Vol.07 - Ch.02 ~ Surat dari Saint

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 2 di Kurozuku.

11 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Berita tentang pembunuhan Pope segera sampai ke Kerajaan Esfort yang merupakan tetangga mereka.

Diruangan pertemuan Istana kerajaan, Sang Raja, Duke Eric, Perdana Menteri Magna, Margrave Garm, Cain, dan Bishop yang menjadi wakil di Kerajaan ini berkumpul.

Ketika sang Bishop bertemu Cain, dia langsung berlutut seperti menyembahnya, lalu Cain dengan panik segera menyuruhnya berdiri dan memintanya duduk kembali.

Karena Bishop itu sering bersujud kepadanya setiap kali mereka bertemu, maka untuk dapat bertemu dengan para dewa Cain lebih sering memilih untuk pergi ke Gereja kota Drintle.

Setelah semua orang duduk, sang Bishop mulai menjelaskan kejadian yang terjadi di Kerajaan Marineford.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Terima kasih telah meluangkan waktu anda semua untuk pertemuan darurat hari ini…. Tentang pembunuhan Pope-sama——”

Ia pun menjelaskan tentang penemuan anak-anak yang disandera dan pintu ruang harta yang sedikit terbuka. Dan juga ia menjelaskan bahwa beberapa orang ksatria dan sang Pope sendiri telah menjadi korban dan terbunuh.

“Lalu benda yang dirampok itu… apa ada yang penting??”

Mendengar pertanyaan sang raja, Bishop hanya bisa menggelengkan kepala.

“Informasi rincinya belum sampai kepada saya… Namun, karena Pope-sama sudah meninggal, maka akan segera dilakukan pemilihan Pope yang baru….”

Pemilihan Pope, adalah event dimana dilakukan penentuan seorang penerus Pope baru dari beberapa orang Cardinal yang ada di Marineford. Saat ini ada empat orang Cardinal, dan posisi ini akan di berikan kepada salah satu diantara mereka.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Kerajaan Marineford melakukan pemungutan suara dari seluruh wakil mereka di dalam dan luar negeri dari tingkat bishop dan yang lebih tinggi. Lalu sosok yang memiliki suara terbanyak akan menjadi penerus Pope selanjutnya.

Namun, bukan berarti mereka sedang bersatu dalam urusan dalam negeri. Saat ini setiap Cardinal yang ada sedang membentuk fraksi mereka dan saling menjatuhkan setiap calon. Semenarik itulah posisi seorang Pope.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berminat dengan pemilihan ini dan ingin mati serta dikubur di kerajaan Esfort ini.

“Jadi, Bishop-dono apa yang akan anda lakukan kedepannya??”

Cain bertanya kepada ssang bishop. Cain merasa bersyukur bahwa orang yang dikirimkan ke Kerajaan Esfort sebagai seorang Bishop adalah sosok yang nasionalis. Terlebih sosok itu sudah banyak membantu Cain ketika banyak masalah di kota Drintle.

“Seharusnya aku akan mendapatkan surat panggilan dari Kuil…. Kakak ku adalah salah satu Cardinal dan dia menjadi calon nya, jadi aku harus memberikan dukungan, karena itu aku memutuskan untuk kembali kesana sebentar…”

“Benar juga ya… Aku pernah bertemu dengannya…. Dia adalah orang yang nasionalis… Kerajaan ini akan menjadi pendukungnya….”

“Yang Mulia … Terima kasih.”

Sang Bishop menundukan kepalanya setelah mendengar perkataan Sang Raja.

“Kalau begitu jika nanti sudah dapat pemberitahuan, datang dan beritahu kami…  Aku juga bisa menambahkan pasukan peengawal jika dibutuhkan… Yah.. karena ada banyak hal terjadi kan… “

Perkataan sang Raja itu mengakhiri pertemuan hari ini.

◇◇◇

Jangan lupa untuk komen ya…

Surat untuk Bishop datang sekitar satu minggu kemudian. Dan diputuskan untuk melakukan pertemuan dengan raja. Dan orang-orang yang sama dengan beberapa hari sebelumnya berbaris.

Bishop mulai membuka suratnya dan kemudian membaca isinya.

“Pemilihan itu renana nya akan diadakan dua minggu kemudian… dan mungkin dalam beberapa hari aku akan meninggalkan ibukota… Tapi…”

Bishop meletakan surat lain yang ada disaku nya diatas meja.

“Ini surat untuk Cain-sama dari Saint-sama… Mohon di periksa…”

“Hm? Untuk ku??”

Cain pun mengambil surat itu dan melepaskan segel lilin di amplop nya. Ada sebuah surat dari Saint didalamnya. Surat itu terdiri dari beberapa lembar halaman dan disana tertulis seluruh cerita tantang apa yang terjadi di dalam Kerajaann Marineford. Namun pada akhirnya ada satu kesimpulan.

――Aku ingin kamu datang ke Marineford sebagai pengawal Bishop…

Cain merapikan surat itu dan kemudian menjelaskan isinya kepada sang raja. Kemudian sang raja pun memejamkan matanya dan mulai berpikir.

Cain merupakan seorang bagsawan senior di Kerajaan Esfort, tidak mungkin dia berpergian melintasi batas negara dengan mudah. Sebenarnya Cain juga bisa langsung bolak-balik menggunakan sihir transfer, namun jika ia ingin berkunjung ke Marineford sebagai seorang bangsawan, maka perlu memberikan pemberitahuan resmi.

Weekend Ceria….

“… Yang Mulia… Kalau bisa aku ingin ikut dengan Bishop-sama…”

“Tunggu sebentar…. Surat ini…. Hmm…. Jadi begitu ya…”—

“Begitu apanya??”

Setelah selesai membaca surat itu. Sang Raja dengan lembut meletakan surat itu diatas meja.

“Dalam surat ini Saint-dono terus mengatakan Cain-sama kan?? Itulah kuncinya…”

Cain masih belum mengerti, namun Duke Erik langsung menepuk tangannya seolah dia mengerti sesuatu.

“Cain-kun, Sain-sama bukan menginginkan Cain von Silford Drintle untuk datang…. Dia ingin kamu datang sebagai Cain… Jadi kamu datang menggunakan identitas petualangmu…”

“……Ah!”

Sang Raja dan duke Eric tersenyum lebar.

“Jadi Tuan Silford bisa ikut dengan saya??”

“Aku memang kepikiran beberapa hal… tapi apa boleh buat, itu adalah permintaan Saint-dono…. Bisa jadi itu adalah hal yang sangat penting…. Cain, pergilah… tentunya aku akan membuat sebuah quest resmi pada guild nanti…”

Bishop bertanya dengan penuh harapan, dan Yang mulia menjwabnya dengan enggan.

“…Ini adalah kehormatan tertinggi saya sejak saya di pindah ke Kerajaan Esfort, bisa menyambut Utusan dewa di Kuil…”

Cain hanya bisa tersenyum pahit melihat sikap Bishop itu.

Terimakasih telah mampir…

 

Selamat Membaca….

Berita tentang pembunuhan Pope segera sampai ke Kerajaan Esfort yang merupakan tetangga mereka.

Diruangan pertemuan Istana kerajaan, Sang Raja, Duke Eric, Perdana Menteri Magna, Margrave Garm, Cain, dan Bishop yang menjadi wakil di Kerajaan ini berkumpul.

Ketika sang Bishop bertemu Cain, dia langsung berlutut seperti menyembahnya, lalu Cain dengan panik segera menyuruhnya berdiri dan memintanya duduk kembali.

Karena Bishop itu sering bersujud kepadanya setiap kali mereka bertemu, maka untuk dapat bertemu dengan para dewa Cain lebih sering memilih untuk pergi ke Gereja kota Drintle.

Setelah semua orang duduk, sang Bishop mulai menjelaskan kejadian yang terjadi di Kerajaan Marineford.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Terima kasih telah meluangkan waktu anda semua untuk pertemuan darurat hari ini…. Tentang pembunuhan Pope-sama——”

Ia pun menjelaskan tentang penemuan anak-anak yang disandera dan pintu ruang harta yang sedikit terbuka. Dan juga ia menjelaskan bahwa beberapa orang ksatria dan sang Pope sendiri telah menjadi korban dan terbunuh.

“Lalu benda yang dirampok itu… apa ada yang penting??”

Mendengar pertanyaan sang raja, Bishop hanya bisa menggelengkan kepala.

“Informasi rincinya belum sampai kepada saya… Namun, karena Pope-sama sudah meninggal, maka akan segera dilakukan pemilihan Pope yang baru….”

Pemilihan Pope, adalah event dimana dilakukan penentuan seorang penerus Pope baru dari beberapa orang Cardinal yang ada di Marineford. Saat ini ada empat orang Cardinal, dan posisi ini akan di berikan kepada salah satu diantara mereka.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Kerajaan Marineford melakukan pemungutan suara dari seluruh wakil mereka di dalam dan luar negeri dari tingkat bishop dan yang lebih tinggi. Lalu sosok yang memiliki suara terbanyak akan menjadi penerus Pope selanjutnya.

Namun, bukan berarti mereka sedang bersatu dalam urusan dalam negeri. Saat ini setiap Cardinal yang ada sedang membentuk fraksi mereka dan saling menjatuhkan setiap calon. Semenarik itulah posisi seorang Pope.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berminat dengan pemilihan ini dan ingin mati serta dikubur di kerajaan Esfort ini.

“Jadi, Bishop-dono apa yang akan anda lakukan kedepannya??”

Cain bertanya kepada ssang bishop. Cain merasa bersyukur bahwa orang yang dikirimkan ke Kerajaan Esfort sebagai seorang Bishop adalah sosok yang nasionalis. Terlebih sosok itu sudah banyak membantu Cain ketika banyak masalah di kota Drintle.

“Seharusnya aku akan mendapatkan surat panggilan dari Kuil…. Kakak ku adalah salah satu Cardinal dan dia menjadi calon nya, jadi aku harus memberikan dukungan, karena itu aku memutuskan untuk kembali kesana sebentar…”

“Benar juga ya… Aku pernah bertemu dengannya…. Dia adalah orang yang nasionalis… Kerajaan ini akan menjadi pendukungnya….”

“Yang Mulia … Terima kasih.”

Sang Bishop menundukan kepalanya setelah mendengar perkataan Sang Raja.

“Kalau begitu jika nanti sudah dapat pemberitahuan, datang dan beritahu kami…  Aku juga bisa menambahkan pasukan peengawal jika dibutuhkan… Yah.. karena ada banyak hal terjadi kan… “

Perkataan sang Raja itu mengakhiri pertemuan hari ini.

◇◇◇

Jangan lupa untuk komen ya…

Surat untuk Bishop datang sekitar satu minggu kemudian. Dan diputuskan untuk melakukan pertemuan dengan raja. Dan orang-orang yang sama dengan beberapa hari sebelumnya berbaris.

Bishop mulai membuka suratnya dan kemudian membaca isinya.

“Pemilihan itu renana nya akan diadakan dua minggu kemudian… dan mungkin dalam beberapa hari aku akan meninggalkan ibukota… Tapi…”

Bishop meletakan surat lain yang ada disaku nya diatas meja.

“Ini surat untuk Cain-sama dari Saint-sama… Mohon di periksa…”

“Hm? Untuk ku??”

Cain pun mengambil surat itu dan melepaskan segel lilin di amplop nya. Ada sebuah surat dari Saint didalamnya. Surat itu terdiri dari beberapa lembar halaman dan disana tertulis seluruh cerita tantang apa yang terjadi di dalam Kerajaann Marineford. Namun pada akhirnya ada satu kesimpulan.

――Aku ingin kamu datang ke Marineford sebagai pengawal Bishop…

Cain merapikan surat itu dan kemudian menjelaskan isinya kepada sang raja. Kemudian sang raja pun memejamkan matanya dan mulai berpikir.

Cain merupakan seorang bagsawan senior di Kerajaan Esfort, tidak mungkin dia berpergian melintasi batas negara dengan mudah. Sebenarnya Cain juga bisa langsung bolak-balik menggunakan sihir transfer, namun jika ia ingin berkunjung ke Marineford sebagai seorang bangsawan, maka perlu memberikan pemberitahuan resmi.

Weekend Ceria….

“… Yang Mulia… Kalau bisa aku ingin ikut dengan Bishop-sama…”

“Tunggu sebentar…. Surat ini…. Hmm…. Jadi begitu ya…”—

“Begitu apanya??”

Setelah selesai membaca surat itu. Sang Raja dengan lembut meletakan surat itu diatas meja.

“Dalam surat ini Saint-dono terus mengatakan Cain-sama kan?? Itulah kuncinya…”

Cain masih belum mengerti, namun Duke Erik langsung menepuk tangannya seolah dia mengerti sesuatu.

“Cain-kun, Sain-sama bukan menginginkan Cain von Silford Drintle untuk datang…. Dia ingin kamu datang sebagai Cain… Jadi kamu datang menggunakan identitas petualangmu…”

“……Ah!”

Sang Raja dan duke Eric tersenyum lebar.

“Jadi Tuan Silford bisa ikut dengan saya??”

“Aku memang kepikiran beberapa hal… tapi apa boleh buat, itu adalah permintaan Saint-dono…. Bisa jadi itu adalah hal yang sangat penting…. Cain, pergilah… tentunya aku akan membuat sebuah quest resmi pada guild nanti…”

Bishop bertanya dengan penuh harapan, dan Yang mulia menjwabnya dengan enggan.

“…Ini adalah kehormatan tertinggi saya sejak saya di pindah ke Kerajaan Esfort, bisa menyambut Utusan dewa di Kuil…”

Cain hanya bisa tersenyum pahit melihat sikap Bishop itu.

Terimakasih telah mampir…

 

Comments

8 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 2”

  1. Hogaku says:

    Lanjut min

  2. Yusuf says:

    Wehh pagi2 udh ada update an

  3. Keita shaleh says:

    Gue kira blom update eh malah rupanya udh dan ada pun balik

  4. Its-a-me says:

    Akhirnya

  5. Siotong says:

    Lah udah ada yg komen dr 2 hari yg lalu, pdhal dr kemaren gw coba next chapter selalu ke page donasi hmmmm…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *