… kami adalah pengawal dan ini sudah tugas kami….”

Rina mengatakan itu dengan panik.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Terima kasih… kurasa lebih baik jika membicarakan ini kepada kalian semua…. Kakaku, merupakan salah satu Cardinal kandidat Pope…. Kurasa siapapun bisa merasa kan kalau aku mungkin akan memberikan suara pada kakak ku ini…. Terlebih di kereta ini selain ada bendera Marineford juga memiliki lambng kerajaan Esfort, maka orang akan mudah menduga bahwa aku yang menaiki kereta ini…”

“Benar juga… Kurasa tidak ada yang akan mengira jika anda akan memilih orang lain selain kakak anda…”

“Yah.. meskipun kakak ku ini tidak terlalu memperdulikan fraksi dan mungkin dia tidak punya banyak teman… Bahkan jika pemilihan ini berjalan normal dia pasti tidak akan menang… Tapi mungkin mereka ingin mengurangi faktor-faktor yang tidak pasti… jadi mereka merencanakan serangan ini….”

Bahkan sang Bishop merasa tidak yakin. Sang Bishop tidak bisa memaafkan mereka yang memanfaatkan ksatria yang harusnya digunakan sebagai pelindung sesama malah digunakan untuk melakukan penyerangan kepada sesama.

“Meskipun tidak segera, tapi aku akan berusaha memasukan ini untuk dibahas ketika aku sampai di kuil utama nanti….  Aku minta maaf, mungkin ini akan menjadi semakin berbahaya, tapi kumohon lanjutkan pengawalan setidaknya sampai ke Kuil utama…”

Berdasarkan kontrak, pengawalan kali ini termasuk perjalanan menuju ke ibukota, serta perjalanan pulang. Sedangkan Cain berniat melakukan pengawalan dan membuat pertemuan dengan Hinata sang Saint di kuil utama.

Lalu tubuh para perampok itu dimasukan ke magic bag yang dibawa oleh para ksatria. Mereka memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan dan memastikan identitas mereka setibanya di kuil utama. Dan ini pasti akan mengungkapkan Cardinal yang merencanakan serangan ini.

Pada kenyataannya mereka tidak mempunyai bukti apapun, jadi mereka hanya bisa lebih waspada dan mengawasi pergerakan terhadap para kandidat lain.

Cain mulai merasa khawatir masalah apa yang akan terjadi nanti dalam pemilihan Pope kali ini.

Jangan lupa untuk komen ya…

Setelah istirahat sejenak, rombongan kereta ini melanjutkan perjalanan di jalur pegunungan. Sebelum matahari terbenam mereka sampai di tempat yang memungkinan untuk berkemah.

Tempat perkemahan ini dikelilingi oleh pagar di sekitar ruang terbuka di dekat jlan raya dan memiliki sumur di tengahnya. Sudah ada dua rombongan yang berkemah disini, salahsatunya adalah kelompok pedagang, sedangkan satunya nampaknya adalah kelompok orang-orang gereja.

Kereta mereka di berhentikan di tempat yang tidak menggangu, dan petualang mulai mengeluarkan barang-barang dari kereta dan mempersiapkan kemah. Mereka adalah kelompok lain selain party Claude. Mereka melakukan ini karena menilai Claude dan partinya telah berjuang dalam pertempuran.

Cain pun juga mengambil bebeberapa barang yang dibutuhkan dari Item Box miliknya.

“Sepertinya aku tidak bisa mengeluarkan rumah disini ya… padahal itu nyaman buat tidur…”

Sewaktu di Drintle, Cain telah mebuat beberapa rumah di halaman belakang, dan kemudian menyimpannya di dalam Item Box. Saat itu Cain membuat berbagai jenis rumah mulai yang hanya berlantai satu hingga mansion besar. Namun dengan dapat menyimpan sebuah bangunan saja sudah menjadi kasus langka, tentu saja ia tidak bisa mengeluarkannya di tempat ada banyak orang seperti ini.

Terimakasih telah mampir…

Selamat Membaca….

Cain dan para petualang pun terdiam setelah mendengar perkataan ksatria kuil.

“…Ternyata memang begitu ya….”

Hanya Cain yang mampu menjawab. Para petualang pun terkejut mendengar perkataan Cain dan mereka menatapnya kearahnya.

“Apa maksudnya?”

“Sebenarnya aku mendengar ini dari Bishop-sama didalam kereta… Namun ada beberapa hal yang belum pasti…”

“Kain, bisakah kamu jelaskan?”

“Ya… semua nya sudah tahu kan bahwa dengan adanya pemilihan Pope baru maka para Bishop dari berbagai negara datang ke kuil utama… Nampaknya para Priest yang ada di Marineford ini juga ikut berkumpul…. Dan juga aku dengar korban perampokan kebanyakan adalah orang gereja… jadi darisana…”

Ia pun menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan suara terbanyak akan menjadi Pope. Dengan mengurangi jumlah suara untuk Cardinal yang menjadi saingan nya, maka akan bisa membuat dirinya mendapatkan suara dominan.

Terlebih jika ada yang terlambat atau tidak datang pada hari pemilihan karena ada kecelakaan, maka suara yang mereka bawa tidak valid. Cain pun menjelaskan berbagai alasan lain yang mungkin terkait penyerangan kepada orang-orang gereja.

Kembali mengingat kejadia di masa lalu, ada banyak para perampok yang bahkan masih memiliki kepercayaan dan mereka akan segan menyerang orang yang berhubungan dengan gereja. Namun kali ini mereka terlihat sangat terang-terangan. Dan semua penjelasan Cain ini mengarah pada satu kesimpulan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“… Begitu ya… jadi dalang dibalik semua ini adalah Cardinal kandidat Pope selain Cardinal yang di dukung Bishop-sama ya…?”

Cain pun mengangguk menyetujui kesimpulan kesatria kuil ini.

“Tapi bagaimana cara membedakannya??? Bukankah kita tidak tahu siapa yang ada di kereta dan mendukung Cardinal mana…”

Mendengar pertanyan dari Claude ini semua orang mengangguk seakan mereka sependapat. Memang wajar jika mereka beranggapan begitu.

“———Biar aku yang menjelaskan hal itu…”

Sang Bishop pun tiba-tiba muncul dari belakang para ksatria.

“Pertama, aku minta maaf telah membuat kalian masuk kedalam kekacauan gereja…”

Sang Bishop pun membungkuk sedalam-dalamnya. Tidak hanya para ksatria kuil,  namun Cain dan para petualang terkejut dan panik melihat tindakannya yang sangat tiba-tiba ini.

Seorang Priest memang ada di gereja-gereja yang ada di kota, namun sosok Bishop adalah sosok yang mengawasi gereja-gereja di seluruh kota yang ada di sebuah negeri, dan merupakan orang dengan kekuasaan tertinggi diantara gereja-gereja yang ada di negeri itu. Dan sosok itu menundukan kepalanya di hadapan mereka, wajar mereka terkejut.

“Bishop-sama, tolong angkat kepala anda… kami adalah pengawal dan ini sudah tugas kami….”

Rina mengatakan itu dengan panik.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Terima kasih… kurasa lebih baik jika membicarakan ini kepada kalian semua…. Kakaku, merupakan salah satu Cardinal kandidat Pope…. Kurasa siapapun bisa merasa kan kalau aku mungkin akan memberikan suara pada kakak ku ini…. Terlebih di kereta ini selain ada bendera Marineford juga memiliki lambng kerajaan Esfort, maka orang akan mudah menduga bahwa aku yang menaiki kereta ini…”

“Benar juga… Kurasa tidak ada yang akan mengira jika anda akan memilih orang lain selain kakak anda…”

“Yah.. meskipun kakak ku ini tidak terlalu memperdulikan fraksi dan mungkin dia tidak punya banyak teman… Bahkan jika pemilihan ini berjalan normal dia pasti tidak akan menang… Tapi mungkin mereka ingin mengurangi faktor-faktor yang tidak pasti… jadi mereka merencanakan serangan ini….”

Bahkan sang Bishop merasa tidak yakin. Sang Bishop tidak bisa memaafkan mereka yang memanfaatkan ksatria yang harusnya digunakan sebagai pelindung sesama malah digunakan untuk melakukan penyerangan kepada sesama.

“Meskipun tidak segera, tapi aku akan berusaha memasukan ini untuk dibahas ketika aku sampai di kuil utama nanti….  Aku minta maaf, mungkin ini akan menjadi semakin berbahaya, tapi kumohon lanjutkan pengawalan setidaknya sampai ke Kuil utama…”

Berdasarkan kontrak, pengawalan kali ini termasuk perjalanan menuju ke ibukota, serta perjalanan pulang. Sedangkan Cain berniat melakukan pengawalan dan membuat pertemuan dengan Hinata sang Saint di kuil utama.

Lalu tubuh para perampok itu dimasukan ke magic bag yang dibawa oleh para ksatria. Mereka memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan dan memastikan identitas mereka setibanya di kuil utama. Dan ini pasti akan mengungkapkan Cardinal yang merencanakan serangan ini.

Pada kenyataannya mereka tidak mempunyai bukti apapun, jadi mereka hanya bisa lebih waspada dan mengawasi pergerakan terhadap para kandidat lain.

Cain mulai merasa khawatir masalah apa yang akan terjadi nanti dalam pemilihan Pope kali ini.

Jangan lupa untuk komen ya…

Setelah istirahat sejenak, rombongan kereta ini melanjutkan perjalanan di jalur pegunungan. Sebelum matahari terbenam mereka sampai di tempat yang memungkinan untuk berkemah.

Tempat perkemahan ini dikelilingi oleh pagar di sekitar ruang terbuka di dekat jlan raya dan memiliki sumur di tengahnya. Sudah ada dua rombongan yang berkemah disini, salahsatunya adalah kelompok pedagang, sedangkan satunya nampaknya adalah kelompok orang-orang gereja.

Kereta mereka di berhentikan di tempat yang tidak menggangu, dan petualang mulai mengeluarkan barang-barang dari kereta dan mempersiapkan kemah. Mereka adalah kelompok lain selain party Claude. Mereka melakukan ini karena menilai Claude dan partinya telah berjuang dalam pertempuran.

Cain pun juga mengambil bebeberapa barang yang dibutuhkan dari Item Box miliknya.

“Sepertinya aku tidak bisa mengeluarkan rumah disini ya… padahal itu nyaman buat tidur…”

Sewaktu di Drintle, Cain telah mebuat beberapa rumah di halaman belakang, dan kemudian menyimpannya di dalam Item Box. Saat itu Cain membuat berbagai jenis rumah mulai yang hanya berlantai satu hingga mansion besar. Namun dengan dapat menyimpan sebuah bangunan saja sudah menjadi kasus langka, tentu saja ia tidak bisa mengeluarkannya di tempat ada banyak orang seperti ini.

Terimakasih telah mampir…

Comments

19 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 11”

  1. SonzaiX says:

    Lanjut….

  2. SonzaiX says:

    Lanjut min…

  3. Hogaku says:

    Lanjut min

  4. Dg_Sean says:

    MANTAAAPPP lagii????

  5. Maple says:

    enak kayak nya rumah bisa di bawa kemana mana

  6. Yusuf says:

    Lanjutkan

  7. Keita shaleh says:

    Min apakah tar identitas Cain sebagai utusan/demigod itu bakal ketahuan? Kalo gak sih kurang greget

  8. Komentator says:

    Bikin toko enak tuh berbisnis kapanpun dimanapun

  9. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min………………. Ditunggu kelanjutannya

  10. Roxy says:

    Semangat min

  11. Retry says:

    Semangat min

  12. MAKHLUK -X- says:

    Baru puas tidur kalo udah baca chap hari ini??

  13. DivoR says:

    Thanks min sdh di update lgi? , ditunggu kelanjutannya? , semngat trs minn??

  14. Its-a-me says:

    Udah punya pintu kemana saja masih juga ada rumah dimana saja

  15. Robby says:

    Lanjutkan lagi min

  16. Roxy says:

    Cain jadi agen rumah sahaja

  17. PK says:

    #Terimakasih KuroMage-sensei, semoga sehat selalu 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *