Vol.07 - Ch.15 ~ Nasib regu Pembunuh

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 15 di Kurozuku.

17 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

“Kalau begitu mari kita berangkat….!!”

Setelah ksatria kuil memberikan aba-aba kereta pun mulai berangkat. Para ksatria ini juga sudah diberitahu bahwa kemungkinan akan ada penyerangan hari ini.

Rombongan ini pun bergerak perlahan meninggalkan perkemahan tanpa adanya Cain.

“Apakah Cain baik-baik saja?”

Milly menggumamkan hal itu, namun Claude pun hanya tersenyum mendengarnya.

“Jangan terlalu khawatir, Milly… Apa kau bisa membayangkan Cain akan kalah?? dari pada melawan Cain masih lebih mudah melawan Dragon tahu….”

“Memang sih… Aku suda mengenalnya dari kecil… dia itu…”

Dia mengengang masa-masa ketika ia menjadi pengajar Cain ketika Cain masih kecil. Memang sejak kecil Cain adalah anak yang sudah diluar nalar. Meskipun ada saat-saat tertentu dia terlihat seperti anak kecil lainnya, dan ketika dipuji wajahnya yang imut itu memerah.

Dan kini belum sampai sepuluh tahun berlalu, bukan hanya menjadi seorang bangsawan, dia sudah naik hingga menjadi seorang Margrave yang merupakan bangasawan kelas atas. tempat tinggalnya pun nampak lebih hebat dari pada Istana kerajaan.

Saat ini Cain masih berusia 14 tahun. Tak ada yang dapat meduga prestasi dari seorang anak yang bahkan belum menjadi dewasa ini.

Saat Cain menjadi walikota ia memulai berbagai reformasi dan membuat kehidupan warga kota Drintle menjadi semakin makmur, dan mengurangi kejahatan. Bahkan Cain memposisikan diri sebagai pengikut Marineford  ada diantara mereka juga yang menganggap Cain bagaikan dewa.

Sambil mengenang hal in, kereta pun terus berjalan mnyusuri jalan besar. Kereta ini terus melaju tanpa masalah sampai ke lokasi istirahat makan siang, namun tiba-tiba ksatria yang memimpin perjalanan mendadak menghentikan kudanya.

Claude yang merasa penasaran atas kejadian ini pun maju ke depan dan melihat seorang bocah lelaki yang melambaikan tangan.

“Cain ya…”

Claude bergumam. Cain melambaikan tangan kearah Claude sambit tersenyum.

◇◇◇◇

Terimakasih atas kesetiaan kalian yang selalu me-refresh web kami…

Kita putar sebentar waktunya.

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Cain meninggalkan perkemahan dan memandangi jalan menuju ke Ibbukota dari atas langit.

Ketika ia terbang menyusuri jalan sambil mengaktifkan Skill Search nya, dia menemukan dua buah kereta kuda terparkir di area hutan yang agak jauh dari jalan besar.

Cain pun mendekatinya dari langit karena menduga itu mungkin kereta milik para penyerang.

“Kereta itu kalau tidak salah….”

Itu terlihat seperti kereta yang digunakan oleh Priest Oliver yang pernah berbicara dengan Cain sewaktu di area perkemahan. Meskipun dihari pertama mereka berkemah di tempat yang sama, namun dihari berikutnya mereka tidak bertemu. Meskipun ini semua hanyalah spekulasi, namun sepertinya dugaan Cain itu benar.

Seorang pria yang sepertinya adalah Priest Oliber sedang di kelilingi oleh beberapa ksatria, dan dibelakang mereka ada lebih dari 30 orang pria dengan pakaian serba hitam.

Cain mendarat perlaha dan mendekati mereka dengan menghapuskan aura keberadaannya.

“Mereka pasti akan lewat sini besok… Kalian harus menghentikan Bishop itu seperti yang sudah kita rencanakan… Cardinal calon Pope pasti akan menjadi senang… serang dengan penuh kewaspadaan!!”

“Baik!!”

“Tidak, kurasa itu tidak mungkin…”

“…!!!?”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Cain menghampiri dari belakang para pria berbaju hitam itu dan berbicara. Daripada mengatasinya setelah terpencar labih baik ia mengurus mereka sekaligus selagi mereka berkumpul disini. Semua orang yang ada terkejut mendengar suara Cain yang sama sekali tidak memiliki hawa keberadaan, tatapan mereka pun terpusat pada dirinya.

“[Mudification]!!”

“[Vulcanization]!!”

Ketika Cain melapalkan kedua sihir itu, seketika pijakan kaki Priest Oliver, Para Ksatria, serta para pria berbaju hitam itu melembek seperti lumpur dan membuat kaki mereka tenggelam.  Lalu dalam sekejap kembali mengeras dan membuat mereka tidak bisa bergerak.

“Ka-kau…!?”

“Baru sehari kita tidak berjumpa.. Priest Oliver… Aku akan meminta kalian membongkar semuanya ya… Tentunya termasuk tentang rencana pembunuhan Bishop…”

“A-aku tidak tahu… tentang apa itu… aku sama sekali tidak tahu apa-apa….”

“Tolong katakan saja itu ditahanan nanti….”

Seketika Cain melapalkan sihirnya dan satu persatu orang menjadi pingsan.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Apa- yang terjadi….”

Priest Oliver pun ikut pingsan.

“Kurasa ini sudah cukup… selanjutnya….”

Cain mengeluarkan tali dari dalam Item Box miliknya dan mengikat semua orang. Dan terakhir ia menghubungkan semua orang dan kemudian menggunakan sihir transfer.

Tujuannya adalah didekat pintu masuk kota Genacy.Sebenarnya dia ingin menyerahkan mereka pada ksatria yang ada di ibukota, namun mereka belum pernah kesana jadi ia tidak bisa menggunakan sihi transfer kesana. Namun karena dia juga tidak bisa membawa mereka ke kerajaan Esfort, maka ia membawanya ke salah satu kota di dalam Kerajaan Marineford ini.

Sesampainya di dekat gerbang masuk kota, Cain pun berbicara kepada prajurit penjaga gerbang.

“Um, permisi… aku telah menangkap perampok yang akhir-akhir ini berkeliaran di sekitar sini….”

“Apa?! Tunggu sebentar… aku akan memanggil bantuan….”

Salah satu dari dua penjag gerbang itu berlari kedalam.

Tak lama kemudian, mungkin karena pada dasarnya mereka sedang bersiaga, datanglah 10 orang prajurit bersenjata penuh. Dan salah seorang diantara mereka yang menggunakan armor yang tampak lebih mewah maju dan berbicar kepada Cain.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Jadi, dimana para penyerang itu??”

“Itu di sana..”

Cain menunjuk kearah lokasi 30 orang berpakaian hitam, beberapa ksatria kuil dan Priest Oliver berada. Mereka pun melihat sosok-sosok orang-orang yang diikat dan tidak sadarkan diri itu.

“Ti-tidak mungkin …”

“Ya tepat seperti itu… kelihatannya para pejabat gereja ini menyamar sebagai perampok… mungkin mereka ada hubungannya dengan pemilihan Pope kali ini….”

“Masa karena alasan itu…. baiklah.. jadi kamu ini…. Tidak mungkin kamu mengalahkan mereka sendirian kan???”

Meskipun Cain terlihat seperti seorang petualang, ia masihlah sangat muda. Dan tak ada satupun yang dapat membayangkan bahwa seorang anak laki-laki seperti dirinya dapat menangkap lebih dari 30 perampok sendirian dan membawanya kemari.

Cain pun mengambil kartu guild disakunya lalu menyodorkannya.

“Namaku Cain…. Aku adalah petualang peringkat S dari kerajaan Esfort…. Kali ini aku datang sebagai pengawal Bishop Hanam…”

“…!? Pringkat S!!! Pantas saja…. Baiklah… kami akan mengambil alih urusan ini…”

“Dan juga dalam perjalanan kali ini ada satu lagi penyerangan, dan mayat mereka di bawa oleh para ksatria kuil yang menjadi pengawal… Karena di masukan kedalam magic bag jadi kurasa mungkin akan dibawa ke Ibukota….”

Jangan lupa untuk komen ya…

“Aku tidak menduga akan ada dua penyerangan…. Apakah Bishop Hanam baik-baik saja??”

“Ya, tidak ada masalah… lagipula selain diriku ada petualang peringkat A dan peringkat B yang sangat berbakat yang mengawal beliau…”

“Pengawal nya sehebat itu… Layak sebagai kerajaan terkuat, Kerajaan Esfort… Aku dengar gosipnya bahwa kota Drintle juga sangat makmur sekarang…”

Cain mengangguk sambil bercucuran keringat dingin mengetahui fakta bahwa gosip tentang kota Drintle sudah sampai ke negara lain. Karena ia merasa akan repot jika banya ditanya, Cain pun memutuskan untuk segera meninggalkan kota.

“Kalau begitu, aku dalam misi pengawalan, jadi aku akan kmbali ke tempatku… Aku serahkan sisanya pada anda…”

“Baik… aku pastikan mereka mendapat hukuman yang setimpal…”

Setelah membungkuk memberikan hormat Cain pun segera berlari pergi. Kecepatanya melebihi kecepatan berlari seekor kuda.

Para penjaga itu terkejut melihat Cain yang dalam sekejap mata sudah tak terlihat lagi.

“Jadi itu peringkat S… benar-benar berbeda skala ya…. Daripada itu, Kalian semua! Bawa orang-orang ini kepenjara!!! Mereka mungkin adalah pembunuh, berhati-hatilah dan ikat mereka semua!!”

“Baik!!!”

Para prajurit itu pun membawa para perampok yang sudah tak sadarkan diri itu satu persatu menuju ke penjara.

Terimakasih telah mampir…

 

Selamat Membaca….

“Kalau begitu mari kita berangkat….!!”

Setelah ksatria kuil memberikan aba-aba kereta pun mulai berangkat. Para ksatria ini juga sudah diberitahu bahwa kemungkinan akan ada penyerangan hari ini.

Rombongan ini pun bergerak perlahan meninggalkan perkemahan tanpa adanya Cain.

“Apakah Cain baik-baik saja?”

Milly menggumamkan hal itu, namun Claude pun hanya tersenyum mendengarnya.

“Jangan terlalu khawatir, Milly… Apa kau bisa membayangkan Cain akan kalah?? dari pada melawan Cain masih lebih mudah melawan Dragon tahu….”

“Memang sih… Aku suda mengenalnya dari kecil… dia itu…”

Dia mengengang masa-masa ketika ia menjadi pengajar Cain ketika Cain masih kecil. Memang sejak kecil Cain adalah anak yang sudah diluar nalar. Meskipun ada saat-saat tertentu dia terlihat seperti anak kecil lainnya, dan ketika dipuji wajahnya yang imut itu memerah.

Dan kini belum sampai sepuluh tahun berlalu, bukan hanya menjadi seorang bangsawan, dia sudah naik hingga menjadi seorang Margrave yang merupakan bangasawan kelas atas. tempat tinggalnya pun nampak lebih hebat dari pada Istana kerajaan.

Saat ini Cain masih berusia 14 tahun. Tak ada yang dapat meduga prestasi dari seorang anak yang bahkan belum menjadi dewasa ini.

Saat Cain menjadi walikota ia memulai berbagai reformasi dan membuat kehidupan warga kota Drintle menjadi semakin makmur, dan mengurangi kejahatan. Bahkan Cain memposisikan diri sebagai pengikut Marineford  ada diantara mereka juga yang menganggap Cain bagaikan dewa.

Sambil mengenang hal in, kereta pun terus berjalan mnyusuri jalan besar. Kereta ini terus melaju tanpa masalah sampai ke lokasi istirahat makan siang, namun tiba-tiba ksatria yang memimpin perjalanan mendadak menghentikan kudanya.

Claude yang merasa penasaran atas kejadian ini pun maju ke depan dan melihat seorang bocah lelaki yang melambaikan tangan.

“Cain ya…”

Claude bergumam. Cain melambaikan tangan kearah Claude sambit tersenyum.

◇◇◇◇

Terimakasih atas kesetiaan kalian yang selalu me-refresh web kami…

Kita putar sebentar waktunya.

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Cain meninggalkan perkemahan dan memandangi jalan menuju ke Ibbukota dari atas langit.

Ketika ia terbang menyusuri jalan sambil mengaktifkan Skill Search nya, dia menemukan dua buah kereta kuda terparkir di area hutan yang agak jauh dari jalan besar.

Cain pun mendekatinya dari langit karena menduga itu mungkin kereta milik para penyerang.

“Kereta itu kalau tidak salah….”

Itu terlihat seperti kereta yang digunakan oleh Priest Oliver yang pernah berbicara dengan Cain sewaktu di area perkemahan. Meskipun dihari pertama mereka berkemah di tempat yang sama, namun dihari berikutnya mereka tidak bertemu. Meskipun ini semua hanyalah spekulasi, namun sepertinya dugaan Cain itu benar.

Seorang pria yang sepertinya adalah Priest Oliber sedang di kelilingi oleh beberapa ksatria, dan dibelakang mereka ada lebih dari 30 orang pria dengan pakaian serba hitam.

Cain mendarat perlaha dan mendekati mereka dengan menghapuskan aura keberadaannya.

“Mereka pasti akan lewat sini besok… Kalian harus menghentikan Bishop itu seperti yang sudah kita rencanakan… Cardinal calon Pope pasti akan menjadi senang… serang dengan penuh kewaspadaan!!”

“Baik!!”

“Tidak, kurasa itu tidak mungkin…”

“…!!!?”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Cain menghampiri dari belakang para pria berbaju hitam itu dan berbicara. Daripada mengatasinya setelah terpencar labih baik ia mengurus mereka sekaligus selagi mereka berkumpul disini. Semua orang yang ada terkejut mendengar suara Cain yang sama sekali tidak memiliki hawa keberadaan, tatapan mereka pun terpusat pada dirinya.

“[Mudification]!!”

“[Vulcanization]!!”

Ketika Cain melapalkan kedua sihir itu, seketika pijakan kaki Priest Oliver, Para Ksatria, serta para pria berbaju hitam itu melembek seperti lumpur dan membuat kaki mereka tenggelam.  Lalu dalam sekejap kembali mengeras dan membuat mereka tidak bisa bergerak.

“Ka-kau…!?”

“Baru sehari kita tidak berjumpa.. Priest Oliver… Aku akan meminta kalian membongkar semuanya ya… Tentunya termasuk tentang rencana pembunuhan Bishop…”

“A-aku tidak tahu… tentang apa itu… aku sama sekali tidak tahu apa-apa….”

“Tolong katakan saja itu ditahanan nanti….”

Seketika Cain melapalkan sihirnya dan satu persatu orang menjadi pingsan.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Apa- yang terjadi….”

Priest Oliver pun ikut pingsan.

“Kurasa ini sudah cukup… selanjutnya….”

Cain mengeluarkan tali dari dalam Item Box miliknya dan mengikat semua orang. Dan terakhir ia menghubungkan semua orang dan kemudian menggunakan sihir transfer.

Tujuannya adalah didekat pintu masuk kota Genacy.Sebenarnya dia ingin menyerahkan mereka pada ksatria yang ada di ibukota, namun mereka belum pernah kesana jadi ia tidak bisa menggunakan sihi transfer kesana. Namun karena dia juga tidak bisa membawa mereka ke kerajaan Esfort, maka ia membawanya ke salah satu kota di dalam Kerajaan Marineford ini.

Sesampainya di dekat gerbang masuk kota, Cain pun berbicara kepada prajurit penjaga gerbang.

“Um, permisi… aku telah menangkap perampok yang akhir-akhir ini berkeliaran di sekitar sini….”

“Apa?! Tunggu sebentar… aku akan memanggil bantuan….”

Salah satu dari dua penjag gerbang itu berlari kedalam.

Tak lama kemudian, mungkin karena pada dasarnya mereka sedang bersiaga, datanglah 10 orang prajurit bersenjata penuh. Dan salah seorang diantara mereka yang menggunakan armor yang tampak lebih mewah maju dan berbicar kepada Cain.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Jadi, dimana para penyerang itu??”

“Itu di sana..”

Cain menunjuk kearah lokasi 30 orang berpakaian hitam, beberapa ksatria kuil dan Priest Oliver berada. Mereka pun melihat sosok-sosok orang-orang yang diikat dan tidak sadarkan diri itu.

“Ti-tidak mungkin …”

“Ya tepat seperti itu… kelihatannya para pejabat gereja ini menyamar sebagai perampok… mungkin mereka ada hubungannya dengan pemilihan Pope kali ini….”

“Masa karena alasan itu…. baiklah.. jadi kamu ini…. Tidak mungkin kamu mengalahkan mereka sendirian kan???”

Meskipun Cain terlihat seperti seorang petualang, ia masihlah sangat muda. Dan tak ada satupun yang dapat membayangkan bahwa seorang anak laki-laki seperti dirinya dapat menangkap lebih dari 30 perampok sendirian dan membawanya kemari.

Cain pun mengambil kartu guild disakunya lalu menyodorkannya.

“Namaku Cain…. Aku adalah petualang peringkat S dari kerajaan Esfort…. Kali ini aku datang sebagai pengawal Bishop Hanam…”

“…!? Pringkat S!!! Pantas saja…. Baiklah… kami akan mengambil alih urusan ini…”

“Dan juga dalam perjalanan kali ini ada satu lagi penyerangan, dan mayat mereka di bawa oleh para ksatria kuil yang menjadi pengawal… Karena di masukan kedalam magic bag jadi kurasa mungkin akan dibawa ke Ibukota….”

Jangan lupa untuk komen ya…

“Aku tidak menduga akan ada dua penyerangan…. Apakah Bishop Hanam baik-baik saja??”

“Ya, tidak ada masalah… lagipula selain diriku ada petualang peringkat A dan peringkat B yang sangat berbakat yang mengawal beliau…”

“Pengawal nya sehebat itu… Layak sebagai kerajaan terkuat, Kerajaan Esfort… Aku dengar gosipnya bahwa kota Drintle juga sangat makmur sekarang…”

Cain mengangguk sambil bercucuran keringat dingin mengetahui fakta bahwa gosip tentang kota Drintle sudah sampai ke negara lain. Karena ia merasa akan repot jika banya ditanya, Cain pun memutuskan untuk segera meninggalkan kota.

“Kalau begitu, aku dalam misi pengawalan, jadi aku akan kmbali ke tempatku… Aku serahkan sisanya pada anda…”

“Baik… aku pastikan mereka mendapat hukuman yang setimpal…”

Setelah membungkuk memberikan hormat Cain pun segera berlari pergi. Kecepatanya melebihi kecepatan berlari seekor kuda.

Para penjaga itu terkejut melihat Cain yang dalam sekejap mata sudah tak terlihat lagi.

“Jadi itu peringkat S… benar-benar berbeda skala ya…. Daripada itu, Kalian semua! Bawa orang-orang ini kepenjara!!! Mereka mungkin adalah pembunuh, berhati-hatilah dan ikat mereka semua!!”

“Baik!!!”

Para prajurit itu pun membawa para perampok yang sudah tak sadarkan diri itu satu persatu menuju ke penjara.

Terimakasih telah mampir…

 

Comments

11 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 15”

  1. Siotong says:

    Tumben First

  2. Nana says:

    Lanjutkan

  3. Maple says:

    cain bisa gak ya pake sihir serum kejujuran atau sihir hipnotis pencuci otak

  4. Keita shaleh says:

    Wkwk lari bagai kuda ?

  5. Yusuf says:

    Lanjutkan

  6. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min……………. Ditunggu kelanjutannya

  7. Hogaku says:

    Lanjut min

  8. Zen says:

    Mantaplah…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *