Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 9
~~

Selamat Membaca….

Setelah beristirahat sejenak, rombongan Bishop ini kembali melanjutkan perjalanan dengan perlahan sambil tetap waspada. Secara berkala mereka mendeteksi adanya regu-regu pengintai, namun para penyerang itu baru terdeteksi sekitar 1 kilometer kedepan.

Cain membuka jendela kereta dan berbicara kepada Claude.

“Claude-san… sepertinya para penyerang itu ada satu kilometer didepan… jumlahnya mungkin sekitar seratus… “

“Serius!? Kenapa mereka sampai mengumpulkan orang sebanyak itu untuk merampok??”

“Biasanya tidak akan seperti itu…. Lagi pula mereka tidak seperti sedang melakukan investigasi, sepertinya ada maksud tertentu dibalik ini semua…”

“Cain-dono, apa ada waktu sebentar??”

Ketika Cain sedang berbincang dengan Claude dari kereta, Bishop Hanam memanggilnya.

“Ada apa Bishop-sama??”

“Tidak, hanya saja…. Diwilayah Marineford tidak ada bandit seperti itu… Jika ada yang seperti itu muncul saat ini, pasti ini adalah perbuatan salah satu Cardinal…”

“Eh…Itu berarti…”

“Untuk pemilihan ini, para Bishop kembali dari masing-masing negara mereka… Sudah pasti mereka ini adalah salah satu fraksi dari keempat kardinal yang ada… Aku juga mengemban suara dari sekitar 20 orang pendeta di kerajaan Esfort… Jika saja aku memberikan suara kepada lawan salah satu fraksi, maka fraksi lain pasti akan kerepotan… Kakak ku adalah salah satu Cardinal… Kakak ku tidak akan mengirimkan berandalan untuk menyerang ku kan… jadi kemungkinan nya tinggal tiga…”

Cain da Claude merasa marah setelah mendengar penjelasan Bishop Hanam. Mereka tega menggunakan bandit untuk menggagalkan pemungutan suara, bahkan tega membunuh orang. Mereka mengerti bahwa posisi seorang Pope sangat lah menggiutkan, namun itu bukan berarti seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Cain mengingat kasus Hinata ketika dia datang berkunjung ke Kerajaan Esfort. Ksatria Kuil itu gagal dalam melakukan pembunuhan kepada sang Saint. Cain pun tersenyum pahit menyadari bahwa ternyata ada juga dunia kegelapan yang bernaung dibawah nama Kepercayaan Marinford.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Cain-dono, dengan jumlah penyerang seperti itu, apa kita akan baik-baik saja??”

Meskipun melihat Bishop Hanam nampak khawatir, namun Cain dan Claude hanya saling memandang dan kemudian tersenyum.

“Bishop-sama… Itu bukan masalah… Kita punya Cain disini…. Itu berarti mereka sudah gagal… Yah pokoknya kita harus tangkap mereka dan interogasi, dan membuat mereka memuntahkan siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini…. Kalau begitu untuk sekarang aku akan menginformasikan ini pada yang lainnya….”

Claude mebuat kudanya berlari dan memberitahu para Ksatria dan petualang, dan mereka pun mulai bersiap untuk melakukan pertempuran.

Setelah mereka hampir sampai ke lokasi para penyerang itu berkumpul, semua orang turun dari kuda. Mereka memutuskan lebih baik turun dari kuda ketimbang harus jatuh dari kuda yang terkena panah.

Cain pun berbicara sebenatak kepada Bishop Hanam, dan dia berpindah ke bagian kusir.

Ketika rombongan ini perlahan-lahan maju, muncul para perampok dari kedua sisi seolah mereka sudah menunggu. Mereka nampak memakai armor yang lusuh namun entah kenapa pedang yang mereka gunakan nampak masih sangat bagus.

Terimakasih kepada para donatur!!!

“Oioi… ini daerah terlarang loh… Semuanya buang senjata kalian… yah jika kalian masih ingin hidup….”

Salah seorang perampok maju kedepan dan mengatakan itu. Namun mungkin mereka sudah mengerti mana ada orang yang akan mendengarkan ketika disuruh membuang senjata. Dan mereka yang jumlahnya lebih dari seratus orang itu pun mulai menyebar dan perlahan mendekati rombongan Cain.

“Oi apa di Marinford isinya perampok seperti ini doang ya… Keliatannya lemah lagi… Apa kalian pikir sudah menjadi kuat karena kalian memungut tongkat di sembarang tempat??”

Claude mulai memprosvokasi para perampok itu. Para Ksatria nampak mulai tegang, namun Claude tetap melanjutkan perkataannya.

“Hei, omong-omong, kalian dari fraksi Cardinak mana?? Biar nanti aku yang tendang pantatnya saat kami sampai di Kuil…”

Ekspresi para perampok itu mulai marah dan memerah setelah mendengar ejekan Claude. Ketika pasukan pertama para perampok itu maju, semua orang mulai bersiap memegang senjata dan busur mereka.

“Aku penasaran sampai kapan kau bisa belagak sok kuat begitu… Wah ada tiga gadis nih… Setelah beres sepertinya kita bisa berpesta…”

Namun baik Rina, Milly, maupun Nina nampak tenang dan tidak mempedulikan perkataan itu. Mereka tahu bahwa mereka sudah dipastikan tidak akan kalah.

“…Apa aku bisa langsung membersihkannya saja???”

Nina sudah bersiap dengan tongkatnya seolah dia siap menembakan sihir kapan saja.

“Tunggu… Bagi buat aku juga dong… setelah melihat wajah mereka, aku jadi tidak bisa melepaskan mereka begitu saja…”

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Rina dan Nina berdiri di kedua sisi Claude.

“Oh, cantiknya…. Mbaknya sampe repot-repot muncul duluan…”

Para perampok itu pun tertawa dan nampak memasang senyuman kotor diwajah mereka. Namun sepertinya itu adalah akhir bagi mereka.

“Ar Cutter!!!”

“Fire Wall!!!”

Sihir yang dilontarkan keduanya membuat para perampok yang berada di garis depan terbelah dua dan langsung terbakar habis. Pisau udara yang ditembakan Nina terpecah menjadi beberapa bagian dan tidak berhenti hanya karena telah memotong satu orang, dan terus memotong beberapa orang sekaligus.

Sama halnya dengan dinding api yang menjalar selebar 10 meter dan setinggi 5 meter itu menelan dan membakar habis para perampok itu. Terdengar suar jeritan dari berbagai tempat, dan para petualang pun mulai maju.

Telah disepakati sebelumnya bahea Para Ksatria akan bertnggung jawab melindungki kereta sedangkan para petualang akan melakukan serangan. Pada awalnya para ksatria merasa kecewa, namun mereka pun menerima bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan Bishop.

Cain pun berdiri di tempat kusir, lalu mulai menembakan sihir kearah perampok yang berada di kejauhan dan bersiap dengan panah mereka.

Jangan lupa untuk komen ya…

“Air Bullet!!!”

Sihir Cain melesat satu persatu dan meledak seketika setelah menyentuh targetnya, dan membunuh para perampok itu dalam sekali serang.

“Mereka monster!!!! Lari!!!!”

Lebih dari 80% dari mereka telah dikalah kan dan mereka mulai merasakan ketakutan setelah menghadapi kekuatan para pengawal ini dan mulai berhamburan melarikan diri.

Rina dan Nina mengurangi jumlah ini dengan menembakan sihir kearah mereka yang melarikan diri. Banyak diantara mereka yang membuang senjata mereka agar bisa lebih cepat melarikan diri.

Namun tentu saja Claude dan kelompoknya akan tetap mengejar mereka.

Beberapa petualang yang berhasil melarikan diri merasa lega karena tidak berhasil dikejar oleh para petualang yang mengerikan itu.

“Apa-apaan mereka itu… monster semua…. Harusnya pengawal itu cum rank C kan…. tapi untung saja…. Aku harus segera melapor pada beliau ketika kembali nanti….”

Para bandit itu berpikir mereka telah berhasil lolos, Namun————

“Kalian tidak berpikir bisa lolos begitu saja kan?? Kalian juga harus menjelaskan dengan rini tentang siapa beliau yang kalian sebut barusan…”

Entah mengapa di ujung pelarian mereka terlihat sosok Cain yang memegang pedangnya bagaikan iblis berambut perak yang tersenyum mengerikan.

Terimakasih telah mampir…

 

 

Anda telah membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 9 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

14 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 9”

  1. Jojo santoso says:

    Up min lanjut terus

  2. Nana says:

    Lanjutkan

  3. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min…………………… Ditunggu kelanjutannya

  4. Hogaku says:

    Lanjut min

  5. Ini Budi says:

    Nanggung1 chapter yg bikin penasaran!

  6. Maple says:

    belum bisa tidur nyenyak nih masih nanggung :v

  7. Skredix says:

    Mantap Min lanjut

  8. Keita says:

    Bagai iblis berambut perak Cain mah bukan iblis Min tapi dewa berambut perak

  9. DivoR says:

    Hmm hri ini gk update kh minn??? Atw updatenya sore/mlm??

  10. DivoR says:

    hri ini gk update kh minn??? Atw updatenya sore/mlm??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *